12 Perawatan Masa Nifas dan Menyusui

Nifas dapat diartikan sebagai sebuah masa tertentu yang menjadi masa peralihan dari hamil dan usai persalinan bayi. Masa tersebut sebagai sebuah masa transisi atau perubahan yang memberikan berbagai macam dampak atau hal baru pada seorang wanita yang akan berlangsung sekitar 40 hari atau dalam kisaran 6 higga 8 minggu. Untuk kemudian dapat kemudian pulih kembali setelah perjuangannya dalam melahirkan sang buah hati.

Masa Nifas menjadi sebuah waktu yang luar biasa, menjadi seorang ibu, tentu saja seorang wanita akan membutuhkan banyak dukungan dan semangat. Berupa berbagai masukan yang akan membuat dirinya merasa jauh lebih baik serta merasa diperhatikan. Maka dari itulah, sangat diperlukan oleh ibu nifas, dukungan dari petugas kesehatan serta keluarganya.

Disamping segala hal yang berkaitan mengenai masa nifas, tentu akan sangat berpengaruh mengenai berbagai hal yang mampu menjadi sebuah perhatian khusus. Hal ini akan membuat ibu bisa mengetahui lebih lanjut tentang kondisi yang ia alami saat ini, serta apa saja yang harus ia perhatikan atau laksanakan. Berikut ini adalah beberapa hal yang kiranya dapat menjadi  perawatan masa nifas yang akan membantu ibu dalam hingga masa nifas berakhir.

1. Pengalaman Wanita

Masa nifas adalah hal yang sangat luar biasa, maka dari itulah wanita yang sedang berada pada masa tersebut, sangat memerlukan banyak masukan dari para tenaga kesehatan dan pihak keluarga agar dirinya mampu memiliki banyak pengetahuan sebagai seorang ibu. Hal ini memiliki kaitan mengenai pantangan tertentu yang biasanya sering melingkupi perasaan serta pikiran seorang ibu nifas. Sebenarnya tidak banyak pantangan yang menjadi momok untuk ibu nifas, hanya saja beberapa himbauan yang mungkin diberikan oleh tenaga medis kiranya akan membantu ibu nifas untuk melalui masa barunya yang berperan sebagai ibu dari bayinya. Selain itu, beberapa hal mengenai nutrisi tidak ada pantangan kecuali memang terjadi alergi tertentu atau bahkan makanan yang memang membahayakan bagi ibu nifas. Serta berkaitan dengan peran baru sebagai ibu, dan dukungan dari sekitar yang akan mampu memberikan semangat serta wawasan lebih yang akan membantu ibu nifas memulai peran baru tersebut.

2. Merawat Bayi

Dalam merawat bayi barunya, seorang ibu nifas tentu memerlukan banyak sekali himbauan bahkan wawasan dari tenaga kesehatan yang telah memiliki banyak ilmu dan pengetahuan. Hal ini akan membawa masa nifas ibu hamil menjadi jauh lebih menyenangkan dan selalu memberikan harapan baru. Dengan banyak nasihat mengenai perawatan bayi baru lahir dari petugas kesehatan akan memberikan pola pikir yang berbeda bagi ibu nifas. Hal tersebut merupakan sebuah ilmu yang didapat dari pendidikan dan pengalaman. begitu pula dari keluarga yang akan memberikan dukungan yang membantu ibu nifas semakin semangat menghadapi masa barunya.

3. Adat dan Budaya

Memang benar adanya, sebuah adat istiadat serta budaya akan sangat mempengaruhi pengolahan pola fikir serta langkah dari ibu nifas terhadap dirinya sendiri maupun terhadap sang buah hati. Hal ini dikarenakan, sebuah adat dan budaya menjadi tempat tinggal yang nantinya akan dilaksanakan sesuai dengan adat maupun budaya masing-masing daerah dan wilayah tempat tinggal dari ibu nifas tersebut. Jadi, perlunya tenaga kesehatan memilih untuk tetap memberikan banyak masukan maupun wawasan lebih. Jika sebuah adat tidak memberikan dampak negatif, tentu saja akan terdapat dukungan dari tenaga kesehatan untuk terlaksananya adat maupun budaya tersebut. Begitu pula pada lingkup keluarga yang akan menjadikan budaya dan adat sebagai sebuah dukungan agar ibu nifas mengikuti adat dan budaya secara baik dan benar.

