62 Larangan Ibu Hamil Trimester Pertama – Makanan dan Aktifitas

Kehamilan merupakan salah satu kondisi yang perlu diperhatikan. Apalagi untuk kehamilan muda, terutama bagi wanita yang mengalami kehamilan pertama. Apalagi pada kehamilan muda yang baru menginjak trisemester pertama kehamilan. Pada masa ini, ibu hamil sering mengalami keluhan akibat berubahnya kondisi tubuhnya. Selain itu, risiko kehamilan pada fase ini cukup besar, karena pada fase inilah banyak wanita yang mengalami keguguran.

Maka dari itu, pada fase kehamilan ini sangat banyak larangan atau pantangan yang perlu diperhatikan, baik berdasarkan makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan, serta beberapa aktivitas yang harus dikurangi atau bahkan dihindari. Apa saja larangan ibu hamil pada trisemester pertama kehamilan? Berikut penjelasannya.

Baca juga:

Makanan

Beberapa makanan yang sebaiknya dihindari pada kehamilan fase ini antara lain:

1. Nangka

Nangka merupakan salah satu makanan yang sering dihindari saat hamil. Walau belum ada bukti otentik bahwa nangka memang merupakan buah berbahaya bagi ibu hamil, nyatanya masyarakat sudah menghindari nangka sejak kehamilan awal. Sebagian masyarakat percaya bahwa nangka bisa menyebabkan keguguran. Pada ibu hamil muda, nangka bisa menyebabkan gejala morning sickness bertambah karena nangka menghasilkan gas berlebihan di dalam perut.

2. Nanas

Selain nangka, buah nanas juga banyak dihindari oleh ibu hamil. Keterangan medis mengatakan bahwa di dalam nanas ada sebuah enzim yang bernama bromelin. Pada kehamilan, enzim ini berbahaya karena memicu pelunakan dinding rahim. Hal ini pulalah yang menyebabkan seseorang mudah mengalami keguguran jika terlalu banyak mengonsumsi nanas. Apalagi untuk nanas yang masih setengah matang.

3. Buah anggur

Anggur sebenarnya memiliki nutrisi yang banyak dan menyehatkan. Namun terlalu banyak memakan anggur akan membuat gangguan pada lambung. Selain itu anggur bersifat panas. Hal inilah yang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil pada trisemester pertama kehamilan. Jikapun ingin makan anggur, sebaiknya makan hanya sekadarnya saja.

4. Sayur atau buah yang tidak dicuci bersih

Mungkin banyak orang yang menyepelekan mencuci sayuran dan buah sampai benar-benar bersih. Padahal, hal ini juga cukup berbahaya. Apalagi jika ibu hamil tidak tahu apakah buah dan sayur itu bebas pestisida atau tidak. Oleh karena itu, untuk menghindari keguguran akibat racun pestisida, maka sebaiknya buah dan sayuran dicuci hingga benar-benar bersih sebelum dikonsumsi.

5. Ikan yang berasal dari laut yang kotor

Ikan merupakan sumber makanan kaya akan omega 3 yang baik untuk ibu hamil. Namun, ikan yang berasal dari lautan yang kotor malah akan membahayakan si janin dan ibu hamil. Oleh karena itu hindari beberapa jenis ikan di bawah ini, karena sebagian besar berasal dari lautan lepas yang tidak dijamin kebersihan air lautnya.

  • Ikan tenggiri
  • Ikan pari Ikan hiu
  • Ikan todak
  • Ikan marlin
  • Ikan pedang

6. Kerang yang kurang matang

Kerang merupakan satu dari seluruh kelompok makanan laut yang sebaiknya dihindari terlebih dahulu oleh ibu hamil. Mengapa? Karena kerang merupakan spesies yang paling rentan menyebabkan keracunan seafood. Selain itu kerang juga susah matangnya dan biasanya memang disajikan setengah matang. Jika ibu hamil benar-benar ingin mengonsumsi kerang, maka pastikan kerang benar-benar dimasak secara matang sempurna agar lebih aman.

7. Makanan mentah atau makanan setengah matang

Makanan mentah atau makanan setengah matang memang memiliki gizi yang masih utuh. Beberapa orang memang suka mengonsumsinya. Namun, sebaiknya ibu hamil tidak mengonsumsinya. Hal ini cukup berbahaya bagi kesehatan ibu dan juga janin. Makanan yang mentah atau kurang matang biasanya mengandung bakteri yang bisa menyebabkan berbagai macam keluhan. Hal ini akan memperparah morning sickness dan memperbesar risiko buruk bagi janin.

