Mungkin Tidak Jadi Tidak Subur Setelah Melahirkan Dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Beberapa pasangan pasti ingin mendapatkan anak kedua setelah usia anak pertama mencukupi untuk punya adik. Pola pikir seperti ini memang sangat umum karena memiliki lebih dari satu anak pasti lebih menyenangkan dalam keluarga. Hanya saja ada pasangan yang benar-benar sulit untuk mendapatkan anak kedua. Walaupun sudah melakukan cara cepat hamil tapi tetap belum membuahkan hasil. Pasangan yang seperti ini pasti akan tertekan dan sangat stres. Mereka juga berpikir apakah itu mandul atau tidak subur? Agar tidak ragu lagi, berikut kami uraikan tentang mungkin tidak jadi tidak subur setelah melahirkan dan bagaimana cara mengatasinya?

Mungkin Tidak?

Sebenarnya jika pasangan sudah pernah melahirkan anak pertama maka ini tidak bisa dikatakan sebagai masalah mandul biasa. Mungkin juga tidak dipengaruhi dari penyebab kemandulan pada wanita atau pada pasangan pria. Kondisi yang menyebabkan masalah ini lebih kepada masalah infertilitas sekunder dimana pasangan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa hamil anak kedua. Risiko ini ternyata bisa terjadi pada semua pasangan. Bahkan untuk pasangan yang awalnya bisa hamil anak pertama secara alami sampai dengan pasangan yang menempuh program medis.

Risiko masalah ini akan meningkat jika pasangan wanita memiliki usia antara 20 sampai 34 tahun. Dan akan meningkat jika sudah berusia lebih dari 35 tahun. Bahkan setelah menunggu waktu yang lebih lama maka tidak ada juga tanda tanda akan hamil anak kedua.

Penyebab

  1. Tingkat kesuburan menurun dan usia

Salah satu penyebab wanita susah hamil anak kedua adalah ketika masalah  kesuburan yang menurun dan adanya pengaruh dari usia. Saat usia ibu sudah lebih dari 35 tahun maka produksi hormon untuk kesuburan yaitu progesteron dan estrogen akan menurun dengan cepat. Kemudian ketika usia lebih dari 40 tahun maka jumlahnya akan semakin sedikit.

Jika saat melahirkan anak pertama usia ibu sudah mendekati 35 tahun maka anak kedua membutuhkan jarak antara dua sampai empat tahun. Artinya usia ibu saat ingin hamil anak kedua sudah lebih dari 38 tahun. Saat memasuki usia ini maka sulit bagi ibu untuk mendapatkan tanda tanda ovulasi.

  1. Aktifitas dan jarang berhubungan intim

Pada dasarnya ketika usia pasangan sudah lebih dari 35 tahun maka kesempatan untuk bisa berhubungan secara rutin memang sudah menurun. Kondisi ini bisa terjadi ketika pasangan sama-sama bekerja sehingga jarang bisa menikmati aktifitas seksual yang menyenangkan. Pengaruh ini akan menurunkan nilai kesuburan sehingga sulit untuk mendapatkan kehamilan kedua.

  1. Masalah kesuburan dari pria

Masalah kesuburan pada pasangan wanita bukan satu-satunya penghalang mendapatkan kehamilan kedua. Memang tidak ada batas kesuburan untuk pria sehingga pria menghasilkan sperma sepanjang hidup. Tapi ketika usia semakin tua maka kualitas sperma juga akan menurun. Gerakan sperma menjadi lambat dan jumlah sperma juga menurun. Padahal untuk mendapatkan kehamilan diperlukan kualitas sperma yang sehat. Ditambah lagi dengan kelelahan dan kebiasaan hidup yang buruk seperti kurang olahraga dan kebiasaan makan tidak sehat.

Cara Mengatasi

  1. Konsultasi ke dokter kandungan.

Ketika sudah mengalami masalah ini maka sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan terdekat. Pasangan bisa mengunjungi dokter untuk melakukan pemeriksaan kesehatan reproduksi pada ibu. Kemudian pasangan pria bisa mendapatkan pemeriksaan analisa sperma dari laboratorium. Dokter akan membantu apakah bisa diatasi dengan obat atau harus melakukan program kehamilan.

  1. Gaya hidup sehat.

Pasangan yang ingin mendapatkan kehamilan anak kedua maka sebaiknya juga harus memiliki gaya hidup yang sehat. Baik pria dan wanita harus memiliki kebiasaan konsumsi makanan yang sehat, menghindari kafein berlebihan, berhenti merokok, menjauhi alkohol dan olahraga secara teratur. Kebiasaan hidup yang sehat ini bisa membuat peluang kehamilan menjadi lebih besar.

Jadi itu uraian mengenai mungkin tidak jadi tidak subur setelah melahirkan dan bagaimana cara mengatasinya? Sebaiknya jika mengalami kondisi ini maka langsung berkonsultasi dengan dokter kandungan terdekat.