Sponsors Link

11 Tips Menyusui agar Bayi Tidak Muntah Kembali

advertisement

Pada saat bayi baru lahir, maka saat inilah kebahagiaan ibu menjadi lebih lengkap. Bayi yang baru lahir masih sangat rentan dan perlu mendapatkan perhatian penuh dari ibu. Hal ini karena masih sangat rentan terhadap keadaan di luar kandungan ibu.

Bayi yang baru lahir belum bisa berbuat apa-apa kecuali menangis, buang air, dan minum. Dalam memenuhi nutrisi, bayi perlu mendapatkan asupan. Satu-satunya asupan yang didapatkan bayi dari luar adalah dari ASI yang diberikan ibu. Maka dari itu bayi harus mendapatkan ASI eksklusif.

Baca juga : Pantangan Ibu Menyusui

Namun pada saat pemberian ASI kepada bayi, terkadang ditemukan beberapa hal yang tidak diinginkan. Terkadang bayi kita mengalami muntah atau gumoh pada saat disusui. Dan hal inipun menjadi hal yang lumrah terjadi.

Banyak kejadian yang dialami oleh para ibu mengenai bayinya yang muntah pada saat disusui. Hal ini tentu saja akan membuat repot para ibu karena hanya ASI lah makanan yang dapat dikonsumsi oleh bayi, terlebih bagi bayi yang baru lahir. Berikut ada beberapa tips yang dapat dilakukan agar bayi tidak mudah muntah atau gumoh pada bayi setelah minum susu.

1. Hindarilah Memberikan ASI pada Bayi dengan Posisi Berbaring

Posisi berbaring akan mempermudah bayi mengalami muntah atau gumoh. Usahakan agar selalu menjaga posisi bayi agar tetap tegak selama kurang lebih 30 menit setelah disusui.

Baca juga : Posisi Tidur Bayi Yang Baik

2. Jangan Merangsang atau Memberikan Aktivitas yang Berlebihan pada Bayi Setelah Bayi Disusui

Aktivitas yang terlalu berlebihan pada bayi, terlebih setelah disusui, akan memicu bayi mengalami muntah atau gumoh. Maka dari itu usahakan agar bayi tetap dalam keadaan tenang dan tidak banyak melakukan aktivitas.

3. Hindari Meletakkan Bayi di Kursi Bayi

Usahakan hindari meletakkan bayi di kursi bayi setelah disusui. Hal ini karena meletakkan bayi di kursi bayi akan meningkatkan tekanan pada perut bayi sehingga memudahkan bayi terkena resiko muntah atau gumoh pada saat setelah disusui.

Baca juga : Pola Makan Bayi

4. Batasi Jumlah ASI yang Diberikan

Jangan terlalu banyak memberikan jumlah ASI kepada bayi. Ibu perlu membatasi jumlah ASI yang diberikan kepada bayi. Jangan terlalu banyak memberikan ASI kepada bayi dalam satu periode susuan sekaligus. Untuk mensiasatinya, berikanlah ASI pada bayi dengan jumlah sedikit namun dengan frekuensi yang sering.

Baca juga : Imunisasi BCG pada Bayi

Sponsors Link

5. Usahakan untuk Menyendawakan Bayi Setelah Disusui

Sendawa akan sangat bermanfaat untuk mengatasi kekenyangan yang bisa berakibat pada muntah. Usahakan untuk menyendawakan bayi pada saat selesai disusui. Hal ini akan sangat berguna untuk menghalau efek kekenyangan yang dapat berakibat menyebabkan bayi menjadi muntah.

Baca juga : Cara Memberikan Obat pada Bayi Agar Tidak Muntah

6. Hindarilah untuk Memberikan ASI pada Bayi Ketika Merasa Sangat Lapar

Kondisi yang sangat lapar justru berpotensi pada bayi untuk muntah pada saat disusui. Hal ini karena bayi akan tergesa-gesa meminum ASI pada saat sangat lapar ini. Dan hal seperti ini berakibat menimbulkan udara masuk ke dalam perut bayi. Udara yang masuk ke dalam perut bayi tersebut akan menyebabkan bayi mudah muntah atau gumoh.

Baca juga : Bahaya Memberi Makan Bayi Dibawah 6 Bulan

7. Perhatikan Lubang Dot pada Saat Diberikan Kepada Bayi

Bagi ibu yang memberikan susu pada bayi dengan menggunakan dot, memeriksa lubang pada dot akan menjadi sesuatu yang penting. Lubang dot yang teralu kecil akan mempermudah udara masuk ke dalam mulut dan mengalir ke perut. Sementara lubang yang terlalu lebar akan menyebabkan jumlah susu yang mengalir akan semakin banyak dan cepat. Dan hal ini akan mempermudah bayi mengalami muntah atau gumoh. Kedua kondisi lubang yang demikian sebenarnya sama-sama memicu terjadinya muntah pada bayi. Maka dari itu sebaiknya lubang dot yang digunakan oleh bayi jangan terlalu besar dan juga jangan terlalu kecil.