8. Sushi

Makanan jepang yang satu ini memang enak dan banyak orang yang menyikainya. Namun, sebaiknya tidak dikonsumsi oleh ibu hamil. Seperti yang dijelaskan di atas, makanan mentah atau setengah matang akan berbahaya bagi kehamilan muda. Sedangkan sushi adalah makanan yang tidak diolah sama sekali. Maka dari itu, banyak bakteri yang berada di dalamnya.

9. Coklat yang mengandung kafein

Coklat pada dasarnya adalah makanan yang sehat, asalkan merupakan jenis coklat hitam. Namun coklat hitam ini mengandung kafein. Makanan atau minuman yang mengandung kafein sebaiknya dihindari terlebih dahulu oleh ibu hamil. Kafein akan memicu jantung dan tekanan darah ibu hamil. Hal inilah yang berbahaya karena akan mempengaruhi juga aliran darah yang menuju ke janin. Jika tidak sesuai dengan kadar yang seharusnya, akibatnya bisa fatal.

10. Makanan yang mengandung bahan aditif

Bahan aditif memang tidaklah aman bagi manusia. Apalagi jika kita tidak tahu dalam kadar mana bahan aditif tersebut aman dan dalam kadar mana bahan aditif tersebut tidak aman. Oleh karena itu, makanan yang mengandung bahan aditif sebaiknya dihindari. Namun di zaman sekarang pasti sangat sulit untuk memilih bahan makanan, karena hampir semua bahan makanan sudah ditambahkan bahan aditif. Cara terbaik adalah dengan memilih jenis makanan yang berlabel BPOM dan jangan membeli makanan dalam kemasan abal-abal atau tanpa merk dagang tertentu.

11. Fast food

Fas food atau makanan cepat saji merupakan makanan yang mengandung lemak trans. Lemak trans itu sendiri adalah jenis lemak yang bisa memicu kolesterol jahat. Jika ibu hamil terlalu sering mengonsumsi fast food, maka hal ini akan menurunkan kemampuan janin untuk berkembang. Akibatnya, janin bisa gugur atau meninggal di dalam kandungan.

12. Daging olahan seperti sosis atau slice meat

Jika ibu hamil suka makanan daging, maka sebaiknya konsumsi saja daging segar dengan pengolahan yang baik dan higienis. Jangan membeli daging olahan seperti sosis atau slice meat. Daging olahan, apalagi yang berada di dalam sandwitch, hotdog, atau burger, biasanya tidak dimasak secara sempurna, sehingga akan mengandung bakteri yang banyak.

13. Alkohol

Alkohol harus dihentikan konsumsinya. Baik bagi manusia normal atau ibu hamil, alkohol akan sangat berbahaya. Alkohol bisa mengurangi kemampuan usus halus untuk bekerja dalam neyerap nutrisi. Hal inilah yang membuat ibu hamil akan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya, sehingga janin akan berkembang tidak sesempurna yang diharapkan.

Baca juga:

Selain itu ada juga beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari saat trisemester pertama kehamilan, di antaranya:

  1. Makanan pedas
  2. Buah durian
  3. Beberapa jenis keju: roquefort, danish blue, brie, dan camembert.
  4. Lalapan
  5. Pepaya muda
  6. Pare
  7. Tape
  8. Salad kemasan
  9. Jamu (kecuali dengan rekomendasi dokter)
  10. Beberapa jenis teh herbal: rosemary, sage, lemongrass, teh jati Belanda, dan teh jahe
  11. Suplemen tambahan (kecuali dengan resep dokter)
  12. Makanan yang memicu alergi (alergen)
  13. Soda
  14. Minuman berenergi
  15. Tauge mentah
  16. Susu yang tidak dipasteurisasi
  17. Jenis makanan instan: nugget, mie instan, kentang goreng siap goreng, dan lain-lain.
  18. Roti yang dipanggang: cookies, popcorn, crackers, dan lain-lain.
  19. Margarin
  20. Gorengan

Aktivitas

Selain makanan, aktivitas ibu hamil juga harus diperhatikan lebih lanjut. Beberapa aktivitas yang dilarang untuk ibu hamil pada trisemester pertama adalah sebagai berikut.

1. Diet untuk menguruskan tubuh

Ibu hamil harus menyadari bahwa saat ini di dalam tubuhnya sedang berkembang calon buah hati. Calon buah hati pastilah membutuhkan nutrisi yang baik agar bisa berkembang dengan baik dan sempurna. Ibu hamil tidak boleh terlalu egois dan hanya memikirkan dirinya sendiri. Jangan melakukan diet untuk tujuan menguruskan badan. Kecuali jika dokter memang menyarankan hal demikian.

