8 Bahaya Ambeien Pada Ibu Hamil yang Perlu Diketahui

Wasir atau biasa disebut ambeien, merupakan penyakit yang sering terjadi akibat pecahnya pembuluh darah pada anus. Pada anus terdapat anyaman pembuluh darah balik yang kemudian menjadi penyebab berdarahnya anus pada saat ambeien. Hal ini dikarenakan terjadinya peningkatan tekanan di dalam rongga pembuluh darah tersebut yang melebihi kemampuan dari tingkat elastisitas dinding pebuluh darah. Akibatnya tekanan yang berlebihan kemudian menjadi pecah sehingga terjadi perdarahan pada anus. (Baca juga:Gejala Hepatitits B pada Ibu hamil , Penyebab Pendarahan Saat Hamil)

Di sisi lain jika hal ini dibiarkan dengan tidak teraturnya kebersihan sekitar anus, pola diet dan BAB yang kurang baik juga meningkatkan resiko terjadinya ambeien. Jika perdarahan yang terjadi terus-menerus disertai radang, maka akan menjadi timbul benjolan disekitar dinding anus, yang lama-kelamaan dapat keluar dari anus. Tentu hal tersebut sering menjadi faktor kesulitan bagi Ibu hamil untuk bersalin secara normal. Sebenarnya bukan hanya itu dampak dari ambeien pada Ibu hamil. Ada beberapa dampak dari bahaya ambeien pada Ibu hamil yang perlu diketahui, antara lain:(Baca juga: Bahaya alergi pada Ibu hamil , Tips Melahirkan Normal)

1. Tidak bisa bersalin secara normal

Ambeien pada Ibu hamil dapat menjadi resiko bila melakukan persalinan normal. Hal ini umumnya tidak dianjurkan oleh dokter bila ambeien yang dialami oleh Ibu hamil sangat besar. Bila keadaan atau grade dari ambeien sudah berat makan umumnya Ibu hamil dianjurkan untuk menjalani proses persalinan dengan cara melakukan prosedur operasi caesar. Hal tersebut ditakutkan jika Ibu hamil memaksa melahirkan secara normal dalam keadaan ambeien berat, ditakutkan terjadi pecahnya gumpalan dari anyaman pembuluh darah penyebab ambeien, sehingga ambeien tambah memberat. (Baca juga: Vitamin untuk Ibu hamil , Kelebihan Melahirkan Normal Dibanding Caesar)

Ambeien sendiri terjadi akibat meningkatnya tekanan pada pembuluh darah di anus, dimana pembuluh darah tersebut tersusun seperti anyaman. Sehingga ketika tekanan terhadap rongga pembuluh darah meningkat, lama-kelamaan dinding pembuluh darah tersebut tidak kuat lagi menahan tekanan dan akhirnya akan pecah mengeluarkan darah (terjadilah mekanisme ambeien). (Baca juga: Bahaya kucing pada Ibu hamil , Bahaya Kucing Bagi Ibu Hamil)

2. Stres karena harus operasi

Dikarenakan Ibu hamil yang mengalami ambeien berat, maka akan dianjurkan menjalani prosedur operasi caesar dalam proses persalinan bayi. Hal ini bertujuan menghindari bertambah parahnya gejala ambeien yang dialami oleh Ibu hamil. Maka ketika dokter telah menyampaikan anjuran operasi, maka hal tersebut dapat membuat Ibu hamil menjadi stress. Hal ini dikarenakan beban pikiran terhadap prosedur operasi yang akan dijalani. (Baca juga: Cara ppemeriksaan TORCH pada Ibu hamil , Cara Menghilangkan Stres Saat Hamil)

