9 Cara Mengatasi Diare pada Bayi Secara Alami dan Medis

Banyak orang tua yang tidak tahu ketika bayi mereka terkena diare. Bayi umumnya akan buang air besar lebih sering tergantung dari umurnya. Bayi yang baru lahir akan memiliki tinja yang lembut terutama jika bayi mendapatkan ASI. Aroma, warna dan bentuk tinja bayi akan sesuai dengan makanan yang dimakan oleh ibu, jika bayi mendapatkan ASI. Ada berbagai macam penyebab diare pada bayi yang harus diperhatikan oleh orang tua. Ketika gejala diare baru muncul maka ibu bisa melakukan cara mencegah diare pada bayi sehingga kondisi bayi tidak semakin parah. Tanda ketika bayi diare adalah bayi buang air besar tiba-tiba diluar kebiasaan dan tinja menjadi sangat cair.

Ketika bayi terkena diare, maka orang tua tidak perlu panik. Berikut ini langkah untuk mengatasi bayi yang terkena diare:

  1. Berikan ASI

Bayi yang terkena diare sangat rentan terkena dehidrasi. Umumnya bayi akan lebih mudah kehilangan cairan ketika diare dibandingkan pada anak-anak dan orang dewasa. Untuk itu hal pertama yang harus dilakukan adalah memberikan ASI. Jika bayi tidak berminat minum ASI secara langsung,maka berikan lewat botol. Cairan ASI akan membantu tubuh bayi mengaktifkan kembali sistem kekebalan tubuh sehingga mencegah diare yang parah. (Baca juga : manfaat memberikan ASI bagi ibu – cara memperbanyak ASI)

  1. Hentikan Susu Formula

Salah satu penyebab diare adalah intoleransi terhadap suatu zat dalam makanan atau minuman. Ketika bayi terkena diare maka ibu juga harus berhenti memberikan susu formula. Pemberian susu formula sebaiknya dilakukan atas izin dokter. Susu formula mengandung gula yang bisa membuat diare menjadi lebih parah. Selain itu susu formula yang berasal dari susu sapi juga bisa menyebabkan bayi mengalami reaksi alergi terhadap protein susu. Salah satu tandanya adalah diare pada bayi. Meskipun ada berbagai manfaat susu formula untuk bayi namun ketika bayi sedang diare, maka susu formula bisa membuat diare lebih parah.

  1. Berikan Makanan Padat (khusus)

Khusus untuk bayi yang sudah menerima makanan padat, maka ibu bisa tetap memberikan makanan sehat. Makanan akan membantu tubuh bayi mendapatkan sumber energi dan mengatasi dehidrasi atau tubuh yang lemah karena diare. Beberapa jenis makanan yang disarankan khusus untuk bayi yang sudah menerima makanan pendamping ASI seperti sup kaldu ayam, oatmeal, roti gandum khusus bayi dan beberapa buah padat seperti apel, pisang dan nasi. Berbagai jenis makanan pendukung Asi (MPASI) rumahan terbaik untuk bayi juga bisa membantu menghentikan diare pada bayi. Ikuti aturan pola makan bayi 0-12 bulan untuk mengelola diare para bayi.

  1. Berikan Yogurt (Khusus untuk Bayi)

Yogurt berupa produk khusus yogurt untuk bayi bisa diberikan untuk mengatasi diare. Yogurt mengandung bakteri yang menguntungkan untuk sistem pencernaan. Kandungan bakteri Lactobacillus sangat baik untuk mengikat tinja menjadi lebih padat. Namun jika Anda ingin memberikan yogurt untuk bayi maka pilih jenis yogurt yang memang dibuat untuk bayi. Hindari memberikan yogurt yang biasa dikonsumsi orang dewasa karena mengandung bahan pengawet dan pemanis buatan yang berbahaya untuk perut bayi. (baca juga:  manfaat yoghurt untuk ibu hamil)

