20 Ciri ciri Air Ketuban Kering Saat Hamil

Air ketuban adalah Kumpulan cairan yang terletak didalam kantung rahim yang terbungkus oleh plasenta.

Fungsi air ketuban adalah :

  • Sebagai wadah untuk pembentukan jaringan tulang, kaki dan otot
  • Sebagai perlindungan yang intensif terhadap infeksi dan peradangan
  • Mengontrol dan mempertahankan tekanan udara didalam rahim tetap stabil
  • Sebagai media paling aman dan nyaman bagi pergerakan janin selama masa kehamilan
  • Mempermudah pengiriman nutrisi ibu hamil dan oksigen ke plasenta melalui bantuan air ketuban
  • Melindungi, menjaga, mempertahankan dan menstabilkan kondisi pertumbuhan serta perkembangan organ tubuh bayi misalnya paru paru dan sistem pencernaan,

Penyebab air ketuban kering :

  • Mengalami ciri ciri hamil anak kembar
  • Plasenta mengalami dehidrasi akut
  • Masa usia kehamilan sudah terlewat
  • Bayi menderita gangguan kandung kemih
  • Ibu hamil menderita tekanan darah tinggi
  • Ibu hamil melakuakan aktifitas terlalu berat
  • Dinding rahim terkoyak dan mengalami iritasi
  • Sudah menderita diabetes sebelum datangnya kehamilan
  • Janin tidak mengalami perkembangan organ organ tubuhnya
  • Ibu hamil tidak mendapatkan gizi seimbang selama masa kehamilan
  • Gagal menyuplai dan mengirimkan oksigen dengan normal ke janin karena ibu merokok
  • Bayi mengalami kelainana ginjal sehingga tidak dapat memproduksi air kencing secara normal

Berikut ini sejumlah ciri-ciri air ketuban kering :

1.Bayi jarang melakukan gerakan tubuh berputar – Ketika ketuban kering,  suhu disekitar rahim menjadi ikut kering dan bayi akan jarang bergerak berputar karena, tidak cukup mendapatkan cairan ketuban bahkan dapat mengakibatkan tidak ada pergerakan.

2. Ibu merasakan sakit pada rahim ketika bayi melakukan gerakan – Bayi berusaha ingin bergerak dan gerakkannnya menyentuh dinding rahim. Kondisi ini membuat tali pusat bayi melilit, inilah yang menyebabkan kontraksi yang terpaksa dilakukan bayi karena membutuhkan cairan ketuban untuk bebas bergerak. Akibatnya nyeri pada rahim saat bayi bergerak tidak bisa dihindari.

3. Berat badan bayi menurun – Asupan gizi ibu hamil yang dimakan ibu tidak akan sampai dengan pada plasenta bayi karena tidak ada cairan yang membantu mengalirkannya dengan normal. Nutrisi yang ada pada ibu menjadi terbuang percuma. Akibatnya  bayi menjadi kecil.

4. Kondisi perut ibu tidak mengalami pembesaran melainkan semakin kecil – Selama pergantian bulan perut ibu tidak membesar bahkan terlihat semakin kecil. Ini menandakan pertumbuhan bayi terganggu karena air ketuban yang seharusnya bisa memperlancar datangnya nutrisi dari ibu lewat plasenta kebayi menjadi tersendat atau terhambat.

5. Menurunnya nafsu makan –Ketuban kering menyebabkan metabolisme ibu terganggu sehingga, hal ini menyebabkan kurang nafsu makan dan penurunan bobot tubuh secara signifikan.

6. Kecepatan denyut jantung bayi melambat – Ibu dapat merasakan kecepatan dan pola denyut jantung bayi lambat. keringnya air ketuban menyebababkan pasokan oksigen kejantung bayi berkurang (baca juga : penyebab janin kekurangan oksigen)

7. Kecepatan denyut jantung bayi terlalu cepat – Ibu dapat merasakan kecepatan denyut jantung bayi yang sangat cepat hanya dengan sentuhan telapak tangan

8. Denyut jantung bayi berhenti – Ibu dapat merasakan denyut jantung bayi berhenti atau tidak ada pergerakan sama sekali


9. Ibu menderita kelelahan walau berjalan hanya beberapa langkah saja – Air ketuban yang kurang atau mengering membuat stamina ibu melemah karena, ada kesulitan dalam sistem aliran darah ibu ke plasenta bayi.

