Apakah Tanda Hamil Harus Ada Bercak Darah Saat Awal Kehamilan?

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Salah satu gejala hamil muda yang paling sering ditunggu oleh semua calon ibu adalah adanya tanda pendarahan ringan pada tahap awal. Sebenarnya pendarahan awal yang terjadi pada awal kehamilan merupakan tanda implantasi. Ini menjadi awal bahwa adanya sel telur yang sudah dibuahi kemudian menempel pada pada dinding rahim. Memang ini sangat mirip dengan tanda awal haid atau menstruasi. Sehingga ibu bisa mencoba cara membedakan darah haid dan darah awal kehamilan agar tahu jika sedang hamil atau tidak. Lalu apakah tanda hamil harus ada bercak darah? Berikut penjelasan yang bisa Anda pelajari agar tidak ragu lagi.

Proses Implantasi dan Gejala

Flek bercak darah saat hamil muda atau implantasi adalah tanda yang sangat normal dan tidak perlu ditakuti. Ketika sel telur yang sudah dibuahi berumur 6 sampai 12 hari lalu sudah menempel pada lapisan rahim maka pendarahan ringan bisa terjadi. Proses ini terjadi karena gerakan sel telur yang kemudian memicu bercak darah ringan. Jika dilihat lagi menurut beberapa penelitian maka proses ini hanya terjadi pada sepertiga wanita hamil di seluruh dunia. Artinya bahwa tidak semua ibu hamil akan mengalami bercak darah ringan saat kehamilan muda. Gejala hamil anak kembar atau kehamilan tunggal juga belum tentu mengalami pendarahan meskipun terjadi proses implantasi yang normal.

Lalu proses implantasi yang diikuti dengan pendarahan ringan juga memiliki gejala, seperti dibawah ini:

  1. Terjadi sebelum periode menstruasi

Cara menghitung siklus haid dengan kalender pada dasarnya harus dilakukan oleh semua wanita yang masuk usia subur. Perhitungan ini sangat penting terutama jika ingin mencoba hamil secara alami. Proses implantasi yang ditandai dengan pendarahan ringan akan terjadi beberapa hari sebelum perkiraan tanggal menstruasi. Dan hal inilah yang sering menyebabkan wanita merasa bingung karena tidak tahu apakah menstruasi atau bukan.

  1. Ada rasa kram ringan

Kemudian sebelum implantasi maka akan selalu ditandai dengan rasa kram ringan. Ini sangat berbeda dengan kram menjelang menstruasi. Kram menjelang menstruasi akan lebih berat dan sering menyebabkan rasa saki. Tapi kram saat implantasi sangat ringan dan tidak membuat tubuh Anda merasa tersiksa.

  1. Perubahan suasana hati

Menjelang menstruasi maka biasanya wanita akan lebih sering marah atau merasa mudah tersinggung. Sebenarnya ini juga terjadi ketika wanita akan mengalami implantasi. Tapi biasanya jauh lebih sensitif karena ada awal perubahan hormon yang sangat mencolok. Perubahan suasana hati sedikit berbeda karena menjelang hamil wanita juga sedikit bersemangat.

  1. Sakit kepala dan mual

Biasanya saat trimester 1 maka ibu hamil akan mengalami morning sickness. Awal gejala ini juga akan dialami oleh wanita yang akan mengalami implantasi. Tanda awal yang sering terjadi adalah sakit kepala yang berat dan sedikit mual. Biasanya untuk wanita yang akan menstruasi merasa pusing karena penurunan hormon yang cepat. Tapi untuk wanita hamil maka perubahan hormon jauh lebih cepat. Ini juga yang akan menyebabkan wanita merasa mual dan seperti selalu muntah saat akan makan.

  1. Payudara mulai kencang

Pada wanita yang akan menstruasi maka biasanya payudara juga akan kencang. Tapi ketika darah haid pertama keluar maka payudara akan terlihat sangat lembut. Ini berbeda untuk wanita yang mengalami bercak darah saat akan hamil. Payudara akan tetap kencang dan kenyal meskipun bercak darah sudah keluar. Hal ini terjadi karena perubahan hormon dalam tubuh yang menyiapkan payudara untuk memproduksi ASI.

  1. Sakit punggung bawah

Sebelum mengalami menstruasi maka biasanya wanita juga akan merasa sakit punggung pada bagian bawah. Terkadang juga disertai dengan rasa sakit yang intens pada bagian perut bawah seperti kram dan tekanan yang kuat. Namun untuk wanita yang mengalami implantasi maka biasanya hanya ada rasa sakit punggung yang lebih ringan. Setelah bercak darah keluar maka sakit punggung akan berkurang dan berkembang menjadi tanda kehamilan yang lain.

