Sponsors Link

Sindrom Baby Blues : Gejala – Penyebab – Perawatan – Pencegahan  

advertisement

Apakah Anda merasa cemas dan gelisah setelah melahirkan normal atau caesar? Bisa jadi ini adalah gejala sindrom baby blues yang sering terjadi pada ibu yang sudah melahirkan. Dibutuhkan waktu sekitar dua minggu hingga gejala sindrom baby blues benar-benar hilang. Namun pada awalnya rasa gelisah, sedih dan keinginan menangis terus memang menjadi indikasi yang serius dari baby blues. Berikut ini adalah semua informasi tentang baby blues yang perlu Anda ketahui dan membantu Anda untuk menganalisa gejala serta pencegahannya.

Apa Perbedaan Sindrom Baby Blues dan Depresi Postpartum?

  1. Sindrom baby blues adalah sebuah kondisi dimana ibu yang baru melahirkan bisa merasakan sedih, gelisah, perasaan yang sangat rentan, emosi yang naik turun dan hampir sama seperti ciri menstruasi akan datang. Semua gejala sindrom baby blues akan muncul dua minggu setelah melahirkan dan gejala awal bisa muncul lima hari setelah melahirkan. Namun paling lama seorang ibu bisa terkena gejala sindrom baby blues sekitar dua minggu setelah melahirkan.
  2. Depresi postpartum adalah sebuah kondisi yang lebih buruk dari sindrom baby blues dan bisa bertahan dalam waktu lama sehingga akan menganggu tugas ibu baru untuk mengurus bayi. Awal mula gejala depresi postpartum bisa muncul pertama kali sekitar dua sampai tiga bulan pertama setelah ibu melahirkan. Gejala yang bisa dirasakan seperti depresi, mudah marah, tidak senang dengan bayi, sedih, menangis, tidak bisa tidur, tidak bisa makan, putus asa, obsesi berlebihan dan merasa sangat lelah dengan kehadiran bayi. Semua gejala ini sangat mirip seperti perubahan emosi ibu hamil. (baca: mengapa ibu hamil cepat marah)

Gejala Sindrom Baby Blues

Sindrom baby blues bisa terjadi pada sekitar 75 persen ibu yang melahirkan di seluruh dunia. Ada berbagai pengaruh dari setiap ibu yang terkena baby blues. Beberapa tanda sindrom baby blues, diantaranya:

  1. Ibu tiba-tiba menangis tanpa alasan yang jelas dan sama seperti yang terjadi pada anak kecil.
  2. Ibu tiba-tiba berubah sifat aslinya seperti menjadi tidak sabar.
  3. Emosi yang tidak stabil seperti mudah marah.
  4. Rasa gelisah sepanjang hari bahkan siang dan malam.
  5. Ibu merasa sangat lelah dan tidak berdaya.
  6. Ibu tidak bisa tidur ketika bayi tertidur sehingga kurang istirahat.
  7. Ibu merasa sangat sedih dengan alasan yang tidak jelas.
  8. Ibu memiliki suasana hati yang tidak stabil, terkadang sedih dan terkadang gembira.
  9. Ibu tidak bisa mengasuh bayi dengan baik karena kehilangan konsentrasi.
  10. Ibu sangat merasa cemas dan khawatir dengan kondisi kesehatan bayi dan sering terjadi ketika bayi sehat.

Penyebab Sindrom Baby Blues

Pada dasarnya penyebab sindrom baby blues memang tidak bisa dijelaskan. Banyak pihak medis yang mengatakan jika baby blues memiliki penyebab yang sangat berbeda. Namun berikut ini adalah beberapa penyebab sindrom baby blues yang bisa terjadi pada ibu:

