9 Perbedaan Mual Hamil dan Masuk Angin yang Wajib Diketahui

Mual adalah sebuah kondisi dimana tubuh terasa tidak nyaman atau rasa ingin muntah. Mual biasanya mengindikasikan ada masalah di perut, namun tidak selamanya mual berakhir pada muntah. Penyebab mual itu sendiri ada banyak. Bisa karena salah makan, bisa karena mabuk, atau bisa juga karena faktor eksternal seperti cuaca dan sebagainya.

Tanda kehamilan awal biasanya juga menyebabkan mual. Namun pada kenyataannya biasanya tidak banyak wanita yang sadar bahwa mual tersebut adalah mual tanda awal kehamilan. Bahkan banyak yang hanya menganggapnya masuk angin belaka. Dan biasanya wanita itu baru sadar bahwa dirinya sedang hamil setelah siklus menstruasinya berhenti. Wanita biasanya baru sadar setelah lebih dari sebulan setelah tanda kehamilan itu muncul.

Oleh karena itulah perlu diketahui perbedaan mual hamil dan masuk angin agar wanita sadar bahwa kehamilan sudah dimulai. Hal ini penting untuk memperbaiki pola makan, memenuhi kebutuhan nutrisi harian, dan menjaga tubuh dari risiko kehamilan awal. Lalu apa saja perbedaannya? Simak penjelasan berikut ini.

Baca juga:

1. Penyebab mual

Perbedaan pertama dari mual karena hamil dan mual karena masuk angin berbeda. Pada ibu hamil, mual biasa terjadi karena perubahan hormon. Ibu hamil memang akan mengalami masa adaptasi pada kondisinya yang baru. Hal ini akan menyebabkan hormon tidak stabil, maka saluran pencernaan akan terpengaruh dengan munculnya rasa mual pada tubuh wanita yang sedang hamil sebagai tanda awal kehamilan.

Berbeda dengan mual karena masuk angin. Pada mual jenis ini, perut akan terasa begah, muncul rasa ingin buang angin, dan juga rasa ingin bersendawa terus menerus. Hal ini terjadi karena akumulasi angin diproduksi oleh asam lambung, atau karena akumulasi angin yang masuk secara berlebihan pada tubuh seseorang. Hal ini juga akan mempengaruhi saluran pencernaan sehingga rasa mual terjadi.

2. Waktu terjadinya mual

Perbedaan kedua adalah pada waktu terjadinya mual. Pada ibu hamil, mual tanda awal kehamilan biasanga hanya akan terjadi pada masa awal kehamilan saja. Jika usia kehamilan sudah cukup lama dan memasuki fase yang lebih tinggi, maka mual akan berangsur hilang. Selain itu, mual pada masa awal kehamilan ini biasanya muncul pada pagi dan / atau malam hari saja.

Berbeda dengan mual yang dikarenakan masuk angin. Mual karena masuk angin bisa terjadi kapan saja. Mual karena masuk angin juga bisa menyerang ibu hamil. Selain itu mual karena masuk angin bisa terjadi pada pagi, siang, sore, atau malam. Tidak seperti mual karena hamil yang hanya terjadi pada pagi atau malam hari saja.

Baca juga:

3. Sensitifitas terhadap bau

Perbedaan mual hamil dan masuk angin yang paling bisa dilihat secara fisik adalah sensitifitasnya terhadap bau. Biasanya ibu hamil akan sangat sensitif terhadap bau. Jika mencium bau yang sedikit aneh, maka rasa mual akan muncul. Bahkan bau parfum yang wangi pun bisa membuat ibu hamil mual. Maka tidak heran jika ibu hamil biasanya akan bersikap aneh saat tubuhnya tidak merasa nyaman karena bau bauan. Biasanya karena masalah bau ini, ibu hamil muda juga susah makan. Karena jika mencium bau makanan tertentu, maka mual akan terjadi.

Berbeda dengan mual karena masuk angin. Pada mual jenis ini, sensitifitas terhadap bau tidak ada. Yang ada hanya rasa ingin muntah, atau ingin bersendawa secara terus menerus. Jika mencium bau bauan, maka tidak akan ada efek yang buruk pada kondisi perut. Masuk angin juga tidak disertai oleh penurunan nafsu makan, dan hanya menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut.

4. Rentan waktu mual

Rentan waktu mual pada tanda awal kehamilan dan pada kasus masuk angin juga berbeda. Rasa mual pada tanda awal kehamilan ini akan berlangsung sangat lama dan berkepanjangan. Bahkan mual akan terasa lebih dari satu bulan lamanya hingga 3 bulan.

Berbeda dengan mual karena masuk angin. Pada masuk angin, gejala tidak akan terasa berkepanjangan dan akan mereda jika sudah diatasi dengan obat anti masuk angin. Gejala masuk angin tidak akan berlangsung 3 bulan. Biasanya masuk angin hanya akan terjadi beberapa hari saja.

