Tekanan Darah Rendah Saat Hamil 9 bulan – Penyebab dan Cara Mengatasi

Tekanan darah rendah sering disamakan dengan anemia pada ibu hamil. Padahal kedua hal tersebut benar-benar berbeda. Anemia merujuk kepada kadar darah yang kurang atau di bawah normal, atau biasanya dilihat dari kadar Hb (hemoglobin)seseorang mg/dl. Sedangkan tekanan darah mengacu kepada kecepatan aliran darah ke jantung dan aliran darah saat jantung beristirahat (di antara dua detak jantung). Tekanan darah biasanya diukur dengan satuan sistolik / diastolis mmHg. Namun demikian, anemia dapat menyebabkan tekanan darah menjadi rendah.

Secara fisiologi, tekanan darah rendah sebenarnya merupakan hal yang wajar bagi wanita hamil. Dikatakan rendah apabila tekanan kurang dari 90/60 mmHg. Dan umumnya terjadi saat kehamilan mencapai usia 20 minggu hingga maksimal 32 minggu. Penurunan tekanan darah akan terjadi secara bertahap dan akan naik secara bertahap pula.
Kalau demikian, bagaimana dengan tekanan darah rendah saat hamil 9 bulan? Apakah masih tergolong normal? Artikel kita kali ini akan membahas tentang hal tersebut.

Penyebab Tekanan Darah Rendah

Secara umum, tekanan darah rendah yang normal terjadi pada ibu hamil disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut.

  1. Penyebab Fisiologis

Tekanan darah rendah pada ibu hamil banyak terjadi karena hormon progesteron yang diproduksi tubuh membuat pembuluh darah cenderung melebar dan mendapat tekanan dari rahim. Pembuluh darah yang melebar ini mengakibatkan tekanan darah menurun

  1. Dehidrasi dan Kurang Nutrisi Makanan

Ibu hamil yang jarang minum / bahaya dehidrasi bagi ibu hamil dan kurang nutrisi makanan juga menyebabkan tekanan darah menurun. Apalagi saat hamil, semua cairan dan makanan yang dikonsumsi ibu dibagi berdua dengan janin.

  1. Anemia

Kadar Hb yang menurun dalam darah membuat kecepatan aliran darah dalam tubuh juga ikut menurun. Akibatnya secara tidak langsung tekanan darah menurun. Ini yang membuat orang terkadang menyamakan antara anemia dan tekanan darah rendah.  Gejala anemia dan tensi rendah saat hamil juga mirip.

Ada beberapa penyebab lain tekanan darah rendah saat hamil 9 bulan, meskipun jarang terjadi seperti infeksi ginjal, merokok dan minum alcohol, dan gangguan kesehatan lain. Namun penyebab ini jarang terjadi. Dan seperti telah disebutkan di atas, bahwa tekanan darah rendah saat hamil merupakan hal yang wajar. Artinya, hipotensi tidak menyebabkan dampak yang berbahaya, asalkan gejalanya juga biasa.

Gejala biasa hipotensi di antaranya penyebab pusing pada ibu hamil, penyebab ibu hamil lemas, mata berkunang-kunang, dan ibu hamil cepat lelah. Gejala hipotensi memberikan dampak berbahaya bagi dan janin bila disertai sesak napas, sakit kepala hebat, dan gangguan kesehatan lain. Begitu pula dengan tekanan darah rendah saat hamil 9 bulan, tidak perlu dikhawatirkan selama ibu sudah konsumsi makanan bernutrisi, tidak minum alkohol dan merokok, cukup istirahat, dan cukup melakukan gerakan. Bahkan, ibu dengan tekanan darah rendah saat hamil 9 bulan tetap dapat melahirkan secara normal.

Manfaat Tekanan Darah Rendah

Tahukan Anda bahwa ternyata tekanan darah rendah yang wajar diderita ibu hamil mempunyai manfaat? Manfaat tersebut kita akan bahas sedikit di sini.

  1. Manfaat Hipotensi Pada Ibu Hamil

Ibu hamil karena produksi hormon progesteroe membuat pembuluh darah membesar. Pembuluh darah yang membesar otomatis akan menampung lebih banyak cairan atau darah. Ini memicu terjadinya haemodilusi darah atau darah menjadi lebih cair. Dipersiapkan selama 9 bulan kehamilan, haemodilusi membuat ibu yang mengalami persalinan dan mengeluarkan banyak darah tetap sehat dan tidak pingsan.

Pelebaran pembuluh darah juga terjadi di daerah vagina. Akibatnya vagina menjadi lentur dan lembab. Vagina yang lentur dan lembab selain berakibat negatif, mudah terkena infeksi dan jamur, juga mempunyai efek positif. Vagina yang menjadi lentur memudahkan proses persalinan ibu. Bayi yang besar akan mudah keluar melalui vagina saat melahirkan.

  1. Manfaat Tekanan Darah Rendah Bagi Janin

Bagi janin yang masih dalam kandungan, pembuluh darah yang melebar dan mengakibatkan tekanan darah rendah akan memperlancar masuknya zat-zat makanan melalui plasenta. Dengan demikian kebutuhan gizi janin lebih terpenuhi. Pelebaran pembuluh darah ke payudara ibu membuat payudara menjadi lebih besar daripada kondisi biasa. Ini juga mendukung dan menampung produksi dan cara agar ASI keluar sebelum melahirkan.

Masih khawatir dengan tekanan darah rendah saat hamil 9 bulan? Agar hipotensi yang berlanjut setelah 32 minggu tidak berbahaya bagi kehamilan, ibu bisa melakukan hal-hal di bawah ini.

  • Konsumsi Makanan Bergizi dan Menghindari Dehidrasi

Konsumsi makanan yang bergizi dan menjaga dehidrasi akan membantu mengurangi gejala hipotensi. Ibu juga dapat tetap mengkonsumsi makanan penambah tekanan darah pada ibu hamil.

  • Istirahat yang Cukup

Istirahat yang cukup juga sangat membantu mengurangi gejala hipotensi. Bolehkah ibu hamil tidur siang? Ibu hamil juga boleh tidur siang bila dianggap perlu. Usahakan pula ketika istirahat, ibu mengatur posisi. Misalnya jangan tidur dengan posisi telentang, dan sebagainya. Karena posisi tidur ibu hamil berdasarkan trimester yang salah menyebabkan pembuluh darah semakin tertekan.

  • Tetap Konsultasi dengan Dokter

Selama kehamilan , tetaplah berkonsultasi dengan dokter dan bidan secara teratur. Semakin besar kehamilan, maka semakin sering konsultasi dilakukan. Biasanya dokter akan memberi saran konsultasi sesuai usia kehamilan. Dengan konsultasi teratur, setiap gejala kehamilan yang membahayakan dapat segera diatasi.  Lakukan pemeriksaan kehamilan trimester 3 secara lengkap.

Demikian penyebab, gejala, dan manfaat tekanan darah rendah pada ibu hamil. Selama tidak ada gejala yang membahayakan, maka tekanan darah rendah saat hamil 9 bulan tidak perlu dikhawatirkan. Ikuti setiap saran dokter, bidan, atau ahli kesehatan lain. Semoga artikel ini bermanfaat.