10.Keluar cairan dari lubang vagina – Keluar cairan yang terus menerus, berbau anyir dan berwarna keruh.  Cairan mengalir seperti ciri ciri air ketuban pecah atau merembes.

11.Ibu menderita otot tegang disekitar ulu hati dan perut – Kontraksi bayi yang tersenda-sendat karena tidak ada air ketuban yang melumasinya. Hal ini dapat mempengaruhi jaringan otot seputar ulu hati dan perut menjadi tegang, menyebabkan ibu tidak nyaman untuk duduk, berjalan atau tidur.

12.Kehamilan yang sudah berusia 42 minggu Lebih – Kehamilan yang sudah berusia 42 minggu lebih tetapi bayi tak melakukan kontraksi untuk segera dilahirkan

13.Tekanan darah ibu meningkat – Tekanan darah tidak stabil dan mengalami kenaikan setiap bulan dimasa pertambahan usia kehamilan.

14. Kadar gula ibu meningkat – Kadar gula dalam darah berangsur angsur naik setipa buln dimasa pertambanhan usia kehamilan

15. Selalu berkeringat di malam hari – Ibu terkena sindrom hipertiroidisme dan karsinoid yaitu berkeringat pada malam hari.

16. Dehidrasi berat – Ibu mengalami haus atau dahaga terus menerus walaupun sudah minum berkali-kali, ini menandakan ibu telah mengalami dehidrasi berat.

17. Terserang gangguan fisiologi – Ibu hamil merasa struktur tulang tubuhnya mengalami linu, nyeri, dan pegal yang luar biasa.

18. Nyeri dibagian bawah pusar – Ibu akan merasakan nyeri dibagian bawah pusar ketika bayi melakukan pergerakan yang tersendat-sendat atau kurang lancar.


19. Air urin terlihat jernih – Warna urin yang jernih menandakan bahwa air ketuban sudah banyak yang hilang atau anda sedang mengalami air ketuban sedikit.

20.Proses pembekuan darah terganggu – Ibu hamil bisa mengalami gangguan dalam proses pembekuan darah dibeberapa pembuluh darah ditubuhnya, yang mengakibatkan kurang lancarnya peredaran darah.

Pada ibu hamil yang mempunyai kadar air ketuban berlebih dinyatakan dokter sebagai kondisi yang berbahaya karena bayi bisa meminum air ketubannya sendiri, Bagaimana jika ibu hamil yang mempunyai jumlah air ketuban sangat sedikit atau bahkan kering?

Akibat yang ditimbulkan jika air ketuban kering adalah :

  • Bayi terlilit tali pusat
  • Bayi mudah terkena infeksi
  • Bayi lahir dengan prematur dan membiru
  • Dinding rahim terkoyak dan mengalami iritasi
  • Terjadinya pelepasan ari ari sebelum masa persalinan tiba
  • Kontraksi janin terhadap ibu tidak ada dan proses persalinan jadi lama
  • Ibu akan mengalami kesakitan dibagian bawah pusar dengan jangka waktu lama
  • Bayi akan melemah lalu berhenti bergerak karena suhu didalam kandungan tidak stabil
  • Bayi dapat meninggal dalam kandungan karena tidak cukup mendapat oksigen dan nutrisi
  • Organ tubuh bayi belum sepenuhnya sempurna akan mengalami hambatan untuk berkembang, sehingga mengalami kegagalan. Bayi akan menderita cacat ketika dilahirkan

Jika ibu hamil telah memahami dan mengertahui ciri-ciri ketubannya telah mengering sebaiknya segera pergi ke dokter ahli kandungan untuk mendapatkan tindakan medis. Pada sebagian orang akan meminta dokter untuk segera mengambil tindakan operasi caesar ketika rahim mengalami ketuban kering. Padahal dengan melahirkan normal masih sangat memungkinkan untuk berhasil, asalkan ketuban yang kering dinormalkan lagi dengan cara medis.

, ,
Post Date: Monday 23rd, November 2015 / 06:16 Oleh :
Kategori : Kehamilan