Karakter Bercak Darah Implantasi

  1. Warna merah muda

Proses implantasi telah menyebabkan perubahan pada dinding rahim, terutama saat sel telur yang sudah dibuahi bergerak pada dinding rahim. Proses ini akan sedikit meluruhkan darah yang berwarna merah terang atau pink dari jalan lahir. Kemudian setelah darah merah muda keluar maka bisa diikuti dengan darah coklat tua. Sementara untuk menstruasi diikuti dengan darah merah yang segar.

  1. Tidak ada darah beku

Kemudian darah karena proses implantasi tidak akan menyebabkan darah beku. Darah implantasi yang normal sama sekali tidak menyebabkan penggumpalan karena itu darah dari dinding rahim. Ini juga berbeda dengan darah menstruasi yang cenderung menggumpal atau terkadang ada bekuan darah.

  1. Lama waktu implantasi

Lama waktu darah implantasi akan keluar selama beberapa jam sampai maksimal 3 hari. Jumlah darah akan lebih banyak pada tahap awal kemudian akan semakin berkurang dan pendarahan berhenti. Ini juga sangat berbeda dengan darah menstruasi yang bisa terjadi selama 3 sampai 7 hari dengan jumlah yang lebih banyak.

  1. Jumlah darah implantasi

Jumlah darah karena implantasi sangat sedikit dan biasanya tidak sampai membuat pembalut penuh. Darah menstruasi akan lebih berat dan sering membuat pembalut penuh hanya dalam waktu dua sampai tiga jam saja. Sementara darah implantasi sangat ringan dan bahkan hanya akan terlihat ketika diusap saja.

Penyebab Tidak Keluar Darah Implantasi

  1. Pengaruh KB sebelum hamil

Bagi ibu yang sudah menggunakan beberapa alat KB seperti jenis kb yang tidak bikin gemuk atau alat KB yang lain maka bisa mempengaruhi proses implantasi selama awal kehamilan. Tidak semua ibu hamil akan mengalami pendarahan, tapi bukan berarti tidak ada sel telur yang sudah dibuahi oleh sel sperma. Sebenarnya sel telur yang sudah dibuahi memang sudah menempel pada dinding rahim sehingga akan ada tanda kehamilan yang lain, tapi proses penempelan tersebut sama sekali tidak memicu pendarahan ringan.

  1. Perubahan hormon

Sebenarnya saat sudah terjadi tanda tanda ovulasi maka sel telur sudah siap untuk dibuahi. Kemudian saat sudah terjadi ovulasi maka hormon progesteron akan mendukung rahim untuk proses implantasi bagi sel telur yang sudah dibuahi. Dinding rahim tetap akan menebal setiap bulan untuk mempersiapkan kehamilan. Lalu saat proses ini terjadi kemungkinan perubahan hormon ibu tidak terjadi dengan cepat. Proses adaptasi dengan implantasi tidak memberikan respon sehingga tidak terjadi pendarahan. Tapi sebenarnya dalam rahim ibu tetap tumbuh sel telur yang sudah dibuahi oleh sperma dan bersiap untuk menjadi janin.

Jadi, Apakah Tanda Hamil Harus Ada Bercak Darah?

Sebenarnya tidak semua ibu hamil harus mengalami bercak darah meskipun dalam rahim terjadi proses implantasi sel telur yang sudah dibuahi. Begitu proses ini sudah terjadi maka dalam rahim ibu sedang bersiap untuk kehamilan. Jadi tidak semua ibu hamil harus mengeluarkan darah sebelum hamil. Bercak darah sebelum hamil bukan satu-satunya tanda kehamilan yang pasti. Ibu pasti tetap akan mengalami ciri dinding rahim menebal tanda hamil sehingga berkembang menjadi tanda kehamilan lain yang lebih jelas.

Nah inilah kesimpulan mengenai, apakah tanda hamil harus ada bercak darah? Kondisi ini hanya dialami oleh sepertiga ibu hamil di seluruh dunia. Jadi jangan putus asa ketika tidak mengeluarkan darah implantasi saat awal kehamilan. Ibu bisa mencoba melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan untuk tahu jika sedang hamil atau tidak.

fbWhatsappTwitterLinkedIn