Penyebab Berat Badan Bayi Tidak Naik dan Solusinya

Kehadiran seorang anak adalah hal yang sangat membahagiakan bagi orang tua. Anak merupakan anugerah terindah, dan anak merupakan segalanya bagi orang tua. Dalam anak mengalir darah dan juga gen dari orang tuanya, baik orang tua laki- laki maupun perempuan. Anak hadir di dunia melalui masa kehamilan dari ibu.

Ibu mengandung anak yang masih berbentuk janin selama sekitar sembilan bulan sepuluh hari. Pada masa kehamilan itu pula seorang ibu memepertaruhkan kesabarannya dan seluruh perhatiannya kepada anak yang ada di dalam kandungannya. Tidak sampai demikian saja, dalam proses persalinan pun seorang ibu rela mempertaruhkan nyawanya demi bayi yang dilahirkannya. Hal ini merupakan sesuatu yang tidak mudah. Dalam proses melahirkan ibu rela merasakan sakit yang luar biasa dan bahkan nyawa sebagai taruhannya.

Tidak berhenti pada proses melahirkan saja, setelah keluar ke dunia dari dalam kandungan, bayi ibu sangat menyita perhatian dari kedua orang tuanya. Bayi seringkali menangis setiap waktu. Dan pada saat itu pula, ibu dengan sabar merawat anak yang selalu menangis tersebut, selalu berusaha memberikan apa yang bayi inginkan dan bayi butuhkan tanpa mengenal seberapa lelahnya ibu dan tanpa melihat waktu untuk memastikan perkembangan bayi berjalan sempurna.

Orang tua adalah perawat yang paling baik. Saat anak masih bayi, orang tua senantiasa memberikan yang terbaik bagi anak- anak. Orang tua selalu memberikan makanan yang bernutrisi bagi bayi agar bayi tumbuh sehat dan gemuk. Memiliki bayi yang lincah dan gemuk adalah dambaan setiap orang tua.

Orang tua selalu memberikan makanan yang bergizi, makanan sehat dan juga suplemen untuk membuat bayi mereka menjadi tumbuh sehat. Bahkan tidak jarang orang tua selalu mendahulukan apa yang bayi butuhkan daripada kebutuhan orang tua sendiri. Bayi yang sehat artinya terhindar dari berbagai bibit penyakit sehingga membuat bayi tersebut tidak mudah sakit. Bayi yang semacam ini merupakan dambaan bagi semua orang tua.

Banyak bayi yang sehat dan gemuk kita jumpai pada zaman sekarang ini. hal ini karena saat ibu sudah tersedian berbagai makanan dan juga multivitamin untuk bayi sehingga membuat bayi menjadi sehat dan juga gemuk. Namun ditengah banyaknya badan bayi yang gemuk dan menggemaskan, tidak jarang pula kita temui beberapa bayi yang memiliki badan yang kecil, dan bahkan kurus.

Terkadang memang beberapa bayi mempunyai permasalahan pada berat badan mereka, yakni susah untuk naik. Hal ini memang kerap kali menimpa beberapa bayi, sehingga bayi memiliki badan yang kecil dan berat badannya pun susah untuk menjadi gemuk atau susah untuk naik. Hal seperti ini tensu saja menjadai kekhawatiran tersendiri bagi orang tua yang senantiasa merawat bayi tersebut. Dan hal seperti ini otomatis akan menimbulkan pertanyaan di benak orang tua apakah bayi mereka ini sehat, normal, atau mengalami gangguan. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai berat badan bayi yang tidak kunjung naik atau dikatakan susah naik.

Berat Badan Bayi Susah Naik

Berat badan bayi memang menjadi salah satu parameter pertumbuhan bagi bayi. pertumbuhan bayi seringkali dilihat melalui berat badan yang dimilikinya. Jika berat badan bayi banyak, bayi gemuk, dan montok, kebanyakan orang akan menilai bahwa bayi tersebut sehat dengan tidak ada satu halangan penyekit apapun.

Namun sebaliknya, apabila badan bayi kurus kecil dan berat badannya sulit bertambah, maka banyak orang yang menilai bayi tersebut kurang sehat dan mempunyai gangguan penyakit akibat kekurangan gizi pada bayi, seperti cacingan, dan lain sebagainya. Padahal belum pasti badan bayi yang kecil dan kurus mengindikasikan bayi berpenyakitan dan mengalami gangguan seperti kurang gizi dan lain sebagainya. Berat badan memang dijadikan parameter untuk mengukur tingkat pertumbuhan bayi. tumbuh besar berarti sel- sel yang ada di dalam tubuh juga ikut tumbuh besar dan juga berkembang kematangannya.

Pertumbuhan badan bayi ini mempunyai range yang digunakan untuk mengukur berat badan bayi. dalam KMS sudah ada panduan menerjemahkan berat badan bayi dan juga tinggi badannya. Berat badan bayi haruslah disesuaikan dengan tinggi badan yang dimiliki. Sehingga, berat badan bayi yang mempunyai badan lebih tinggi harusnya lebih berat daripada bayi yang tinggi badannya lebih pendek. Hal inilah yang harus menjadi pedomen oleh ibu. Sehingga bayi yang memiliki berat badan rendah tidak selamanya dikatakan bayi tersebut kurang sehat ataupun bayi tersebut kekurangan gizi.

