16 Penanganan Anak Tuna Runggu di Rumah

Anak yang mempunyai kebutuhan khusus adalah anak yang terlahir berbeda dan istimewa. Penyebab mereka terlahir istimewa bisa disebabkan beberapa faktor sepeti keturunan atau adanya perkawanian antar kerabat dan banyak lagi. Salah satu anak istimewa yang terlahir dengan kebutuhan khusus ada tuna runggu. Mereka akan terlahir dengan gangguan pada indera pendengarannya sehingga memerlukan penanganan khusus dari orang tua agar ia bisa tumbuh dengan baik. Berikut adalah penanganan anak tuna runggu yang bisa Anda lakukan: (baca: bahaya bayi naik pesawatpenyebab bibir sumbing pada janin – penyebab bayi lahir sumbing – penyebab janin cacat sejak dalam kandungan)

  1. Orang tua harus mempunyai pemikiran terbuka pada anaknya

Sebelum melakukan penangan pada anak, hal yang pertama kali harus dilakukan adalah mempunyai pemikirah yang terbuka mengenai anak tunaturunggu. Sikap orang tua yang senantiasa terbuka, tentunya harus dapat Anda tunjukan dengan cara menerima kondisi anak. Sehingga dengan sikap ini, Anda juga bisa mendidik anak tuna runggu dengan cara yang tepat. Anda mesti menanamkan pada diri Anda sendiri, bahwa anak yang berkebutuhan khusus bukanlah sebuah aib untuk keluarga.

Informasi sindrom pada bayi:

  1. Melakukan pengawasan saat ia masih kecil

Anak tuna runggu tentunya harus mendapatkan pengawasan yang lebih jika dibandingkan dengan anak normal pada umumnya. Sehingga peran orang tua dalam mengawasi anak sejak usianya masih sangat kecil yang akan berkaitan dengan pertumbuhannya sangatlah diperlukan. Hal ini dilakukan agar orang tua bisa tau sudah sampai mana tahap perkembangan anak tersebut.

Informasi perkembangan bayi:

  1. Selalu memberikan anak perhatian, bimbingan dan juga motivasi

Anak yang mempunyai kebutuhan khusus tuna runggu, tentunya sangat membutuhkan perhatian khusus, bimbingan yang lebih dan juga motivasi kuat dari orang tuanya. Jika hal tersebut dilakukan secara intens, tentunya akan membuat anak terus berkembang dengan lebih baik. Dibutuhkan kesabaran yang cukup tinggi untuk orang tua dalam menangani anak-anaknya. Namun untuk perkembangan anak, tentunya orang tua harus senantiasa mendampinginya. (baca: gangguan tumbuh kembang anak – bayi jarang menangis dan tidur terus)

  1. Beradaptasi dengan anak

Penanganan anak tungga runggu selanjutnya adalah sangat dibutuhkan adaptasi antara anak tuna runggu dan orang-orang yang ada di sekelilingnya. Apabila adaptasi ini tidak berjalan dengan baik, maka cara apapun yang dilakukan tidak akan mampu membantu perkembangan anak tersebut. Saat melakukan proses adaptasi dan berjalan dengan sangat baik, tentunya akan membuat hal kedepannya bisa lebih mudah. Adaptasi ini juga akan membuat anak merasa dipahami dengan baik. (baca: cara mendidik anak usia 5 tahun – Cara mendidik anak usia 2 tahun , Cara Mendidik Anak Usia 3 Tahun – Cara mendidik anak usia 1 tahun )


  1. Tingkatkanlah kedekatan emosional Anda dengan anak penderita tuna runggu

Kedekatan secara emosional merupaka bagian sangat penting yang harus Anda lakukan saat akan menangani anak-anak tuna runggu. Kedekatan secara emosional tentunya sangat dibutuhkan agar anak dapat mempercayai apa yang akan disampaika. Dengan cara ini juga Anda bisa semakin dengan dengan anak penderita tunga runggu. Sehingga saat kedekatan emosional ini terus berlangsung makan mereka akan terus merasa aman dengan Anda.  (baca: dampak membentak anak –  cara menghilangkan trauma pada anak )

