12 Penyebab Bayi Gumoh dan Cara Mengatasinya

Apakah bayi Anda sering gumoh? Gumoh memang sangat biasa terjadi pada bayi, terutama gumoh pada bayi setelah minum susu. Orang tua yang baru mengasuh bayi untuk pertama kalinya akan merasa lebih panik. Biasanya hal yang pertama kali dipikirkan oleh ibu adalah bayinya kekenyangan. Ketika bayi gumoh juga tidak disertai dengan tanda-tanda yang serius. Dibawah ini ada berbagai informasi mengenai bayi yang gumoh.

Berikut ini penyebab bayi gumoh yang paling sering terjadi :

  1. Sistem Pencernaan Belum Sempurna

Umumnya bayi yang berumur kurang dari 3 bulan akan sering gumoh. Ibu tidak perlu cemas karena biasanya ini jenis gumoh yang normal. Penyebabnya karena sistem pencernaan bayi yang belum sempurna. Isi lambung pada pencernaan bayi biasanya akan mengalir ke atas sehingga sampai ke kerongkongan. Dan ini akan membuat bayi Anda gumoh. Untuk bayi mereka butuh waktu paling tidak sampai tiga bulan hingga memiliki sistem pencernaan yang sempurna. Karena itu bayi Anda tidak bisa mengkonsumsi makanan padat dan hanya bisa minum ASI atau susu formula. Hal ini juga sering menyebabkan perut bayi menjadi kembung. (baca juga: perut kembung pada bayi)

  1. Minum ASI atau Susu dengan Cepat

Bayi yang minum ASI juga lebih sering gumoh. Hal ini disebabkan karena bayi minum sangat cepat ketika menghisap ASI dari payudara. Masalah ini sangat alami karena kemungkinan bayi Anda memiliki sifat yang sangat agresif ketika minum ASI. Selain itu cadangan ASI yang melimpah juga bisa memancing bayi untuk bersemangat ketika minum ASI. Jika hal ini terjadi maka ibu bisa menarik payudara untuk melihat apakah bayi kelelahan saat minum dan merasa terlalu cepat. Anda bisa bekerjasama dengan mengajak bayi berbicara, meskipun mereka belum bisa mengerti Anda. Selain itu lakukan beberapa tips menyusui agar bayi tidak muntah kembali.

  1. Bayi Mulai Tumbuh Gigi

Bayi yang mulai tumbuh gigi juga akan lebih sering gumoh. Sebenarnya bayi Anda merasa sangat tidak nyaman karena gigi yang mulai tumbuh. Selain beberapa tanda seperti demam dan rewel, maka bayi Anda memiliki kebiasaan baru. Bayi merasa gatal pada bagian gusi sehingga menarik jari tangan untuk dimakan. Terkadang beberapa bayi juga sekarang memasukkan beberapa benda keras kemudian mencoba menggigitnya untuk menghilangkan rasa gatal pada gusi. Akibatnya bayi Anda mungkin akan menelan banyak ludah, menelan benda keras dan kemudian menyebabkan gumoh. Bayi yang mulai tumbuh gigi sering menjadi penyebab bayi menangis terus. Jadi jangan lupa untuk mengamati tanda tumbuh gigi pada bayi untuk melihat perkembangan bayi Anda.

  1. Bayi Belajar Merangkak

Ketika bayi Anda sudah mulai tumbuh besar dan ingin bergerak dengan mandiri, maka bayi akan senang untuk belajar merangkak. Ketika bayi merangkak maka mereka bergerak aktif dan orang tua hanya perlu mengawasinya. Belajar merangkak juga bisa menyebabkan gumoh terutama jika dilakukan setelah minum ASI atau mengkonsumsi makanan padat. Umumnya saluran pencernaan yang baru sempurna tidak bisa menghalangi proses ini. Ketika ada sebagian ludah atau cairan yang keluar lewat kerongkongan maka bayi bisa gumoh. Masa perkembangan bayi ini menjadi hal yang penting untuk diikuti oleh semua orang tua.