4. Nutrisi

Pada masa nifas atau transisi menjadi ibu baru, maka ibu nifas bukan berarti melupakan kebutuhan dirinya, dan hanya memperhatikan kebutuhan dari bayinya. Harus tetap terdapat keseimbangan yang nantinya mampu menjadikan ibu dan bayi sama-sama sehat. Maka dari itulah, asupan nutrisi yang tepat dan seimbang untuk ibu nifas sangat penting. hal ini dikarenakan oleh kebutuhan bayinya yang tentu didapatkan dari sang bunda.


jadi, justru penting tentang adanya asupan sehat seimbang bagi ibu nifas, sehingga secara langsung akan terpenuhi pula kebutuhan dari sang buah hati tercinta.

Adapun beberapa makanan yang perlu dihindari ibu nifas adalah makanan yang mengandung pengawet makanan, makanan fastfood yang kurang akan nilai gizi, kopi, cokelt, hingga makanan yang mampu memberikan rangsangan trtentu, misalnya saja cabai, merica, dll.

5. Diet Nifas

Siapa bilang ibu nifas dilarang diet?, justru terdapat wawasan baru mengenai diet yang tepat dan pas bagi ibu nifas. Caranya adalah dengan mengonsumsi keseimbangan yang memang dibutuhkan tubuh ibu nifas yang sangat memerlukan asupan gizi seimbang sekaligus kesehatan seorang wanita. Dengan menu diet protein akan menjadi asupan yang membantu dalam pemenuhan nutrisi ibu nifas. Bukan hanya itu, namun ibu nifas juga dapat menambahkan dengan serat serta vitamin yang nantinya akan melindungi atau menjadi benteng ibu nifas dari berbagai macam penyakit atau kelelahan yang kiranya mudah menyerang ibu nifas.

Untuk cairan, tetap harus menjadi perhatian khusus. Mencangkup 3000 ml cairan yang menjadi kebutuhan ibu nifas, maka dapat disiasati dengan mengganti asupan 1000 ml cairan dari susu. Hal ini akan sangat berdampak baik jika rutin dilaksanakan oleh ibu nifas.

6. Eliminasi

Eliminasi juga menjadi kebutuhan yang sangat penting untuk juga dipenuhi oleh ibu nifas serta bayi baru lahir. dengan eliminasi yang lancar dari ibu nifas serta bayinya maka akan berdampak bagi kesehatan keduanya. maka dari Itulah, perlunya tenaga kesehatan dan sanak keluarga untuk juga ikut andil dalam memenuhi kebutuhan eliminasi dari ibu nifas dan bayi baru lahir. Stres memang dapat terjadi pada masa transisi yang dialami oleh ibu nifas, namun umumnya hanya akan terjadi dalam sementara waktu dan akan segera kembali.

Dalam ulasan medis, buang air kecil atau berkemih yang tepat bagi ibu nifas adalah 2 hingga 4 jam pertama usai persalinan. Sedangkan buang air besar atau defekasi biasanya akan lancar setelah 24 jam pertama setelah proses melahirkan usai.

7. Produksi ASI

Produksi ASI (Air Susu Ibu) merupakan hal yang mutlak adanya untuk bayi. Inilah asupan satu-satunya yang tepat didapatkan oleh bayi dari ia lahir hingga dirinya berusia enam bulan pertaanya. Maka dari itulah, anda dapat menggunakan beberapa cara yang saling berkaitan satu dengan lainnya, seperti misalnya mengenai asupan nutrisi hingga istirahat yang pas dan tepat. Hal ini akan membuat produksi ASI sangat berpengaruh. Begitu pula dengan manfaat ASI yang sangat luar biasa hebatnya.

Dengan pelaksanaan ASI yang dijalankan seorang ibu nifas dengan bayinya, maka akan terdapat banyak hal menakjubkan yang mampu terjadi. Misalnya saja mempercepat proses involusi uterus atau kembalinya rahim ke bentuk semula seperti sedia kala. Bukan hanya itu, akan terdapat kasih sayang yang dalam antara ibu dan bayinya yang mampu tercipta. Jadi, resiko depresi atau stres pasca salin akan sangat sedikit atau bahkan nihil.

8. Kebersihan Diri

Atau dalam bahasa medis biasanya disebut dengan perineum. Kebersihan diri tersebut sangat penting bagi ibu nifas dan bayinya, tentu saja penting. Masa nifas adalah masa seorang ibu yang akan rentan terhadap infeksi, begitu pula bagi bayi baru lahir, masa awal kehidupannya adalah masa transisi yang tidak lain menjadi masa yang juga rawan terhadap daya tahan tubuhnya terhadap penyakit dan infeksi.

Sebuah kebersihan bukan hanya sekedar bersih saja, namun juga dapat ditelusuri dasar yang memberikan keefektifan dan daya guna dari kebersihan diri yang ada.

