Pertimbangan Berapa Kali Kuret Hamil Anggur Harus Dilakukan

Kehamilan yang abnormal menjadi keadaan beresiko pada setiap ibu hamil. Kondisi kehamilan yang abnormal tersebut perlu dipehatikan dengan baik dan benar serta harus dihindari. Ada beberapa bentuk kehamilan abnormal yang dapat terjadi pada ibu hamil. Dengan menjaga kondisi kesehatan selama proses kehamilan dan sebelum menjalaninya dapat membantu menghindari kondisi abnormalnya kehamilan. Selain itu, konsumsi makanan sehat dan memastikan kesehatan reproduksi juga membantu ibu dalam mencegah kehamilan abnormal.

Salah satu bentuk kehamilan abnormal yang dapat terjadi pada ibu hamil adalah hamil anggur atau disebut juga dalam istilah medis, mola hidatidosa. Kehamilan mola atau hamil anggur merupakan keadaan dimana sel telur yang sudah dibuah oleh sel sperma berkembang secara abnormal dan menjadi tumor jinak. Bentuk perkembangan tumor jinak di dalam rahim yang menyerupai dengan anggur menjadikan kehamilan tersebut dikenal dengan istilah hamil anggur. Hamil anggur merupakan keadaan yang tidak banyak terjadi pada kehamilan.

Untuk mencegah kondisi berbahaya dan efek samping hamil anggur, tentu penanganannya harus dilakukan secara tepat. Penanganan hamil anggur yang utama adalah dengan mengeluarkan jaringan mola yang terdapat di dalam rahim ibu hamil. Kehamilan abnormal merupakan kondisi hamil yang harus mengalami keguguran karena memang tidak ada janin yang berkembang di dalam rahim ibu hamil. Proses untuk mengangkat jaringan mola dari kehamilan anggur tersebut disebut dengan kuretase.

Mengenal Proses Kuretase Sebagai Penanganan Hamil Anggur

Sebelum membahas mengenai berapa kali kuret hamil anggur dilakukan, wanita perlu memahami mengenai proses kuretase. Kuret menjadi pilihan utama untuk membantu mengatasi kondisi hamil anggur pada wanita. Melalui proses kuret, jaringan mola yang terdapat di dalam rahim dapat diangkat. Kuretase dilakukan dengan beberapa tahapan yang sebenarnya dilakukan dengan metode D&C atau dilatasi dan kuretase. Kedua proses tersebut merupakan satu kesatuan yang dilakukan dalam tindakan medis berupa operasi di rahim.

Dilatasi menjadi awal dari proses D&C yang tujuannya untuk melebarkan rahim sehingga kuretase dapat dilakukan dengan mudah. Ada dua cara proses dilatasi yang biasanya dilakukan dalam tindakan medis untuk menangani hamil anggur. Cara dilatasi pertama adalah dengan menggunakan alat yang dimasukan ke dalam rahim untuk melebarkannya. Cara kedua dilakukan dengan menggunakan obat obatan medis. Obat tersebut membantu melunakkan leher rahim sehingga dapat melebar.

Sebelum tindakan kuretase dilakukan, pasien akan mendapatkan anestesi untuk membantu menahan rasa sakit selama proses tindakan medis. Setelah proses dilatasi, maka langkah yang akan dilakukan adalah kuretase. Kuretase dilakukan dengan cara mengambil jaringan mola yang terdapat di dalam rahim. Pengambilan tersebut haruslah dilakukan secara keseluruhan sampai semua jaringan mola terangkat. Masih adanya jaringan mola yang tersisa menjadikan proses kuretase harus diulang kembali karena jaringan yang ada dapat tumbuh nantinya.

Berapa Kali Proses Kuretase Harus Dilakukan

Seringkali ibu hamil bertanya terkait dengan proses penanganan hamil anggur yakni mengenai berapa kali kuret hamil anggur dilakukan. Harapan bagi setiap ibu hamil tentunya kuretase hamil anggur dilakukan satu kali saja. Namun dalam beberapa kasus, kuretase dapat dilakukan beberapa kali tergantung dari kondisi hamil anggur. Berapa banyaknya kuretase dilakukan untuk mengatasi kehamilan anggur tentu ditentukan dari kondisi yang terjadi pada setiap ibu hamil dan pastinya satu kasus hamil anggur berbeda dengan kasus lainya.

Secara umum, tidak ada patokan berapa kali kuret hamil anggur harus dilakukan untuk mengatasi masalah hamil anggur. Kuretase dapat dilakukan beberapa kali sehingga seluruh jaringan di dalam rahim yang berkembang abnormal dapat diatasi. Untuk memastikan apakah proses kuretase perlu dilakukan kembali maka dokter akan memperhatikan beberapa hal. Salah satu hal yang dapat dilakukan oleh dokter untuk memastikan proses kuret dalam menangani kehamilan anggur adalah dengan melihat hormon HCG.

Hormon HCG atau hormon chronionic gonadotropin merupakan salah satu jenis hormon yang akan muncul ketika ada janin yang berkembang di dalam rahim. Selain janin, jaringan lain yang berkembang dan ada di dalam rahim juga dapat memicu munculnya hormon HCG di dalam darah. Dengan melihat ada tidaknya hormon HCG setelah kuretase, dokter akan menentukan apakah perlu dilakukan kuretases lanjutan dalam mengatasi masalah hamil anggur. Tidak adanya HCG menjadikan kuretase tidak perlu dilakukan lagi.

Itulah beberapa penjelasan yang perlu dipahami oleh setiap wanita berkaitan dengan berapa kali kuret hamil anggur dilakukan sebagai upaya penanganan kehamilan abnormal tersebut. Proses kuret merupakan pilihan utama yang dilakukan oleh tim dokter untuk membantu mengatasi masalah hamil anggur. Kuret yang baik tetap akan mengembalikan peluang wanita untuk memperoleh kehamilan kembali meskipun miliki riwayat hamil anggur. Setiap wanita dapat menjalani kuret beberapa kali ketika kondisi jaringan mola di dalam rahim belum bersih dengan melihat kadar HCG dalam darah.