  1. Berikan Larutan Elektrolit

Larutan  atau cairan yang mengandung elektrolit juga bisa membantu cara mengatasi diare pada bayi. Namun pemberian cairan elektrolit sebaiknya harus mendapatkan ijin dari dokter yang merawat. Anda bisa membuat minuman elektrolit ini dengan bahan air putih yang dimurnikan dan garam yang bersih. Larutan dibuat dengan perbandingan yang tepat, dan berikan jumlah terbatas untuk bayi. Segera hentikan pemberian larutan elektrolit ini jika bayi menunjukkan gejala diare yang parah. (baca juga: bahaya pemberian air putih pada bayi usia 0-6 bulan)

  1. Pijat dengan Bawang Merah

Salah satu penyebab bayi diare adalah bayi terkena masuk angin atau kelelahan. Untuk mengatasi hal ini maka Anda bisa memijat daerah perut dan punggung bayi dengan lembut. Hancurkan beberapa siung bawang merah kemudian gunakan bawang merah halus ini untuk memijat bayi. Lakukan cara melakukan pijat bayi yang benar sehingga tubuh bayi menjadi lebih nyaman dan sehat. Bawang merah akan membantu mengeluarkan angin dari dalam tubuh bayi, menghilangkan rasa lelah dan perut kembung pada bayi.

  1. Ibu Menyusui Menghindari Gula

Bayi yang terkena diare juga akan terpengaruh dengan apapun jenis makanan atau minuman yang dikonsumsi oleh ibu. Hal ini sering terjadi pada bayi yang mendapatkan ASI penuh. Apapun yang dimakan oleh ibu akan diterima langsung oleh bayi dalam bentuk ASI. Jadi sebaiknya ibu yang menyusui tidak mengkonsumsi minuman berenergi, jus buah, minuman yang bersoda, minuman yang mengandung kafein dan minuman dengan bahan jahe. Makanan sehat untuk ibu menyusui akan membuat bayi sehat dan tidak terkena diare. Untuk ibu yang menyusui secara eksklusif maka harus menjauhi pantangan ibu menyusui ASI eksklusif.

  1. Perawatan di Rumah Sakit

Jika ibu sudah memberikan obat alami dan sederhana di rumah namun diare bayi tidak membaik, maka perawatan dokter sangat diperlukan. Bayi Anda mungkin akan membutuhkan rawat inap di rumah sakit. Perawatan diare pada bayi dilakukan dengan memberikan cairan infus untuk mengatasi dehidrasi, pemberian obat oral untuk menghentikan diare, dan pemberian antibiotik untuk mengatasi diare yang disebabkan oleh infeksi virus.

  1. Ganti Popok Sesering Mungkin

Ketika bayi terkena diare maka bayi akan lebih sering buang air besar. Tinja yang encer membuat popok bayi lebih cepat kotor dan penuh dengan kuman. Untuk mencegah agar diare tidak lebih parah maka ganti popok bayi secara rutin. Bersihkan area vital bayi dengan handuk yang sudah dibasahi dengan air hangat. Cara ini juga akan mengurangi agar diare tidak lebih parah, akibat penyebaran infeksi dari tubuh bayi.

Tanda Diare Bayi Sudah Parah

Berikut ini adalah beberapa tanda bahwa bayi Anda sudah terkena diare yang parah dan membutuhkan bantuan dokter.

  1. Bayi sudah terkena diare selama 24 jam dan sama sekali tidak menunjukkan tanda akan membaik.
  2. Bayi diare yang disertai dengan muntah selama beberapa kali dalam sehari. (baca juga: tips menyusui agar bayi tidak muntah)
  3. Bayi terkena dehidrasi yang ditandai dengan mulut kering, bayi tidak buang air kecil lebih dari 6 jam dan bayi sering menangis tanpa air mata.
  4. Tinja berdarah atau tinja berwarna hitam.
  5. Bayi demam lebih dari 38.9 derajat Celcius.

