18 Cara Menurunkan Panas pada Anak Dengan Cepat

Panas pada anak sebenarnya adalah reaksi yang sangat baik dari tubuh anak ketika terkena infeksi. Ini berarti bahwa sistem kekebalan tubuh anak bekerja dengan baik sehingga mengirimkan sinyal panas dari otak. Ketika badan panas maka semua sel-sel darah putih dalam tubuh bekerja untuk menyerang bakteri, virus atau sumber penyebab infeksi lain yang sudah masuk tubuh. Namun orang tua selalu khawatir jika anak panas, maka bisa jadi anak sakit. Biasanya panas akan terasa saat malam hari atau setelah anak bangun tidur. Berikut ini adalah solusi untuk cara menurunkan panas pada anak.

  1. Buat Suasana Kamar Anak Nyaman dan Dingin

Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah membuat kamar anak menjadi sangat nyaman. Anda bisa mengatur suhu pendingin ruangan agar tidak terlalu dingin atau tidak terlalu panas. Suhu tubuh anak membutuhkan suhu luar yang sangat nyaman. Jika suhu udara terlalu dingin, maka tubuh anak akan semakin menggigil. Jika suhu udara terlalu panas maka suhu panas anak sulit untuk turun. Jadi sesuaikan dengan kondisi udara yang paling nyaman untuk tubuh anak Anda. (baca juga: bahaya AC bagi balita – efek samping AC terhadap bayi)

  1. Berikan Pakaian Tipis dan Nyaman

Ketika anak panas maka biasanya anak akan merasa kedinginan atau menggigil. Banyak orang tua yang memberikan pakaian hangat agar anak menjadi lebih nyaman. Namun cara ini ternyata tidak benar. Anda harus memberikan pakaian yang tipis, lembut, tidak terlalu tebal dan sangat nyaman untuk anak. Anda juga bisa memberikan pakaian lain seperti celana pendek atau popok saja. Pakaian akan membantu menurunkan suhu tubuh karena bisa mengeluarkan suhu panas tubuh. Setelah itu lihat perkembangan panas tubuh anak, apakah naik atau turun.

  1. Jangan Menutupi Tubuh Anak dengan Selimut

Karena tubuh anak panas biasanya anak akan merasa sangat dingin. Jika hal ini sudah terjadi maka jangan memberikan selimut untuk menjaga suhu hangat tubuh. Selimut bisa menyebabkan suhu panas bertahan dalam tubuh cukup lama. Akibatnya aktifitas melawan sumber infeksi tidak berjalan dengan baik. Jadi, gunakan kain yang sangat tipis untuk menutup tubuh anak, jika tidak merasa nyaman dengan pakaian yang tipis.

  1. Atur Sirkulasi Udara dalam Kamar Anak

Ketika anak panas, maka atur suhu udara dalam kamar anak. Jika Anda tidak memiliki AC sebagai mesin pendingin ruangan, maka manfaatkan jendela kamar anak. Buka jendela kamar anak pada siang hari, agar udara segar bisa masuk ke kamar. Udara segar memang akan membuat tubuh anak menjadi lebih nyaman. Tapi jaga agar udara luar juga tidak terlalu banyak masuk.

  1. Berikan Minuman

Panas bisa menyebabkan anak mengalami dehidrasi. Untuk mengatasi resiko ini maka berikan cairan yang banyak pada anak. Anda bisa memberikan air putih, susu formula atau ASI. Cairan ini akan membantu melawan infeksi dan menyerang bakteri atau sumber penyebab infeksi lain. Bagi anak yang masih bayi maka setidaknya harus menerima ASI setiap 10 menit sekali. Jika anak sulit minum maka bujuk dengan botol atau gelas kesukaan. Tanda dehidrasi ketika anak panas yang harus diwaspadai adalah urin yang sangat sedikit, anak sulit minum dan panas tubuh semakin tinggi. (baca juga: manfaat susu formula untuk bayi – bahaya pemberian air putih pada bayi usia 0-6 bulan)

  1. Biarkan Anak Keluar Kamar

Jika anak panas, maka Anda tidak harus membuat anak tinggal di dalam kamar. Sesekali Anda bisa mengajak anak bermain di halaman luar agar terkena udara yang segar. Anda juga bisa mengajaknya duduk di ruang tamu. Anak tidak harus tinggal di dalam kamar dan berbaring. Jika terlalu lama berbaring maka bisa menyebabkan anak mengalami sakit kepala dan kurang segar. Tapi meskipun diluar rumah, maka jaga anak agar tidak banyak berlari-lari atau berjalan-jalan.