5. Efek samping mual

Efek samping mual pada wanita hamil muda dan pada penderita masuk angin juga berbeda. Pada wanita hamil, mual akan menyebabkan rasa tidak nyaman pada tubuh dan tidak seperti masuk angin biasa. Selain mual, biasanya wanita hamil juga akan merasakan sakit kepala, mudah lelah atau capek, dan juga tubuhnya lemas. Pada mual karena hamil, kondisi tubuh bisa sangat lemah. Bahkan wanita hamil ada juga yang butuh dirawat inap untuk menguatkan kembali tubuh mereka.

Pada kasus masuk angin biasa, gejalanya tidak separah itu. Biasanya orang yang masuk angin hanya akan merasakan mual atau sakit perut di bagian perut kiri (bagian lambung) karena terjadi produksi asam lambung berlebihan. Biasanya sakit kepala yang datang pada masuk angin biasa ini hanya sakit kepala yang asal lewat (pening) dan bukan sakit kepala yang berat.

6. Akibat

Akibat dari mual pada wanita hamil juga berbeda dengan akibat mual pada masuk angin biasa. Seringkali, mual pada tanda awal kehamilan bisa mengakibatkan infeksi pada lambung dan / atau infeksi tenggorokan. Hal ini disebabkan karena mual pada tanda awal kehamilan sangatlah panjang, bahkan mencapai 3 bulan lamanya.

Namun, hal ini tidak akan terjadi pada mual yang disebabkan oleh masuk angin biasa. Masuk angin tidak akan menyebabkan infeksi pada lambung dan / atau tenggorokan. Jikapun lambung terinfeksi, maka lambung itu biasanya hanya memang sudah memiliki luka atau risiko infeksi sebelumnya (biasanya terjadi pada orang dengan risiko maag yang tinggi).

Baca juga:

7. Jika mual diobati

Perbedaan yang bisa dilihat dari mual pada tanda kehamilan dan mual karena masuk angin adalah jika diobati. Mual karena hamil jika diobati tidak akan membuahkan hasil. Hal ini dikarenakan mual karena hamil tidak terjadi karena kesalahan makan, melainkan karena ketidakstabilan hormon. Sehingga, percuma mengobatinya. Mual akan tetap menerjang.

Berbeda dengan mual yang dikarenakan masuk angin biasa. Jika diobati, maka mual akan mulai ringan. Hal ini dikarenakan pengobatan memang akan tepat sasaran. Maka dari itu, jika mual tidak segera reda walau setelah diobati, maka itu mungkin saja terjadi karena hamil.

8. Deteksi dini mual

Perbedaan selanjutnya adalah dari deteksi penyebab mual itu sendiri. Pada mual karena hamil, biasanya akan sulit ditemukan penyebabnya. Mungkin seseorang akan bertanya-tanya, apa saja yang tadi sudah dimakan sehingga muncul mual. Atau apa saja yang sudah dilakukan hingga rasa lelah muncul.

Berbeda dengan mual karena masuk angin. Seseorang yang masuk angin akan bisa dengan mudah mendeteksi penyebab masuk angin atau mualnya. Misalnya karena makan makanan pedas, makan makanan asam, atau minum bahan-bahan yang bisa memproduksi gas berlebihan.

9. Pengobatan yang bisa dilakukan

Pada mual karena hamil, rasa mual itu tidak akan hilang dan cenderung tidak bisa diobati. Hal ini karena mual memang terjadi karena perubahan hormon secara alami. Apabila memeriksakan ke dokter, ibu hamil akan diperiksa kehamilannya. Dan jika dokter memberikan obat, maka obat itu biasanya hanya berupa obat penguat atau suplemen kehamilan.

Untuk kasus mual karena masuk angin, pengobatan bisa dilakukan dengan banyak cara, mulai dari yang alami hingga yang kimiawi. Untuk pengobatan kimiawi, penderita masuk angin bisa saja mengonsumsi obat anti masuk angin, obat anti begah, obat maag (untuk penderita dengan asam lambung tinggi), atau obat anti mabuk (untuk mual karena mabuk perjalanan). Selain itu, penderita masuk angin bisa melakukan pengobatan alami, misalnya dengan mengonsumsi minuman hangat, mengonsumsi makanan hangat, sampai melakukan kerokan. Mual karena masuk angin juga tidak selalu menyebabkan muntah.

Baca juga:

Itulah beberapa perbedaan mual hamil dan masuk angin yang perlu diketahui. Maka segera deteksi apakah mual yang Anda rasakan merupakan mual karena hamil atau karena masuk angin biasa. Hal ini penting untuk mempersiapkan fase kehamilan selanjutnya. Semoga artikel ini bermanfaat. Jaga kesehatan ibu hamil dan janin agar kehamilan menjadi masa yang menyenangkan dan sehat.