Cara Membedakan Kepala dan Bokong Janin Tanpa USG

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Ibu hamil yang sudah memasuki trimester ketiga atau bulan menjelang kelahiran pasti mengalami momen dan berbagai hal menyenangkan. Salah satunya dengan menemukan bahwa si kecil sudah bisa bergerak aktif, memberikan respon, tumbuh dan berkembang dengan bobot lebih besar, saat gambaran hasil USG telah mulai tampak tekstur, wajah dan bentuk tubuh serta hal lainnya.

Termasuk posisi bayi yang sering berubah-ubah. Bagi yang penasaran, bagaimana Cara Membedakan Kepala dan Bokong Janin Tanpa USG dan tanpa harus pergi ke dokter.

Ada cara sederhana yang bisa ibu lakukan sebagai pengecekan sementara di rumah, sebelum ibu benar-benar memastikan ke dokter untuk USG posisi dan kondisi kesehatan.

Ada beberapa cara kapan waktu usg untuk membedakan bagian kepala bayi dan juga bokong janin secara sekilas:

1. Tekstur

Posisi janin memang harus melalui USG agar lebih akurat. Namun tekstur juga bisa dirasakan oleh ibu tanpa USG. Misalnya saja, untuk ibu yang merasakan bagian perut, dan merasakan area yang cenderung bulat ataupun keras maka dapat dipastikan bagian tersebut adalah kepala bayi.

Selain itu jika bagian di perut, terdapat tonjolan yang lebih lembut dan tekstur tidak berbentuk maka bagian tersebut adalah bokong dari janin. Jika ibu yang sudah memasuki ibu hamil 8 bulan atau 9 bulan, bahkan bisa jadi menggunakan cara ini karena bentuk bayi sudah cukup jelas.

2. Gerakan Janin

Cara untuk melihat dan mengenal posisi kepala dan bokong dengan menerka dari gerakan janin. Mengutip informasi dari National Childbirth Trust, seorang ibu dapat melihat gerakan janin secara intens.

Jika gerakan terjadi pada bagian tengah perut maka bagian bokong menghadap langsung dengan tulang belakang serta posisi ini tidak bagus untuk proses lahiran.

Selain itu, letak kepala janin yang ada dibawah dengan posisi menekuk seperti saat akan dilahirkan memberikan posisi dan sensasi berbeda. Umumnya tendang sering ke arah tulang rusuk, jika seperti ini maka ibu bisa tahu dan menemukan cara membedakan kepala dan bokong janin tanpa USG bukan.

3. Pemetaan Perut

Pemetaan perut gunanya untuk membantu ibu mengenali posisi dan juga area yang diisi oleh si kecil didalam perut. Adapun langkah dari pemetaan yang tepat diantaranya yaitu:

  • Berbaring di tempat tidur, kemudian beri sedikit tekanan pada area panggul agar bisa meraba kepala bayi. Nantinya akan terasa seperti bola bowling dan sedikit keras. Jika sudah ditemukan tandai hal tersebut.
  • Jika dirasa ragu, kita juga bisa menggunakan boneka untuk bisa ditempatkan di perut. Kemudian ibu bisa menggambar menggunakan penanda yang aman bagi kulit misalnya lipstik, atau menggunakan pulpen dan kertas.
  • Setelah itu gambar pergerakan janin dan tandai tepat diatas perut.
  • Jika tidak ingin salah, usahakan juga menemukan sisi kepala dan bokong menggunakan 2 cara diatas.
  • Mapping sudah selesai dilakukan, dengan cara ini kita bisa melihat apakah bayi dalam posisi yang masih aman atau tidak. Hal ini bisa menjadi langkah pertama untuk melakukan pengecekan yang aman dan bagus untuk si janin.

Walaupun memungkinkan untuk menemukan cara Membedakan Kepala dan Bokong Janin Tanpa USG. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa cara ini hanya bisa digunakan ibu untuk informasi sekilas, dan kepekaan ibu pada janin saja. Namun bukan berarti semua ibu mengandalkan cara ini untuk mengetahui posisi janin.

Jelas cara USG akan lebih aman dan juga meyakinkan. Selain membantu mengetahui posisi si kecil, termasuk posisi kepala dan bokong, manfaat USG kehamilan juga memberikan penjelasan mengenai kondisi kesehatan janin didalam perut, kelengkapan organ tubuh, posisi yang baik terutama jika usia kelahiran sudah besar dan banyak lagi.

Sayangnya cukup banyak masyarakat Indonesia yang hanya tahu bahwa USG digunakan untuk mengetahui jenis kelamin saja, karena faktanya tidak.

fbWhatsappTwitterLinkedIn