16 Penyebab Haid Tidak Teratur Setelah Menikah

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Haid, datang bulan atau bisa juga disebut menstruasi adalah kondisi dimana wanita mengalami masa ovulasi. Yakni pelepasan sel telur dari ovarium yang mengakibatkan dinding rahim mengalami penebalan, lalu luruh dan keluar bersama darah lewat lubang vagina. Normalnya, haid terjadinya sekitar 7-14 hari dengan rentang siklus berkisar 21 sampai 35 hari. Siklus haid bisa jadi lebih cepat ataupun lebih lambat.

Namun demikian, pada wanita yang telah menikah biasanya kerap mengalami masalah keterlambatan siklus haid. Kondisi ini dapat menjadi hal yang berbahaya ataupun normal bergantung pada lamanya waktu keterlambatan dan gejala yang menyertai. Nah, berikut ini beberapa penyebab haid tidak teratur setelah menikah.

Baca juga:

  1. Kehamilan

Penyebab haid tidak teratur setelah menikah yang paling utama adalah Anda sedang hamil. Seseorang yang telah menikah, biasanya akan melakukan hubungan intim dengan suaminya. Hal ini membuat pada saat masa ovulasi, sel telur yang dilepaskan akan dibuahi oleh sperma. Sehingga terbentuklah zigot yang kemudian berkembang menjadi embrio dan lama-kelamaan menjadi janin bayi. Untuk memastikannya, Anda bisa melakukan testpack atau memeriksakan diri ke dokter kandungan.

Baca juga:

  1. Kurang gizi

Penyebab haid tidak teratur setelah menikah yang pertama adalah kurang gizi. Coba perhatikan asupan makanan Anda. Seseorang yang mengalami kurang gizi biasanya siklus haidnya cenderung berlangsung lambat, bahkan tidak normal. Untuk mengatasinya tentu Anda harus memperbanyak konsumsi makanan bergizi seperti ikan-ikanan, buah, sayuran, daging merah dan sebagainya. (baca: Ciri-ciri pembalut berbahaya)

  1. Obesitas

Obesitas atau kenaikan berat badan juga menjadi pemicu haid tidak teratur setelah menikah. Biasanya bobot badan yang berlebihan menjadi salah satu tanda adanya gangguan tiroid. Hal ini berbuntut pada masalah siklus haid yang tidak teratur dan maslaah hormonal. (baca: akibat telat haid)

  1. Menikah pada masa perimenapouse

Seorang wanita yang menikah pada masa perimenapouse biasanya juga rentan mengalami ketidakteraturan jadwal haid. Perimenopause merupakan fase mendekati menopause, dimana kadar hormon estrogen mulai menurun. Kondisi ini umum terjadi saat wanita berusia pertengahan 30 tahunan sampai 40 tahun. Gejalanya biasanya sulit tidur, vagina kering, dan haid tidak lancar. Masa perimenapouse dapat berlangsung sekitar 5-10 tahun sebelum akhirnya datangnya periode menopause, dimana siklus haid telah benar-benar berhenti. (baca: Hamil tapi tidak mual dan tanpa ngidamhamil yang ngidam suami)

  1. Kondisi stres berlebihan

Setelah menikah, biasanya wanita harus beradaptasi dengan lingkungan dan kehidupan yang baru. Hal ini terkadang mempengaruhi mental dan membuat stres berlebihan. Apabila stres tidak terkendali maka efeknya bisa menganggu siklus haid. Umumnya seseorang yang mudah cemas, khawatir, terlalu banyak pikiran siklus hadinya tidak berlangsung setiap bulan, bisa jadi lebih lama. Bahkan memungkinkan 3 bulan sekali. Hal ini tidak boleh dibiarkan begitu saja dan sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.

  1. Pemakaian Alat Kotrasepsi (KB)

Berhati-hatilah dalam menggunakan alat kotrasepsi. Baik itu pil KB ataupun suntik KB keduanya berisiko menganggu siklus haid. Biasanya setelah menggunakan pil KB, wanita akan mengalami keterlambatan haid. Dalam kondisi lebih parah, darah haid tidak bisa keluar selama berbulan-bulan hingga menyebabkan sakit perut parah. Kondisi ini juga meningkatkan risiko pendarahan. Sebaiknya pikirkan matang-matang terlebih dahulu sebelum Anda memutuskan menggunakan alat kontrasepsi. (baca: menstruasi lama setelah KB suntik – Cara cepat hamil setelah KB pilCara cepat hamil setelah KB)

  1. Diet yang tidak sehat

Penerapan diet yang tidak sehat juga bisa berimbas pada keterlambatan siklus haid. Maka itu, hindari diet yang tidak sehat, seperti mengurangi porsi makan berlebihan, menghilangkan jadwal sarapan, menghentikan pengonsumsian daging sama sekali. Semua itu hanya akan membuat tubuh sakit karena kadar gizi tidak seimbang. Lakukan diet sehat dan konsultasikan dengan dokter. (baca: nge-Gym saat haid)

  1. Pengonsumsian obat-obatan tertentu

Pengonsumsian obat-obatan tertentu juga bisa mempengaruhi hormon dan menganggu siklus haid. Beberapa jenis obat yang mengurangi masa subur seperti obat-obatan jenis steroid, obat antipsikotik, obat tiroid, obat antihipertensi, obat kanker, obat untuk sistem syaraf pusat dan sebagainya.

