Ibu Hamil Mencret Bahayakah? dan Pemicunya

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Masa kehamilan adalah masa yang perlu mendapatkan perhatian, sebab ibu hamil tidak hanya bertanggung jawab dengan dirinya sendiri tapi juga harus bertanggung jawab dengan janin yang ada dalam perut. Karena bisa saja, saat ibu mengandung mendapatkan gangguan kehamilan yang akan mempengaruhi perkembangan kondisi janin dalam rahim, salah satunya adalah mencret atau diare saat hamil. Diare untuk ibu yang tidak sedang hamil biasanya tidak berdampak serius dan bisa diobati dengan berbagai jenis obat. Tapi bagi ibu hamil, saat terkena diare maka meningkatkan potensi bahaya diare pada ibu hamil. Kondisi ini bisa sangat serius untuk ibu dan janin. Dibawah ini adalah informasi mengenai fakta ibu hamil mencret bahayakah?

  1. Mencret ibu hamil berdampak pada aliran darah ke janin

Penyebab mencret pada ibu hamil biasanya karena disebabkan ada ketidak cocokkan dengan obat atau pun makanan tertentu. Sehingga akan ada infeksi bakteri dan kuman yang akan membuat organ bagian pencernaan tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Atau saat ibu mendapatkan tekanan pada area lambung dan usus juga bisa menyebabkan terjadinya mencret. Jika kondisi ini tidak segera diatasi maka akan terjadi gangguan elektrolit karena diare saat masa kehamilan saat trimesester berapa pun, sehingga akan berdampak pada janin dalam rahim, Jika sampai tekanan darah ikut menurun maka aliran darah yang menuju janin juga akan mengalami gangguan. Ini bisa meningkatkan adanya bahaya darah rendah pada ibu hamil yang mengganggu pertumbuhan janin. Karena itu saat diare maka segera dapatkan obat diare ibu hamil dari dokter yang merawat ibu.

  1. Memicu keguguran dan juga kelahiran prematur pada bayi

Sementara jika diare ibu hamil disebabkan karena tipus malah akan semakin membahayakan janin, sebab terdapat recun endoktoksin yang harus dikeluarkan, walaupun boleh jadi ganggu diare dianggap ringan. Namun kondisi ibu serta janin yang sedang dikandung akan ikut menentukan. Dengan kata lain semakin berat adanya keluhan karena diare dan juga tanda tanda dehidrasi pada ibu hamil maka akan semakin berdampak buruk juga pada janin. Namun, jika semakin kecil umur janin maka akan semakin besar bahaya yang akan mengancam jika dibandingkan dengan janin yang sudah mulai masuk usia matang. Walaupun pada usia kehamilan berapa pun pada dasarnya diare yang menyerang saat masa kehamilan bisa menjadi salah satu pemicu keguguran serta prematur pada kelahiran bayi.

  1. Menyebabkan gangguan pada pertumbuhan bayi

Pertumbuhan janin atau bayi yang sedang berada dalam kandungan harusnya bisa terkontrol oleh aliran darah yang kemudian mengalir masuk ke dalam tubuh bayi. Namun dikarenakan ada gangguan pada ibu hamil karena kekurangan banyak cairan yang ada dalam tubuhnya, maka dengan otomatis hal tersebut juga akan mempengaruhi pada pertumbuhan serta perkembangan bayi dalam kandungan. Bahkan secara tidak langsung diare akan menghambat adanya pemberian asupan nutrisi oleh ibu hamil kepada bayinya. Akibatnya bayi akan mengalami kondisi kurang nutrisi yang memicu resiko lahir cacat dengan cukup tinggi. Jika terus terjadi dan ibu tidak mendapatkan perawatan maka bisa menyebabkan menjadi penyebab janin kekurangan oksigen dalam kandungan. Saat baru awal kehamilan maka ibu bisa merasakan berbagai tanda janin tidak berkembang.

  1. Kekurangan energi yang berdampak pada bayi

Ibu hamil yang sudah masuk pada usia kehamilan trimester yang kedua dan juga ketika bisa saja akan mengakibatkan adanya gangguan yang terjadi pada kesehatan ibu hamil sendiri. Ini dikarenakan saat semester kedua dan ketiga ibu hamil sangat membutuhkan energi yang sangat besar jika dibandingkan dengan waktu sebelumnya. Sehingga kekurangan energi pada ibu bisa saja berdampak pada perkembangan bayi di dalam perut. Ini juga yang akan menjadi penyebab janin yang meninggal dalam kandungan sebagai pemicu keguguran.

