HbsAg Positif Pada Ibu Hamil

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Apakah bunda pernah mendengar tentang HbsAg? HbsAg merupakan singkatan dari Hepatitis B surface Antigen. Istilah ini digunakan sebagai penanda apakah seseorang terjangkit virus hepatitis B atau tidak. Apabila dari hasil pemeriksaan laboratorium, bunda positif HbsAg berarti dalam tubuh bunda terdapat virus hepatitis B.

Penderita hepatitis B biasanya tidak serta merta menunjukkan gejala. Ini bergantung pada tingkat keparahan penyakit tersebut. Apakah akut atau sudah kronis. Apabila infeksi masih belum memasukit tahap kronis, maka penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya dan ditandai dengan hasil pemeriksaan HbsAg yang berubah menjadi negatif. Namun jika hepatitis telah kronis maka dibutuhkan pengobatan sesegara mungkin untuk menghindari risiko membahayakan.

Baca juga:

Nah, kali ini kita akan membahas tentang HbsAg pada ibu hamil. Mulai dari penyebab munculnya penyakit hepatitis B tersebut, gejala, risiko serta penanganannya.

Definisi dan Jenis-Jenis Hepatitis B

Hepatitis B merupaka penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B atau biasa disebut HBV. Virus ini menyerang organ hati dan biasanya memicu terjadinya peradangan hati. Pada ibu hamil berisiko ditularkan dan diwariskan pada janin. Menurut penelitian, setidaknya terdapat 90% kasus wanita hamil mengidap hepatitis B yang kemudian penyakit ini diwariskan pada bayinya.

Berdasarkan tingkat keparahannya, penyakit hepatitis B dibedakan menjadi 2 macam. Yakni:

  1. Hepatitis B akut

Hepatitis B akut terjadi pada seseorang yang baru saja terinfeksi virus HBV. Pada sebagian besar kasus, penderita hepatitis B akan sembuh dengan sendirinya dengan pengobatan sederhana atau tanpa pengobatan. Hanya sebagian kecil (kira-kira 2-5%) yang mengalami perkembangan dari hepatitis akut menjadi kronis.

  1. Hepatitis B kronis

Sebagian besar penderita hepatitis B kronis adalah orang yang telah terinfeksi virus HBV sejak lahir. Dengan kata lain, ia telah mewarisi penyakit tersebut dari orang tuanya. Hepatitis B kronis ini sangat berbahaya, bahkan bisa memicu kematian jika tidak segera ditangani. Pada sebagian kecil kasus, sekitar 2-5% hepatitis B kronis berawal dari hepatitis B akut yang bertahan selama 7 bulan.

Baca juga:

Penyebab HbsAg Positif Pada Ibu Hamil

Lalu apa penyebab dari penyakit hepatitis B pada ibu hamil?

  • Virus ini dapat ditularkan lewat air mani dari pasangan saat melakukan hubungan seksual.
  • Cairan vagina
  • Penggunaan arum suntik yang tidak steril, kemungkinan telah terkontaminasi virus HBV. Hal ini bisa terjadi saat bunda melakukan tes darah di rumah sakit
  • Penerima donor darah
  • Ibu menularkan ke bayi saat persalinan

Perlu bunda ketahui bahwa hepatitis B tidak menular lewat sentuhan, bersin, makanan dan minuman. Virus ini hanya menular lewat cairan tubuh.

Risiko HsbAg Positif Pada Ibu Hamil

Virus HBV yang baru menyerang tubuh akan menimbulkan penyakit hepatitis B akut. Apabila kondisi ini tidak segera ditangani maka virus akan terus berkembang merusak sel-sel hati. Sehingga menyebabkan gejalanya menjadi kronis. Seseorang yang mengidap hepatitis B kronis berisiko mengalami  kerusakan hati, gagal hati, kanker hati, sirosis hingga kematian.