Umumnya tingkat stres pada Ibu yang akan menjalami operasi caesar memang sering. Namun hal tersebut akan lebih tinggi atau lebih besar dialami oleh Ibu hamil yang akan baru pertama kali menjalani prosedur operasi caesar tersebut. Dampak dari stres sendiri secara berlebihan dapat menyebabkan Ibu menjadi mual dan muntah, ditambah dengan kurangnya nafsu makan. Hal ini tentu tidak baik bagi kesehatan Ibu dan janinnya. Prosedur operasi caesar sendiri merupakan suatu prosedur yang menjadi pilihan dokter bukan tanpa pertimbangan, hal ini dengan melihat faktor keamanan serta kesehatan baik bagi Ibu dan janinnya, dimana persalinan normal pada Ibu hamil dengan ambeien berat cenderung lebih beresiko. (Baca juga: Cara menurunkan tekanan darah tinggi pada Ibu hamil)


3. Anemia

Tentu jika semasa kehamilan atau mengandung, akibat mengalami ambeien terutama jika gradenya berat ditambah dengan masih seringnya terjadi perdarahan, maka semakin memperbesar terjadinya resiko anemia pada Ibu hamil. Hal ini dikarenakan bisa berupa akumulasi perdarahan dari ambeien secara sedikit-sedikit dan terus-menerus sehingga lama kelamaan akumulasi darah yang hilang menjadi banyak. Padahal dalam tubuh sendiri, sel darah perlu waktu 3 bulan untuk kembali berproduksi, sementara perdarahan ambeien terus terjadi. (Baca juga: Gejala heartburn pada Ibu hamil , Anemia pada Ibu Hamil)

Disisi lain, perdarahan bisa menjadi lebih banyak, jika Ibu hamil memaksakan menjalani prosedur persalinan normal pada saat mengalami ambeien berat. Tentu perdarahan yang akan terjadi akan semakin bertambah sehingga memperbesar resiko anemia. Selain itu, resiko anemia sendiri bisa juga diperbesar karena kurangnya asupan nutrisi yang dibutuhkan Ibu, misalnya kekurangan dalam mengkonsumsi sumber zat besi dan assam folat, sehingga bisa menyebabkan anemia semasa kehamilan. Tentu jika keadaan ambeien berat dengan perdarahan ditambah asupan nutrisi yang kurang, maka resiko anemia akan lebih buruk. (Baca juga: Bolehkah Ibu hamil minum soda , Manfaat Zat Besi untuk Ibu Hamil)

4. Ambeien bertambah parah

Ambeien bisa menjadi bertambah parah pada Ibu hamil dikarenakan bertambahnya bobot janin, sehingga membuat kandungan atau rahim ikut membesar pula. Membesarnya rahim dapat memberikan dampak menekan pembuluh darah balik menjadi terhambat. Sehingga pembuluh dara balik yang berasal dari anus akan tertahan dan menyebabkan tekanan pembuluh darahnya meningkat dan mudah pecah (bertambah parah). Hal ini bisa mulai terasa jika janin sudah tumbuh memasuki trimester kedua dan trimestar ketiga. (Baca juga: Bolehkah Ibu hamil makan sate kambing,    Bahaya jahe untuk Ibu hamil)

Disisi lain, jika dalam proses persalinan Ibu juga memaksa menjalani persalinan normal, maka ambeien juga akan semakin bertambah parah. Hal ini dikarenakan faktor mengedan pada saat persalinan normal yang juga dapat menambah tekanan pada pembuluh darah di anus sehingga pembuluh darah mudah pecah menyebabkan ambeien semakin berat. (Baca juga: Gejala rubela pada Ibu hamil , Obat Ambeien untuk Ibu Menyusui)

5. Kesulitan duduk

Pada orang yang mengalami ambeien cenderung sering merasa tidak nyaman saat duduk. Terlabih lagi jika ambeien yang dialami juga sudah dalam keadaan atau kondisi yang berat. Hal tersebut juga berlaku bagi Ibu yang sementara hamil. Ditengah faktor resiko pertambahan usia kehamilan yang beresiko memperberat ambeien, maka semakin terasa tidak nyama juga Ibu hamil pada saat duduk. Hal ini bisa dikarenakan karena adanya benjolan pada anus (pada kasus ambeien berat, dimana keluranya benjolan dari anus, terlebih lagi jika tidak bisa kembali masuk) yang terasa mengganjal dan perih. Akibatnya Ibu akan kesulitan dalam duduk karena perih sehingga umumnya Ibu hail akan lebih repot mencari bantalan atau posisi duduk yang dirasa agak enakan. (Baca juga:  Penanganan malaria pada Ibu hamil,    Gejala toxoplasma pada Ibu hamil)