  1. Bayi Mulai Mengkonsumsi Makanan Padat 

Umumnya bayi yang sudah masuk usia 6 bulan,maka orang tua mulai memperkenalkan makanan padat. Pola makan bayi pada umumnya disesuaikan dengan usia dan kemampuan bayi. Syaratnya adalah ketika bayi sudah bisa menegakkan kepala sendiri tanpa bantuan sehingga juga bisa duduk sendiri. Bayi dengan kondisi ini sudah bisa mulai mengkonsumsi makanan semi padat. Namun karena bayi tidak terbiasa maka mereka merasa aneh dengan makanan padat. Tidak semua bayi bisa menelan dengan baik, dan resiko gumoh akan lebih tinggi. Orang tua harus mengatur jenis dan jumlah makanan untuk mengurangi resiko gumoh. Karena itu memang ada beberapa bahaya memberi makan bayi dibawah 6 bulan yang perlu diwaspadai orang tua. Gunakan pedoman pola makan bayi 0-12 bulan untuk mencegah gumoh berlebihan.

  1. Bayi Mengkonsumsi Makanan yang Sensitif

Bayi memang memiliki sistem pencernaan yang sangat unik. Tidak semua bayi bisa menerima ASI dan bahkan tidak semua bayi bisa minum susu sapi atau susu formula. Terkadang beberapa bayi bahkan sangat sensitif dengan makanan yang dikonsumsi ibu dan masih menerima ASI. Berbagai jenis makanan yang sensitif untuk pencernaan baik untuk bayi atau ibu, maka bisa menyebabkan bayi lebih mudah gumoh. Penyebab lain dari reaksi ini juga bisa karena ibu mengkonsumsi jamu, obat herbal atau suplemen kesehatan. Jika bayi mengalami reaksi gumoh yang berlebihan setelah Anda melakukan hal ini, maka segera evaluasi makanan yang tidak boleh dikonsumsi ibu dan bayi. (baca juga: bahaya pemberian air putih pada bayi usia 0-6 bulan – gejala alergi susu sapi pada bayi  – cara diet ibu menyusui)

  1. Bayi Sakit Gastroesophageal Reflux (GERD)

Ketika bayi sudah mulai gumoh sejak awal, meskipun menerima ASI atau susu formula,maka ini bisa menjadi pertanda penyakit yang serius. Kondisi masalah medis yang berhubungan dengna gejala ini adalah stenosis pilorus. Kondisi ini membutuhkan perawatan yang serius, karena bayi Anda perlu dioperasi untuk melakukan perawatan pada bagian organ perut. Jika bayi Anda mengalami gumoh selama lebih dari satu kali dan setiap hari serta muncul setelah usia bayi mencapai 3 bulan, maka ini adalah kondisi yang serius. Penyakit ini bisa menyebabkan bayi Anda menjadi lebih kurus dan kekurangan nutrisi. Jika dilakukan perawatan maka biasanya bayi akan lebih sehat setelah berusia 1 – 2 tahun. (baca juga: jenis penyakit akibat kekurangan gizi pada bayi)

Gejala GERD

  • Bayi lebih sering muntah.
  • Bayi sering sakit perut karena ludah atau susu yang sudah tertarik ke kerongkongan tidak bisa keluar lalu kembali ke perut.
  • Bayi sering tersedak, cegukan dan bersendawa.
  • Bayi sering menangis dan sulit tidur.
  • Berat badan bayi menurun drastis dan sangat rewel.
  • Bayi tidak bisa menelan ASI atau susu formula karena sakit pada tenggorokan.

Baca juga: anak tersedak – manfaat sendawa bagi bayi sehat)

  1. Bayi Menangis Berlebihan

Bayi selalu menangis ketika merasa tidak nyaman. Ketika bayi menangis berlebihan atau terus menerus dalam waktu yang lama maka juga bisa menyebabkan bayi gumoh. Hal ini disebabkan karena ketika bayi menangis maka banyak udara yang akan masuk ke dalam saluran pencernaan bayi dari bagian mulut. Selain itu bayi juga akan merasa tidak nyaman pada bagian perut, dada dan bisa menyebabkan bayi sesak nafas. Jadi ketika bayi Anda menangis maka sebaiknya segera ditolong, dihibur, digendong atau ditenangkan agar segera merasa nyaman.

