Posisi Bayi Melintang Bisakah Lahir Normal ? Ketahui Cara Penanganannya

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Bayi letak lintang dan bayi sungsang merupakan salah satu masalah atau kelainan dalam kehamilan. Letak lintang merupakan keadaan dimana posisi bayi atau janin melintang ke samping (tegak lurus) dari tubuh Ibu hamil. Pada keadaan ini, posisi kepala janin terletak pada salah satu sisi perut Ibu hamil, sementara posisi bokong terletak pada sisi lain dari perut Ibu hamil. Sebenarnya keadaan bayi letak lintang terbagi atas 2 jenis, yaitu letak kepala dan letak punggung.

Letak kepala terbagi atas:

  • Kepala bayi bisa berada pada sebelah kiri Ibu hamil.
  • Kepala bayi bisa berada pada sebelah kanan Ibu hamil.

Letak punggung terbagi atas:

  • Punggung bayi bisa berada pada bagian depan Ibu hamil (Dorso-anterior).
  • Punggung bayi bisa berada pada bagian belakang Ibu hamil (Dorso-posterior).
  • Punggung bayi bisa berada pada bagian sebelah atas Ibu hamil (Dorso-superior).
  • Punggung bayi bisa berada pada bagian sebelah bawah Ibu hamil (Dorso-inferior).

Penyebab letak lintang

Secara umum, bayi akan tumbuh dan berkembang hingga dengan sendirinnya kepala bayi akan berotasi menuju bagian bawah rahim. Hal ini dikarenakan pada dasarnya kepala bayi lebih berat dan akan bergerak sesuai sumbu rotasi. Selain itu berdasarkan bentuk rahim yang lebih luas dibagian atas dan sempit dibawah, sehingga seharusnya daerah bokong akan menempati terluas diatas dan kepala dibawah. Hal ini karena bokong tidak dapat berada dibawah, karena tidak dapat masuk dibagian bawah rahim (rahim bagian bawah sempit bagi bokong bayi).

Namun terdapat beberapa faktor atau resiko yang dapat menyebabkan bayi tidak dapat berotasi dan bisa dalam posisi letak lintang. Dengan kata lain, ada hal yang membuat kepala bayi tidak dapat masuk ke bagian bawah rahim yang seharusnya cocok untuk kepala bayi. Resiko yang dapat menyebabkan terjadinya letak lintang adalah:

  1. Riwayat kehamilan sering atau berulang dengan disertai dinding rahim dan perut yang lembek.
  2. Kepala bayi tidak dapat tertahan pada bagian bawah rahim (biasanya menjadi tanda-tanda CPD).
  3. Hidrosefalus (Peningkatan tekanan didalam kepala bayi, hingga dapat menyebabkan kepala membesar pada bayi).
  4. Pertumbuhan janin terganggu atau terhambat. Bahkan bisa juga janin meninggal dalam kandungan.
  5. Kehamilan prematur.
  6. Kehamilan ganda (bayi kembar).
  7. Diameter panggul Ibu sempit.
  8. Terdapat tumor di daerah panggul.
  9. Rahim mengalami kelainan bentu, yang bisa berupa kelainan bawaan.
  10. Kandung kemih dan bagian rektum penuh.
  11. Plasenta previa. 

Bisakah bayi melintang lahir normal?

Mungkin banyak Ibu yang berpikir bahwa gangguan presentasi letak bayi ini akan membuat kesulitan dalam persalinan normal. Anggapan tersebut memang tidak salah sebab segala gangguan presentasi letak bayi atau posisi bayi, dapat menghambat atau mengganggu proses persalinan secara normal. Namun, pada kasus bayi letak lintang, terdapat keadaan dimana Ibu hamil masih dapat melahirkan normal, tentu dengan beberapa resiko yang mungkin dapat terjadi. Namun satu hal yang pasti adalah pemilihan metode persalinan, perlu memperhatikan kesehatan Ibu hamil dan bayi yang dikandung.

Bayi dengan letak lintang  dapat lahir norma jikal tubuh bayi dalam beberapa ketegori seperti bayi kecil atau mungkin prematur, bayi yang meninggal didalam kandungan, tubuh bayi menjadi lembek (lebih mudah keluar), atau mungkin kondisi rongga panggul Ibu luas.

Resiko atau bahaya yang bisa terjadi jika lahir normal

Pada posisi dimana letak bayi melintang, terdapat resiko atau bahaya yang mungkin terjadi yaitu kematian janin dan robeknya rahim (rupture uteri). Hal ini terutamanya terjadi seperti dalam kondisi rongga panggul Ibu berukuran normal dengan usia janin cukup bulan serta kelahirannya tanpa pertolongan. Dalam keadaan lanjut, robekan rahim yang terjadi justru malah dapat membuat bayi masuk ke dalam rongga perut (karena rahimnya bocor/robek). Adapun resiko atau kemungkinan yang dapat terjadi jika melakukan proses persalinan letak lintang:

Resiko bagi Ibu

  • Ruptur uteri (robeknya rahim)
  • Partus lama
  • Ketuban pecah dini
  • Infeksi dala proses persalinan

Resiko bagi janin

Angka kematian dapat meningkat 20 hingga 40 persen.

Perawatan kehamilan letak lintang

  • Rajin memeriksakan diri

Apabila selama masa kehamilan berlangsung, maka umumnya Ibu hamil melakukan kunjungan untuk memeriksakan diri dan kehamilannya. Terlebih jika Ibu sedang hamil dengan posisi janin yang melintang, makamelakukan pemeriksaan rutin membantu mengetahui perkembangan kondisi janin, sekaligus dapat mencari tahu apabila ada penyebab yang membuat bayi dalam posisi melintang. 

  • Senam kehamilan

Salah satu hal yang yang biasanya membantu proses rotasi janin adalah aktivitas yang berupa senam hamil. Senam hamil selain untuk menjaga kesehatan Ibu, juga dapat membantu proses rotasi bayi dalam kandungan. Senam kehamilan merupakan paduan gerakan yang cocok untuk Ibu hamil dan tidak terlalu berat.

  • Jangan mengurut perut

Perlu diingat Ibu hamil biasanya sering melakukan pijatan atau mengurut perut untuk memperbaiki posisi janin. Namun hal ini dapat menyebabkan prdarahan dalam kehamilan dan membahayakan Ibu hamil dan janin. Selain itu, Ibu hamil juga perlu menghindari aktivitas berbahaya untuk Ibu hamil lainnya

  • Versi luar

Versi luar merupakan bantuan yang dilakukan oleh dokter kandungan untuk membantu mengembalikan posisi janin dalam kandungan. Namun tetap saja ada resiko yang bisa terjadi misalnya janin terlilit tali pusat, sehingga biasanya versi luar ini dilakukan pada fasilitas kesehatan yang memiliki tindakan operasi kandungan apabila ada hal emergensi, walaupun tetap terdapat bahaya operasi caesar sendiri.

fbWhatsappTwitterLinkedIn