  1. Mengajari anak untuk terus mengeksplor keterampilannya

Orang tua dan anak tuna runggu tentunya harus membutuhkan sebuah energi untuk mendidik anak tersebut. Walaupun anak Anda mempuyai kebutuhan khusus namun tetap saja mendampingi anak tersebut adalah bagian dari kewajiban orang tua. Anda bisa coba mengisi waktu luangnya dengan mengajaknya melakukan keterampilan yang dapat membuatnya lebih foksu dan berkonsentrasi. Sehingga lambat laun, anak Anda akan dapat memperlihatkan apa potensi yang diminantinya. Jika sudah terlihat apa potensinya, Anda bisa lebih memfokuskan anak pada bidang yang ia sukai.  (baca; cara mengajari anak berpikir rasional – contoh kreativitas anak usia dini)

  1. Tanamkanlah kemandirian anak sejak ia masih kecil

Pada dasarnya anak-anak tuna runggu dengan anak normal lainnya sama saja. Sehingga Anda tidak perlu memanjakannya dengan berlebihan. Yang perlu Anda lakukan adalah bahwa ia memiliki kelebihan dan ian juga mampu untuk bersosialisasi dengan banyak orang tanpa orang tuanya. Tanamkanlah rasa kemandirian pada anak Anda sehingga ia mampu bertahan di lingkungan tempat ia beraktivitas nantinya. Anda bisa mulai mengajari mereka dengan keterampilan dasar seperti mandi, makan dan yang lainnya. Jika hal seperti it uterus Anda ajarkan pada anak, ia lambat laut bisa hidup tanpa bantuan orang tuanya. (baca: cara mendidik anak agar mandiri –  cara mendidik anak agar percaya diri – cara mendidik anak agar berani)

  1. Bekerja sama dengan tempat anak sekolah

Anda juga dapat menjalin kerja sama dengan pihak sekolah, ini merupakan hal penting yang sangat harus Anda perhatikan. Sehingga ada baiknya, para orang tua teruslah bersikap proaktif dan bisa bekerja sama dengan tempat anaka bersekolah. Hal ini dilakukan agar Anda dapat mengetahui seberapa jauh perkembangan sikap, mental dan anak Anda. Kedepannya Anda bisa mengetahui cara seperti apa yang paling tepat untuk menangani anak tersebut.

Baca juga:

  1. Mebiasakan anak tuna runggu untuk menerima sanksi

Anak-anak yang mempunyai kebutuhan khusus juga dapat diajarkan mengenai norma dan aturan yang berlaku dan keselahan apa yang telah ia lakukan. Sehingga saat anak tuna runggu melakukan keselahan, Anda perlu memberitahukan anak jika hal tersebut adalah perbuatan yang tidak baik. Namun tentunya Anda harus melakukan hal tersebut dengan baik, jangan melakukannya menggunakan kekerasan. Sehingga lambat laun, ia akan mengetahu mana saja hal yang benar dan boleh dilakukan dan mana hal yang dilarang. (baca: terapi anak terlambat bicara – Cara Mengajari Anak Menulis Rapi – cara mengatasi anak susah belajar)

  1. Pelajarilah apa yang menjadi kebiasaan dan apa yang ia butuhkan

Karena keadaan dan kondisi anak tuna runggu yang sedikit berbeda, tentunya mereka juga mempunyai kebiasaaan berbeda dengan anak normal pada umumnya. Sehingga para orang tua haruslah mengetahui hal-hal tersebut. Dengan Anda dapat memahami apada yang menjadi kebiasaaanya, tentunya Anda akan lebih terbiasa saat akan menghadapi anak-anak tuna runggu.