Artikel terkait:

  1. Efek radiasi kemoterapi

Apakah Anda pernah menjalani kemoterapi? Jika iya, maka hal itu bisa mempengaruhi tingkat kesuburan. Efek radiasi zat-zat kimia yang ditimbulkan dari proses kemo akan menganggu siklus haid, menganggu pertumbuhan rambut, membuat mata mudah mengantuk dan wajah terlihat letih.

  1. Mengidap diabetes

Wanita yang telah menikah dan mengidap diabetes juga berisiko mengalami keterlambatan siklus haid. Tingginya kadar gula dalam tubuh dapat menganggu produksi hormon dan memperlambat sel-sel telur menjadi matang. Sehingga akibatnya haid pun menjadi tidak teratur. (baca: Gestational diabetestanda-tanda diabetes pada ibu hamilBahaya diabetes saat hamil)

  1. Gangguan kelenjar tiroid

Gangguan kelenjar tiroid juga menjadi penyebab haid tidak teratur setelah menikah. Kondisi ini mempengaruhi produksi hormon hipofisis dan pematangan sel-sel telur sehingga berakibat pada keterlambatan siklus haid. Efek lainnya tubuh akan terasa cepat lelah, sakit perut dan leher terasa kaku. Sebaiknya periksakan pada dokter saat Anda mengalami ketidakteraturan siklus haid dalam jangka waktu lama. (baca: Hipotiroid pada bayi)

  1. Lelah berlebihan

Satu lagi faktor pemicu haid tidak teratur setelah menikah yakni kondisi lelah yang berlebihan. Seseorang yang terbiasa duduk di depan komputer selama berjam-jam, jadwal makannya berantakan dan kurang berolahraga biasanya rentan mengalami gangguan hormon. Kondisi ini juga membuat siklus haid menjadi terlambat dan memicu beragam penyakit. 

  1. Tubercolosis (TBC)

Risiko berbahaya dari keterlambatan siklus haid bisa jadi dikarenakan adanya penyakit Tubercolosis atau biasa disebut TBC. Kondisi ini cukup berbahaya, dapat menganggu kesehatan. Selain itu, berisiko juga menganggu ovarium, menganggu keseimbangan hormon hipofisis, serta menghambat proses penghancuran sel-sel telur yang telah matang. (baca: tanda-tanda TBC pada anak)

  1. Gangguan hati

Gangguan pada hati juga menjadi penyebab seseorang mengalami ketidakteraturan siklus haid. Apabila hati mengalami kerusakan maka fungsi kerjanya juga akan terganggu hal ini menghambat produksi sel darah merah (hemoglobin). Apabila kadar sel darah merah berkurang maka akibatnya siklus haid pun juga akan terganggu. (baca: Gejala heartburn pada ibu hamil)

  1. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

Normalnya, tubuh setiap wanitapasti menyimpan hormon androgen dalam jumlah sedikit. Saat kadar hormon ini naik melebihi batas normal maka akan menganggu ovulasi dan memperlambat siklus haid. Kondisi ini dikenal dengan istilah sindrom ovarium polikistik (PCOS). Sindrom ini patut diwasapadai karena berisiko menganggu fungsi organ reproduksi, bahkan meningkatkan risiko infertilitas (Berkurangnya tingkat kesuburan).

Baca juga:

Penanganan Terhadap Haid Tidak Teratur Setelah Menikah

Siklus haid yang tidak teratur bisa berdampak buruk terhadap kesehatan, membuat wajah terlihat lesu, badan lemas dan mengurangi tingkat kesuburan. Nah, berikut ini beberapa cara untuk mengatasi haid tidak teratur setelah menikah:

  • Cukupi kebutuhan gizi tubuh
  • Jangan memaksakan diir untuk bekerja berlebihan karena bisa memicu kelelahan ekstrim
  • Kelola stres dengan baik
  • Sesekali rekreasi atau berlibur untuk menghilangkan despresi
  • Usahakan rutin melakukan olahraga. Tidak perlu olahraga yang berat, cukup jalan santai atau jogging setiap pagi
  • Perbanyak konsumsi buah-buahan, seperti pisang, pepaya, kiwi, buah naga, stroberi, anggur dan sebagainya
  • Tingkatkan juga konsumsi sayuran
  • Hindari mengonsumsi obat-obatan tanpa anjuran atau resep dari dokter
  • Perbanyak konsumsi air putih
  • Berhati-hatilah dalam memakai alat kontrasepsi
  • Jagalah kebersihan organ kewanitaan Anda

Baca juga:

Apabila Anda mengalami siklus haid yang berantakan dan terlambat dalam waktu cukup lama maka tidak ada salahnya memeriksakan diri ke dokter guna memastikan penyakit yang Adna derita dan meminimalisir risiko berbahaya. Sekiranya, itulah penjelasan mengenai penyebab haid tidak teratur setelah menikah dan cara penanganannya. Semoga bermanfaat dan dapat membantu.

fbWhatsappTwitterLinkedIn