9 Penyebab Janin Cacat Sejak dalam Kandungan dan Pencegahannya

Cacat bayi pada lahir sejak dalam kandungan menjadi hal yang paling menakutkan bagi semua calon orang tua. Bayi mengalami cacat bawaan bisa didapatkan dari berbagai resiko seperti resiko keturunan, lingkungan ibu hamil, dan berbagai penyakit yang diderita oleh ibu. Umumnya bayi yang mengalami cacat sejak lahir bisa mengalami beberapa kondisi yang berbeda seperti penurunan fungsi tubuh seumur hidup, penurunan produktifitas dan kehilangan kehidupan yang mandiri.

Jenis Cacat Lahir

Cacat yang dibawa oleh bayi sejak dalam kandungan juga dikenal dengan nama cacat lahir. Bayi yang lahir bisa mengalami beberapa jenis cacat termasuk cacat untuk bagian fisik dan juga mental. Jenis atau tipe cacat lahir adalah sebagai berikut.


a. Cacat Lahir Struktural

Cacat lahir struktural adalah jenis cacat yang didapatkan bayi sejak dalam kandungan dan berhubungan langsung dengan bagian tubuh dan menghalangi bayi dalam menggunakan anggota tubuh tersebut. Beberapa jenis cacat lahir struktural adalah seperti kelainan perkembangan bibir (bibir sumbing, langit-langit sumbing), kelainan jantung pada bayi, cacat pada jari tangan dan kaki, cacat pada kaki dan tangan, kelainan spina bifida dan semua jenis cacat pada anggota tubuh.


b. Cacat Lahir Fungsional

Cacat lahir fungsional akan mempengaruhi cara tubuh dalam bergerak atau gangguan sistem kerja tubuh. Beberapa jenis cacat yang termasuk adalah seperti kelainan sistem syaraf (autisme, sindrom down, sindrom Fragile X, dan sindrom Prader – Willi), kelainan otak dan perkembangannya, gangguan degeneratif dan gangguan sistem metabolisme.


Terkadang orang tua mengetahui bahwa calon bayi mereka cacat sejak lahir ketika menjalani pemeriksaan USG (baca : Manfaat usg kehamilan). Tentu saja ini akan menyakitkan dan membuat semua orang tua panik. Anak yang lahir cacat juga biasanya memiliki harapan hidup yang cukup kritis. Untuk mencegah cacat lahir, maka Anda bisa memahami penyebab cacat lahir berikut ini.

1. Faktor Genetik

Faktor genetik atau berasal dari keturunan juga bisa menyebabkan cacat lahir. Pengaruh genetik bisa berasal dari orang tua baik bapak maupun ibu. Kondisi ini bisa terjadi ketika dalam masa proses pembuahan. Kelainan bisa muncul dari pengaruh genetik langsung dari orang tua terdekat maupun orang yang hubungan darahnya lebih jauh. Tapi jenis cacat ini juga bisa terjadi pada orang tua yang sehat dan tidak mewarisi gen cacat dalam darahnya.

2. Kelainan Kromosom

Proses pembuahan ketika sel telur dan sel sperma terjadi memberikan peran yang sangat penting untuk genetika dari bayi yang akan lahir. Salah satu pengaruh yang sangat besar dalam proses ini adalah kelainan kromosom yang terjadi karena beberapa kemungkinan seperti terhapusnya salah satu atau sebagian kromosom, penggandaan salah satu atau beberapa jumlah kromosom. Biasanya ketika kelainan kromosom terlalu parah maka zigot yang didapatkan dari hasil pembuahan tidak bisa menjadi embrio.

Beberapa zigot yang bisa menjadi embrio akan menjadi bayi yang lahir dengan beberapa sindrom seperti sindrom down, sindrom Patau, dan sindrom Edwards. Bayi yang lahir dengan sindrom Patau dan sindrom Edwads biasanya akan meninggal setelah lahir. Hal ini disebabkan karena bayi mengalami beberapa kelainan seperti kelainan fungsi jantung, mata, cacat pada bagian tulang belakang, usus, ginjal dan hati.

Baca : Proses Kehamilan


3. Kelainan Cacat Gen

Kelainan pada gen biasanya terjadi karena warisan dari bapak atau ibu bayi. Bayi yang dilahirkan dengan kondisi ini biasanya mengalami beberapa cacat seperti fenilketonuria, gangguan sistem hemoglobin, kelainan syaraf, dan berbagai kelainan karena mutasi gen. Jenis kelainan ini biasanya hanya muncul dalam ras tertentu karena warisan dari orang tua sejak awal.

4. Komplikasi Mutasi Gen dan Kromosom

Komplikasi yang terjadi karena masalah gen dan kromosom bisa menyebabkan jenis cacat lahit multifaktoral. Pada dasarnya penyebab dari cacat lahir ini memang tidak bisa dipastikan. Namun beberapa masalah tertentu bisa menyebabkan bayi terlahir dalam kondisi cacat seperti ibu hamil kekurangan folat yang menyebabkan spina bifida dan anencephaly. Kelainan yang terjadi karena penutupan tabung otak dan sistem syaraf sum-sum tulang belakang yang tidak tertutup dengan sempurna.