Baca:

  1. Mengikuti apa yang disarankan oleh para ahli

Bagi Anda yang tidak terlalu paham dengan baik bagaimana cara yang tepat untuk mendidik anak tuna runggu. Anda bisa coba untuk meminta saran pada ahlinya. Baik guru, dokter atau Anda bisa membaca buku khusus berkaitan dengan perkembangan anak tuna runggu. Sehingga nantinya Anda akan dapat menemukan cara paling tepat untuk mendidik dan menangani anak tuna runggu.

Baca:

  1. Pilihkanlah anak Anda sekolah yang paling tepat

Besar sekali peluan anak tuna runggu untuk terkena resiko bullying dikarenakan kondisinya yang berbeda dengan anak lainnya. Sehingga Anda perlu sekali untuk melakukan pemilihan pada sekolah anak. Sebab sekolah adalah hal yang akan menjadi salah satu pendukung bagi perkembangan anak. Oleh karena itu sebelum Anda memilih sekolah, ada baiknya Anda memeriksa pada kondisi lingkungan sosialnya juga. (baca: cara mendidik anak yang malas belajar – cara mengatasi anak susah belajarcara mengatasi anak manja )

  1. Memberikan anak terapi untuk perkembangannya

Tidak sedikit terapi penyembuhan yang bisa Anda lakukan pada anak tuna runggu. Untuk itu sebisa mungkin Anda membawa mereka rutin melakukan terapi sehingga Anda bisa membuatnya semakin berkembang. Jika hal itu dilakukan sampai ia besar, ia akan mulai terbiasa untuk berani melakukan terapi tanpa ditemani orang tuanya.

Informasi anak hiperaktif:


  1. Ajari ia bernyanyi dan merasakan musik

Musik adalah salah satu media yang bisa menjadi penyalur emosi seseorang. Tidak hanya untuk anak normal saja, nanmun bagi anak tuna runggu mereka juga berhak menikmati musik. Hanya saja tentu cara menikmatinya akan sedikit berbeda dengan anak normal pada umumnya. Anda bisa coba mendaftarkannya kelas terapi musik untuk anak berkebutuhan khusus. Sambil ia melakukan terapi, Anda juga bisa mempelajari caranya sehingga Anda dapat memprakterkannya saat sedang di rumah. (baca: cara mengajari anak membaca –  cara mengatasi anak tantrum –  cara mendidik anak agar cerdas)

  1. Pahami saat ia ingin mengatakan sesuatu

Saat anak normal menginginkan sesuatu mereka akan dengan sangat mudah mengatakannya. Namun berbeda halnya dengan anak tuna runggu, mereka harus menggunakan bahasa isyarat untuk mengatakannya. Jika Anda tidak memahaminya, maka bagia anak tuna runggu juga akan sangat kesulitan untuk bisa bertahan kedepannya.(Baca juga: Cara Mengajari Anak Membaca , Perkembangan Motorik Halus Anak)

  1. Mempelajari bahasa tuna runggu

Untuk memahami apa yang anak Anda katakana tentunya Anda harus memahami isyarat yang diberikannya. Untuk itu Anda juga harus bisa mempelajari bahasa isyarat yang biasa anak tuna runggu lakukan. Anda bisa mempelajarinya terlebih dahulu kemudia mengajarkannya. Gunakan juga isyarat umum yang bisa di gunakan saat anak Anda akan berkomunikasi dengan banyak orang. (Baca: cara mendidik anak agar percaya diri – cara mendidik anak agar berani – cara mendidik anak agar nurut)

Diatas sudah dijelaskan mengenai penanganan anak tuna runggu yang bisa Anda lakukan. Tetaplah bersabar saat akan menghadapi anak tuna runggu. Bagaimanapun mereka juga ingin hidup normal, sehingga Anda harus selalu mendampingi anak hingga ia bisa tumbuh seperti orang normal pada umumnya.

, , ,
Post Date: Thursday 21st, September 2017 / 03:19 Oleh :
Kategori : Parenting