5 Bahaya Ibu Hamil Makan Seblak Wajib Dipahami

Seblak merupakan salah satu kuliner yang juga menjadi favorit di Indonesia yang merupakan makanan khas dari Sunda (Jawa Barat). Ciri khas masakan ini adalah berisi kerupuk basah yang memiliki tekstur kenyal (kerupuk yang dimasak) dengan campuran berbagai macam bahan lainnya seperti sayuran, telur, daging ayam dan sapi, serta memiliki bumbu tertentu dengan rasa yang pedas. Belakangan seblak semakin berkembang dengan variasi bahan dasar yang ditambahkan seperti olahan daging (bakso dan sosis), makaroni, mie kering, ceker ayam dan lain sebagainya.

Didaerah Jawa Barat dan Jabodetabek, makanan ini hampir selalu ditemukan di rumah-rumah makan dan pedagang kaki lima. Rasa dari seblak yang khas dan kandungan gizi yang beragam membuat banyak orang menyukainya baik dari anak-anak hingga orang dewasa. Walaupun demikian, bukan berarti kita boleh sembarangan menyantap seblak. Sebab ada beberapa kandungan tertentu yang dapat mempengaruhi kesehatan kita termasuk Ibu hamil, sebab ada beberapa pantangan Ibu hamil muda maupu tua termasuk dalam makanan.

1. Kandungan natrium atau garam

Dalam memenuhi nutrisi Ibu hamil, kita perlu melihat makanan sehat untuk Ibu hamil. Selain itu kita juga peru melihat proses memasaknya misalnya penggunaan bumbu . Natrium atau garam dalam makanan merupakan hal yang lumrah dan sebagai pemberi rasa pada makanan. Namun, bahaya Ibu hamil makan seblak salah satunya karena kandungan natrium atau garam berlebih. Natrium atau garam memiliki sifat yang apa bila dikonsumsi dan diserap oleh tubuh dan masuk dalam pembuluh darah, akan tersebar diseluruh aliran darah. Hal ini menyebabkan kadar natrium dalam darah menjadi tinggi dan kental akan natrium.

Maka sebagai kompensasi dari tubuh, tubuh harus lebih mengencerkan darah agar konsentrasi kandungan natrium berkurang. Cara tubuh mengurangi kandungan natrium adalah dengan mengencerkan darah melalui proses penyerapan air. Oleh karenanya tubuh akan selalu merasa haus dan akan selalu minum untuk memenuhi kebutuhannya. Akibat banyaknya air yang diserap kedalam darah tentu akan membuat volume darah meningkat. Hal ini tentu akan mempengaruhi tekanan darah dimana tekanan darah cenderung meningkat (hipertensi).

Kejadian Hipertensi dalam kehamilan perlu dihindari. Sebab tidak sedikit Ibu hamil mengalami hipertensi saat memasuki masa kehamilan, walaupun sebelumnya tidak memiliki riwayat hipertensi. Lebih parahnya lagi, keadaan hipertensi pada Ibu hamil sering menjadi indikator terjadinya gejala Pre-eklampsia pada Ibu hamil. Pre-eklampsia sendiri dapat berkembang menjadi eklampsia atau kejang yang kemudian dapat membahayakan nyawa Ibu hamil dan janinnya.

2. Bahaya dari zat pewarna

Bahaya Ibu hamil makan seblak yang lainnya adalah kandungan zat pewarna dari kerupuk yang menjadi bahan dasar pembuatan seblak. Pewarna makanan umumnya sering ditemui dalam makanan agar membuat orang tertarik membel dan mengkonsumsinya. Namun beberapa oknum pembuat makanan seperti kerupuk, menambahkan zat pewarna yang bukan khusus untuk makanan, misalnya menggunakan pewarna tekstil yang lebih murah digunakan dibanding pewarna khusus makanan.

Zat-zat pewarna terlarang ini tentunya sangat berbahaya bagi tubuh karena dapat bersifat sebagai karsinogen. Karsinogen sendiri merupakan zat yang dapat memicu terjadinya sel kanker pada sel tubuh yang sehat. Sebagaimana kita ketahui sampai saat ini tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan kanker. Terlebih lagi jika kita terus mengkonsumsi zat pemicu kanker tersebut dan cenderung membahayakan diri dan janin kita. Oleh karenanya, agar lebih aman sebaiknya kita mengkonsumsi makanan yang memiliki kadar pewarna yang rendah atau tanpa pewarna sama sekali.

3. Bahaya dari bahan pengawet

Tidak sedikit bahan dasar makanan yang dibuat dan dijual ke pasar harus dibuat dapat bertahan hingga berbulan-bulan lamanya agar tetap bisa dikonsumsi dikemudian hari. Tentu untuk membuat bahan makanan dapat bertahan lama dan tidak cepat kadaluarsa, biasanya ditambahkan zat pengawet pada makanan termasuk pada pembuatan kerupuk dan mie.

Contoh pengawet berbahaya yang sering digunakan oleh oknum tak bertanggung jawab dalam membuat kerupuk, adalah boraks. Hal ini dikarenakan faktor boraks yang dapat membuat makanan bertahan lebih lama dan murah. Boraks sendiri ternyata dilarang digunakan pada makanan, karena boraks juga memiliki sifat yang karsinogen yang dapat memicu pembentukan sel kanker.

4. Bahaya dari MSG

Penggunaan MSG dikalangan masyarakat sebagai penyedap rasa sudah sejak lama dikenal. Disisi lain, terdapat kontroversi mengenai penggunaan MSG sebagai penyedap rasa. Walaupun belum ada bukti yang kuat, dikatakan bahwa mengkonsumsi MSG yang terlalu banyak dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan otak serta penurunan fungsi otak. Tentu hal ini akan mempengaruhi fungsi kognitif atau kepintaran dari orang yang mengkonsmsinya. 

Dapat dibayangkan jika Ibu hamil yang sering mengkonsumsi MSG, tentu akan lebih meresikokan perkembangan otak dari janinnya. Tentu hal ini akan membuat terganggunya perkembangan kognitif dan mental bayi saat lahir nanti. Walaupun dampak MSG ini masih kontroversial sebagai pantangan makanan Ibu hamil, namun ada baiknya Ibu hamil menghindari penggunaannya secara berlebihan. Sebaiknya mintalah seblak yang dipesan agar dimasak tanpa MSG atau rendah MSG.

5. Nyeri uluhati, mual dan muntah

Bahaya Ibu hamil makan seblak yang terakhir adalah kemungkinan terjadinya nyeri uluhati, mual dan muntah. Hal ini dapat dikarenakan sifat seblak yang dimasak dengan pedas, kemudian dapat mengiritasi lambung. Terlebih lagi makanan pedas merupakan makanan yang dilarang untuk Ibu haml trimester pertama yang cenderung sering mengalami morning sickness, maka tentu mual dan muntah yang dialami akan semakin berat. Oleh karenanya seblak pedas merupakan makanan yang dilarang untuk Ibu hamil 1 bulan hingga lepas trimester pertama, bahkan jika bisa hingga persalinan.