  1. Buat Anak Berendam dalam Air

Jika suhu tubuh terasa sangat panas, maka biasanya akan menggigil ketika menyentuh air. Namun ternyata merendam anak ketika panas bisa membantu menguapkan panas tubuh ke dalam air. Dengan cara ini kemudian panas anak akan turun secara alami. Anda bisa menggunakan air dengan suhu yang tidak terlalu dingin atau tidak terlalu panas. Amati suhu anak ketika berendam, jika suhu badan sudah turun maka segera angkat anak dan keringkan dengan handuk lembut. Tapi jika anak tidak suka  berendam maka jangan dipaksa. Hindari menambahkan alkohol dalam air karena jika masuk ke tubuh anak bisa menyebabkan efek yang buruk.

  1. Kompres atau Semprot dengan Air

Anda juga bisa menyemprot tubuh anak dengan botol spray kecil atau mengompresnya. Air yang bercampur dengan keringat tubuh bisa membantu menurunkan panas. Air akan membantu menyerap panas dan mendinginkan tubuh. Gunakan air yang pas yaitu tidak dingin dan tidak panas. Jika tidak memiliki botol spray maka gunakan handuk lembut untuk mengompres. Kompres dengan handuk basah pada bagian dahi atau ketiak. Hindari mengompres dengan es batu karena bisa menyebabkan kondisi yang lebih buruk.

  1. Banyak Istirahat atau Tidur

Jika anak panas maka jangan ijinkan melakukan berbagai aktifitas. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah membuat anak banyak istirahat di atas tempat tidur atau tidur. Ketika tidur maka suhu tubuh akan menurun dibandingkan ketika tidak sedang tidur. Tapi jika anak merasa tidak bisa tidur maka jaga agar bisa istirahat di atas tempat tidur. Istirahat dan tidur akan membantu tubuh untuk pulih setelah terkena infeksi. Ingat ketika anak tidur maka Anda juga harus menjaga kebutuhan makan dan minum anak. Bangunkan anak ketika tidur sudah terlalu lama dan berikan cairan. Jangan sampai anak tidak makan dan tidak minum karena terlalu banyak tidur.

  1. Mandikan Anak

Banyak orang tua yang tidak mau memandikan anak saat terkena panas. Mereka berpikir bahwa air akan membuat suhu tubuh lebih panas. Mandi akan menyerap suhu tubuh panas secara alami. Sehingga setelah mandi, maka tubuh anak menjadi lebih nyaman dan segar. Namun jangan mencampurkan es batu dengan air yang digunakan untuk mandi. Mandi dengan air hangat lebih baik untuk tubuh anak. Setelah mandi segera seka tubuh anak dengan handuk agar tubuh tidak menggigil. Lanjutkan dengan memberikan pakaian yang tipis agar suhu segera menurun.

  1. Jangan Ijinkan Aktifitas Fisik untuk Anak

Ketika anak panas maka sebaiknya orang tua jangan mengijinkan anak melakukan aktifitas fisik atau kegiatan yang berat. Berbagai aktifitas fisik membutuhkan energi yang lebih banyak. Selain itu aktifitas fisik juga bisa menyebabkan panas tidak mudah turun karena aktifitas infeksi akan lebih besar. Penyebaran sumber penyakit dalam tubuh akan lebih mudah menyebar ke berbagai organ tubuh. Jadi biarkan anak istirahat atau tidur.