  1. Bayi Merasa Kedinginan

Bayi yang merasa kedinginan juga bisa mengalami gumoh. Bayi yang kedinginan sering menunjukkan dengan beberapa reaksi seperti meludah berlebihan. Meludah berlebihan bisa memancing cairan atau lendir dari dalam saluran pencernaan kembali ke kerongkongan. Akibatnya bayi bisa gumoh. Jadi jika kondisi lingkungan tidak terlalu baik untuk bayi maka segera buat bayi menjadi nyaman. Berikan pakaian hangat dan selimut atau gendong bayi agar lebih nyaman. Bayi kedinginan bisa menjadi efek samping AC terhadap bayi dan bisa terkena bahaya AC bagi balita.

  1. Kebiasaan Menggunakan Empeng atau Dot Susu

Banyak orang tua yang memberikan empeng atau dot susu agar bayi lebih nyaman dan tidak rewel. Tapi kebiasaan ini bisa menyebabkan bayi lebih sering gumoh. Hal ini disebabkan karena bayi menghisap banyak udara lewat empeng atau dot susu. Udara yang sudah masuk ke dalam saluran pencernaan memancing banyak lendir atau cairan yang keluar dari saluran yang sama. Kemudian bayi Anda bisa bersendawa yang diikuti dengan muntah atau gumoh. Jadi perhatikan mengenai pemberian empeng dan kebiasaan memberikan botol susu yang sudah kosong karena bisa menyebabkan bahaya bayi menggunakan empeng.

  1. Bayi Terlalu Lama Tengkurap

Bayi yang baru mulai belajar tengkurap biasanya akan sangat senang dengan posisi ini. Namun jika terlalu lama dilakukan maka bisa menekan organ perut dan menyebabkan gumoh. Kebiasaan bayi yang senang tengkurap setelah makan juga bisa memicu gumoh. Jadi ibu harus mengawasi kapan bayi harus tengkurap dan kapan bayi harus bangun. Biasakan untuk menjaga posisi tidur bayi yang baik. (Baca juga: bayi tidur tengkurap)

  1. Celana / Popok Bayi Terlalu Ketat

Ibu juga harus memperhatikan jika bayi sering gumoh. Bisa jadi penyebabnya adalah celana atau popok bayi yang terlalu ketat. Pakaian yang terlalu ketat bisa menyebabkan organ perut bayi tertekan. Bayi Anda merasa tidak nyaman pada bagian perut dan terasa seperti ada udara yang ingin keluar dari perut. Akibatnya bayi Anda akan gumoh. Hal ini berlaku untuk semua bayi yang menerima ASI atau susu formula. (baca juga: bayi sering buang angin)

Kapan Bayi Sering Gumoh dan Kapan Bayi Berhenti Gumoh ?

  1. Umumnya semua bayi yang baru lahir atau baru berusia beberapa hari, maka akan lebih sering gumoh pada saat 1 sampai 2 jam setelah minum ASI atau susu formula. Kondisi ini bisa terjadi untuk semua bayi yang mendapat ASI atau susu formula.
  2. Bayi yang sudah berusia antara 0 sampai 3 bulan, biasanya akan gumoh setidaknya 1 kali setiap hari. Jika bayi lebih sering gumoh, maka segera periksa bayi ke dokter anak.
  3. Bayi akan lebih sering meludah pada usia 2 sampai 4 bulan karena rasa tidak nyaman pada gusi dan saluran pencernaan.
  4. Bayi mulai bisa mengurangi gumoh pada usia 7 sampai 8 bulan. Beberapa bayi sering gumoh hanya karena mulai mengkonsumsi makanan padat dan bukan masalah yang serius.
  5. Bayi akan mulai berhenti gumoh setelah berusia 12 bulan. Jika bayi masih sering gumoh dan berat badan bayi menurun,maka Anda bisa memeriksakan bayi ke dokter anak.