8. Usahakan Meletakkan Bayi dalam Posisi Miring dengan Kepala Lebih Tinggi dari Kaki

Memposisikan bayi yang seperti ini dapat meminimalisir bayi muntah atau gumoh. Usahakan memposisikan bayi ini membentuk posisi sekitar 45 derajat dengan kepala lebih tinggi dari kaki. Posisi yang demikian ini bisa membuat cairan turun ke bawah.

Baca juga :

9. Hindari Langsung Mengangkat Bayi saat Gumoh

Jika bayi Anda terlanjur mengalami muntah atau gumoh, hindari mengangkat bayi secara langsung. Karena hal ini akan menyebabkan gumoh atau muntahan ini bisa masuk ke paru-paru. Anda lebih baik menengkurapkan bayi atau memiringkan bayi dan biarkan bayi Anda muntah sampai tuntas.

Baca juga : Manfaat Menggendong Bayi

ads

10. Jika Bayi Gumoh, maka Biaran Saja

Pada saat bayi Anda mengalami gumoh atau muntah maka biarkan saja. Jangan banyak melakukan tindakan pada bayi Anda. Jika Anda terlalu banyak memberikan penanganan yang dapat memicu aktifitas berlebihan pada bayi, maka akan beresiko cairan muntah tadi kembali terhirup dan kembali masuk ke paru- paru. Dan hal ini dapat membahayakan kondisi bayi.

Baca juga : Manfaat Kolostrum bagi Bayi Baru Lahir

11. Miringkanlah Bayi Jika Terlihat Tanda-tanda Ingin Muntah

Segera miringkanlah bayi atau tengkurapkanlah bayi Anda jika menemui tanda-tanda bayi akan muntah. Hal ini akan meminimalisir bayi bila tersedak. Karena tersedak akan membuat muntahan dapat masuk ke dalam paru-paru.

Baca juga :

Faktor Penyebab Bayi Muntah saat Disusui

Bayi mengalami muntah ketika disusui bukanlah hal yang mengherankan. Hal ini karena adanya berbagai faktor yang memicu bayi menjadi mengalami muntah. Beberapa hal yang dapat menyebabkan bayi mengalami muntah atau gumoh, antara lain:

  • Pemberian ASI yang Terlalu Banyak pada Bayi

Penyebab muntah atau gumoh pada bayi yang pertama adalah karena pemberian ASI yang terlalu banyak pada bayi. Kita semua mengetahui bahwasannya lambung bayi ini memiliki kapasitas terbatas. Oleh karena itu, jika lambung bayi terlalu penuh maka akan menyebabkan muntah.

  • Posisi Menyusui yang Salah Oleh Ibu

Posisi menyusui oleh ibu juga menjadi faktor yang menyebabkan bayi menjadi muntah. Posisi yang menyebabkan bayi muntah antara lain tidur telentang. Hal ini dikarenakan bisa menyebabkan cairan dapat masuk ke dalam saluran nafas, hingga membuat bayi mudah muntah.

  • Fungsi Pencernaan Bayi Belum Sempuna

Belum sempurnanya fungsi pencernaan yang dimiliki bayi juga menjadi faktor penyebab bayi menjadi gumoh atau muntah. ( baca : Penyebab Berat Badan Bayi Tidak Naik )

  • Klep Penutup Lambung Belum Berfungsi dengan Sempurna

Klep penutup lambung yang berada diantara lambung dan juga saluran pencernaaan atas pada bayi biasanya belum berfungsi dengan sempurna. Hal ini akan menjadi faktor pemicu muntahnya bayi.

  • Pergerakan Bayi yang Terlalu Aktif

Gerakan bayi yang terlalu aktif juga menjadi salah satu penyebab muntahnya bayi. Hal ini karena perut bayi akan mengalami tekanan yang tinggi, sehingga akan mengakibatkan gumoh atau muntah.

Baca juga :

Itulah beberapa tips yang dapat dilakukan oleh ibu untuk meminimalisasi terjadinya bayi muntah pada saat disusui. Tips tersebut dapat dilakukan oleh ibu jika bayinya terlalu sering mengalami muntah atau untuk mencegah agar bayinya tidak muntah atau gumoh.

advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Post Date: Friday 29th, April 2016 / 07:07 Oleh :
Kategori : Kesehatan Bayi