  1. Perubahan hormon. Pada dasarnya ibu yang melahirkan mengalami perubahan hormon yang sangat drastis. Perubahan hormon progesteron dan senyawa kimia dalam otak turun dalam jumlah yang sangat besar. Perubahan ini menyebabkan perubahan fungsi senyawa kimia dalam otak. Kemudian perubahan inilah yang membuat sifat ibu berubah. Hormon progesteron memiliki peran penting ketika menjadi petunjuk ciri ciri orang hamil.
  2. Kelelahan pada ibu. Ibu yang baru mengurus bayi untuk pertama kalinya akan merasa sangat lelah. Kondisi ini bisa menyebabkan ibu kurang tidur karena harus menyusui atau karena bayi menangis terus sehingga ibu bertambah lelah.
  3. Perasaan tanggungjawab ibu karena harus menyusui. Hormon kehamilan menyebabkan tubuh ibu bersiap untuk memberikan ASI. Hal ini menyebabkan perubahan fisik dan emosi pada ibu. Perasaan untuk terus memberikan ASI dengan baik akan membuat ibu merasa bersalah jika tidak memberikan ASI pada bayi. (baca: manfaat memberikan ASI bagi ibu)
  4. Peran baru menjadi ibu akan membuat ibu merasa terlalu senang dan terjebak dengan tanggungjawab. Hal ini bisa menyebabkan ibu merasa tidak puas pada diri sendiri ketika mengurus bayi. Ini menyebabkan ibu merasa khawatir seperti perasaan bersalah ketika bayi sakit.
  5. Perasaan tidak percaya diri dan merasa tidak mampu untuk mengurus bayi. Hal ini menyebabkan ibu selalu berpikir, tidak nafsu makan dan emosi yang naik turun. Selain itu rutinitas baru dan monoton untuk mengurus bayi bisa menyebabkan ibu sangat sedih, lelah dan perasaan tidak dimengerti oleh pasangan.

Berapa Lama Sindrom Baby Blues Terjadi?

  1. Gejala baby blues akan terjadi selama beberapa menit, jam atau beberapa hari setelah melahirkan. Kondisi ini biasanya akan bertahan selama kurang lebih dua minggu setelah melahirkan hingga semua gejala hilang dan ibu merasa baik-baik saja.
  2. Baby blues tidak akan menyebabkan rasa sakit pada ibu dan jika diatasi dengan baik oleh ibu sendiri maka biasanya baby blues akan terjadi selama beberapa jam setelah melahirkan.
  3. Beberapa ibu bisa mengalami baby blues yang sangat buruk dan kondisi paling buruk bisa terjadi pada hari ketiga hingga hari kelima setelah melahirkan.
  4. Jika dalam waktu beberapa hari setelah melahirkan kondisi baby blues terus bertahan dan semakin memburuk, maka ibu harus mendapatkan perawatan dari dokter.

Cara Mengatasi Baby Blues dari Ibu Sendiri

Perawatan baby blues umumnya bisa dilakukan oleh ibu atau penderitanya sendiri. Semua perawatan ini harus segera dilakukan jika ibu menyadari terkena beberapa gejala sindrom baby blues setelah melahirkan. Berikut ini beberapa cara perawatan yang bisa dilakukan:

  1. Membangun Hubungan Emosi dengan Bayi

Untuk memperbaiki perasaan yang buruk akibat baby blues maka ibu harus berusaha membangun ikatan emosi dengan bayi. Perasaan ini bisa meningkatkan hormon yang baik dalam tubuh ibu dan membantu tubuh ibu melepaskan hormon endorfin. Perubahan inilah yang akan membuat ibu merasa bahagia dengan bayi, keinginan untuk kembali menyusui ketika bayi menangis terus menerus dan perasaan percaya pada diri sendiri.

Sponsors Link

  1. Berbicara dengan Pasangan atau Keluarga

Ketika ibu mengalami stres dan emosi yang tidak stabil maka ibu harus berbicara dengan pasangan. Cara ini akan membantu ibu melewati masa yang sulit ketika bayi baru lahir. Selain itu dukungan dari pasangan sangat penting untuk membangun rasa bahagia pada ibu. Cara ini harus dilakukan dengan beberapa metode seperti tidak menyimpan perasaan sedih atau bahagia sendiri, tidak merasa menjadi berat setelah menjadi ibu, dan bergabung dengan ibu baru yang lain sehingga bisa berbagi perasaan. Peran suami saat istri hamil sebaiknya dilanjutkan ketika istri sedang mengasuh bayi.