  1. Berikan Sup Ayam

Jika anak yang demam sudah bisa mengkonsumsi makanan atau berumur lebih dari 2 tahun maka Anda bisa memberikan sup kaldu ayam. Sup yang berisi kaldu ayam dari masakan sendiri sangat baik untuk menurunkan demam. Anda bisa membuat sup dengan bahan-bahan ayam kampung atau ayam organik. Semakin banyak tulang rawan dari ayam maka khasiat untuk menurunkan panas akan lebih besar. Sup yang berisi tulang rawan ayam mengandung zat yang bisa melawan infeksi dan menurunkan panas. Sistem kekebalan tubuh akan lebih baik dengan asupan nutrisi dari sup ayam. (baca juga: makanan sehat untuk bayi 9 bulan – makanan pendukung ASI (MPASI) rumahan terbaik untuk bayi)

  1. Berikan ASI

Untuk bayi yang berusia dibawah 2 tahun dan masih menerima ASI ekslusif, maka berikan ASI secara teratur. ASI akan membantu meningkatkan kekebalan tubuh bayi ketika panas dan melawan infeksi dalam tubuh bayi. ASI juga mengandung kalsium dalam jumlah tinggi, yang melawan penyerapan kalsium anak ketika suhu tubuh panas. Berikan ASI setidaknya setiap 10 menit sekali selama 2 sampai 3 menit. Cara ini bisa menurunkan panas dan juga menjaga tubuh bayi tetap sehat. (baca juga: manfaat memberikan ASI bagi ibu – cara memperbanyak ASI)

  1. Gunakan Bawang Merah dan Minyak Kelapa

Anda juga bisa membantu cara menurunkan panas pada anak dengan cara mengusapkan bawang merah. Bawang merah mengandung senyawa alami yang akan menyerap panas tubuh, menghilangkan rasa sakit dan membuat tidur anak menjadi lebih nyenyak. Caranya adalah dengan menghancurkan beberapa siung bawang merah kemudian campur dengan minyak kelapa. Gunakan campuran ini dengan mengoleskan ke badan anak. Hindari daerah tubuh yang dekat dengan mata, karena bawang merah memiliki efek panas dan pedas. Setelah itu segera lap bekas bawang merah agar anak lebih nyaman.

  1. Berikan Minuman Probiotik

Jika anak-anak yang terkena demam sudah berusia diatas 5 tahun, maka Anda bisa memberikan minuman probiotik. Minuman probiotik bisa membantu menurunkan panas karena mengandung bakteri baik yang masuk ke saluran pencernaan. Selain itu minuman probiotik juga membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Cara ini sangat baik dan bisa meningkatkan kualitas kesehatan. Namun hindari memberikan minuman probiotik jika anak juga terkena diare dan sakit perut. (baca juga: manfaat yoghurt untuk ibu menyusui – manfaat yoghurt untuk ibu hamil)

  1. Mengunyah Es Batu (Usia > 2 tahun)

Jika anak yang panas berusia lebih dari 2 tahun, maka bisa memberikan es batu untuk dikunyah pelan. Es batu akan membantu anak untuk mendinginkan tubuh dan menyerap panas secara alami. Tentu saja cara ini tidak bisa diberikan untuk anak yang terkena panas akibat flu atau radang tenggorokan. Es batu juga bisa membantu memenuhi kebutuhan cairan sehingga sistem kekebalan tubuh akan meningkat. Cara ini bisa mengurangi panas dengan cepat tapi juga bisa menyebabkan kerugian seperti kerusakan gigi dan sakit kepala.

  1. Kompres Ketiak dengan Alkohol

Anda juga bisa membantu menurunkan demam anak dengan cara mengompres ketika anak dengan alkohol. Ketika anak sudah diberikan baju yang tipis maka sematkan kapas yang sudah dicelupkan ke dalam alkohol. Alkohol akan membantu menyerap panas dari ketiak. Perhatikan untuk mengawasi anak saat perawatan ini. Jangan biarkan anak sendiri karena khawatir mereka menggunakan kapas ini untuk bermain dan bisa masuk ke dalam tubuh.

  1. Berikan Obat untuk Menurunkan Panas

Jika berbagai cara alami sudah Anda lakukan, dan panas tubuh anak belum turun maka Anda bisa memberikan obat penurun panas. Obat ini bisa diberikan ketika kondisi anak sudah menurun dan sudah tidak mungkin lagi bertahan dengan cara yang alami. Berikut ini beberapa obat yang bisa Anda berikan.

