Sponsors Link

9 Tanda Tanda Bayi Kuning – Penyebab dan Resiko                 

Sponsors Link

Penyakit bayi kuning adalah ketika bayi dilahirkan atau beberapa hari setelah dilahirkan kemudian mengembangkan warna kuning pada kulit atau mata bayi. Kondisi ini disebabkan karena bayi memiliki kadar bilirubin yang cukup tinggi. Bilirubin adalah sebuah pigmen warna yang dihasilkan oleh hati bayi dari bagian sel darah merah pada tubuh bayi. Ini penyakit yang sangat umum pada bayi yang baru dilahirkan. Terutama pada bayi yang dilahirkan secara prematur. Penyebabnya adalah bahwa bagian organ hati bayi tidak bisa menghilangkan kadar bilirubin dalam darah. Namun beberapa bayi juga bisa menderita penyakit kuning akibat kondisi penyakit lain yang memerlukan perawatan lebih lanjut.

ads

Baca: resiko bayi lahir prematur 7 bulan – ciri ciri bayi lahir prematur – penyebab bayi lahir prematur – cara mencegah bayi lahir prematur

Tanda tanda bayi kuning yang harus diwaspadai.

  1. Penyakit akan muncul dalam waktu 3 hari setelah dilahirkan dan biasanya akan menghilang sendiri selama dua minggu setelah dilahirkan. Kondisi ini sangat umum sehingga tidak memerlukan perawatan khusus untuk bayi. (baca: penyebab bayi kuning – penyebab kuning pada bayi)
  2. Bayi prematur bisa memiliki gejala penyakit kuning pada semua bagian tubuhnya lebih cepat. Bahkan bisa muncul sejak dilahirkan hingga selama tujuh hari. Dalam kondisi yang lebih parah maka warna kuning akan bertahan selama lebih dari tiga minggu.
  3. Bagian tubuh bayi yang berwarna kuning akan dimulai dari bagian wajah, kepala, kemudian menyebar ke bagian perut dan dada.
  4. Beberapa bayi juga akan terlihat warna kuning pada bagian kaki dan tangan atau sekitar bawah tangan. Ini akan terlihat semua bagian daging tubuh bayi terlihat berwarna kuning.
  5. Warna kuning bisa menyebar ke bagian mata dan mulut jika kulit bayi memiliki warna dasar yang lebih hitam.
  6. Bayi akan mulai malas untuk minum ASI atau susu formula. Sementara bayi kuning sangat perlu untuk minum ASI agar kekebalan tubuh mereka meningkat dengan cepat. Sehingga ibu harus bekerja keras untuk tetap memberikan ASI meskipun biasanya bayi akan menolak dengan cepat.
  7. Bayi juga akan terlihat kurang bersemangat dan biasanya akan lebih sering mengantuk. Bayi akan tahan ketika tidur sehingga sering tidak bangun jika tidak dibangunkan oleh ibu. Ibu harus mencoba untuk tetap membangunkan bayi dengan menempelkan puting payudara atau botol susu ke mulut bayi. Cara ini akan membantu bayi bisa menghisap ASI sehingga terbangun.
  8. Bayi juga akan memiliki tubuh yang sangat lemah. Bagaimanapun tubuh bayi menjadi lemah karena kadar bilirubin yang sangat tinggi dalam tubuh bayi. Hal ini bisa mempengaruhi pertumbuhan bayi jika tidak segera diatasi. (baca: bayi lahir tidak menangis)
  9. Urin dan kotoran bayi juga terlihat lebih kuning dibandingkan warna yang lain. Kondisi ini sangat dipengaruhi oleh sistem ekskresi dalam tubuh bayi sehingga bayi terlihat kurang sehat. Jika ini bertahan lebih lama maka ibu bisa membawa bayi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih detail. (baca: kotoran bayi berwarna hijau dan berlendir)

Penyebab bayi kuning

  1. Penyebab utama bayi berwarna kuning adalah ketika kadar bilirubin dalam tubuh bayi menjadi sangat tinggi karena organ hati belum bisa bekerja dengan baik. Hati biasanya akan berfungsi untuk menyaring bilirubin kemudian menyalurkan dalam darah hingga sampai ke usus bayi. Kemudian bayi yang kurang sempurna memiliki tingkat bilirubin yang sangat tinggi sehinga warna ini akan menyebar ke tubuh mereka. Kondisi ini biasanya bisa diatasi hanya dengan memberikan ASI secara teratur.
  2. Terjadi pendarahan internal dalam tubuh bayi. Pendarahan bisa terjadi semenjak bayi akan dilahirkan atau ketika bayi baru saja lahir.
  3. Adanya infeksi akibat bakteri atau virus yang menyerang dalam darah bayi. Kondisi ini sering disebut dengan sepsis yang akan menyebabkan hati bayi bekerja keras. Perawatan yang lengkap diperlukan untuk memastikan bahwa sumber penyebab infeksi bisa dihilangkan dari tubuh bayi.
  4. Adanya masalah ketidaksesuaikan antara darah ibu dan bayi.
  5. Adanya masalah kerusakan hati pada bayi yang terjadi semenjak bayi di dalam kandungan atau sudah lahir.
  6. Dalam sistem tubuh bayi mengalami kekurangan enzim tertentu yang tidak bisa memecah bilirubin.
  7. Adanya kelainan sel darah merah pada tubuh bayi yang menyebabkan hati tidak berfungsi dengan baik. 
    ads

Faktor yang menyebabkan resiko tanda tanda  bayi kuning

  1. Bayi terlahir prematur

Bayi yang dilahirkan secara prematur dengan usia kehamilan kurang dari 38 minggu bisa mengalami bayi kuning yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena organ hati tidak bisa bekerja dengan baik untuk memproses bilirubin. Sehingga kadar bilirubin dalam tubuh bayi meningkat. Biasanya bayi seperti ini cenderung buang air kecil dan buang air besar yang sedikit sehingga kadar bilirubin tidak bisa keluar dari dalam tubuh. Karena itu perawatan bayi prematur umumnya lebih detail dibandingkan bayi yang lahir normal.