  1. Ibu harus berusaha untuk merawat diri sendiri sehingga ibu merasa menjadi lebih baik. Perubahan menjadi ibu harus dilakukan dengan baik. Berikut ini beberapa ide yang bisa dilakukan oleh ibu:
  • Sesekali jangan hanya mengurus bayi namun Anda perlu mengurus diri sendiri. Anda harus berusaha untuk merawat diri sendiri.
  • Sempatkan waktu sedikit untuk berlatih atau melakukan olahraga dan keluar rumah. Jika Anda tidak memiliki pengasuh maka ajak bayi keluar.
  • Jika ibu sering melakukan yoga maka lakukan latihan ini kembali sehingga tubuh ibu menjadi lebih baik.
  • Jika ibu kurang tidur maka cobalah untuk tidur ketika bayi sedang tidur. Cara ini bisa membantu tubuh ibu bisa istirahat dengan baik.
  • Cobalah untuk menikmati waktu dengan baik. Ibu bisa keluar sore atau pagi hari bersama dengan bayi, menikmati udara segar dan merasa dimanjakan.
  1. Menghabiskan Waktu bersama Suami

Sesekali Anda tidak boleh hanya menghabiskan waktu dengan bayi. Anda perlu berbagi perasaan dengan pasangan atau suami sehingga memiliki perasaan gembira seperti ketika masih belum memiliki anak. Cara ini bisa meningkatkan hubungan perasaan dan emosi dengan psangan. Berikut cara yang bisa dilakukan bersama suami:

  • Ketika malam hari maka bagilah tanggungjawab dengan suami untuk merawat bayi.
  • Selalu berkomunikasi dengan suami untuk urusan anak dan rumah tangga.
  • Bersikap romantis dengan pasangan untuk menghilangkan rasa stres seperti dengan makan malam bersama pasangan atau sekedar bercanda.
  1. Selalu Pergi Bersama Pasangan

Jika ibu ingin berbelanja atau sekedar keluar rumah, maka cobalah untuk pergi bersama pasangan. Jika Anda merasa sangat lelah maka jangan keluar rumah sendiri. Anda perlu bepergian bersama dengan pasangan. Jika memiliki pengasuh yang bisa dipercaya maka cobalah sesekali meninggalkan bayi dengan pengasuh. Cobalah percaya dengan pengasuh atau lebih baik dengan pengawasan nenek dan kakek bayi.

Cara Membantu Ibu yang Mengalami Baby Blues

ads
Jika Anda mengetahui keluarga atau ibu yang mengalami baby blues maka Anda bisa membantu dengan berbagai cara. Anda bisa mencoba beberapa cara berikut ini:

  1. Bantulah untuk melakukan berbagai pekerjaan. Anda bisa mencoba untuk memberikan pengalaman Anda ketika baru melahirkan. Cobalah untuk melakukan berbagai pekerjaan ringan yang bisa Anda bantu seperti membersihkan rumah atau sekedar membersihkan halaman rumah.
  2. Cobalah untuk membantu ibu baru seperti dengan membuat beberapa masakan atau masakan yang siap disajikan dan bisa disimpan dalam kulkas.
  3. Cobalah untuk membantu menjaga bayi dan biarkan ibu baru bisa istirahat sebanyak mungkin sehingga ibu bisa tidur. Anda harus menjadi orang yang dipercaya agar ibu baru bisa sejenak meninggalkan bayi dengan Anda.
  4. Cobalah untuk membatasi tamu yang akan datang menjenguk bayi. Cara ini bisa membantu agar ibu bisa istirahat dan menekan rasa stres karena ibu terlalu banyak menerima saran dari orang yang menjenguk.
  5. Cobalah untuk menjadi mitra yang baik dengan ibu baru. Dengarkan keluhan dan apa saja yang dirasakan oleh ibu tersebut. Kemudian berikan saran dengan lembut dan penuh kasih sayang.

