13 Penyakit pada Bayi Prematur Sangat Berbahaya  

Kelahiran bayi prematur memang menjadi hal yang paling dihindari oleh semua ibu hamil. Namun ada beberapa penyebab bayi lahir prematur yang tidak bisa dicegah. Misalnya ketika ibu menderita preeklampsia, masalah cairan ketuban merembes, masalah letak plasenta bayi dan  berbagai jenis  gangguan kehamilan yang lain. Bayi prematur biasanya memiliki kesehatan yang lebih rentan dibandingkan dengan bayi sehat lainnya. Terutama ketika bayi berada di awal kelahiran yang sering membuat bayi mendapatkan proses perawatan di rumah sakit.

Baca: resiko bayi lahir prematur 7 bulan –  ciri ciri bayi lahir prematur – tanda tanda melahirkan prematur

Berikut ini adalah beberapa penyakit pada bayi prematur pada awal kelahiran.

  1. Penyakit paru-paru

Pada minggu pertama setelah dilahirkan maka bayi prematur rentan untuk memiliki gangguan pernafasan. Kondisi ini disebabkan karena organ paru-paru pada bayi belum sempurna. Beberapa bayi yang kekurangan surfaktan maka bisa membuat bayi terkena penyakit sindrom gangguan pernafasan akibat paru-paru tidak berkembang sempurna dan tidak bisa bekerja dengan baik. Beberapa bayi juga bisa terkena penyakit paru-paru kronis atau yang dikenal dengan nama displasia bronkopulmoner. Dan bisa menyebabkan bayi terkena gangguan pernafasan yang menyebabkan anak bisa terkena gangguan pernafasan saat tidur, bahkan saat sudah dewasa.

Baca: gejala asma pada bayi – pneumonia pada bayi

  1. Penyakit gangguan jantung

Bayi yang lahir prematur juga biasanya terkena penyakit gangguan jantung yaitu seperti PDA(paten ductus arteriosus). Penyakit ini bisa menyebabkan bagian dua pembuluh darah utama pada jantung bayi terus menerus membuka dan masuk ke dalam jantung. Kemudian bayi juga bisa terkena penyakit hipotensi yaitu kondisi tekanan darah rendah yang berbahaya untuk bayi. Biasanya penyakit ini akan pulih sendiri atau cacat akan menutup sendiri sesuai dengan perkembangan bayi. Namun jika tidak mendapatkan perawatan yang tepat maka bisa menyebabkan darah yang masuk ke jantung bayi terlalu banyak sehingga memicu komplikasi. Tekanan darah rendah juga bisa menyebabkan bayi membutuhkan transfusi darah. (Baca:  kelainan jantung pada bayi baru)

  1. Penyakit gangguan otak

Bayi prematur juga bisa terkena penyakit gangguan otak seperti gangguan pendarahan pada otak atau penyakit pendarahan intraventrikular. Pendarahan ringan bisa diobati dengan baik dan biasanya berlangsung dalam waktu yang sebentar. Sementara jika pendarahan sangat besar maka bisa menyebabkan bayi terkena cacat otak permanen. Pendarahan yang berat juga bisa menyebabkan otak bayi mengandung banyak cairan atau bayi bisa terkena hidrosefalus. Penyakit ini membutuhkan tindakan operasi untuk mengeluarkan semua cairan dalam otak bayi.

Penyebab hidrosefalus:

  1. Hipotermia

Masalah suhu pada tubuh bayi membutuhkan perawatan yang benar-benar serius. Bayi yang prematur biasanya akan menurunkan suhu dengan sangat cepat. Hal ini disebabkan karena bayi prematur biasanya tidak memiliki cadangan lemak yang cukup untuk melindungi proses penurunan suhu. Kemudian jika suhu tubuh bayi menurun cepat maka bayi bisa terkena hipotermia. Hipotermia pada bayi yang lahir prematur juga bisa menyebabkan kondisi lain seperti gangguan pernafasan dan kadar gula yang sangat rendah. Jika bayi terkena masalah ini maka bayi perlu mendapatkan ASI segera untuk menghangatkan tubuh atau tinggal dalam inkubator agar suhu bayi bisa lebih hangat.

Baca:   penyebab asfiksia pada bayi baru lahir – penanganan bayi asfiksia 

  1. Penyakit gangguan pencernaan

Bayi prematur biasanya belum memiliki sistem pencernaan yang cukup sempurna. Kondisi ini bisa menyebabkan bayi prematur terkena komplikasi yaitu NEC (Necrotizing enterocolitis). Penyakit ini bisa sangat berbahaya untuk bayi karena sel-sel yang berfungsi untuk melapisi usus akan rusak dan membuat  pencernaan bayi bermasalah ketika nanti sudah menerima makanan. (makanan pendamping ASI). Ketika bayi prematur mendapatkan ASI yang cukup maka semua gangguan ini bisa dihindari dan bayi tetap sehat.

Informasi ASI:

  1. Anemia

Bayi prematur juga bisa terkena penyakit gangguan darah seperti anemia. Anemia pada bayi prematur disebabkan karena tubuh bayi tidak memiliki sel darah merah yang cukup. Kondisi ini biasanya akan diketahui setelah tes darah pada bayi prematur. Anemia pada bayi prematur sangat berbahaya karena bisa menyebabkan resiko pendarahan dan kehilangan darah pada bayi. Kondisi ini biasanya paling sering terjadi pada bulan pertama setelah dilahirkan. Untuk mengatasi ini maka bayi bisa mendapatkan ASI yang cukup. Anemia juga bisa menjadi salah satu penyebab step pada bayi.

