Sponsors Link

Disentri Pada Anak – Gejala dan Pengobatan

Sponsors Link

Bayi adalah makhluk mungil yang tubuhnya masih sangat rentan terhadap berbagai macam penyakit. Hal ini karena organ dalam tubuh bayi masih banyak yang belum terbentuk sempurna ketika bayi tersebut dilahirkan. Bayi juga memiliki daya tahan tubuh yang masih lemah. Kedua kondisi tersebut yang menjadi penyebab mengapa bayi sering sekali terkena atau tertular berbagai macam penyakit. Bisa sakit flu, campak, demam berdarah, diare, amandel, ISPA, dan banyak lagi penyakit lainnya. Baca pula artikel:

ads

Salah satu sakit yang paling sering diderita oleh bayi adalah penyakit yang berhubungan dengan saluran pencernaan. Entah diare, konstipasi, amandel, maupun disentri. Hal ini tentu saja karena saluran cerna bayi belum berfungsi dengan sempurna di masa-masa awal kehidupannya. Baca pula artikel terkait penyakit sistem pencernaan:

Nah, pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai disentri. Kita akan membahas mengenai pengertian dan gejala dari penyakit disentri, juga terutama kita akan membahas menbngenai cara mengobati disentri pada anak. Mari simak ulasan berikut ini.

Apa Itu Disentri?

Disentri adalah suatu penyakit yang menyerang sistem pencernaan manusia. Penyakit ini disebabkan oleh mikrooganisme. Berdasarkan penyebabnya, disentri dibedakan menjadi dua yaitu:

  • Disentri basiler

Disentri yang disebabkan oleh bakteri Shigella dysenteriae. Merupakan jenis disentri dengan jumlah kasus cukup banyak di Indonesia.

  • Disentri amoeba

Dibababkan oleh bakteri Entamoeba histolytica. Jenis disentri ini banyak ditemui pada negara tropis seperti Indonesia.

Kasus disentri di Indonesia cukup banyak. Sebenarnya penyakit ini lebih disebabkan karena buruknya kebersihan lingkungan dan sanitasi. Hal ini menunjukkan bahwa angka kebersihan lingkungan dan sanitasi di Indonesia masih sangat buruk.

Sponsors Link

Gejala

Anda tentu tidak ingin bayi anda terserang disentri. Karena itu tentu akan membuat bayi jadi sangat menderita. Oleh karena itu, anda perlu mengetahui dengan segera apakah bayi anda terkena disentri atau tidak sehingga dapat melakukan pengobatan dengan cepat. Di bawah ini adalah beberapa gejala umum dari disentri:

  • Demam

Anak yang terserang disentri maka suhu tubuhnya akan meningkat. Hal ini karena adanya infeksi, yaitu masuknya bakteri disentri ke dalam tubuh anak sehingga menimbulkan proses inflamasi (peradangan). Proses peradangan inilah yang menyebabkan tubuh menjadi demam.

Demam yang dialami cukup tinggi. Anak sudah bisa dikatakan demam ringan (sumer) bila suhu tubuhnya telah mencapai 37.5⁰C. Bila suhu tubuh anak mencapai 39⁰C, itu adalah demam yang sangat tinggi (fibris). Kondisi ini harus segera ditangani dengan cepat dan tepat.

  • Tenesmus

Tenesmus adalah nyeri di daerah perut. Perut akan terasa nyeri seperti melilit dan kram. Nyeri biasanya akan semakin parah ketika anak sedang buang air besar. Umumnya menggambarkan rasa nyeri pada bayi tak mudah karena ia belum bisa mengekspesikan rasa sakit tersebut.

  • Rewel

Bayi dan anak kecil belum bisa mengekspresikan rasa sakit yang mereka rasakan. Hal ini akan membuat orang tua kerap kebingungan. Akan tetapi ada satu indicator bagi orang tua untuk mengetahui jika sang anak sedang merasa sakit. Tentu saja bayi anda akan menjadi rewel dan menangis lebih banyak dan lebih sering daripada biasanya.

Pengobatan

Apakah anak anda mengalami salah satu dari tiga gejala di atas? Jika iya, maka anda perlu mewaspadai bila anak anda mungkin terkena disentri. Apalagi jika anak anda masih bayi, yang memang lebih mudah untuk terkena disentri. Semakin muda usia seorang anak, maka semakin mudah pula ia terkena berbagai penyakit. Oleh karena itu anda harus tahu bagaimana cara menjaga bayi agar tidak mudah sakit dan tips agar anak balita tidak mudah sakit. Hal ini karena semakin muda seseorang, daya tahan tubuhnya masih lemah.

ads
Lalu jika memang anak andaa terkena disentri, apa yang harus dilakukan? Tentu langkah terbaik yang paling saya sarankan adalah dengan pergi ke dokter. Sebaiknya anda membiarkan terlebih dahulu dokter untuk mendiagnosis si kecil sebelum anda mengambil keputusan sendiri terhadap diagnosis bayi anda. Karena ada kalanya informasi yang kita peroleh secara otodidak akan kalah dengan pengetahuan yang diperoleh seorang dokter yang telah mengenyam pendidikaan bertahun-tahun lamanya.