  1. Trauma selama kelahiran

Bayi yang mengalami trauma selama proses persalinan ini bisa mengalami masalah bayi kuning. Hal ini disebabkan oleh kadar bilirubin yang tidak bisa dipecah oleh sel darah merah sehingga tidak bisa sampai ke usus besar. Kondisi ini sangat berhubungan dengan proses persalinan yang dilakukan. Sehingga dokter harus memutuskan perawatan yang tepat untuk mencegah komplikasi pada bayi.

  1. Bayi tidak mau minum ASI

Beberapa bayi yang baru dilahirkan terkadang tidak mau minum ASI. Sementara ASI mengandung senyawa yang bersifat sebagai bahan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi dan juga antibiotik alami. ASI bisa membantu mempercepat pemecahan bilirubin dalam tubuh bayi sehingga penyakit kuning bisa dihindari. Karena itu ketika sudah ada tanda tanda bayi kuning maka ibu harus memberikan ASI meskipun lewat ASI perah.

  1. Perbedaan rhesus darah bayi

Perbedaan rhesus pada golongan darah antara ibu dan bayi bisa menyebabkan penyakit kuning pada bagi. Hal ini terjadi ketika bayi menerima sumber antibodi yang disalurkan lewat plasenta dari ibu. Antibodi ini menyebabkan sel darah dalam tubuh bayi meningkat dengan cepat. Untuk kasus seperti ini biasanya dokter akan melakukan perawatan cepat untuk mencegah kondisi bayi yang lebih buruk.

Komplikasi akibat penyakit kuning pada bayi

Setelah tanda tanda bayi kuning muncul maka bisa dipastikan jika kadar bilirubin dalam tubuh bayi sangat berlebihan. Jika tidak dirawat dengan baik maka bayi bisa menerima beberapa komplikasi yang berbahaya. Berikut ini penyakit komplikasi akibat bayi kuning.

  1. Penyakit encephalopathy bilirubin

Pada dasarnya bilirubin yang tidak segera dikeluarkan dari tubuh bayi bisa menjadi racun yang akan menyerang sel-sel dalam otak bayi. Kemudian hal ini akan menyebabkan penyakit kuning pada bayi menjadi lebih parah. Bilirubin yang terbawa ke otak bayi akan menyebabkan peyakit encephalophaty yang akut. Meskipun kondisi ini bisa diobati namun tetap membutuhkan perawatan panjang dan resiko komplikasi pada bayi.

Gejala encephalopathy pada bayi:

  • Bayi menjadi sangat lesu dan bahkan selalu ingin tidur.
  • Bayi akan terus menangis dan seperti berteriak sehingga suaranya sangat keras.
  • Bayi tidak mau minum ASI atau susu formula.
  • Bagian leher dan tubuh akan melengkung ke belakang
  • Demam tinggi pada bayi (baca: cara mengatasi demam pada bayi – penyebab step pada bayi)
  • Bayi terus menerus muntah sehingga mungkin juga akan dehidrasi.
  1. Penyakit kernikterus

Penyakit kernikterus adalah sebuah penyakit yang disebabkan karena sindrom yang terjadi setelah bayi terkena encephalopathy bilirubin. Kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan yang cukup parah pada otak sehingga mempengaruhi kehidupan bayi di masa depan.

Gejala kerniklterus:

  • Ada berbagai gerakan bayi yang sulit untuk dikendalkan. (kondisi ini terlihat seperti pada bayi yang terkena cerebral palsy)
  • Mata bayi selalu menatap ke arah atas.
  • Terjadi masalah pada fungsi pendengaran bayi.
  • Gigi yang rusak atau tidak teratur. 
    Sponsors Link

Perawatan dan Pencegahan

  1. Perawatan pertama yang bisa dilakukan oleh ibu adalah memberikan ASI lebih banyak sehingga bisa mendorong bayi untuk membuang bilirubin melalui kotoran bayi. Selama beberapa hari kadar bilirubin yang dibuat dari tubuh bayi dengan cara alami ini maka penyakit kuning akan sembuh secara alami.
  2. Jika ibu tidak bisa memberikan ASI maka tetap bisa memberikan susu formula yang akan mendorong agar bayi bisa buang air besar secara teratur. Namun kadar takaran susu formula harus dibuat menjadi lebih encer dan tidak terlalu kental untuk mencegah sembelit pada bayi.
  3. Penyakit kuning bisa dicegah dengan cara langsung memberikan ASI setelah bayi dilahirkan. Kadar kolostrum pada bayi sangat penting untuk membantu sistem kekebalan tubuh meningkat setelah dilahirkan. Tidak tepat jika ibu menunda atau menolak untuk memberikan ASI pada bayi setelah bayi dilahirkan.

Baca juga: cara mengatasi bayi kuning – bahaya bayi kuning – penanganan bayi kuning

Perawatan untuk tanda tanda bayi kuning memang sangat penting untuk dilakukan. Biasanya jika ASI tidak bekerja cukup baik maka dokter akan menyarankan untuk melakukan terapi pada bayi. Terapi dilakukan dengan memperlakukan bayi pada ruang khusus kemudian memberikan sinar biru pada bayi. Cara ini bisa membantu mengurangi kadar bilirubin dengan cepat pada bayi.

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Post Date: Thursday 24th, November 2016 / 06:41 Oleh :
Kategori : Bayi Kuning