Bolehkah Ibu Hamil Dipijat Kakinya dan Bagaimana Tips Yang Aman?

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Ibu hamil memang akan merasakan tidak nyaman terutama untuk beberapa bagian tubuh. Jika ibu hamil masih bekerja atau beraktifitas seperti biasa secara berlebihan maka sudah pasti akan merasakan sangat lelah. Sebenarnya penyebab ibu hamil cepat lelah bisa dipengaruhi oleh berbagai hal seperti faktor hormon, usia kehamilan dan kondisi kekebalan tubuh ibu. Karena itu biasanya ibu hamil ingin melakukan pijat untuk mengatasi rasa lelah. Kaki kram dan sering sakit pada ibu hamil biasanya juga mudah hilang dengan pijat. Tapi bolehkah ibu hamil dipijat kakinya dan bagaimana tips yang aman? Simak informasi berikut ini.

Boleh Tidak?

Sebenarnya ibu hamil bisa mendapatkan pijatan kaki namun untuk usia kehamilan yang baru trimester pertama dan ketiga sebaiknya memang harus berhati-hati. Beberapa dokter menyimpulkan ada larangan ibu hamil trimester pertama termasuk seperti pijat pada bagian kaki. Kemudian pada ibu hamil trimester ketiga juga bisa mengalami larangan yang sama. Ini karena tekanan pada kaki bisa menyebabkan aliran darah dalam tubuh bawah ibu meningkat sehingga bisa memicu ciri ciri kontraksi akan melahirkan. Jika belum cukup usia kehamilan maka bisa menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur. Kemudian pijat pada kaki juga bisa menyebabkan reaksi hormon yang berlebihan pada tubuh ibu. Karena itu meskipun ibu hamil boleh pijat pada kaki, tapi sebaiknya mendapatkan ijin dari dokter dan dilakukan ahli khusus untuk ibu hamil.

Tips Pijat Kaki untuk Ibu Hamil

  1. Lakukan saat trimester kedua

Karena ada bahaya pijat kaki saat trimester pertama dan ketiga, maka sebaiknya pijat dilakukan saat trimester kedua. Ibu bisa bertanya ke dokter saat melakukan pemeriksaan kehamilan trimester 2. Dokter akan melihat apakah ibu aman untuk melakukan pijat atau tidak. Lalu mintalah rekomendasi tempat yang aman jika dokter tahu sehingga ibu ditangani oleh ahlinya.

  1. Pijat khusus ibu hamil

Karena ada resiko berbagai gangguan kehamilan akibat pijat kaki maka ibu harus ditangani oleh ahli pijat khusus untuk ibu hamil. Ahli khusus pijat ibu hamil biasanya sudah melewati proses pelatihan tertentu dan mendapatkan sertifikat. Jadi terapis bisa tahu tindakan yang aman dan tidak aman untuk ibu sesuai dengan usia kehamilan. Jika ibu khawatir maka cobalah untuk mendapatkan rekomendasi terapis dari teman ibu yang lain atau dari dokter yang memeriksa ibu.

  1. Hindari area pijat yang tidak aman

Ketika ibu melakukan pijat kaki maka ada beberapa titik yang dianggap tidak aman untuk ibu dan bayi. Terapis juga harus memijat dengan lembut sehingga tidak menyakiti kulit dan bagian syaraf tubuh ibu. Berikut ini beberapa bagian kaki yang dilarang untuk dipijat saat hamil:

  • Bagian tungkai bawah, atas pergelangan kaki. Pada bagian ini sebaiknya tidak boleh dipijat karena bisa menyebabkan reaksi tegang pada rahim yang bisa memicu kontraksi dini. Titik yang paling tepat adalah sekitar empat jari di atas mata kaki yang menghadap ke dalam.
  • Belakang mata kaki bagian luar : bagian kedua yang tidak boleh dipijat adalah bagian belakang mata kaki yang menghadap luar yaitu area cekungan dan bagian tendon achiles. Bagian ini jika tetap dipijat maka bisa membuat kaki ibu sakit untuk berjalan dan ada resiko trauma pada bagian tendon.
  • Bagian ujung jari kelingking. Meskipun bagian ujung jari kelingking yang dekat dengan kuku memang enak dan nyaman untuk dipijat, tapi sebaiknya juga tidak dipijat. Karena itu jika dilakukan bisa membuat area kaki ibu menjadi sakit terutama sampai ke telapak kak.

Jadi sekarang ibu sudah tahu informasi tentang bolehkah ibu hamil dipijat kakinya dan bagaimana tips yang aman? Semua ibu hamil mungkin memang merasa tidak nyaman dan terlalu lelah, tapi daripada melakukan pijat kaki maka lebih baik istirahat yang cukup. Jika tetap ingin melakukan pijat maka dapatkan ijin dari dokter yang merawat ibu.

fbWhatsappTwitterLinkedIn