Alergi Susu Sapi Pada Bayi Bisa Hilang ? – Jawaban Dan Penjelasannya

Alergi merupakan salah satu kondisi yang dapat terjadi pada bayi akibat diturunkan oleh salah satu orang tua yang juga memiliki reaksi alergi tertentu. Kondisi alergi pada bayi biasanya tidak dapat langsung diketahui sebelum seorang bayi tersebut mengalami reaksi alergi tertentu. Seorang bayi yang sudah terdiagnosis memiliki alergi harus mendapatkan perlakuan dan perawatan khusus dari orang tuanya agar reaksi alergi tersebut tidak terlalu sering terjadi dengan menghindarkan berbagai hal yang dapat menyebabkan alergi pada bayi meskipun alergi tidak akan menganggu perkembangan bayi secara langsung.

Menurut wikipedia, alergi atau hipersensitif adalah kegagalan sistem kekebalan tubuh di mana seseorang menjadi hipersensitif dalam bereaksi secara imunologi terhadap bahan-bahan yang umumnya imunogenik (antigenik) atau dalam istilah medis orang tersebut bersifat atopik. Dengan kata lain, tubuh manusia bereaksi berlebihan terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap sebagai asing dan berbahaya, padahal sebenarnya tidak untuk orang-orang yang tidak bersifat atopik. Bahan-bahan yang menyebabkan hipersensitivitas tersebut disebut alergen.

Dalam artikel ini, hamil.co.id akan mengulas terkait salah satu hal yang berkaitan dengan alergi pada bayi tersebut. Hal yang berkaitan dengan alergi tersebut adalah penjelasan mengenai reaksi alergi yang terjadi pada bayi terhadap produk susu sapi. Berikut ini merupakan ulasan beberapa jawaban dan penjelasan atas pertanyaan yang erat kaitannya tentang alergi susu sapi pada bayi.

Alergi susu sapi pada bayi bisa hilang ?

Alergi susu sapi merupakan kondisi yang banyak terjadi pada beberapa bayi namun tetap menjadi kekhawatiran ibu jika nutrisi pendamping asi yang diberikan kepada bayi tidak mencukupi. Susu sapi yang terkandung di dalam susu formula biasanya akan diberikan oleh ibu dalam pola makan bayi usia 6 bulan setelah program pemberian air susu ibu di jalankan paling sedikit selama 6 bulan. Seorang ibu harus melakukan konsultasi terhadap dokter anak yang menangani bayinya untuk mencari solusi jika bayi memiliki riwayat alergi terhadap pemberian susu formula (susu sapi).

Yang sering menjadi pertanyaan mengenai kondisi alergi pada bayi tersebut adalah “apakah alergi susu sapi pada bayi bisa hilang ?.” Pertanyaan tersebut muncul karena ibu khawatir terhadap kebutuhan nutrisi untuk bayinya dan juga karena susu penganti susu sapi dalam susu formula memiliki harga yang sangat tinggi dan sulit terjangkau oleh beberapa kalangan masyarakat.

Menurut keterangan salah satu dokter spesialis anak yang bernama dr. suma menjelaskan bahwa, rasio atau persentase hilangnya alergi bayi terhadap susu sapi tersebut dapat meningkat seiring dengan usianya. Pada tahun pertama, persentase kesembuhan bayi yang alergi terhadap susu sapi adalah 45 – 55 %, pada tahun kedua, tingkat kesembuhannya meningkat 60 – 75 %, dan tahun ketiga peningkatan hilangnya reaksi alergi bayi pada susu sapi adalah 90%. Meskipun persentase hilangnya alergi pada susu sapi tersebut cukup tinggi harus tetap membutuhkan beberapa usaha yang kuat.

Salah satu upaya yang harus dilakukan secara konsisten sebelum seorang bayi hilang reaksi alerginya terhadap susu sapi adalah dengan menghindari semua bentuk konsumsi makanan maupun minuman yang mengandung susu sapi secara keseluruhan. Dengan begitu, antibody dapat lupa terhadap alergen dari susu sapi tersebut dan juga agar zat antibody yang diproduksi saat produk susu masuk habis sehingga antibody dalam tubuh tidak akan bersifat reaktif lagi terhadap susu sapi.

Ciri ciri alergi susu sapi

Seorang bayi yang mengalami alergi pasti akan dikenali ketika pertama kali dia menjadi sakit akibat munculnya reaksi alergi pada tubuh. Untuk lebih membantu ibu  dalam proses pemahaman dan diagnosis alergi pada bayi terhadap susu sapi, berikut beberapa ciri ciri bayi alergi susu sapi secara umum. [AdSense – B]

  1. Nafas bayi yang berbunyi ketika bernafas, ciri pertama yang menandakan seorang bayi mengalami alergi pada susu sapi adalah nafas bayi yang berbunyi ketika bernafas. Nafas yang berbunyi tersebut muncul akibat reaksi alergi berupa lendir yang menumpuk pada salauran pernafasan bayi.
  2. Diare, kondisi lainnya yang dapat ditujukan sebagai salah satu ciri alergi adalah diare yang merupakan reaksi alergi dari sistem pencernaan pada bayi.
  3. Bayi menangis, bentuk komunikasi bahwa sedang ada hal yang tidak normal terjadi pada bayi adalah dengan menangis yang pastinya juga akan muncul karena bayi mengalami alergi susu sapi.
  4. Perut kembung pada bayi, ciri bayi alergi selanjutnya adalah terjadinya perut kembung pada bayi yang juga merupakan bentuk reaksi alergi pada sistem pencernaan dan akan diikuti dengan kondisi mual maupun muntah.
  5. Bayi tidak mau minum susu, hal yang paling mudah ditebak ketika adanya ketidaknyamanan pada bayi akibat reaksi alergi susu sapi adalah kondisi dimana bayi tidak mau minum susu sapi tersebut.

Itulah beberapa hal yang berkaitan dengan alergi susu sapi pada bayi yang sebaiknya harus dihindari terlebih dahulu pemberian semua produk makanan yang mengandung susu bayi tersebut. Untuk tetap memberikan nutrisi pada bayi terutama yang sudah mulai mendapatkan mpasi maka dapat diberikan makanan bayi alergi susu sapi.