16 Gejala Masuk Angin Pada Anak dan Balita

Masuk angin di Indonesia dikenal sebagai salah satu penyakit yang sering dialami. Namun secara medis belum ada diagnosa yang cocok untuk menunjukkan arti dari masuk angin. Hanya saja, dikatakan bahwa masuk angin inisendiri merupaka istilah yang digunakan di Indonesia yang merujuk pada gejala medis dari suatu penyakit. Penyebab terjadinya masuk angin pun beragam, mulai dari cuaca dingin, daya tahan tubuh menurun, aktivitas terlalu berat dan beberapa penyebab lain. (Baca juga : cara mengobati anak muntah karena masuk angin – Tips agar anak tidak mudah sakit)

Ternyata gejala masuk angin ini tidak hanya diderita oleh orang dewasa. Pada anak-anak punya banyak yang akan mengalami keluhan masuk angin yang paling sering disebabkan karena faktor penurunan daya tahan tubuh. Ada banyak tanda dan gejala masuk anginyang dapat terjadi. Berikut beberapa gejala masuk angin pada anak yang dapat terjadi, antara lain :

1. Tidak enak badan

Tidak enak badan yang terjadi secara psiskis dapat dirasakan pada penderita masuk angin. Perubahan metabolisme atau fungsi sistem tubuh yang dapat mempengaruhi hal ini. Pada anak yang mengalami keluhan ini, akan merasakan tubuh seperti selalu tidak nyaman baik itu sedang beristrahat atau sedang melakukan kegiatan. Tubuh akan seperti sulit digerakkan dan terasa maas untuk melakukan aktivitas. Anak-anak cenderung akan tampak seperti kurang semangat dan kadang sensitif atau rewel. (Baca juga: Obat masuk angin untuk Ibu menyusui)

2. Kedinginan

Pada anak yang mengalami masuk angin akan sering mengeluh merasakan kedinginan walaupun kita merasa bahwa suhu ruangan sedang baik-baik saja. Anak akan merasa dingin dan meminta untuk diselimuti. Anak umumnya tidak akan tahan berada di tempat yang berangi, tidak tahan dekat dengan kipas angin, serta tidak tahan berada di ruangan bersuhu dingin. Tidak sedikit anak akan tampak gemetar atau seperti menggigil karena merasa dingin. (Baca juga: Bahaya kipas angin untuk Ibu hamil)

3. Demam

Akibat merasa dingin, respon ini akan diterima tubuh untuk tetap menjaga suhu panas tubuh. Akibat perasaan bahwa suhu sekitar tubuh yang terasa dingin, maka akan berisiko membuat tubuh akan kehilangan panas dan menjadi dingin. Oeh sebab itu, tubuh memiliki sistem pengaturan suhu. Ketika suhu sekitar dingin, maka tubuh akan berespon dengan meningkatkan suhu tubuh untuk menyiasati atau mempertahankan agar suhu tubuh tidak ikut dingin seperti di udara sekitar. Namun karena hal tersebut hanya dirasakan oleh anak, maka tubuh anak akan teraba hangat atau panas saat di sentuh. (Baca juga: Obat tradisional muntah pada anak)

4. Sakit kepala

Salah satu tanda masuk angin yang kadang dikeluhkan anak adalah adanya sakit kepala. Sakit kepala dapat muncul akibat gangguan sistem subuh sehingga mengganggu sirkulasi dan fungsi saraf dan akhirnya menyebabkan rasa sakit kepala. Umumnya rasa sakit kepala yang terajdi pada anak kadang dibarengi dengan gejala masuk angin lain yang bisa dilihat pada anak. (Baca juga: Cara mengatasi demam pada anak)

5. Badan pegal

Akibat dari masuk angin, entah karena baru saja terkena sakit atau karenan efek menggigil, maka otot – otot tubuh akan terasa mudah pegal. Hal ini mungkin saja akibat perubahan metabolisme tubuh, serta kebutuhan oksigen yang meningkat pada anak. Sehingga jangan heran anak mengeluh bila tungkai atau tangannya digerakkan atau disentuh akan merasa sakit dan otot – otnya terasa pegal. (Baca juga: Obat tradisional biduran pada anak)

6. Nafsu makan menurun

Akibat dari masuk angin, perubahan sistem tubuh serta stimulasi rasa lapar di otak akan terganggu dan menyebabkan hilangnya nafsu makan. Anak dengan masuk angin atau demam, sering mengalami keluhan ini. Padahal justru seharusnya ketika daya tahan tubuh menurun atau sedang sakit, seharusnya nutrisi yang masuk harus ditingkatkan sedangkan kita tahu bahwa sumber nutrisi berasal dari makanan. (Baca juga: kejang demam pada anak)