Hal itu akan memberikan banyak hal baru sehingga mampu membuat ibu nifas dan bayinya terjaga dari segala macam bentuk penyakit hingga hal-hal buruk yang tidak diinginkan. Dengan seorang ibu nifas dan bayinya  mandi 2 kali sehari, merawat kebersihan diri, dan keadaan sekitarnya, maka akan berdampak positif bagi diri dan bayinya.

9. Istirahat

Dengan menjaga serta mengatur pola istirahat yang pas bagi ibu nifas akan memberikan pengaruh besar terhadap kesehatan dari sang ibu sendiri. Pola istirahat bagi bayi baru lahir juga tidak jauh pentingnya. Ini dikarenakan akan memiliki banyak dampak besar dalam masa perkembangan dan pertumbuhan dari sang buah hati. Maka dari itulah, perlunya menggunakan pola istirahat yang tepat akan sangat memberikan banyak hal positif dan membantu. Salah satunya adalah ASI yang akan dihasilkan ibu nifas sangat dipengaruhi juga dari pola istirahat yang dijalankan.

Begitu pula kualitas istirahat bayi agar tumbuh serta berkembang sesuai dengan masanya yang tepat. Selain itu, istirahat juga akan sangat mempengaruhi tingkat stres atau depresi pasca salin yang mungkin terjadi pada beberapa ibu terhadap bayinya. Jadi, banyak sekali manfaat mengenai istirahat yang akan memberikan dampak tertentu bagi ibu dan bayinya.

10. Seksualitas

Seksualitas bukan hal yang sara untuk dibincangkan dalam pengertian kesehatan. Terlebih untuk ibu nifas yang akan memiliki banyak angan tentang seputar seksualitasnya. Pola seksualitas akan penting jika suatu waktu ibu nifas sudah berada pada suatu waktu yang mampu membawanya di masa nifas yang telah terbilang pulih dan tetap penting adanya kontrol ulang dari tenaga kesehatan dan memungkinkan bila pola seksualitas juga akan dapat kembali seperti sedia kala, dalam batasan yang mungkin juga diberikan dengan waktu yang tepat. Memang, pada awal akan takut, tetapi dengan berjalannya keadaan, akan menjadi hal yang wajar jika ibu nifas kembali melaksanakan pola seksualnya secara baik.

11. Senam Nifas

Kebutuhan akan kesehatan dari ibu nifas tentu sangat penting adanya. maka, latihan atau olahraga dengan senam nifas akan banyak memiliki manfaat untuk ibu nifas. Dengan melaksanakan senam nifas, tentu terdapat banyak manfaat nyata yang akan diraakan oleh ibu nifas tersebut. Jadi, senam nifas juga perlu dilakukan karena akan membantu pencegahan terjadinya stres hingga menguatkan otot-otot perut sehingga dapat menghasilkan bentuk tubuh ideal yang diinginkan wanita nifas usai kelahiran sang buah hati tercinta. Senam nifas dapat dilakukan ibu nifas dengan berbagai macam cara.

Seperti memilih untuk mengikuti kelas senam ibu nifas, begitu pula dengan melaksanakan sendiri di rumah dengan ketentuan atau cara yang tepat dan aman untuk dilaksanakannya senam ibu nifas. Bahkan, hal yang diperlukan untuk melaksanakan senam ibu nifas pun juga tidak terlalu banyak dan rumit. Ibu nifas hanya perlu mempersiapkan matras atau tempat tidur, bantal, baju olahraga dan dan kaset.  Hal tersebut dapat dilakukan oleh ibu nifas secara mandiri, berkelomok, maupun dengan mengikuti kelas khusus.

12. Ambulasi

Ambulasi sangat penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dari ibu nifas, biasanya tenaga kesehatan yang memiliki kewenangan akan memberikan himbauan, terhadap ibu nifas dengan segera untuk mencegah terjadinya kelelahan setelah persalinan yang memiliki batasan maksimal tertentu, seperti batasan 4 jam pasca salin. Ambulasi dapat diawali dengan menggerakkan kaki, memiringkan tubuh ke arah kiri dan juga ke arah kanan, duduk, hingga bangun dari tempat tidur yang dilakukan oleh ibu nifas.

Ambulasi memiliki banyak hal atau dampak positif. Misalnya saja dengan memberikan hasil yaitu bentuk tubuh yang baik atau bahkan kembali seperti sediakala sebelum hamil. Selain itu juga mampu mencegah terjadinya stress yang mungkin akan menghadang kesehatan ibu nifas. Begitu pula dampaknya terhadap sirkulasi darah pada seluruh tubuh ibu nifas agar tetap lancar.

, , , ,
Post Date: Monday 29th, February 2016 / 03:50 Oleh :
Kategori : Nifas
MUST READ
Perkembangan Janin / Bulan : 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9
Perkembangan Bayi/ Bln : 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10,11, 12