Acetaminophen

Ini adalah obat penurun panas yang bisa diberikan untuk anak. Obat ini bisa didapatkan di toko obat tanpa membutuhkan resep dokter. Karena untuk anak-anak maka Anda bisa memilih jenis obat yang dikemas menjadi sirup. Namun orang tua harus hati-hati memberikan obat ini agar tidak mengalami overdosis.

Tips memberikan Acetaminophen

  • Jika Anda ingin memberikan beberapa jenis obat untuk mengatasi panas anak, maka jangan campurkan beberapa jenis acetaminophen dari beberapa obat. Anda bisa membaca kandungan acetaminophen pada label obat.
  • Sesuaikan dosis acetaminophen dengan berat badan anak dan temukan keterangan ini dalam setiap label obat.
  • Jika anak tidak merasa lebih baik setelah minum obat maka hentikan pemberikan acetaminophen dan segera temui dokter anak.

Ibuprofen

Adalah jenis obat yang termasuk dalam golongan obat anti inflamasi. Obat ini bisa mengatasi rasa tidak nyaman dan rasa sakit di tubuh termasuk seperti demam. Obat ibuprofen bisa digunakan untuk anak-anak yang berusia minimal 6 bulan.

Tips memberikan Ibuprofen untuk anak

  • Perhatikan dosis yang dirancang untuk anak sesuai dengan berat badan (Anda bisa melihatnya pada kemasan).
  • Berikan ibuprofen setiap 6 – 8 jam sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan tubuh anak.
  • Agar dosis yang diberikan tepat, maka gunakan sendok atau gelas pengukur dosis ibuprofen untuk anak-anak.

Paracetamol

Ini adalah obat untuk menurunkan panas yang biasa diberikan untuk anak-anak. Obat ini tidak membutuhkan resep dan biasanya juga bisa mengurangi rasa sakit seperti nyeri. Paracetamol untuk anak sering dikemas dengan sirup yang dilengkapi dengan rasa buah. Memberikan paracetamol dengan dosis yang tepat bisa mengurangi resiko panas yang lebih tinggi pada anak-anak.

Tahapan Panas Anak

  • Tahap 1

Ketika suhu tubuh anak mulai naik, maka tubuh anak sebenarnya merasa sangat dingin. Biasanya anak ingin menggunakan pakaian yang hangat dan menggunakan selimut diatas tempat tidur. Jika Anda mulai memeriksa tangan dan kaki, maka bagian ini juga terasa dingin. Pada tahap ini anak-anak sering merasa gejala lain seperti sakit kepala, tulang yang sakit, sakit perut, dan tidak ingin melakukan banyak aktifitas.

  • Tahap 2

Pada tahap selanjutnya maka tubuh anak merasa lebih hangat dan dirasakan secara langsung. Jika Anda memegang dahi, tangan atau kakinya maka tubuhnya terasa sangat panas. Kemudian anak akan mengeluarkan banyak keringat. Jika hal ini terjadi, maka biasanya anak terkena infeksi dari virus atau bakteri.

Kapan Anak Memerlukan Perawatan dari Dokter?

Beberapa orang tua bisa mengatasi panas anak dengan cara yang alami. Namun beberapa orang tua merasa panik karena panas anak sama sekali tidak turun. Untuk mengurangi resiko yang lebih besar,maka perhatikan beberapa tanda ketika anak memang membutuhkan pertolongan dokter.