2. Olahraga berat

Selama masa awal kehamilan, ibu hamil juga sebaiknya mengurangi olahraga yang terlalu berat. Hal ini bertujuan agar menjaga janin agar tidak gugur. Namun hal ini bukan berarti menjadikan ibu hamil menjadi malas berolahraga. Tetap lakukan olahraga, namun pilihlah olahraga ringan. Masih banyak olahraga ringan yang bisa dilakukan, salah satunya jalan kaki di pagi hari.

Baca juga:

3. Tes rontgen

Tes rontgen merupakan sebuah tes medis yang dilakukan untuk melihat bagian dalam tubuh melalui sebuah gambar. Dalam tes ini, akan ada radiasi yang terpancar dari alat tersebut. Jika radiasi tersebut mengenai bagian rahim, maka hal ini akan berbahaya bagi janin tersebut.

4. Terpapar radiasi

Selain rontgen, masih banyak benda-benda di sekitar kita yang bisa menyebabkan radiasi dan sebaiknya dihindari oleh ibu hamil. Ibu hamil sebaiknya tidak tinggal di lingkungan yang berbahaya, seperti lingkungan SUTET, lingkungan limbah industri, lingkuan di limbah rumah sakit, dan sebagainya. Hal ini akan berbahaya bagi perkembangan janin.

5. Memakai make up yang mengandung bahan berbahaya

Beberapa make up berbahaya berkembang di pasaran. Kebanyakan ada juga yang mengandung merkuri. Sebaiknya ibu hamil menghentikan semua perawatan wajah dengan bahan-bahan kimiawi dan beralih pada bahan-bahan alami saja. Saat ini banyak make up dan perawatan wajah dari bahan alami yang bisa digunakan.

6. Merokok

Merokok, baik bagi orang biasa, terlebih pada ibu hamil, sangatlah berbahaya. Janin bisa terganggu karena kebiasaan buruk ini. Ibu hamil yang tidak merokok sebaiknya juga terus menghindari asap rokok dan juga polusi udara lainnya. Baca juga: bahaya merokok bagi janin

7. Menggunakan high heels

Sepatu hak tinggi atau high heels mungkin memang akan membuat penampilan lebih percaya diri. Namun ibu hamil lebih baik menghindari terlebih dahulu sepatu jenis ini dan beralih pada sepatu yang jensinya lebih aman. Sepatu hihg heels akan menekan bagian bawah kaki dan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Hal ini  juga tidak akan baik bagi janin. Baca juga: bahaya high heels bagi ibu hamil

8. Pijat

Ibu hamil juga tidak disarankan melakukan pijat. Apalagi pijat yang dilakukan pada bagian perut. Hal ini akan berpotensi menggugurkan kandungan.

9. Aktivitas yang rentan membuat jatuh

Ibu hamil juga sebaiknya lebih berhati-hati dalam beraktifitas sehari-hari. Hindarilah aktivitas yang rentan membuat jatuh, seperti berdiri di atas kursi untuk membetulkan sesuatu, mengepel, atau naik turun tangga terlalu cepat. Baca juga:

Selain itu, ada juga beberapa kegiatan lain yang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil dalam trisemester pertama kehamilan, di antaranya sebagai berikut.

  1. Aktivitas yang memberatkan untuk persendian
  2. Berkendara dalam jarak jauh
  3. Terlalu lama berada di bawah sinar matahari
  4. Melakukan mandi sauna
  5. Berendam dalam air hangat terlalu lama
  6. Berdiri di tempat yang terlalu tinggi
  7. Melakukan penerbangan jarak jauh
  8. Menyelam
  9. Terapi akupuntur
  10. Menggunakan alat makan plastik yang mengandung BPA
  11. Berinteraksi dengan kotoran hewan, seperti mencuci bekas kotoran kucing, dan lain-lain.
  12. Stress atau depresi (Baca juga: Cara Mengatasi Stres Pada Ibu Hamil)
  13. Menggunakan bra yang sudah lama (sebaiknya beli yang baru)
  14. Berada di lingkungan beracun atau dekat dengan limbah pembuangan
  15. Mengecat rambut
  16. Meluruskan atau mengeriting rambut dengan obat-obatan
  17. Melakukan operasi plastik
  18. Berdiri terlalu lama (Baca juga: ibu hamil muda berdiri lama)
  19. Duduk terlalu lama (Baca juga: bahaya duduk terlalu lama bagi ibu hamil )
  20. Jongkok terlalu lama (Baca juga: bahaya jongkok bagi ibu hamil )

Itulah beberapa larangan ibu hamil trimester pertama berdasarkan makanan dan aktivitas yang perlu diperhatikan. Sebisa mungkin hindari larangan-larangan tersebut sebaik mungkin untuk mengurangi risiko yang tidak diinginkan. Semoga artikel ini bermanfaat dan semoga kehamilan Anda berjalan baik dan lancar.