20 Pantangan Suami saat Istri Hamil Muda dan Tua

Kehamilan adalah masa yang sangat perlu untuk diperhatikan, karena pada masa inilah seorang wanita mendapat anugerah dan akan segera menjadi ibu. Kehamilan perlu dipandang sebagai masa yang rentan, terlebih untuk si janin yang sedang dikandung. Ternyata bukan hanya si ibu yang wajib menjaga sang buah hati yang belum dilahirkan. Melainkan sang calon ayah juga berperan penting dalam menjaga kesempurnaan masa kehamilan sang istri. Bahkan ada beberapa pantangan suami saat istri hamil yang dipercaya oleh masyarakat. Apa saja pantangan tersebut? Simak penjelasannya di bawah ini.

Baca juga:

Pantangan Menurut Mitos

Pantangan suami saat istria sedang hamil sebagian besar berdasarkan mitos yang berkembang di masyarakat. Percaya atau tidak, berikut beberapa pantangan menurut mitos tersebut.

1. Duduk di tengah pintu masuk rumah

Banyak orang percaya bahwa saat istri sedang hamil, sang suami tidak diperkenankan untuk duduk di tengah pintu masuk rumah (ambang pintu). Masyarakat percaya bahwa hal ini akan menyebabkan si jabang bayi nantinya menjadi sulit mencari jalan keluar saat proses melahirkan atau persalinan, sehingga proses persalinan akan berjalan dengan cukup sulit dan lama.

2. Membunuh segala macam hewan

Saat istri sedang hamil, suami juga dipercaya untuk tidak boleh membunuh hewan apapun dengan segala macam caranya. Menurut mitos yang berasal dari adat Jawa, jika suami membunuh hewan, hal tersebut dapat mempengaruhi kondisi janin yang ada dalam kandungan istri. Dipercaya janin dapat gugur sebelum dilahirkan atau dengan kata lain istri mengalami keguguran.

Baca juga:

3. Menyembelih atau menguliti hewan

Suami yang istrinya sedang hamil juga dilarang menyembelih hewan, menguliti hewan, maupun membersihkan organ tubuh hewan, sekalipun hewan tersebut akan dimasak atau dikonsumsi. Menurut mitos dari adat Jawa, hal ini dapat membuat si jabang bayi yang dikandung akan lahir dalam kondisi cacat secara fisiknya.

4. Merendam cucian terlalu lama

Saat istri sedang hamil, mungkin banyak suami yang membantu istri dalam pekerjaan rumah tangga. Namun, mitos berkata bahwa salah satu pantangannya adalah merendam cucian terlalu lama. Sebagian masyarakat percaya bahwa kondisi ini dapat menyebabkan kaki ibu hamil bengkak dan terasa berat untuk melangkah.

5. Mengeluh dalam hati

Suami yang istrinya sedang hamil juga dilarang menggumam atau mengeluh di dalam hati. Atau yang dalam bahasa Jawa disebut sebagai ‘mbathin’, terutama jika menjumpai sesuatu yang aneh atau yang buruk. Masyarakat percaya bahwa hal itu akan dapat berakibat balik buruk ke bayi yang sedang dikandung.

6. Memotong rambut istri

Saat istri sedang hamil, suami juga dilarang untuk memotonh rambut istri atau menyuruh istri potong rambut. Hal ini dipercaya akan berpengaruh pada kesehatan si jabang bayi. Mereka percaya bahwa bayi atau janin akan mengalami patah tulang atau ada bagian tubuhnya yang putus atau tidak berkembang secara sempurna.

Info penting:

7. Mematahkan dahan atau ranting pohon

Orang zaman dahulu percaya bahwa suami atau istri tidak boleh mematahkan dahan atau ranting pohon atau menyakiti pepohonan dengan cara apapun. Hal tersebut dipercaya dapat berpengaruh pada jabang bayi. Sama seperti masalah rambut, masyarakat percaya bahwa hal ini akan menyebabkan bayi yang lahir dapat mengalami patah tulang.

8. Menyobek bungkus plastik

Mitos selanjutnya mengenai pantangan suami saat istri hamil adalah suami maupun istri tidak boleh membuka bungkus makanan (atau bukan makanan) dari bahan plastik dengan cara menyobek. Masyarakat percaya bahwa suami atau seorang ibu hamil harus membuka bungkus plastik dengan benar, dan tidak boleh langsung menyobeknya dengan cara yang cepat. Mereka percaya bahwa bayi yang lahir akan cacat pada bagian perutnya, yaitu bisa saja sobek atau bentuk kecacatan lainnya.

9. Memercikkan air sisa di ember ke kaki

Suami yang istrinya sedang hamil, dan termasuk sang istri itu sendiri menurut mitos juga dilarang memercikkan air sisa di ember ke kakinya. Hal tersebut dipercaya dapat membuat sang ibu hamil akan mengalami gangguan pada kencingnya, yaitu kondisi kencing sendiri tanpa terasa atau tanpa diperintah oleh otak, atau kencing tanpa isyarat atau signal ingin buang air kecil sebelumnya.