  1. Bayi berusia di bawah 3 bulan yang memiliki suhu lebih dari 37.8 derajat Celcius.
  2. Bayi berusia 3 – 9 bulan yang memiliki suhu lebih dari 38.3 derajat Celcius.
  3. Ketika anak Anda sudah tidak mau minum atau makan disertai dengan kondisi lain seperti sakit perut, sakit kepala, diare, dan terlihat tanda-tanda dehidrasi.
  4. Ketika pernafasan anak terlihat sangat pendek, tersengal dan sesak nafas. Tanda ini bisa menjadi gejala dari radang paru-paru pada anak.
  5. Ketika anak-anak mengalami kejang dalam waktu yang lama dan tidak pulih kembali setelah kejang.
  6. Ketika anak-anak atau bayi Anda terlihat sangat lesu, lemah, dan sangat rewel. Bisa saja anak-anak merasakan gejala yang tidak nyaman namun belum bisa berbicara dengan orang tuanya.
  7. Ketika panas anak sudah terjadi selama lebih dari 3 hari dan sama sekali tidak turun setelah dilakukan perawatan alami.
  8. Ketika anak mengeluh dengan rasa sakit pada bagian leher dan mata terasa kabur untuk melihat berbagai benda.
  9. Ketika anak selalu muntah hingga tidak bisa makan atau minum.
  10. Ketika tubuh anak Anda mengalami ruam dan bintik merah dalam jumlah yang banyak.
  11. Ketika anak Anda hanya selalu ingin tidur dan kehilangan energi.

Beberapa Penyakit yang Sering Menyebabkan Panas pada Anak

  1. Flu
  2. Infeksi saluran pernafasan atas (ISPA)
  3. Infeksi paru-paru / radang paru – paru
  4. Infeksi telinga
  5. Radang amandel
  6. Roseola
  7. Campak
  8. Rubella
  9. Cacar air
  10. Batuk rejan
  11. Infeksi saluran kemih
  12. Infeksi ginjal
  13. Meningitis

Apakah Panas pada Anak Berbahaya?

Semua orang tua tentu panik ketika anak mereka panas dan terlihat sakit. Biasanya orang tua berpikir jika anak mengalami sakit yang berbahaya dan membutuhkan perawatan medis yang darurat. Namun sebenarnya panas pada anak adalah reaksi yang normal ketika tubuh mereka mengeluarkan respon terhadap sebuah infeksi. Sistem kekebalan tubuh anak akan melepaskan bahan kimia khusus yang bisa membuat panas tubuh naik. Ini merupakan reaksi yang wajar sehingga orang tua harus menerapkan cara alami untuk pertama kalinya.

Tips Mencegah Panas pada Anak

Anak-anak memang sangat mudah terkena panas, terlebih untuk anak yang sudah masuk ke sekolah. Berikut ini adalah beberapa cara untuk mencegah panas pada anak.

  1. Biasakan anak-anak untuk menjaga kebersihan tubuh. Cara ini bisa dilakukan dengan sering mencuci tangan setelah bermain, sebelum makan, setelah menggunakan toilet, bermain dengan banyak teman, berdekatan dengan anak yang sakit, memegang hewan dan bepergian ke tempat umum.
  2. Terapkan contoh yang baik untuk anak ketika mencuci tangan. Biasakan untuk mencuci tangan dengan air yang mengalir, mengusap semua ruas jari, mencuci bagian depan dan belakang tangan, menggunakan sabun dan membilasnya hingga bersih.
  3. Jika anak Anda banyak beraktifitas di luar rumah, maka bawakan sapu tangan yang bersih serta cairan pembersih tangan. Bahan ini bisa membantu ketika anak-anak tidak bisa menemukan tempat untuk mencuci tangan.
  4. Biasakan anak-anak untuk tidak terlalu sering menyentuh hidung, mata dan mulut. Akses hidung, mata dan mulut merupakan cara yang sangat baik untuk penyebaran virus atau bakteri. Jika sering memegang area ini maka infeksi bisa dengan cepat menyerang tubuh.
  5. Biasakan anak-anak untuk menutup hidung atau mulut ketika bersin atau batuk. Selain itu ajari anak untuk memalingkan wajah ketika ada teman yang batuk atau bersin.
  6. Berikan perlengkapan pribadi untuk anak seperti gelas, botol minuman dan perlengkapan makan ketika akan digunakan di sekolah. Ajarkan anak-anak untuk tidak berbagi perlengkapan makan dan minum dengan teman untuk mengurangi resiko infeksi.

Kondisi tubuh panas pada anak memang sangat sering terjadi. Terkadang anak hanya kelelahan karena aktifitas yang padat, namun juga bisa terjadi karena infeksi dan gejala penyakit tertentu. Orang tua perlu mengikuti cara untuk menurunkan panas secara alami. Jika tidak segera sembuh maka perawatan dokter anak sangat diperlukan.