Kebiasaan Buruk

Kebiasaan buruk ibu hamil yang harus dihindari perlu diketahui oleh ibu yang sedang hamil baik itu hamil muda maupun hamil tua. Kebiasaan buruk tidak boleh dilakukan oleh ibu hamil namun sebaiknya ibu hamil menghindari kebiasaan buruk selama kehamilan. Ibu hamil kadang tidak tahu bahwa apa yang dilakukannya adalah hal buruk yang bisa membahayakan bagi dirinya dan juga janin yang ada di dalam kandungannya. Kadang hal buruk tersebut bisa membuat ibu hamil mengalami keguguran.

Ada kebiasaan buruk ibu hamil yang harus dihindari, kebiasaan buruk itu tidak boleh dilakukan selama kehamilan. Sebab jika dilakukan bisa membahayakan kondisi janin dan kondisi kesehatan ibu hamil tersebut. Berikut ini berbagai macam kebiasaan buruk ibu hamil yang harus dihindari:

1. Makan Berlebihan

Ibu hamil selama kehamilan memang membutuhkan banyak nutrisi, makanan sehat untuk ibu hamil dan juga mengandung banyak gizi. Namun makan secara berlebihan bisa menyebabkan berbagai macam hal buruk bagi ibu hamil tersebut, meskipun makanan yang dikonsumsinya termasuk makanan yang bagus misalnya saja susu, jus, sayur dan juga daging. Selama kehamilan, ibu hamil harus bisa mengontrol pola makannya, terutama ibu hamil yang memasuki trimester akhir.

Saat trimester akhir berat badan bisa meningkat dengan tajam, makan dengan berlebihan bisa membuat lonjakan kenaikan berat badan yang dialami oleh ibu hamil semakin meningkat tajam. Jika ibu hamil tidak bisa mengontrol kenaikan berat badannya, ibu hamil bisa terkena berbagai macam kesehatan misalnya saja obesitas, diabetes dan masih banyak lagi lainnya. Memang sebelum hamil banyak wanita yang mengontrol pola makannya agar tidak memiliki tubuh yang membengkak, namun saat hamil wanita banyak yang melupakan dietnya.

Dokter kandungan memang tidak akan pernah menganjurkan kepada ibu hamil untuk melakukan diet, namun dokter kandungan juga tidak pernah mengatakan kepada ibu hamil agar bisa makan sesuka hatinya. Ibu hamil diharapkan makan dengan wajar dan tidak boleh berlebihan. Jika ibu hamil terkena obesitas, obesitas yang diderita oleh ibu hamil itu bisa menyebabkan ibu hamil terkena keguguran.

2. Tidak Banyak Minum Dan Makan

Ibu hamil ditakutkan dengan mitos bahwa banyak minum bisa membesarkan janin yang ada di dalam kandungan. Namun dengan mengurangi minum, ibu hamil justru membahayakan tubuhnya dan janin yang ada di dalam kandungannya.

Ibu hamil yang akan memiliki janin yang besar adalah ibu hamil yang suka mengkonsumsi es. Es tersebut dicampurkan dengan gula, campuran gula dan bahaya es bagi ibu hamil ini yang menyebabkan janin di dalam kandungan memiliki ukuran yang besar. Kalaupun ibu hamil mengkonsumsi air dengan es tanpa ditambahkan dengan gula janin yang ada di dalam kandungan berukuran normal tidak terlalu besar. Tidak banyak makan juga bisa menyebabkan gangguan kesehatan pada ibu hamil, ibu hamil yang terlalu kurus juga bisa terkena keguguran.

3. Merokok

Kebiasaan buruk ibu hamil yang harus dihindari adalah merokok. Bahaya merokok saat hamil merupakan kebiasaan  yang bisa menjadi penyebab keguguran yang tidak disadari. Zat berbahaya di dalam rokok bisa menyebabkan janin yang ada di dalam kandungan ibu hamil mengalami keguguran. Jika tidak mengalami keguguran, janin yang ada di dalam rahim bisa mengalami berbagai macam masalah kesehatan.

