13 Cara Mengajarkan Anak Toilet Training Paling Efektif   

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Perkembangan bayi hingga menjadi anak-anak memang menjadi hal yang paling menyenangkan untuk orang tua. Namun semua orang tua selalu mengalami masalah yang sama berkaitan dengan kebiasaan anak untuk buang air kecil atau buang air besar. Misalnya seperti masalah anak yang memiliki masalah sering mengompol. Biasanya selepas masa balita maka masalah ini akan selesai kecuali pada anak-anak yang menderita kelainan tertentu. Kebiasaan mengajarkan buang air kecil atau air besar sesuai dengan tempatnya perlu dibiasakan sejak kecil. Kebiasan ini juga bisa menjadi cara mengatasi anak ngompol dan cara agar anak tidak ngompol.

Informasi perkembangan bayi:

Untuk mengatasi masalah ini maka orang tua perlu melakukan cara mengajarkan anak toilet training sejak dini. Bagaimana caranya dan apa metode yang diperlukan? Simak informasi dibawah ini:

  1. Jangan tergantung pada pampers

Banyak anak yang malas untuk pergi ke toilet karena mereka merasa nyaman dengan menggunakan pampers. Ya jenis popok ini memang nyaman untuk anak karena mereka tidak harus pergi ke toilet. Awalnya popok ini digunakan ketika anak-anak tidur, namun beberapa orang tua selalu menggunakannya sepanjang waktu. Karena itu Anda bisa mulai untuk melepas pampers dan menggunakan pakaian biasa untuk anak. Kemudian ketika anak-anak merasa ingin buang air kecil atau air besar maka biarkan mereka peka. Katakan bahwa itu tidak boleh dilakukan dicelana tapi harus dikamar mandi. Terlalu sering menggunakan pampers juga bisa menyebabkan perut kembung pada bayi dan perut kembung pada anak.

Baca: cara mengatasi perut kembung pada bayi – gejala masuk angin pada anak

  1. Mengatur waktu agar anak mau ke toilet

Membujuk anak untuk pergi ke toilet pada awalnya memang sangat sulit. Namun Anda bisa memulainya dengan cara yang sangat praktis. Pertama biarkan anak-anak beraktifitas seperti biasa. Biarkan mereka makan, minum, bermain dan melakukan semua sebebas anak-anak. Kemudian atur waktu untuk mengajak anak pergi ke toilet. Anda bisa menerapkan waktu misalnya 20 sampai 30 menit setelah anak minum susu atau minum air putih. Setelah dibiasakan maka anak-anak bisa merasakan kapan mereka harus pergi ke toilet seperti biasanya. Cara ini juga bisa membantu anak yang sulit buang air kecil atau buang air besar secara teratur sehingga menyebabkan sembelit.

Baca : obat sembelit anak – penyebab anak susah BAB – cara mengatasi anak susah BAB

  1. Berikan hadiah

Hadiah selalu menjadi hal yang paling menarik untuk anak-anak. Karena itu Anda bisa menyuap anak dengan memberikan hadiah ketika mereka bisa ke toilet sendiri atau tanpa pernah disuruh oleh orang tua. Bahkan ketika anak-anak berhenti mengompol untuk pertama kalinya maka Anda perlu memberikan hadiah yang besar. Hadiah untuk anak bisa dipilih dari benda yang ringan seperti es krim, makanan favorit anak atau mainan. Anda tidak perlu memberikan hadiah setiap hari namun hanya saat tertentu saja agar mereka tidak menjadi manja. (baca: cara mengatasi anak manja)

  1. Setengah telanjang saat di rumah

Memberikan respon yang baik untuk anak saat harus pergi ke toilet terkadang harus dijadikan cara untuk membuat anak sadar dengan keinginan mereka. Salah satunya adalah membiarkan anak setengah telanjang saat dirumah. Ingat cara ini tidak boleh dijadikan kebiasaan jadi hanya saat Anda baru mengenalkan cara mengajarkan anak toilet training saja. Biarkan anak merasa ingin buang air besar atau air kecil saja, namun mereka harus berpikir ketika tidak memakai celana. Maka anak bisa merespon harus kencing atau buang air besar di toilet, sebab tidak ada celana. Jika anak sudah bisa merasakan perbedaan maka hentikan cara ini. Jangan terlalu sering melakukan ini karena anak bisa masuk angin.

Baca: cara mengobati anak muntah karena masuk angin – gejala masuk angin pada anak 

  1. Menerapkan toilet training di sekolah

Sebenarnya menerapkan cara toilet training tidak hanya dilakukan di rumah saja, tapi juga perlu di sekolah. Karena itu Anda perlu mengajarkan anak – anak untuk mengatakan hal itu ketika di sekolah. Anda juga perlu bekerjasama dengan guru yang mengajar anak di sekolah. Misalnya ketika anak masuk usia taman kanak-kanak maka katakan bahwa mereka perlu pergi ke toilet saat terasa. Bahkan jika perlu Anda bisa datang awal bersama anak dan mengajak anak untuk menggunakan toilet di sekolah.