6. Gangguan saat BAB

Umumnya faktor mengedan yang berlebihan bisa memperparah ambeien, sehingga hal tersebut membuat Ibu hamil perlu hati-hati saat BAB. Akibatnya Ibu akan merasa kesulitan dalam proses defekasi atau proses BAB. Hal tersebut akan semakin diperparah jika kondisi feses (kotoran) dalam keadaan yang keras sehingga membutuhkan kekuatan mengedan. Tentu hal ini akan menjadi kendala bagi Ibu hamil saat BAB. Terlebih lagi jika kondisi ambeien sudah dalam keadaan berat, dimana benjolan dari anus sudah keluar dan tidak dapat dimasukkan. Hal tersebut semakin membuat BAB tidak nyaman, bisa terasa perih, muncul perdarahan dan juga akan lebih sulit dalam menjaga higenitas setelah proses BAB. (Baca juga: Bolehkah Ibu hamil makan tape singkong,   Infeksi saluran kemih pada Ibu hamil)


7. Infeksi

Pada keadaan ambeien berat ataupun akut, ketika terjadi perdarahan maka otomatis artinya danya luka yang juga ikut terjadi pada permukaan kulit anus baik bagian dalam maupun luar. Hal ini ditandai dengan adanya perdarahan yang meunjukkan pecahnya pembuluh darah di anus. Tentu jika terjadinya perlukaan seperti demikian, maka akan beresiko terjadinya infeksi yang dapat memperparah nyeri, demam serta memperlambat proses penyembuhan ambeien. (Baca juga: Bolehkah Ibu hamil makan cokelat , Bahaya Ambeien Untuk Ibu Hamil)

Keadaan infeksi bisa terjadi jika tingkat kebersihan atau higenitas disekitar anus rendah, atau dengan kata lain jarang dibersihkan. Hel tersebut menjadi faktor resikonya infeksi dari mikroorganisme seperti bakteri. Padahal jika dengan menjaga kebersihan atau hienitas anus, hal tersebut juga berperan dalam proses perbaikan atau penyembuhan derajat dari ambeien, dimana umumnya jika kebersihan anus selalu terjaga, biasanya ambeien derajat berat bisa sedikit mengalami penurunan bengkak dan radang menjadi derajat sedang. (Baca juga:  Obat keputihan untuk Ibu hamil , Ambeien Saat Hamil)

8. Gangguan perkembangan janin

Keadaan anemia pada Ibu hamil yang mengalami ambeien jika dibiarkan, maka tentu akan mempengaruhi perkembangan janin. Ambeien dalam keadaan kronik yang disertai perdarahan akan menyebabkan mudahnya terjadi anemia pada Ibu hamil. Tentu jika anemia tersebut terjadi secara lama pula dan dibiarkan, maka dapat mempengaruhi pertumbuhan janin. (Baca juga:  Bolehkah Ibu hamil makan nangka,   Tanda diabetes pada Ibu hamil)

Dampak dari anemia secara kronik juga menyebabkan aliran darah dalam suplai nnutrisi dan ksigen juga berkurang. Sehingga hal tersebut membuat pertumbuhan janin menjadi lambat, sehingga kemungkinan janin mengalami kekurangan berat badan atau bisa menjadi kategori berat bayi lahir rendah (BBLR) nantinya. Selain itu, dari segi perkembangan otak bayi juga akan berkurang, dikarenakan kejadian anemia sehingga menyebabkan sulai oksigen berkurang. (Baca juga: Gejala preeklampsia pada Ibu hamil , Makanan Bergizi untuk Ibu Hamil)

, , , , ,
Post Date: Wednesday 04th, January 2017 / 10:39 Oleh :
Kategori : Kesehatan Bumil