4. Mengkonsumsi Sembarangan Obat

Ibu hamil yang sering mengkonsumsi obat tanpa resep dokter terancam mengalami keguguran. Misalnya saja ibu sering mengkonsumsi obat anti depresi, obat tidur dan juga obat penenang. Obat itu semua menyebabkan ibu hamil mengalami keguguran. Larangan ibu hamil yang wajib dihindari yakni obat berbahaya misalnya saja adalah heroin, narkoba dan berbagai macam obat terlarang lainnya juga menjadi salah satu penyebab ibu mengalami keguguran.

Jika bayi tersebut dilahirkan ke dunia, bayi tersebut akan mengalami kecanduan obat. Akibatnya bayi akan mengalami rewel terus-terusan, bayi akan diam jika dia sudah diberikan heroin, narkoba dan obat yang sering dikonsumsi oleh ibu hamil selama kehamilan. Hindari mengkonsumsi obat yang bisa membahayakan janin yang ada di dalam kandungan ibu hamil.

5. Mengkonsumsi Alkohol

Alkohol merupakan zat yang berbahaya bagi kesehatan ibu dan janin yang ada di dalam kandungan. Alasannya adalah zat-zat yang ada di dalam alkohol bisa membuat janin terganggu perkembangannya bahkan menjadi minuman yang menyebabkan keguguran. Alkohol sedikitpun tidak boleh masuk ke dalam tubuh ibu hamil, tidak ada takaran yang jelas berapa jumlah alkohol yang boleh dikonsumsi oleh ibu hamil. Oleh sebab itulah untuk mencari aman ibu hamil dilarang untuk memasukkan alkohol ke dalam tubuhnya.

6. Bekerja Di Salon

Ibu hamil yang kerja di salon sebaiknya berhenti atau mengambil cuti selama kehamilan. Alasannya adalah saat bekerja di salon, ibu hamil akan menghirup berbagai zat kimia di salon itu misalnya saja obat kimia untuk rebonding, obat kimia untuk mengeritingkan rambut, obat kimia untuk creambath serta masih banyak lagi lainnya. Melalui pernafasan, obat kimia itu bisa terhirup oleh ibu hamil. Jika sudah terhirup oleh ibu hamil, obat kimia bisa membahayakan janin yang ada di dalam ibu hamil. Aroma obat kimia itu bisa masuk melalui pernafasan dan mengganggu tumbuh kembang janin. Tidak jarang janin bisa mengalami keguguran akibat obat kimia yang tehirup itu.

7. Bekerja Di Peternakan

Ibu hamil yang bekerja di peternakan rentan untuk terkena keguguran. Alasannya kebiasaan buruk ibu hamil ini karena disana kan menghirup berbagai macam aroma obat ternak dan aroma yang tidak mengenakan. Sama halnya di salon, aroma itu bisa menyebabkan ibu hamil mengalami keguguran.

8. Bekerja Di Laboratorium

Bekerja di laboratorium tentu membutuhkan  kejelian dan keahlian khusus, sayangnya orang yang bekerja di laboratorium terutama perempuan bisa mengalami berbagai macam gangguan kesehatan. Perempuan yang sedang hamil dan bekerja di laborat rentan untuk terkena keguguran. Alasannya adalah saat bekerja di laboratorium, wanita yang sedang hamil itu rentan menghirup berbagai macam obat kimia yang ada di lab itu.

Jika hal itu terjadi akibatnya adalah ibu yang sedang hamil bisa mengalami keguguran. Bagi wanita yang sedang hamil dan bekerja di lab, sebaiknya menggunakan masker ketika melakukan uji laboratorium.

9. Bekerja Di Kamar Operasi

Wanita hamil yang bekerja di kamar operasi juga rentan untuk terkena keguguran, alasannya adalah di kamar operasi banyak berbagai macam obat yang bisa menyebabkan ibu hamil terkena keguguran. Obat-obatan dan anestesi bisa terhirup masuk ke dalam saluran pernafasan ibu hamil. Semua aroma tersebut bisa berdampak buruk bagi ibu hamil selain itu perkembangan janin bisa terganggu.

10. Mandi Dengan Air Hangat

Ibu hamil tidak diperkenankan untuk mandi dengan air hangat. Alasannya adalah mandi dengan air hangat bisa menyebabkan kontraksi dini. Kontraksi dini itu bisa menyebabkan ibu hamil keguguran atau bahkan persalinan prematur.