Cara Suami Membantu Istri yang Terkena Baby Blues

  1. Ajaklah istri Anda untuk berbicara dan bercanda. Dengarkan semua keluhan dan apa saja yang dikatakan oleh istri Anda. Jangan pernah menyanggah atau membalas dengan kata kasar karena itu bisa menyakiti istri Anda.
  2. Cobalah untuk menawarkan bantuan seperti membersihkan rumah, mencuci piring, memasak dan berbagi tanggungjawab. Selain itu hentikan sikap meminta tolong seperti menyuruh membuat kopi dan lainnya.
  3. Cobalah untuk mengasuh bayi agar istri Anda bisa istirahat dengan baik. Cara ini bisa membantu istri Anda istirahat dan merasa mendapat mitra pengasuh bayi yang sangat sayang dengan keluarga.
  4. Jangan pernah memaksa istri untuk melakukan berbagai hal yang sangat sensitif seperti berhubungan intim. Istri Anda tentu belum siap dengan berbagai kondisi setelah melahirkan. Terlebih ketika ibu sedang mengalami masa nifas (baca:  masa nifas setelah melahirkan – Perawatan masa nifas – Macam-macam infeksi masa nifas)
  5. Cobalah mengajak istri Anda berjalan – jalan atau sekedar keluar rumah. Cara ini akan membantu istri Anda lebih santai dan merasa mendapatkan kasih sayang yang besar.

Perawatan Medis untuk Baby Blues

  1. Terapi yang dilakukan oleh ahli medis dalam bidang ini. Terapi bisa dilakukan dengan konseling dan relaksasi untuk mengurangi tekanan dan rasa stres pada ibu yang mengalami baby blues.
  2. Pemberian obat anti-depresan bisa diberikan oleh dokter. Namun pemberian obat ini harus dilakukan oleh dokter yang merawat dan memantau kondisi kesehatan mental dan fisik ibu selama minum obat.
  3. Terapi pergantian hormon estrogen yang bisa mengatasi rasa sedih dan berbagai suasana hati yang buruk saat baby blues. Cara ini akan membantu ibu bisa kembali seperti semula, namun terapi harus dilakukan oleh ahli dibidangnya.

Cara Mencegah Baby Blues

  1. Berusaha untuk bersosialisasi dengan ibu-ibu lain yang baru melahirkan atau sedang memiliki bayi. Cara ini bisa membantu ibu agar bisa berbagi perasaan dan berbagi pengalaman.
  2. Usahakan untuk sering menikmati waktu sendiri ketika bayi sedang tidur, Anda bisa melakukan hal ringan seperti merawat kecantikan wajah atau kulit setelah melahirkan.
  3. Jika Anda merasa sangat lelah saat mengurus bayi maka mintalah bantuan pada suami, keluarga atau memperkerjakan pengasuh bayi.
  4. Jika Anda tidak menemukan orang yang bisa diajak berbicara dengan berbagai gejala yang dihadapi maka cobalah berbicara dengan dokter ketika melakukan pemeriksaan rutin.
  5. Mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin B komplek seperti telur, daging tanpa lemak, sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan dan produk susu. (baca: makanan sehat masa nifas – makanan sehat untuk ibu menyusui)
  6. Biasakan untuk mengkonsumsi makanan sehat setelah melahirkan seperti makanan rendah lemak dan makanan yang mengandung antioksidan tinggi.
  7. Segera olahraga setelah tubuh Anda mampu untuk bergerak lebih leluasa setelah melahirkan. Cara ini bisa mengatasi perubahan fisik setelah melahirkan dan menjaga kondisi emosi agar tidak naik turun. (baca:  cara mengecilkan perut buncit setelah melahirkan caesar – cara mengecilkan perut setelah melahirkan)
  8. Sempatkan waktu meskipun sedikit untuk istirahat sehingga tubuh Anda tidak menjadi lelah atau sangat lelah karena terus mengurus bayi.
  9. Minum banyak air terutama air putih. Konsentrasi cairan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh bisa membantu meningkatkan konsentrasi, mengurangi depresi dan mengatasi berbagai gejala kelelahan yang berat.
  10. Hindari perasaan terlalu bersalah karena merasa tidak bisa mengurus bayi. Ingat bahwa Anda adalah ibu baru yang masih belajar dan cobalah terima saran dari ibu lain yang sudah berpengalaman merawat bayi.

Baby blues adalah sebuah kondisi dan bukan penyakit tertentu. Namun jika baby blue tidak segera diobati maka bisa menyebabkan kondisi ibu sangat sulit. Bahkan akibat baby blues yang dibiarkan maka bisa menyebabkan masalah rumah tangga. Jadi peran suami dan keluarga sangat penting untuk ibu yang mengalami baby blues.

advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Wednesday 10th, August 2016 / 07:54 Oleh :
Kategori : Kesehatan Ibu