Asperger Sindrom pada Remaja : Penjelasan – Gejala dan Perawatan

Sebagai orang tua sudah selayaknya Anda perbedaan autis dan asperger. Anak yang menderita autis dan asperger memang sangat berbeda. Selama ini sindrom asperger sering disebut hanya dialami oleh anak-anak saja. Namun ternyata secara medis kejadian ini juga bisa dialami oleh remaja. Karena berbagai hal terkadang orang tua tidak menyadari jika anak mengalami sindrom asperger. Lalu apa itu sindrom asperger pada remaja serta apa saja gejala dan perawatannya. Berikut ini informasi yang perlu Anda ketahui.

Penjelasan

Sindrom asperger adalah kondisi kesehatan yang biasanya hanya terjadi pada anak-anak. Namun ini juga terjadi pada remaja ketika mereka telah melewati fase anak-anak. Penyakit ini berhubungan dengan gangguan neurobiologis yang akan memicu cacat pada beberapa perkembangan anak sampai remaja. Orang tua biasanya melihat gejala yang muncul hanyalah kondisi umum pada remaja tapi ternyata tidak. Agar memahami ini maka simak dulu gejala dan tindakan perawatan yang bisa orang tua lakukan untuk anak remaja yang terkena sindrom asperger.

Gejala

  1. Tidak memahami bahasa tubuh

Remaja yang terkena sindrom asperger biasanya tidak mudah memahami bahasa tubuh. Mereka sulit untuk merespon interaksi dalam kehidupan sosial. Akhirnya remaja ini mulai mencari terus menerus ketika diajak bicara. Terkadang juga tidak mudah berbicara meskipun tidak mengalami kesulitan bicara sejak kecil.

  1. Gaya bicara yang aneh

Terkadang terapi anak terlambat bicara sejak kecil mungkin sudah dilakukan dengan baik. Saat itu anak mungkin belum menunjukkan gejala asperger yang jelas. Namun semakin tua maka anak bisa menunjukkan tanda yang sangat jelas. Biasanya anak akan bicara dengan tata bahasa yang sangat formal sehingga terlihat kaku. Kemudian juga tidak mudah akrab dalam lingkungan sosial karena masalah ini terjadi sangat cepat. Biasanya anak remaja yang mengalami masalah ini sulit untuk bergaul dengan baik.

  1. Tidak mau menatap mata orang lain

Remaja yang mengalami sindrom asperger juga biasanya tidak mau menatap mata orang lain ketika bicara. Masalahnya hanya terjadi karena perasaan cemas, takut dan sangat tidak nyaman. Padahal mungkin orang lain menunggu interaksi sosial yang seimbang termasuk dengan pandangan mata. Ini juga terjadi karena mereka menjadi sangat takut meskipun Anda sudah memberikan  cara mendidik anak agar berani.

  1. Hanya menyukai subjek tertentu

Orang tua mungkin menganggap bahwa remaja yang memiliki kecenderungan pada satu hal favorit merasa sangat bangga. Padahal ini bisa menjadi tanda sindrom asperger. Misalnya jika anak yang tumbuh menjadi remaja ternyata sangat menyukai game atau komputer. Maka anak remaja ini akan cenderung lebih senang bertemu teman yang sama. Jika ini terjadi maka itu bisa jadi pertanda yang sangat jelas.

  1. Sulit diajak komunikasi dengan baik
  2. Pemikiran lebih sering disimpan tanpa diucapkan
  3. Wajah dan postur aneh untuk mengungkapkan perasaan
  4. Selalu suka rutinitas yang sama
  5. Tidak paham dengan ucapan orang lain
  6. Gerakan motorik terhambat
  7. Peka terhadap suara yang keras
  8. Menjadi pemalu dan sulit berkomunikasi
  9. Adanya tanda depresi

Perawatan

  1. Mengajari berbagai kemampuan

Karena remaja yang menderita sindrom asperger cenderung hanya menyukai satu kegiatan, maka Anda perlu menerapkan berbagai kemampuan pada anak. Termasuk kemampuan untuk merawat diri karena anak sudah remaja. Upaya untuk melakukan  cara mendidik anak agar percaya diri juga diperlukan agar anak mau untuk berubah. Namun semua langkah ini memang membutuhkan banyak waktu.

  1. Obat antidepresan

Dokter sudah mengatakan jika tidak ada obat untuk mengatasi sindrom asperger. Namun ahli medis menyebutkan jika remaja yang terkena dampak dari kondisi ini termasuk seperti depresi dan cemas maka bisa menerima obat anti depresi. Obat ini harus diresepkan oleh dokter setelah menjalani tes sindrom asperger dan anak dinyatakan terkena sindrom asperger.

  1. Terapi bicara

Terapi bicara biasanya dilakukan untuk anak yang mengalami gangguan bicara sejak kecil. Namun remaja yang terkena sindrom asperger biasanya tidak masalah mengenai bicara sejak kecil. Hanya saja saat gejala sudah muncul maka remaja bisa sulit untuk bicara. Mereka kehilangan kemampuan bahasa dan sulit untuk masuk lingkungan sosial. Untuk mengatasinya maka terapi profesional tetap perlu dilakukan.

  1. Hindari stimulasi berlebihan

Orang tua yang menghadapi remaja dengan gangguan sindrom asperger biasanya stres dan menekan anak dengan memberikan stimulasi berlebihan. Tekanan yang diberikan pada anak bisa membuat anak stres dan merasa rendah diri. Ini juga akan meningkatkan gejala menjadi lebih buruk lagi. Jadi pertimbangkan untuk memberikan stimulasi berlebihan.

  1. Melatih berbagai hal dalam hidup
  2. Melatih remaja masuk lingkungan sosial
  3. Memberi dukungan pendidikan yang sesuai

Ternyata kondisi sindrom asperger pada remaja memang bisa terjadi ketika anak sudah berkembang menjadi remaja. Anak Anda bisa terlihat sangat normal dan tidak ada gejala sama sekali. Jadi pahami juga bagaimana gejala dan tindakan perawatan yang dibutuhkan untuk anak Anda.