11. Memakai Hak Tinggi

Ibu hamil tidak boleh menggunakan sepatu hak tinggi. Hak tinggi sangat berbahaya jika digunakan saat kehamilan. Kebiasaan buruk ibu hamil ini akan berbahaya jika hak tinggi tersebut meleset atau patah, maka ibu hamil bisa jatuh. Jatuh saat hamil bisa menyebabkan keguguran dan darah menggumpal di dalam rahim, penggumpalan darah di dalam rahim sangat berbahaya sebab bisa menghalangi jalan lahir pada bayi. Selain itu, hak tinggi juga bisa menyebabkan menambah beban pada kaki sang ibu, sehingga ibu pun akan mengalami gangguan kehamilan seperti pegal-pegal pada kakinya.

12. Memakai Celana Jeans

Ibu yang sedang hamil tidak diperkenankan memakai celana jeans. Memang sebelum hamil, celana jeans menjadi andalan untuk bepergian. Namun ketika hamil memakai celana jeans bukanlah hal yang tepat. Kebiasaan buruk ibu hamil bisa menyebabkan keguguran karena kondisi perut yang terlalu tertekan dengan celana jeans tersebut. Tidak hanya itu saja, celana jeans juga membuat perkembangan janin terganggu. Oleh sebab itu, selama hamil sebaiknya ibu menghindari pemakaian celana ketat seperti jeans. Memakai daster dan memakai rok yang tidak ketat bisa membantu pertumbuhan janin di dalam kandungan.

13. Pakaian Ketat Dan Menekan Perut

Meski hamil, banyak ibu yang ingin terlihat tampil modis. Sayangnya kemodisan tersebut sering ditunjukkan dengan menggunakan pakaian yang salah dan tidak tepat sewaktu hamil. Misalnya saja menggunakan pakaian ketat dan terlalu menekan perut. Kebiasaan buruk itu berdampak pada keguguran ibu hamil, sebab pakaian ketat itu terlalu menekan perut yang sudah ada bakal janin di dalamnya.

14. Jalan Tergesa-Gesa

Ibu hamil kadang tidak bisa menghilangkan kebiasaannya sebelum hamil, sehingga kebiasaan itu bisa terbawa sampai hamil. Kebiasaan seperti jalan tergesa-gesa merupakan kebiasaan buruk ibu hamil yang harus dihindari. Jalan tergesa-gesa bisa membuat ibu hamil rentan untuk terkena keguguran. Penyebabnya adalah bisa jadi saat ibu hamil tersebut jalan dengan tergesa-gesa, kakinya terpelintir atau tersandung sesuatu. Jika sampai jatuh, ibu hamil itu bisa mengalami keguguran.

15. Berlari Kecil

Berlari kecil menjadi kebiasaan sebagian orang, untuk menuju tempat satu ke tempat yang lainnya kadang orang suka berlari kecil dibandingkan berjalan. Wanita yang memiliki kebiasaan berlari kecil sebelum hamil kadang lupa jika dirinya sedang hamil, sehingga akan melakukan hal tersebut. Akibatnya adalah berlari kecil itu bisa membuat perut di dalam tubuh ibu hamil mengalami guncangan. Jika masih hamil muda, guncangan di dalam perut harus diminimalisir. Alasannya adalah guncangan tersebut bisa membuat goyah janin yang ada di dalam perut ibu hamil.

16. Bergonta-Ganti Pasangan

Ibu hamil yang suka bergonta-ganti pasangan saat berhubungan seksual bisa menyebabkan ibu hamil tersebut mengalami keguguran. Bergonta-ganti pasangan bisa membuat ibu hamil tersebut mengalami infeksi, penyakit infeksi bisa menular ke bayi. Jika bayi tersebut tidak bisa berteman dengan infeksi tersebut bisa menjadi penyebab keguguran atau mengidap kelainan akibat infeksi tersebut.

17. Tidak Pakai Masker

Cara menjaga kehamilan agar tetap sehat yakni dengan radikal bebas karena rentan untuk terkena keguguran. Alasannya radikal bebas itu bisa masuk ke dalam pernafasan ibu hamil dan mengganggu perkembangan dan tumbuh kembang janin. Efek radikal bebas akan diperparah dengan kebiasaan ibu hamil yang tidak suka memakai masker ketika berada di jalan raya, akibatnya adalah polusi udara bisa cepat masuk ke dalam tubuh ibu hamil.