Lagipula karakteristik setiap bayi itu berbeda. Jadi anda tak bisa seenanknya memberi bayi anda terapi yang menurut anda sesuai. Ditaambah lagi untuk mengobati seorang bayi, dibutuhkan ilmu yang khusus, yang berbeda dari orang dewasa.

Akan tetapi ada beberapa cara yang dapat dijadikan sebagai cara mengobati disentri pada anak yang cukup aman. Caara tersebut adalah sebagai berikut:

  • Farmakoterapi

Jika berobat ke dokter, maka biasanya dokter akan menyarankan pengobatan secara farmakoterapi. Farmakoteraapi berarti menggunakan obat kimia. Dalam kasus ini dokter biasanya akan memberi anak anda antibiotik. Mengapa antibiotic? Karena disentri disebabkan oleh biota yang bernama bakteri. Sementara itu antibiotik digunakan untuk memberantas mikroorganisme (bakteri, virus, dan jamur) yang merugikan tubuh. Merek antibiotik itu sendiri sangat beragam. Dokter akan menyesuaikan jenis antibiotik dengan efek sampingnya, riwayat penyakit yang dimiliki bayi anda, serta kondisi tubuh bayi anda pada saat itu.

  • Obat herbal

Salah satu obat herbal yang dipercaya mampu membantu pengobatan disentri adalah ekstrak dari daun sagu. Tanaman ini mengandung beberapa senyawa yang baik untuk memudahkan kerja saluran cerna manusia. Bila susah menemukan ekstraknya di apotek, tak ada salahnya untuk membuat ramuannya sendiri. Anda cukup mengambil beberapa helai daun sagu. Remas atau tumbuk daun sagu tersebut hingga keluar air saripatinya. Lalu minumkan air saripati daun sagu tersebut pada anak secara rutin. Kemudian lihat hasilnya.

  • Perbaikan nutrisi

Nutrisi sangat penting bagi bayi. Karena nutrisi yang cukup akan memperkuat daya tahan tubuhnya. Disentri sendiri merupakan salah satu penyakit akibat kekurangan gizi pada bayi. Oleh karena itu tak ada salahnya anda mulai lebih memperhatikaan status gizi bayi anda. Berikan bayi makanan yang rendah serat yang tidak memaksa saluran cerna bayi untuk bekerja. Berikan terutama sayur dan buah yang rendah serat seperti wortel, tomat, apel, pisang, dan labu kuning.

Hindari makanan dengan kadar lemak tinggi seperti cokelat dan es krim. Lemak cukup susah untuk dicerna oleh saluran cerna. Berikan juga sekali waktu yoghurt pada anak (untuk anak berusia di atas 1 tahun) karena yoghurt mengandung bakteri lactobacillus yang baik untuk pencernaan. Akan tetapi tetap saja nutrisi terbaik bagi bayi adalah ASI. ASI memberi suntukan sistem imun bagi bayi secara langsung. Tak hanya itu, ASI juga mengandung nutrisi yang tepat dan seimbang untuk bayi anda.

(baca pula artikel : cara memperbanyak ASI dan makanan sehat untuk ibu menyusui).

  • Perbaikan sanitasi

Disentri adalah penyakit saluran cerna yang juga diakibatkan karena buruknya sanitasi. Untuk mengobati sekaligus mencegah bayi anda dari terkena disentri untuk yang kedua kalinya, membenahi sanitasi adalah cara yang sangat tepat.

Perhatikan sanitasi di rumah. Gunakan air mengalir dari sumber yang bersih untuk keperluan seperti mandi, mencuci piring, dan mencuci baju. Sementara itu untuk keperluan minum gunakanlah air yang memang layak minum. Anda bisa membeli galon air asli maupun isi ulang. Sangat taak disarankan untuk mengonsumsi air mandi untuk minum. Bahkan air isi ulang pun hendaknyaa direbus terlebih dahulu sebelum diminum.

Keempat cara di atas dapat anda gunakan untuk membantu mengobati disentri pada anak. Memang untuk pengobatan dengan obat herbal, perbaikan nutrisi, dan perbaikan sanitasi, hasil yang didapatkan tak secepat pengobatan melalui farmakoterapi. Mungkin pengobatan farmakoterapi akan lebih tepat, cepat, dan aman. Akan tetaapi sungguh tak ada salahnya jika kita mencoba keempat cara di atas.

(baca pula artikel : tips agar anak tidak mudah sakit)

Apalagi dengan perbaikan nutrisi dan perbaikan sanitasi.kedua cara tersebut tak hanya cukup ampuh dalam mengobati disentri, tapi juga sangat efektif dalam menurunkan angka kejadian (mencegah) terjadinya disentri di negeri ini. Bukankah mencegah itu lebih baik daripada mengobati?

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, ,
Post Date: Monday 05th, September 2016 / 06:23 Oleh :
Kategori : Anak