Sponsors Link

11 Penyebab Pecah Ketuban Dini

advertisement

Kehamilan merupakan peristiwa yang paling di tunggu tunggu oleh semua pasangan. Baik itu adalah pasangan muda atau tua. Sebab kehamilan menjadi tanda bahwa keluarga mereka lengkap. Adanya keturunan dalam sebuah keluarga memberikan harapan baru, untuk menjadi lebih baik dan lebih berguna. Kehadiran seorang putra memberikan harapan baru sebuah keluarga. Karena masa ini merupakan masa yang di tunggu, maka tidak heran jika ibu harus berjaga jaga dan mengkhawatirkan keberadaan janin yang ada di perutnya. Maka sebisanya tidak melakukan aktivitas berbahaya untuk ibu hamil yang bisa membahayakan keadaan janin.

Salah satu keadaan yang membahayakan janin adalah pecahnya ketuban ibu. Keadaan ini tentu saja membuat bayi tidak bisa berlama-lama di dalam perut ibu. Sebab dari air ketuban inilah yang menjaga bayi di dalam perut, agar tidak terkena gesekan, rangsangan dan guncangan secara langsung dari luar. Jika lapisan air ketuban yang di gunakan sebagai pelindung ini pecah, maka harus segera dilahirkan.

Sayangnya, kadang air ketuban ini pecah sebelum waktunya tiba. Ketuban yang pecah sebelum waktunya ini dinamakan dengan KPD atau ketuban pecah dini. Keadaan ini membuat bayi yang ada di dalam perut harus segera dikeluarkan. Maka ada pula sebutan dengan bayi prematur atau bayi yang lahir lebih awal dari waktu yang di tentukan. Apakah hal ini baik? Tentu saja tidak.

Bagaimana ketuban pecah dini (KPD) bisa terjadi?

Secara normal, air ketuban yang ada di dalam rahim itu bisa pecah ketika sudah memasuki kala I. Kadang juga bisa terjadi pada awal kala II ketika pembukaan lengkap, saat berlangsungnya proses persalinan. Namun kadang kala air ketuban pecah sebelum masanya tiba. Yakni saat usia kehamilan belum menginjak 37 minggu (perkembangan janin 9 bulan). Tepatnya sebelum bukaan mulut rahim yang ke 4 cm, atau belum ada ciri ciri persalinan akan terjadi. Inilah yang di namakan dengan ketuban pecah dini.

Berikut ini penyebab ketuban pecah dini (KPD) :

  1. Infeksi

Memang secara medis terjadiny ketuban pecah dini ini belum di ketahui secara pasti. Namun sebagian besar, 65% menyebutkan bahwa penyebab utama terjadinya ketuban pecah ini di sebabkan karena ibu hamil terkena infeksi. Dari infeksi ini menyebabkan selaput ketuban menjadi tipis dan mudah pecah. Inilah mengapa ibu hamil harus selalu berhati hati dengan diri dan kandungannya.

  1. Terkena bakteri

Penyebab lainnya selain terjadi infeksi adalah terjangkitnya bakteri pada ibu hamil. Banyak sekali alasan dan cara bakteri masuk ke dalam tubuh manusia. Misalnya melalui perantara kulit dan pori-pori manusia. Selanjutnya bisa juga melalui makanan yang biasa dikonsumsi. Dengan masuknya bakteri ke dalam tubuh ibu hamil tersebut, membuat selaput air ketuban bersifat lemah. Hal ini mengakibatkan air ketuban sangat mudah pecah.

  1. Masuk dalam kehamilan kembar

Ketuban yang ada di dalam rahim ibu memang disediakan untuk satu orang janin saja.

Sponsors Link

Namun ada pula kemungkinan terjadinya anak kembar, baik kembar fraternal atau bisa. Maka terjadinya hamil kembar ini memicu resiko air ketuban pecah sebelum waktnya. Sebab selaput akan terdorong ke sana ke mari, dan ada kemungkinan besar untuk luruh dan keluar. Inilah sebabnya mengapa hamil kembar memiliki resiko 2x lipat lebih besar dari pada hamil yang hanya 1 janin saja.

(Baca juga : ciri hamil anak kembar)

  1. Ada riwayat terjadinya ketuban pecah dini

Ketuban pecah dini bisa saja terjadi karena keturunan. Maka sebelum anda mengalami berbagai resiko tersebut, mari di telusuri dahulu riwayat keluarga. Jika memang anda sendiri dahulunya adalah janin yang lahir dalam kasus ketuban pecah dini, maka ada kemungkinan besar pula nantinya anda juga seperti itu. Sebab gen dari ibu yang mengalami ketuban pecah dini akan menurun pada anaknya.