18. Asal Dalam Mengkonsumsi Makanan

Sebelum hamil mungkin ibu suka mengkonsumsi berbagai makanan, asalkan makanan itu cocok dengan lidah makanan itu bisa masuk ke dalam tubuh. Sayangnya saat hamil, ibu tidak boleh memiliki kebiasaan “asal doyan saja”. Sebab ibu hamil sebelum mengkonsumsi makanan harus memikirkan bagaimana dampak dari makanan yang dikonsumsi? baguskah untuk kesehatan janin, bahayakah untuk janin? dan bagaimana kandungan dalam makanan tersebut?

Sejumlah pantangan makanan ibu hamil tidak boleh dikonsumsi, sebab bisa menyebabkan keguguran dan mengganggu pertumbuhan janin di dalam kandungan.

Kebiasaan Buruk Ibu hamil Menyebabkan keguguran Janin

Kebiasaan buruk ibu hamil yang harus dihindari selama kehamilan, karena ibu hamil akan rentan terhadap terjadinya keguguran. Tanda keguguran itu harus diketahui agar ibu yang mengalami keguguran itu bisa langsung mendapatkan pertolongan medis. Jika tidak segera diatasi, keguguran bisa menyebabkan gangguan kesehatan pada ibu.

Tanda-tanda Keguguran

Ketika mulai merasakan hal-hal di bawah ini, lakukan pemeriksaan dengan medis sesegera mungkin :

Merasakan Sakit – Wanita yang mengalami keguguran akan merasakan sakit. Sakit itu akibat kekejangan di bagian pelvis, sakit perut yang berkelanjutan dan juga sakit pada bagian perut bawah.

Pendarahan – Pendarahan yang menggumpal-gumpal atau berkelompok-lompok dan volumenya banyak merupakan tanda jika wanita mengalami keguguran. Bakal janin akan keluar bersamaan dengan gumpalan darah yang keluar tersebut.

Tanda Kehamilan Hilang – Wanita yang mengalami keguguran akan merasakan hilangnya tanda kehamilan, hal tersebut adalah tanda mungkin janin yang ada di dalam rahimnya telah hilang. Misalnya saja wanita tersebut tidak mengalami mual, muntah, kepala pusing, sakit punggung dan masih banyak tanda kehamilan lagi lainnya. Hal itu bisa dikarenakan bahwa wanita telah kehilangan hormon tanda kehamilan yang dimiliki saat dirinya masih hamil.

Denyut Jantung Hilang – Tanda keguguran yang lainnya adalah ketika dimonitor menggunakan doppler atau menggunakan manfaat USG kehamilan, dokter tidak bisa mendengar dan melihat adanya detak jantung bayi tersebut. Denyut jantung yang tidak ada pada bakal janin tesebut bisa menjadi pertanda bahwa bayi telah meninggal di dalam kandungan atau bayi telah menjadi janin yang tidak berkembang. Bayi dan bakal janin tersebut harus segera dikeluarkan dari dalam rahim.

Janin Tidak Bergerak – Ibu yang usia kandungannya 16 minggu ke atas sudah bisa merasakan gerakan janin di dalam perutnya. Yang harus diperhatikan oleh ibu adalah jika satu hari penuh bayi yang ada di dalam kandungan ibu tidak bergerak sama sekali. Ketika ibu tidak merasakan adanya pergerakan janin di dalam kandungan sebaiknya ibu segera memeriksakan diri ke dokter untuk melihat kondisi bayi yang ada di dalam kandungan ibu.

Kontraksi – Tanda keguguran adalah ibu akan mengalami kontraksi dini. Kontraksi dini itu berupa rasa mulas pada perut, perut terasa diremas-remas, perut terasa nyeri dan kencang serta rasa sakit itu disertai dengan sakit punggung. Jika ibu mengalami hal tersebut segeralah bawa ke bidan atau dokter agar janin bisa diselamatkan. Kontraksi seperti itu merupakan tanda bahwa janin akan lahir ke dunia. Jika ibu yang usia kandungannya sudah cukup mengalami kontraksi tersebut adalah hal wajar, menjadi tidak wajar jika ibu hamil yang usia kandungannya belum cukup mengalami kontraksi dini.