Penyebab Diare pada Bayi

  1. Bayi Anda terkena infeksi virus. Beberapa jenis virus yang sering menyebabkan diare pada bayi adalah seperti virus influenza, astrovirus, rotovirus, adenovirus dan calicivirus. Semua jenis virus ini akan menyebabkan beberapa reaksi sakit pada bayi seperti demam, muntah dan diare.
  2. Bayi Anda terkena infeksi bakteri. Beberapa jenis bakteri yang menyebabkan diare termasuk seperti E.colli, Campylobacter, Shigella dan Staphylocossus. Infeksi ini bisa membuat bayi demam, tinja hitam, tinja berdarah dan sakit perut.
  3. Bayi Anda terkena infeksi telinga. Hal ini bisa menyebabkan bayi lebih rewel dan selalu ingin memegang bagian telinga. Kemudian bayi akan diare, muntah dan tidak nafsu makan.
  4. Bayi Anda terkena infeksi parasit seperti giardisis yang akan menyebabkan perut kembung, diare dan tinja bayi sangat cair.
  5. Bayi terkena reaksi obat seperti obat antibiotik. Pemberian antibiotik khusus untuk bayi harus dengan pengawasan dokter. Jika antibiotik tidak sesuai maka bisa menyebabkan diare yang parah.(baca juga: bahaya antibiotik bagi ibu hamil)
  6. Bayi Anda mendapatkan minuman kurang sehat seperti jus buatan yang mengandung banyak pemanis buatan. Bahan pemanis buatan ini akan menyebabkan bayi diare dan sakit perut. Karena itu lebih baik memberikan minuman sehat untuk bayi.
  7. Bayi yang sudah mendapatkan makanan tambahan pendamping ASI. Bayi yang menerima makanan selain ASI dan susu formula rentan terhadap alergi makanan. Kondisi alergi makanan ditandai dengan diare, perut kembung, darah dalam tinja dan masalah pernafasan.
  8. Bayi Anda terkena intoleransi makanan. Intoleransi makanan akan menyebabkan bayi memiliki saluran pencernaan yang sangat sensitif. Salah satunya adalah intoleransi laktosa yang bisa menyebabkan bayi kelebihan gas dalam perut dan diare. (baca juga: gejala alergi susu sapi pada bayi)
  9. Bayi Anda terkena keracunan dari ASI, susu formula atau makanan pendamping ASI. Reaksi keracunan yang paling sering terjadi pada bayi adalah seperti mual, muntah, diare dan pingsan.

Tips Mencegah Diare pada Bayi

  1. Jika bayi Anda terkena diare akibat alergi atau intoleransi makanan, maka ketahui makanan apa saja yang bisa menyebabkan diare. Jangan memberikan makanan tersebut untuk bayi untuk mencegah diare.
  2. Jika bayi terkena diare karena pemberian susu formula tertentu, maka cobalah memberikan susu formula dengan merek lain. Anda bisa mencoba memberikan susu dalam jumlah yang kecil dan tunggu reaksi pencernaan bayi Anda. Jika bayi tidak bisa menerima susu formula, maka jangan berikan susu formula pada
  3. Buat lingkungan tempat tidur, lingkungan tempat bermain dan lingkungan rumah untuk bayi Anda tetap sehat dan bersih. Menjaga kebersihan akan melindungi dan cara mengatasi diare pada bayi karena kontaminasi virus dan bakteri.
  4. Biasakan untuk mencuci tangan sebelum menangani bayi Anda. Apapun benda atau sentuhan pada bayi sebaiknya dengan tangan yang bersih. Cara ini bisa dilakukan dengan mencuci tangan sesering mungkin.
  5. Bersihkan tangan bayi Anda dengan air bersih atau lap dengan handuk basah yang bersih. Cara ini akan melindungi bayi terkena virus atau bakteri dari mainan dan berbagai benda lain.
  6. Bersihkan semua mainan secara teratur. Permukaan dan celah mainan harus dibersihkan untuk menghindari kuman dan bakteri yang bisa masuk ke dalam perut bayi.
  7. Jika bayi Anda terbiasa menggunakan empeng atau botol susu, maka bersihkan empeng dan botol susu secara teratur. Kedua benda ini akan menempel langsung ke mulut dan bisa dengan mudah menyebarkan bakteri atau virus. (baca juga: bahaya bayi menggunakan empeng – cara mencuci botol susu bayi)

Diare pada bayi telah menjadi kondisi yang sangat umum. Hal paling penting dari mencegah diare yang parah adalah memberikan cairan yang cukup untuk bayi. Bayi jangan sampai terkena dehidrasi karena diare sebab bisa membuat kondisi kesehatan bayi akan memburuk, termasuk resiko kematian.