Bolehkah Telur Puyuh Untuk Bayi 7 Bulan Dan Bagaimana Caranya?

Mulai memberikan  makanan bayi 7 bulan memang pilihan usia yang paling ideal untuk mengenalkan makanan pada bayi. Saat bayi sudah berusia 6 bulan maka kepala dan otot leher bayi sudah kuat. Ini menjadi tanda bayi sudah bisa mulai menelan makanan yang lembut seperti bubur. Orang tua juga bisa berkreasi membuat makanan pendamping ASI dengan beberapa bahan. Salah satu bahan yang sering digunakan seperti telur puyuh yang dimasak bersama bubur tepung atau bubur beras. Namun ibu biasanya ragu boleh tidak ya memberi telur puyuh pada bayi. Nah agar tidak ragu lagi simak dulu informasi tentang, bolehkah telur puyuh untuk bayi 7 bulan dan bagaimana caranya?

Boleh Tidak?

Adanya manfaat telur bagi anak dan bayi memang sangat penting untuk tubuh bayi. Dalam telur puyuh sendiri mengandung sumber protein. Protein sangat baik untuk tubuh karena bisa mendukung pertumbuhan sehingga tubuh bayi berkembang dengan baik. Kemudian juga mengandung kolin yang penting untuk perkembangan dan fungsi otak. Jadi ini bisa membuat anak akan tumbuh cerdas. Karena itu ibu hamil sering makan telur sebagai makanan sehat untuk ibu hamil. Telur puyuh juga mengandung ovomucoid yang terkadang bisa memicu alergi jika tubuh bayi tidak kuat.

Lalu sebenarnya jika bayi tidak memiliki alergi maka biasanya boleh saja memberi telur putuh saat usia bayi sudah 7 bulan. Namun jika bayi memiliki alergi sebaiknya memang tidak memberikan dulu sampai usia anak 5 tahun.

Bagaimana Caranya?

  1. Berikan kuning telur

Jika bayi sudah menderita gejala alergi susu sapi pada bayi maka hindari memberikan telur puyuh untuk  bayi Anda. Namun bisa diajari untuk makan telur sedikit saja. Caranya adalah tidak memberikan bagian putih telur. Putih telur bisa menjadi penyebab alergi sehingga berbahaya untuk bayi Anda. Sementara itu berikan hanya bagian kuning telur yang kaya dengan beberapa nutrisi seperti vitamin A, vitamin D, dan vitamin E.

  1. Masak sampai matang

Salah satu makanan pendukung ASI rumahan terbaik untuk bayi adalah jenis makanan yang mengandung semua nutrisi untuk pertumbuhan bayi. Nah agar bayi bisa lebih aman saat makan telur putuh adalah dengan memasak telur puyuh sampai matang. Hindari makan telur puyuh yang hanya direbus biasa. Karena bahan mentah pada telur bisa menyebabkan diare dan sakit perut pada bayi.

  1. Jangan diberikan setiap hari

Meskipun ibu akan memberikan telur puyuh pada bayi dan bayi menyukainya, maka jangan sampai memberikan telur setiap hari. Telur puyuh mengandung lemak jenuh yang tidak cukup baik untuk tubuh bayi. Bayi Anda mungkin bisa menerima telur puyuh tapi itu tidak cukup baik untuk bayi Anda. Jadi hindari makan telur puyuh berlebihan untuk bayi.

  1. Jangan direbus terlalu lama

Jika ingin memberikan telur puyuh pada bayi maka sebaiknya memang dimasak dengan cara yang tepat. Jangan sampai merebus telur terlalu lama karena berbagai vitamin dalam telur bisa rusak. Tanda jika telur puyuh dimasak terlalu lama akan membuat warna kuning disertai dengan biru dan ungu. Ini karena zat besi dan sulfur dalam telur sudah terurai karena panas. Kemudian juga bisa membuat rasa telur berubah dan memicu bayi muntah setelah makan telur puyuh.

Sekarang ibu pasti sudah jelas setelah bertanya bolehkah telur puyuh untuk bayi 7 bulan dan bagaimana caranya? Ibu bisa mengikuti panduan diatas sehingga tahu cara untuk memberikan telur puyuh yang menyehatkan untuk bayi.