  1. Penyakit kuning pada bayi

Penyakit kuning sangat sering terjadi pada bayi yang terlahir prematur. Penyakit ini bisa disebabkan karena berbagai hal. Untuk bayi prematur biasanya disebabkan karena kadar bilirubin dalam tubuh bayi sangat tinggi. Kadar bilirubin biasanya akan dibuang melewati urin atau bersama kotoran bayi. Namun karena sistem dalam tubuh bayi belum sempurna maka proses ini tidak bisa terjadi dengan baik. Ginjal dan hati bayi juga belum berfungsi dengan baik sehingga peningkatan kadar bilirubin terus terjadi. Bayi biasanya mendapatkan perawatan dengan terapi sinar biru selama beberapa hari hingga kadar bilirubin menurun dan warna kulit bayi sudah pulih. (baca: Tanda tanda bayi kuning – cara mengatasi bayi kuning)

  1. Penyakit yang berhubungan dengan metabolisme

Bayi yang lahir prematur biasanya memiliki sistem metabolisme yang belum sempurna. Kondisi ini sering menyebabkan bayi terkena hipoglikemia yaitu sebuah kondisi ketika kadar gula darah dalam tubuh bayi sangat rendah. Pemicu kondisi ini terjadi akibat cadangan glikogen dalam tubuh bayi masih sangat rendah dan hati bayi belum berfungsi dengan baik. Sehingga proses penyimpanan glikogen dalam tubuh bayi menjadi sangat lambat.

Baca:  hipoglikemia pada bayi – tanda tanda diabetes pada ibu hamil

  1. Penyakit akibat sistem kekebalan tubuh bayi rendah

Kemudian bayi yang lahir prematur biasanya juga memiliki sistem kekebalan tubuh yang sangat rendah. Kondisi ini menyebabkan bayi sangat mudah terkena infeksi. Infeksi yang sangat berbahaya untuk  bayi adalah sepsis, dimana bakteri, virus atau kuman akan masuk ke dalam tubuh bayi dan menyebar melewati aliran darah. Dalam waktu singkat maka semua organ tubuh bayi akan terpengaruh. Kondisi ini bisa menyebabkan beberapa organ penting tubuh bayi seperti jantung, otak, ginjal, hati dan organ lain tidak bisa bekerja dengan baik atau bahkan tidak berfungsi. Tanpa perawatan yang tepat maka bisa menyebabkan kematian pada bayi.

Baca: Perkembangan organ tubuh bayi setelah lahir – cara menjaga bayi agar tidak mudah sakit –  cara merawat bayi baru lahir

  1. Penyakit cerebral palsy

Penyakit jangka panjang atau yang bisa menyerang setelah bayi prematur berumur beberapa bulan adalah seperti cerebral palsy. Penyakit ini terjadi bisa akibat pengaruh sejak dalam kandungan atau setelah bayi prematur dilahirkan. Cerebral palsy merupakan sebuah penyakit yang menyebabkan gangguan pada gerakan, otot, postur tubuh, otak dan semua bagian tubuh yang terkena gangguan aliran darah. Penyakit ini bisa mempengaruhi kondisi fungsi otak dan motorik bayi, termasuk ketika sudah tumbuh menjadi anak-anak.

baca: cerebral palsy pada anak – gejala cerebral palsy pada bayi)

  1. Gangguan kognitif

Bayi yang lahir prematur juga bisa terkena dampak seperti gangguan pada fungsi kognitif. Beberapa bukti menyebutkan jika bayi yang prematur biasanya memiliki keterampilan kognitif yang lebih lemah dibandingkan bayi lain yang lebih sehat. Kondisi ini bisa memberikan pengaruh seperti terlambat bicara, terlambat berjalan, terlambat merangkak dan juga gangguan fungsi otak yang berhubungan dengan kemampuan untuk belajar.

Baca: terapi anak terlambat bicara – penyebab anak terlambat bicara – cara mengajari anak bicara – cara melatih anak berbicara 

  1. Penyakit retinopati prematuritas

Bayi prematur bisa terkena resiko penyakit retinopati prematuritas, yaitu sebuah penyakit yang menyerang retina pada mata. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah pada bagian syaraf mata membengkak dan berkembang sangat cepat dalam lapisan mata. Terkadang beberapa bayi bisa mengalami masalah ketika pembuluh darah yang normal di retina membuat luka pada retina lalu membuat retina keluar dari tempatnya. Penyakit ini sangat berpotensi karena bisa menyebabkan ablasi retina yang bisa membuat bayi menjadi buta dan gangguan penglihatan yang parah.

Informasi penyakit mata pada bayi:

  1. Penyakit gangguan pendengaran

Bayi yang prematur juga mungkin mengembangkan gangguan pendengaran. Penyakit ini tidak bisa dicegah karena kondisi organ pendengaran bayi yang tidak berkembang sempurna. Biasanya bayi akan mendapatkan pemeriksaan teratur sejak masih di rumah sakit, setelah pulang dan hingga berusia beberapa tahun. Pemeriksaan bisa membantu mengetahui jika ada masalah pada organ pendengaran bayi.

Penyakit pada bayi prematur tidak selalu terjadi atau terkadang juga dipengaruhi oleh genetik dalam keluarga bayi. Beberapa bayi juga bisa mengalami gangguan yang berhubungan dengan psikologis seperti tantrum, autis dan hiperaktif. Sementara hal yang paling menakutkan adalah jika bayi terkena sindrom kematian mendadak yang sering berhubungan dengan penyakit asma pada bayi.