10. Menggaruk bagian perut istri

Saat sedang hamil, suami maupun istri dilarang untuk menggaruk bagian perut istri. Hal tersebut dipercaya dapat menyebabkan luka lebam pada jabang bayi yang dikandung. Biasanya jika perut gatal, maka cara mengatasinya adalah dengan mengelus perlahan, bukan digaruk keras. Dalam dunia medis, menggaruk juga bisa menyebabkan strech mark pada perut istri.

11. Tidak mengupas buah salak dan rambutan

Suami maupun istri dilarang mengupas buah salak dan rambutan selama masa kehamilan. Menurut mitos, hal ini dipercaya dapat menyebabkan bayi yang akan lahir akan mengalami kelainan atau cacat.  (Baca juga: diet ibu hamil agar bayi tidak besar)

12. Tidak boleh memancing

Bagi para suami yang istrinya sedang hamil, mereka juga tidak diperkenankan untuk memancing. Bagi masyarakat dengan adat jawa yang masih kental dengan mitos yang masih sangat dipercaya, kondisi ini dapat menyebabkan si jabang bayi yang dikandung akan lahir dengan kondiai bibir sumbing.

13. Tidak membakar semua bekas alat untuk membersihkan tubuh

Selama masa kehamilan, mungkin istri akan membersihkan tubuhnya dengan hal-hal sepele yang nantinya akan dibuang (misalnya tissu, kain tipis, atau peralatan sepele lainnya). Menurut mitos, sebaiknya benda-benda seperti itu tidak dibakar atau dibuang sembarangan (karena ditakutkan benda itu akan tak dibakar oleh orang lain secara tidak sengaja). Mitos percaya bahwa kondisi ini akan menyebabkan kulit si jabang bayi menjadi merah-merah iritasi seperti terbakar.

14. Tidak boleh makan daging ikan yang berasal dari air tawar

Baik suami maupun istri sebaiknya tidak makan daging ikan air tawar. Jenis ikan air tawar misalnya ikan-ikan kecil yang hidup di sungai, udang, atau kepiting sungai. Mitos percaya bahwa hal tersebut dapat menghambat rezeki daro sang jabang bayi jika dia dilahirkan nanti.

15. Tidak boleh menuruti keinginan istri untuk makan belut, walau sedang nyidam

Suami yang istrinya sedang nyidam ingin makan belut tidak boleh menuruti permintaan istri. Alasaanya adalah karena belut adalah hewan yang sangat lincah dan gesit. Hal tersebut dipercaya menurut mitos dapat mempengaruhi pola pikir dan tingkah laku bayi saat bayi dilahirkan nanti (anak menjadi terlalu hiperaktif).

16. Tidak boleh menjahit kain dengan jarum

Saat sedang hamil, baik suami maupun istri tidak boleh menjahit kain dengan jarum. Hal tersebut dipercaya dalam mitos dapat menyebabkan cacat pada jabang bayi yang baru akan dilahirkan nantinya.

Info penting:

Pantangan untuk Kesehatan Psikologis Istri

Selain pantangan yang berasal dari mitos, ada baiknya sang suami juga mematuhi pantangan yang berkaitan dengan kesehatan dan kondisi psikologis istri. Berikut penjelasannya.

17. Memaksa istri untuk berhubungan seks

Dalam hal seks, memang tidak ada yang melarang suami istri melakukan hubungan seks selama masa kehamilan istri. Namun, lebih baik menghindari risiko yang lebih membahayakan untuk janin yang dikandung sang istri. Maka, sebaiknya cari waktu terbaik untuk melakukan hubungan saat sang istri sedang hamil. Apalagi jika kondisi kehamilan istri tidak cukup kuat.

Baca juga:

18. Bersikap acuh dan cuek

Ketika istri sedang hamil, pasti kondisi emosional istri sedang tidak stabil. Hal ink karena ada sebuah sindrom yang mempengaruhi psikologis sang istri, yang biasanya menyebabkan istri sangat sensitif dan mudah sekali marah. Pantang untuk suami bersikap acuh atau cuek dengan istri yang sedang hamil. Sebaliknya, suami harus lebih perhatian dan memanjakan istri. Hal ini penting agar kondisi kesehatan istri tetap terjaga, begitu juga dengan si janin.

19. Membuat masalah dengan istri

Suami sebaiknya tidak membuat masalah dengan istri dalam hal apapun, termasuk dalam urusan komunikasi. Jangan memancing emosi istri walau sedang bercanda. Buatlah emosi istri selalu positif. Karena emosi positif pada ibu hamil akan membuat sang janin lebih sehat.

20. Tidak berempati pada istri

Cobalah untuk tetap berempati pada istri, sekalipun istri sedang dalam kondisi mood yang buruk. Sebaiknya bantulah pekerjaan rumah tangga istri dan buat istri selalu bahagia. Jangan bersikap seakan semua beban dan kelelahan sedang dirasakan sang suami, karena sang istri juga akan terbebani dengan kondisi ini. Harus diketahui bahwa istri hamil bukan hanya membutuhkan nutrisi yang cukup, namun juga istirahat dan emosi positif. Jadi mulailah untuk berempati pada sang istri. (Baca juga: manfaat zat besi untuk ibu hamil )

Demikianlah beberapa pantangan suami saat istri hamil yang perlu diperhatikan. Semoga artikel ini bermanfaat. Selalu jaga kesehatan dan ketenangan istri yang sedang hamil agar janin dalam kandungan tetap sehat dan berkembang dengan baik.