(Hal ini juga bisa terjadi pada : kehamilan ektopik dan janin tidak berkembang)

  1. Kebersihan yang tidak di jaga

Selain itu, faktor kebersihan juga menjadi masalah utama terjadinya ketuban pecah dini. Maka perlulah kita sebagai kaum wanita untuk selalu menjaga kebersihan alat vital. Vagina tersebut dinamakan dengan mahkota terbesar wanita. Jika tidak bisa di gunakan, maka layaknya anda ratu yang tidak memiliki mahkota. Agar nantinya bisa digunakan dan berfungsi dengan baik, maka hendaknya untuk selalu membersihkan vagina.

  1. Hubungan seksual yang tidak sehat

Kemudian yang bisa menyebabkan ketuban pecah dini adalah anda melakukan hubungan seksual yang tidak sehat. Dalam hal ini jika anda sering bergonta-ganti pasangan seksual untuk melampiaskan kebutuhan id dan ego anda pada orang lain tanpa mengindahkan perasaan super ego. Hubungan seksual yang tidak sehat ini bisa menyebarkan bakteri dalam vagina anda. Dari bakteri itulah yang menyebabkan resiko memiliki ketuban yang sifatnya halus dan mudah pecah.

ads
  1. Pendarahan hebat

Masalah lain yang bisa menyebabkan ketuban anda pecah dini adalah terjadinya pendarahan. Kejadian ini akan mengambil sebagian besar cairan yang ada di dalam tubuh. Maka tidak heran pula bisa menyebabkan ketuban yang ada di dalam perut anda pecah lebih dini. (Baca juga : flek bercak darah saat hamil)

  1. Terjadi kecelakaan

Selain itu, masih ada kemungkinan lain yang menyebabkan ketuban dalam rahim anda pecah dini. Misalnya terjadinya kecelakaan parah. Hal ini menyebabkan guncangan hebat dalam tubuh. Maka selain anda mengalami pendarahan hebat, ketuban dalam rahim anda ikut luruh. Hal ini menjadi salah satu peristiwa yang membahayakan. Bahkan peristiwa ini kemungkinan besar hanya bisa menyebabkan dokter dan suami untuk memilih nyawa siapa yang harus di selamatkan atau ke duanya akan meninggal dunia. (Baca juga : jatuh pada saat hamil)

  1. Derajat keasaman vagina diatas 4,5

Vagina manusia merupakan alat kopulasi manusia atau bisa di sebut dengan alat persetubuhan. Maka ada resiko dan kemungkinan benda asing masuk ke dalamnya. Misal seperti bakteri, jamur, serta kuman dari luar. Untuk itulah mengapa vagina harus tetap mengkondisikan lingkungannya asam, bahkan tingkat keasamannya sangat tinggi.

Mengapa? Bakteri, jamur, serta kuman yang berasal dari luar tidak bisa tumbuh dan hidup dalam lingkungan asam. Itulah yang di lakukan tubuh anda dalam menjaga dan membuat pertahanan diri. Namun ketika vagina memasuki ph lebih dari 4,5 anda harus meningkatkan kehati-hatian jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

  1. Kondisi selaput ketuban yang tipis

Kondisi lain yang bisa menyebabkan ketuban pecah sebelum waktunya adalah karena memang keadaan ketuban anda tipis. Karena ketuban yang tipis ini tidak akan tahan dengan gesekan dan guncangan dari dunia luar. Maka sangat riskan sekali terjadinya ketuban pecah sebelum waktunya.

  1. Keadaan CRH atau Corticotropin Releasing Hormon yang tinggi

Selain itu, jika keadaan dari hormonal sendiri tidak bisa mendukung, maka akan ada kesempatan air ketuban pecah sebelum pada waktunya. Misalnya dari hormon corticotropin maternal yang tinggi. maka anda perlu mengatur kadarnya agar tidak tinggi dan mengganggu proses kehamilan serta kelahiran putra anda.

Dalam hal penanganan, sebenarnya harus di sesuaikan dengan keadaan ibu hamil serta bayi yang ada di dalam kandungan. Jika memang air ketuban yang ada di dalam perut masih ada dan kuat untuk menahan kondisi bayi sampai nanti kelahiran normal, maka dokter tidak akan melakukan proses persalinan. Ibu hamil akan di berikan resep obat obatan yang membantu untuk mematangkan paru-paru janin dan antibiotik untuk mengatasi serta mencegah terjadinya infeksi. Ibu hamil juga akan sangat di sarankan untuk tetap beristirahat total di dalam rumah tanpa melakukan kegiatan apapun.

advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, ,
Post Date: Wednesday 06th, January 2016 / 09:14 Oleh :
Kategori : Gangguan Kehamilan