  1. Produksi air seni menjadi semakin menurun

Mencret saat masa kehamilan juga biasanya akan menyebabkan pada penurunan produksi air seni ketika sedang mengandung. Penurunan produksi seni tentu saja akan sangat mengganggu pada kesehatan, karena air seni yang dikeluarkan dari tubuh merupakan racun. Selain itu akibat diare juga akan mengendurkan kulit karena mengalami kekurangan cairan dalam tubuh dan juga akan menyebabkan kondisi mata yang kering. Sehingga jika muncul pertanyaan “Ibu hamil mencret bahayakah?” Itu tentu akan membahayakan jika mencret nya tidak kunjung berhenti. Kekurangan cairan akan menyebabkan tubuh ibu semakin lemah dan tidak berdaya. Dampak buruknya akan menganggu perkembangan janin dalam kandungan.

Pemicu Mencret Pada Ibu Hamil

  1. Mencret karena makanan

Pada umumnya saat masih awal masa kehamilan, ibu yang sedang mengandung akan mulai mengalami perubahan yang cukup besar pada asupan makanan nya, dimulai dari pola bahkan sampai jenis makanan yang akan dikonsumsi. Ini dilakukan dengan tujuan agar bisa memastikan bayi dalam kandungan bisa mendapatkan asupan nutrisi dengan jumlah yang sesuai. Namun sayang nya pemikiran seperti itu tidaklah sepenuhnya benar, karena ibu perlu tahu bahwa ada jenis makanan yang bisa menjadi salah satu pemicu ibu hamil mengalami kondisi mencret, seperti beberapa jenis buah-buahan atau bisa juga karena makanan yang tidak bersih atau tidak higienis. Hal yang paling penting untuk dilakukan adalah mengkonsumsi makanan sesuai gizi ibu hamil berdasarkan trimester kehamilan.

2. Adanya perubahan hormonal pada tubuh

Penyebab selanjutnya adalah karena adanya perubahan hormonal. Mencret yang disebabkan karena ada perubahan hormonal maka pada umumnya akan terjadi saat usia kehamilan ibu di trimester awal dan juga tengah. Saat usia kehamilan tersebut, maka tubuh ibu hamil akan sering bahkan secara berkelanjutan memproduksi hormon yang berfungsi sebagai penjaga kesehatan tubuh agar berada dalam keadaan yang seimbang saat masa kehamilan. Namun tahukah Anda? Ternyata hormon yang dihasilkan dalam jumlah yang cukup banyak justru akan menjadi salah satu pemicu lambung bisa memproduksi asam dalam jumlah lebih banyak. Asam inilah yang akan menjadi salah satu pemicu terjadinya mencret saat masa kehamilan, karena pada dasarnya sistem pencernaan sangat sensitif dan mudah terserang oleh bakteri. Hal ini juga akan menjadi penyebab mual saat hamil

3. Mencret karena konsumsi susu ibu hamil

Saat masa kehamilan, menjaga kesehatan bayi yang ada dalam kandungan biasanya juga akan menjadi salah satu prioritas paling utama. Untuk memastikannya, biasanya beberapa ibu yang sedang mengandung akan mengandalkan susu kehamilan untuk dikonsumsi saat masa kehamilan, tujuannya sudah jelas agar bayi bisa terjaga kesehatannya dan bisa semakin berkembang karena dibantu oleh susu. Namun tahukah Anda? Ternyata adanya saja beberapa susu yang memang khusus dikonsumsi untuk ibu hamil mempunyai kandungan laktosa yang sangat sedikit, akibatnya susu akan sangat sulit dicerna oleh usus serta lambung, akhirnya ibu malah mengalami mencret berkepanjangan. Memang ada banyak manfaat susu bagi ibu hamil agar tidak terkena akibat ibu hamil jarang minum susu hamil. Tapi sebaiknya ibu memilih susu hamil yang sudah mendapatkan kepercayaan dari ibu hamil lain. Misalnya susu Anmum Materna yang terbukti memiliki manfaat susu Anmum Materna untuk ibu hamil.

4. Mencret karena konsumsi obat-obatan tertentu

Sudah hal yang sangat wajar bagi ibu hamil mengalami gangguan kesehatan tertentu. Biasanya salah satu keluhan nya adalah sembelit atau kesulitan buang air besar yang menyebabkan ibu harus mengkonsumsi beberapa obat tertentu. Namun ada saja ibu yang terlalu belebihan saat mengkonsumsi obat-obatan tersebut, akibatnya malah akan menyebabkan adanya masalah pada pencernaan, yaitu kondisi mencret pada ibu hamil yang terjadi berkelanjutan.

Itulah pembahasan mengenai artikel “Ibu hamil mencret bahayakah?”, berdasarkan ulasan diatas sudah sangat jelas jika hanya dengan kondisi mencret pada saat kehamilan ternyata bisa mengganggu pada perkembangan janin dalam kandungan, sehingga sangat di anjurkan untuk ibu hamil tahu penyebab terjadinya mencret saat masa kehamilan.

fbWhatsappTwitterLinkedIn