7. Tubuh terasa lelah

Ketika tubuh anak terus menerus merasa tidak enak badan dan juga terus merasa pegal, maka secara perahan – lahan hal tersebut membuat tubuh menjadi mudah lelah. Sehingga anak akan tampak lemas dan loyo. Anak umumnya akan berubah dari rewel menjadi pendiam dan hanya mampu mengeluh atau menggerutu. Kadang gejala ini juga dibarengi dengan gejala lain dari masuk angin. (Baca juga: Penyebab step pada anak)

8. Perut kembung

Masuk angin juga kadang membuat perut terasa tidak nyaman serta aktivitas pencernaan terganggu. akibatnya pergerakan usus juga bisa terganggu dan kelebihan gas dalam perut. Hal ini dapat membuat anak menjadi kembung dan merasa perutnya penuh walaupun tidak habis makan. (Baca juga: Cara mengatasi diare pada bayi)

9. Sakit perut

Akibat perut yang terasa tidak nyaman maka tidak sedikit anak akan mengalami rasa nyeri pada perut. Selain itu dampak dari nafsu makan yang menurun membuat anak malas makan hingga akhinrnya menjadi penyakit maag, sehingga anak dapat merasakan nyeri pada perut di sekitar uluhati. (Baca juga: Cara mengobati anak sakit gigi)

10. Sering buang angin

Sering buang angin disertai dengan bau yang lebih menyengat dapat menjadi gejala dari masuk angin. Akibat gangguan pencernaan serta gas yang berlebihan didalam perut, membuat tubuh akan berusaha membuang kelebihan gas tersebut dengan cara melalui buang angin atau kentut. (Baca juga: Tanda anak autisme)

11. Diare

Gangguan pencernaan yang terjadi serta penurunan daya tahan tubuh memberikan faktor peningkatan perkembangan mikroorganisme dalam perut serta gangguan gerakan pada usus yang menjadi cepat. Akibatnya kadang usus teriritasi dan akan membuang zat atau kotoran yang mengandung banyak mikroorganisme tadi dengan cara meningkatkan frekuensi BAB menjadi lebih sering. (Baca juga: Cara mendidik anak usia dini)

12. Dehidrasi

Walaupun gejala ini jarang terjadi, namun hal ini bisa saja dialami oleh anak akibat diare yang terlalu sering atau berlebihan. Saat terjadi diare, kotoran yang terbuang akan diikuti dengan pembuangan cairan dari tubuh akibat terganggunya penyerapan air di usus. Air yang banyak terbuang ini menyebabkan tubuh akan kekurangan air sehingga terjadilah dehidrasi. (Baca juga: Obat sembalit anak)

13. Flu

Akibat dari masuk angin, kadang daya tahan tubuh menjadi sangat turun sehingga infeksi dapat terjadi pada anak. Salah satu infeksi bisa disebabkan oleh virus atau bakteri ada saluran napas, sehingga menyebabkan terjadinya flu. Hal ini akan membuat anak sangat tidak nyaman karena terganggunya sistem pernapasan. (Baca juga: Cara mendidik anak agar berani)

14. Batuk

Mirip dengan flu, infeksi dari bakteri dan virus juga dapat menyebabkan radang pada tenggorokan sehingga menyebabkan terjadinya batuk. Mikroorganisme ini masuk akibat paparan yang terlalu tinggi atau dikarenakan penurunan daya tahan tubuh. Akibat terjadinya penumpukan lendir yang berlebihan pada tenggorokan, mengakibatkan jalannya sirkulasi udara terganggu, sehingga membuat anak sesak dan merasa tidak nyaman. (Baca juga: Cara mengatasi demam pada anak)

15. Nyeri tenggorokan

Nyeri tenggorokan sering dirasakan bersamaan dengan terjadinya batuk. Akibat terjadinya radang pada tenggorokan menyebabkan mediator – mediator radang dilepaskan sel akan menstimulasi terjadinya nyeri. Akibat radang itu kadang anak akan merasa nyeri tenggorokan atau mersa gatal pada tenggorokannya. (Baca juga: Cara menurunkan panas pada anak)

16. Mual dan muntah

Salah satu gejala dari masuk angin adalah adanya rasa mual dan muntah. Hal ini terjadi kerena akibat kondisi anak yang mengalami malas makan atau tidak memiliki nafsu makan menyebabkan anak mudah terkena gastritis atau penyakit maag. Damppak dari gastritis atau maag adalah terjadinya mual dan muntah. Faktor lain yang menyebabkan adalah kelelahan fisik yang secara psikis bisa mempengaruhi timbulnya rasa mual. (Baca juga: Terapi asma pada anak)