5. Ibu Kurang Gizi

Gizi selama kehamilan memang sangat penting untuk ibu hamil. Gizi dari makanan yang mengandung berbagai nutrisi seperti vitamin A, vitamin B,asam folat, zat besi, protein, omega 3 dan berbagai nutrisi lain menyumbang peran penting untuk pembentukan perkembangan janin dan perkembangan selama di dalam rahim ibu. Jika seorang ibu mengalami gangguan gizi seperti kurang yodium, kurang folat, kurang vitamin A dan nutrisi lain maka bisa menyebabkan bayi terlahir cacat seperti spina bifida dan kelainan lain.

6. Lingkungan Buruk untuk Ibu Hamil

Ibu hamil mengalami paparan berbagai jenis zat kimia dan obat-obatan juga mengembangkan bayi terlahir cacat. Lingkungan yang buruk bisa berasal dari berbagai sebab misalnya obat – obatan terlarang yang dikonsumsi ibu hamil, alkohol, paparan radiasi, pestisida dari makana, dan berbagai jenis obat penyakit tertentu akan meningkatkan kelahiran bayi cacat. Bahkan ibu hamil yang tinggal di lingkungan yang terkena bahan limbah seperti merkuri dan jenis logam lain maka bisa melahirkan bayi cacat dan faktor penyakit lain untuk bayi.

7. Ibu Hamil Terinfeksi

Beberapa ibu hamil bisa melahirkan bayi cacat karena mengalami infeksi selama kehamilan. Salah satunya adalah jenis infeksi rubella yang sering terjadi pada ibu hamil dalam kondisi lingkungan dan gizi yang buruk. Bayi yang dilahirkan bisa mengalami berbagai gangguan seperti sindrom, cacat anggota badan dan berbagai komplikasi penyakit lain.

8. Pengaruh Faktor Sosial dan Ekonomi

Berbagai jenis kelainan seperti kelainan kromosom, sindrom, cacat tubuh dan masalah mental pada bayi yang dilahirkan juga bisa dipengaruhi dari faktor ekonomi dan sosial tempat ibu hamil. Ibu hamil yang tinggal dalam lingkungan yang buruk, kurang gizi, kebiasaan mengkonsumsi alkohol dan zat psikotropika memiliki resiko yang tinggi untuk melahirkan bayi yang cacat. Bahkan pengaruh buruk ini bisa terjadi pada bayi ketika anak-anak mereka sudah tumbuh atau menjelang remaja.

9. Makanan Tidak Sehat

Apa saja makanan yang dapat menyebabkan janin cacat sejak dalam kandungan ?

  • Sayuran / buah yang di semprot peptisida
  • Makanan yang mengandung MSG berlebihan (baca : bahaya msg bagi ibu hamil)
  • Makanan berformalin dan boraks
  • Makanan mengandung zat aditif berbahaya

Baca juga : Makanan untuk mencegah bayi cacat

Cara Mencegah Cacat Lahir

Ibu hamil memang menjadi prioritas utama ketika sebuah keluarga sedang menantikan buah hati. Beberapa jenis cacat bayi tidak hanya berpengaruh pada kehidupan anak tapi juga orang tua. Karena itulah alasan untuk mencegah cacat bayi sejak lahir bisa dilakukan sejak awal. Berikut ini beberapa pedoman penting untuk menghindari bayi mengalami cacat sejak lahir.

  • Perempuan harus menjaga asupan makanan yang penuh dengan gizi dan penting untuk memelihara sistem reproduksi yang baik. Langkah ini bisa dilakukan sejak perempuan mulai dewasa dan bukan hanya ketika sedang hamil saja. Asupan makanan yang mengandung vitamin, mineral, dan folat juga harus diperhatikan sejak mempersiapkan kehamilan.
  • Perempuan sebaiknya juga tidak mengkonsumsi alkohol sama sekali atau mengkonsumsi dalam jumlah yang sangat terbatas (baca : Bahaya alkohol saat hamil).
  • Perempuan dan laki- laki sebaiknya juga tidak memakai narkoba untuk menjaga sistem gen dan kromosom tetap baik.
  • Perempuan sebaiknya berusaha untuk menjaga kesehatan dengan batasan konsumsi lemak, menurunkan jumlah kolesterol dan waspada terhadap diabetes untuk menjaga kehamilan kelak.
  • Jika bisa maka hindari semua lingkungan buruk yang bisa memberi dampak pada reproduksi dan calon bayi, misalnya tidak mengkonsumsi makanan yang terkena pestisida selama hamil, menghindari obat-obatan selama hamil atau hanya atas petunjuk dokter saja.
  • Melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan kelainan pada kromosom dan gen sebelum merencanakan kehamilan. Deteksi ini memang bisa dilakukan bagi pasangan yang tinggal dalam riwayat keluarga dengan masalah cacat keturunan. Setelah itu pemeriksaan bisa dilakukan secara rutin selama hamil.

Hal paling penting untuk menjaga agar cacat bayi tidak terjadi adalah mengutamakan kesehatan bagi calon ayah dan juga calon ibu. Terlebih jika salah satu pasangan memiliki garis keturunan cacat bayi maka tes bisa dilakukan sebelum merencanakan kehamilan. Jadi, jangan pernah takut untuk melakukan pemeriksaan dini dan melakukan pencegahan agar tidak melahirkan bayi cacat lahir.

, , ,
Post Date: Saturday 26th, September 2015 / 14:46 Oleh :
Kategori : Kelainan Janin