Berbicara mengenai berat badan bayi, terkadang kita melihat berat badan bayi yang susah untuk dinaikkan. Mengapa hal ini bisa terjadi? Tentu saja ada beberapa faktor yang dapat memicunya. Sebelum kita membahas mengenai apa saja yang membuat berat badan bayi susah naik, kita bahas dahulu mengenai apa saja yang mempengaruhi berat badan bayi. Beberapa hal yang mempengaruhi berat badan bayi antara lain:

Faktor nutrisi

Faktor nutrisi ini menjadi salah satu faktor intern yang mempengaruhi berat badan bayi. Faktor nutrisi merupakan vitamin- vitamin yang diperoleh bayi dalam kehidupannya sehari- hari. Nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi dalam masa pertumbuhannya antara lain karbohidrat seperti yang terkandung pada manfaat ubi untuk ibu hamil, protein seperti yang terkandung dalam manfaat kacang hijau bagi ibu hamil, lemak, vitamin, mineral, dan lain sebagainya. Nutrisi- nutrisi harus dipenuhi oleh bayi agar dapat tumbuh berkembang dengan baik. Disini sebaiknya orang tua juga memahami penyebab anak susah makan dan cara mengatasi anak susah makan. Perhatikan juga bahaya snack bagi ibu hamil, janin dan balita.

Faktor non nutrisi

Faktor non nutrisis ini adalah faktor yang mempengarui berat badan bayi diluar dari nutrisis atau kecukupan gizi yang bayi peroleh. Contoh dari faktor non nutrisis ini antara lain adalah bakan alergi, dan juga permasalahan penyerapan gizi pada bayi. Jangan sampai ada penyebab diare pada bayi dan memahami cara menjaga bayi agar tidak mudah sakit yang bisa menghambat penyerapan nutrisi makanan pada tubuh anak.

Nah itulah beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan berat badan bayi yang secara umum dipecah menjadi dua macam, yakni faktor nutrisi dan juga faktor non nutrisi. Selnjutnya, apa saja yang menyebabkan berat badan bayi sulit berkembang?

Penyebab Berat Badan Bayi Sulit Berkembang

Secara tradisional, penyebab pertumbuhan berat badan bayi ini menjadi tergenggu atau biasa disebut dengan bayi gagal tumbuh dibagi menjadi penyebab endogen dan juga penyebab eksogen. Pada penyelidikan awal harus mempertimbangkan penyebab fisik, asupan kalori, dan juga penilaian psikososial. Beberapa penyebab gangguan pertumbuhan berat badan pada bayi antara lain:

  • Endogenous, yakni penyebab adalah dikarenakan masalah fisik atau mental pada anak sendiri. Hal ini mencakup berbagai hal sebagai kesalahan metaboisme bawaan. Beberapa masalah pencernaan menyebabkan nutrisi yang didapat kurang dapat diserap dengan baik oleh tubuh bayi, sehingga menyebabkan pertumbuhan badannya terganggu.
  • Exogenous, yakni penyebab yang disebabkan oleh tindakan pengasuh, seperti contoh adalah adalah ketidakmampuan fisik untuk memproduksi ASI yang cukup.
  • Campuran, yakni misalnya seorang anak yang tidak mendapatkan gizi yang cukup dapat bertindak konten sehingga perawat tidak menawarkan frekuensi pemberian makan yang cukup ataupun volume yang cukup.

Itulah beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada kenaikan berat badan bayi. lalu, sebenarnya berapa berat badan bayi yang ideal atau normal?

Berat Badan Bayi yang Ideal atau Normal

Berat badan bayi memang bisa bertumbuh dengan sangat pesatnya. Untuk uraian berat badan bayi yang normal sesuai dengan usianya dapat duraikan sebagai berikut:

  • Umur 1 hingga 3 bulan berat badan bertambah 700 gram per empat minggu atau bertambah sebanyak 170 sampai 200 gram per minggunya.
  • Umur 3 hingga 6 bulan pertambahan berat badan normal adalah sekitar 125 gram per minggu.
  • Umur 6 hingga 12 bulan pertambahan berat badan bayi adalah sebesar 350 gram tiap 4 minggu.

Itulah beberapa uraian mengenai berat badan bayi yang ideal atau normal. Lalu, bagaimana jika kita ingin meningkatkan pertumbuhan berat badan bayi dengan cepat?

Cara Ampuh Menaikkan Berat Badan Bayi :

  • Berikan ASI berkualitas. ASI yang berkualitas layak diberikan kepada bayi agar asupan gizi yang ibu konsumsi bisa dislurkan ke bayi.
  • Berikan MPASI pada bayi yang lebih dari 6 bulan usianya. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi minum ASI pada bayi. berikan MPASI ini sebanyak 2 hingga 3 kali sehari dengan porsi yang sesuai dengan usia masing- masing.

Itulah beberapa tips yang dapat dilakukan untuk membuat berat badan bayi menjadi lebih cepat naik. Tips ini bisa dilakukan oleh ibu di rumah. Semoga bermanfaat dan anak jadi tidak terkena sakit.

Konsumsi makanan berikut saat hamil agar anak tercukupi butrisinya bahkan sejak dalam kandungan