Tips Mengatasi Bayi Sering Gumoh

  1. Menjaga posisi bayi tegak setelah minum ASI atau mengkonsumsi makanan semi padat. Anda bisa menjaga agar posisi kepala bayi lebih tegak setelah minum ASI. Anda hanya perlu membutuhkan waktu sekitar 30 menit saja. Cara ini akan membantu bayi bisa menelan makanan atau ASI dengan baik. ASI dan makanan juga sudah bisa mencapai saluran pencernaan bawah dan tidak keluar lewat kerongkongan. (baca juga: menyusui sambil tiduran – bahaya dan cara yang tepat – tips menyusui bayi kembar yang benar)
  2. Lakukan cara untuk memberikan ASI dengan tehnik yang tepat. Caranya adalah dengan memberikan ASI dalam waktu yang sering namun jumlah yang lebih kecil. Tehnik ini juga bisa dilakukan untuk ibu yang memberikan susu formula. Cara ini sangat penting untuk menjaga agar bayi tidak mengalami kelebihan susu dan membuat perut bayi terlalu kenyang.
  3. Buat bayi Anda bisa bersendawa setelah minum ASI atau mengkonsumsi makanan pendamping ASI. Bersendawa membuat udara yang berada di tengah kerongkongan dan perut bisa keluar sehingga perut bayi Anda menjadi lebih nyaman. Cara ini bisa dilakukan dengan menepuk punggung bayi, menegakkan posisi kepala bayi dan menggosok punggung bayi dengan minyak hangat ketika bayi masuk angin. (baca juga: manfaat sendawa bagi bayi yang sehat)
  4. Hindari membuat bayi terlalu sering tengkurap setelah makan. Cara ini bisa mengurangi gumoh karena tengkurap setelah minum atau makan bisa menekan organ perut dan kerongkongan. Akibatnya bayi akan lebih sering gumoh. Jadi jika Anda ingin menidurkan bayi setelah memberi ASI maka biarkan bayi tidur terlentang dengan posisi kepala yang agak tinggi agar bayi lebih nyaman.
  5. Jika ibu menderita alergi terhadap susu atau jenis makanan dan minuman lain, maka jangan mengkonsumsi semua pemicu alergi. Hal ini sangat penting untuk ibu yang memberikan ASI. Asupan makanan yang sangat mempengaruhi pencernaan bayi untuk ibu menyusui. Jika Anda mengalami alergi kemungkinan bayi juga akan mengalami masalah yang sama.
  6. Jika Anda menyusui bayi maka lakukan dengan tenang. Bawa bayi Anda ke tempat yang sangat nyaman dan tenang untuk bayi. Hindari menyusui di tempat yang bising dan tidak tenang karena bayi Anda bisa minum ASI dengan cepat dan tidak teratur. Kepanikan saat menyusui juga bisa membuat bayi menelan banyak udara saat minum ASI. (baca juga: tips menyusui bayi di tempat umum)
  7. Jika Anda memberikan susu formula dengan botol dot atau botol susu, maka pastikan lubang botol susu tidak terlalu kecil. Jika lubang terlalu kecil maka bisa membuat bayi menelan udara berlebihan dan tidak mendapatkan susu sesuai dengan keinginan. Kebiasaan ini juga bisa menyebabkan bayi tersedak sehingga lebih mudah gumoh. Selain itu lakukan cara mencuci botol susu bayi yang benar dan steril.
  8. Atur agar pakaian yang menekan perut bayi tidak memberikan tekanan yang berlebihan. Anda harus mengatur agar popok dan celana bayi tidak menekan perut sehingga bayi menjadi tidak nyaman.
  9. Jika bayi Anda gumoh saat tidur, maka miringkan atau angkat kepalanya ke arah samping. Cara ini akan membantu bayi gumoh lebih mudah dan menghindari agar cairan yang keluar dari perut tidak mengalir ke saluran hidung.

Bayi meludah atau gumoh sering membuat ibu merasa bingung. Hal yang perlu diperhatikan adalah jika bayi Anda gumoh namun tidak terlalu sering.  Berbagai tanda masalah kesehatan yang serius pada bayi yang sering gumoh juga perlu mendapatkan perawatan medis. Jadi ketahui apa penyebab bayi Anda lebih sering gumoh dan lakukan cara untuk mencegah gumoh yang berlebihan.