Baca: cara mengatasi anak susah belajar – cara mengajari anak membaca

  1. Gunakan toilet portable

Toilet portable saat ini sudah banyak dijual sebagai perlengkapan penting untuk anak-anak. Toilet portable sebenarnya sangat penting untuk anak. Tidak hanya digunakan saat bepergian tapi juga saat ada di rumah. Anda bisa mengajarkan anak untuk menggunakan toilet ini ketika dirumah dan anak malas pergi ke toilet. Kemudian ajari anak untuk menggunakan toilet portable dengan benar. Jika sudah maka biasakan anak untuk menggunakan toilet seperti biasa.

  1. Ajak anak ke toilet bersama

Pada dasarnya anak-anak membutuhkan contoh yang baik. Ketika orang tua mengajak anak ke toilet maka berikan contoh yang benar. Anda bisa mengajarkan cara yang menyenangkan untuk anak seperti sambil bermain atau bercerita. Kemudian berikan contoh apa yang harus dilakukan setelah selesai buang air kecil. Dengan cara ini maka anak bisa merasa lebih dewasa karena mereka melihat sendiri dari orang tua mereka.

Baca juga:

  1. Belajar dari buku

Buku menjadi sumber ilmu yang sangat luas untuk anak dan orang tua. Ketika Anda sudah mencoba berbagai cara dan tidak efektif, maka Anda bisa mencoba menggunakan buku. Pilih jenis buku tentang cara mengajarkan anak toilet training. Buku berbentuk dongeng atau buku cerita dengan gambar kartun dan contoh gambar yang jelas bisa menarik perhatian anak. Beberapa buku juga mengulas bagaimana ketika harus buang air, apa yang harus dilakukan setelahnya dan apa akibatnya jika buang air tidak ditoilet. Cara ini sangat baik untuk membantu anak-anak mendapatkan daya visual mereka.

Baca: cara mengajari anak membaca – cara melatih anak membaca

  1. Mengatur waktu minum anak

Anak-anak yang terbiasa minum susu formula biasanya memiliki waktu buang air kecil yang lebih sering dibandingkan anak lain. Susu formula memang sangat cepat diserap oleh tubuh sehingga mendorong metabolisme yang lebih cepat. Untuk mengatasi masalah ini maka Anda bisa mencoba untuk membatasi waktu minum anak. Misalnya anak harus minum susu satu jam sebelum tidur, kemudian setelah itu ajak anak untuk ke toilet. Ini bisa membantu anak tidak buang air kecil atau mengompol saat tidur. Dan kebiasaan ini juga bisa dilakukan saat siang hari. (baca: manfaat susu formula untuk bayi)

  1. Jadilah sabar dan jangan marah dengan anak

Cara lain untuk mengajari anak tentang toilet training adalah memberi mereka waktu untuk dasar dan bisa. Anda bisa mencoba untuk sabar dengan mengamati berbagai perubahan anak. Misalnya jika anak tidak mau diajak pergi ke toilet maka berikan tambahan waktu. Lalu setelah itu ajak lagi hingga anak mau. Jika anak tetap tidak mau sehingga mereka buang air di celana maka jangan marah dengan anak. Berikan pengertian bahwa itu akibat jika tidak mau pergi ke toilet.

Baca: cara menghilangkan trauma pada anak – dampak membentak anak 

  1. Percaya dengan anak dan waktu mereka

Ketika anak-anak merasa tidak ingin pergi ke toilet maka mereka tidak akan mau jika disuruh. Untuk mengajari anak maka percayalah dengan anak dan berikan waktu yang tepat. Ketika mereka sudah merasa harus pergi ke toilet maka mereka akan melakukannya sendiri. Bahkan mereka mungkin bisa membuktikan ini tanpa disuruh oleh orang tua, karena mereka ingin terlihat sebagai anak yang mandiri. Jadi pastikan Anda memberikan kepercayaan dan waktu terbaik untuk anak-anak.

  1. Mainan di toilet

Mainan bisa membuat anak-anak tertarik untuk pergi ke toilet. Anda bisa mencoba untuk menggunakan mainan yang bermanfaat untuk anak ketika mereka menggunakan toilet. Misalnya mainan untuk menyiram ketika mereka selesai buang air. Dengan cara ini mereka tertarik untuk buang air di toilet karena akan bertemu dengan mainan. Namun jika anak sudah terbiasa tidak menggunakan mainan lagi,maka segera hilangkan mainan ini agar mereka bisa menyadari bahwa ke toilet adalah kebutuhan bukan karena ada mainan.

  1. Jadwal ke toilet

Anda mungkin sudah terbiasa menyuruh anak untuk pergi ke toilet dan mereka masih sering melewatkannya. Untuk mengatasi hal ini maka Anda bisa mencoba untuk tetap membuat jadwal khusus. Jadwal ini bisa dilakukan ketika anak-anak ada di rumah atau menitipkannya pada guru. Cara ini akan membantu anak untuk mengenali dan menyadari kapan mereka harus pergi ke toilet. Jika anak  berhasil dengan cara ini maka sesekali Anda bisa memberikan pujian atau hadiah.

Hal yang paling penting sebagai cara mengajarkan anak toilet training adalah membuat anak sadar bahwa mereka harus pergi ke toilet setiap terasa akan buang air. Tidak hanya ketika akan buang air kecil saja, tapi juga saat buang air besar. Jangan membiasakan anak untuk buang air di sembarang tempat kecuali di toilet karena itu bisa membuat anak tidak memiliki respon yang baik terhadap waktu kapan harus pergi ke toilet.

fbWhatsappTwitterLinkedIn