Bahaya Keguguran

Keguguran tentu bisa berdampak negatif pada kehidupan ibu selanjutnya, selain menyebabkan kondisi psikis yang melemah, ibu juga akan merasakan kehilangan dan trauma untuk hamil kembali.

Kuret Setelah Keguguran

Setelah terjadi keguguran, diperlukan tindakan medis selanjutnya untuk membersihkan rahim sang ibu. Tindakan medis itu berupa kuret atau membersihkan rahim agar rahim bisa hamil kembali. Ibu yang saat keguguran masih memiliki jaringan sisa dari proses kehamilan dan tidak bisa keluar dari rahim seluruhnya perlu melakukan tindakan kuret, kecuali jika setelah terjadi keguguran rahim sang ibu bersih kembali. Banyak  ibu yang takut untuk melakukan tindakan kuret dan membiarkan rahimnya tetap kotor berisi dengan jaringan sisa-sisa kehamilan. Keguguran tanpa kuret sangatlah berbahaya bagi ibu, sayangnya pengetahuan yang sedikit itu membuat ibu yang pernah mengalami keguguran tidak mau melakukan tindakan kuret.

Berikut ini bahaya keguguran tanpa tindakan kuret yang wajib diketahui :

Infeksi Rahim – Keguguran yang tidak dilakukan tindakan kuret berarti membiarkan sisa jaringan kehamilan tetap berada di dalam rahim. Infeksi itu bisa menyebabkan rahim sulit untuk mengalami kehamilan kembali sebab rahim terdapat infeksi. Jikalau hamil lagi, janin yang ada di dalam rahim ibu akan terganggu perkembangannya. Malah bisa jadi infeksi itu bisa menyebabkan janin menjadi tidak berkembang karena dipengaruhi infeksi.

Pendarahan Berkelanjutan – Ibu hamil yang tidak mengalami tindakan kuret setelah keguguran bisa menyebabkan ibu mengalami pendarahan hebat yang berkelanjutan. Pendarahan hebat tidak boleh disepelekan sebab pendarahan hebat itu bisa menyebabkan kematian da juga menyebabkan ibu mengalami kekurangan darah. Jika kekurangan darah ibu akan mengalami anemia. Pendarahan itu akan berhenti saat sudah dilakukan tindakan kuret, jika setelah kuret ibu tetap mengalami pendarahan hal itu berarti kuret yang dilakukan belum bersih atau tuntas.

Kista Rahim – Ibu yang mengalami keguguran dan tidak melakukan tindakan kuret bisa terkena kista rahim. Alasannya adalah jaringan sisa proses kehamilan itu bisa membentuk kista di dalam rahim. Jika nanti hamil lagi, ada 2 kemungkinan yaitu kista itu hilang dengan sendirinya terkalahkan dengan janin yang semakin membesar ataukah kandungan yang akan terganggu oleh kehadiran kista tersebut.

Kanker – Jaringan sisa kehamilan yang tidak dikeluarkan bisa membentuk sel kanker di dalam rahim. Jaringan sisa kehamilan yang tidak keluar seluruhnya bisa menyebabkan kanker yang ditandai dengan pendarahan hebat selama berhari-hari bahkan berbulan-bulan.

Miom Rahim – Jaringan sisa dari proses kehamilan yang tidak segera dikeluarkan menggunakan tindakan kuret bisa menyebabkan tumor berupa miom rahim. Miom rahim sifatnya padat berbeda dengan kista yang biasanya berisi cairan. Sehingga jika diraba menggunakan tangan, terasa terdapat benjolan di dalam perut.

Kehamilan sehat harus diciptakan entah itu dengan menjaga pola makan dan menjaga sikap dalam keseharian. Ibu harus bisa menjaga kandungannya sebaik mungkin. Jangan sampai ada hal-hal yang tidak diinginkan mengganggu kandungan ibu. Bagaimana bisa seorang ibu menjaga kandungannya jika dia sendiri tidak tahu apa yang harus dilakukan ibu hamil, pantangan apa yang tidak boleh dilakukan serta bagaimana caranya hamil yang sehat. Kesalahan ibu hamil adalah percaya pada mitos tidak berpedoman pada fakta yang ada.

Artikel Dalam Kategori Kebiasaan Buruk