Baca juga: infeksi telinga pada anak –  gejala sinusitis pada anak – hipotermia pada bayi baru lahir – pencegahan infeksi pada bayi baru lahir)

Gejala HsbAg Positif Pada Ibu Hamil

Gejala penyakit Hepatitis B biasanya sulit terdeteksi pada tahap awal. Umumnya gejala akan tampak setelah 2-3 bulan setelah virus menginfeksi organ hati. Inilah yang kemudian membuat ibu hamil tidak menyadari bahwa dirinya mengidap hepatitis B.  Sehingga bisa menimbulkan risiko pada kandungannya.

Gejala dari penyakit hepatitis B muncul secara bertahap. Dari yang paling ringan hingga paling berat. Nah, berikut ini beberapa gejala seorang ibu hamil yang terdeteksi HsbAg positif.

  1. Badan terasa lemas

Gejala paling ringan yang akan dirasakan penderita hepatitis B adalah badan terasa lemas, pegal-pegal dan cepat lelah. Gejala ini masih tidak spesifik dan bisa menjadi pertanda dari segala jenis penyakit. Maka itu, pada tahap ini jarang ada orang yang menyadari bahwa dirinya mengidap hepatitis B.

  1. Nafsu makan menurun

Gejala berikutnya yang tampak pada ibu hamil dengan HbsAg positif adalah menurunnya nafsu makan. Hal ini dikarenakan terganggunya fungsi organ hati. Padahal hati berperan memproduksi enzim yang membantu proses penyerapan makanan. Apabila sel-sel hati mengalami infeksi, maka otomatis kerjanya juga tidak optimal. Inilah yang kemudian membuat nafsu makan menurun.

  1. Morning sickness terasa lebih parah

Morning sickness adalah gejala yang umum dialami oleh ibu hamil. Pada penderita hepatitis B biasanya gejala morning sickness akan semakin parah. Ditandai dengan mual dan muntah berlebihan. Sehingga membuat tubuh menjadi sangat lemas. Selain itu, gejala ini  juga tidak menghilang ketika memasuki trimester 2. Sebaliknya, morning sickness pada penderita hepatitis B bisa bertahan selama masa kehamilan.

Baca juga:

  1. Sakit kepala

Gejala berikutnya yang juga dirasakan penderita hepatitis B adalah rasa sakit pada kepala. Bisa dikatakan mirip pusing yang dirasakan wanita hamil normal. Namun gejala pusingnya tidak kian sembuh. Sering kambuh dan berisiko terjadi selama 9 bulan.

  1. Flu (batuk dan pilek)

Ibu hamil pengidap hepatitis B berisiko mengalami flu. Seperti batuk dan pilek. Biasanya hidung akan mengeluarkan ingus bertekstur cair secara terus-menerus. Adakanya juga tersumbat. Selain itu juga diikuti dengan batuk-batuk dan sakit kepala. Gejala ini umumnya hilang dan kambuh begitu saja. Apabila bunda merasakan flu dengan diikuti tanda-tanda abnormal lain sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

  1. Demam

Demam juga berisiko dialami oleh ibu hamil dengan HbsAg postif. Namun demikian, tidak semua penderita hepatitis mengalami demam. Biasanya demam hanya menjadi gejala sampingan. Suhu tubuh naik  sekitar 38 derajat celcius. Kondisi ini dapat berlangsung selama kurang lebih 14 hari.

  1. Nyeri perut bagian bawah

Gejala ini akan terlihat saat kondisi hepatitis B sudah semakin parah. Dimana sel-sel hati telah terinfeksi virus dan mengalami pembengkakan. Si penderita akan merasakan sakit di bagian perut. Rasa sakit ini bisa jadi mirip gejala PMS dimana perut jadi melilit, seperti ditusuk-tusuk, mual bahkan memungkinkan mengalami diare. (baca: penyebab bayi tidak pipis semalaman – infeksi saluran kemih pada anak)

  1. Gangguan pencernaan

Hubungan hati dengan sistem pencernaan sangat erat. Hati berperan menghasilkan cairan empedu yang berguna dalam memecah molekul lemak. Selain itu juga menguraikan zat-zat makanan yang telah diproses di usus halus dan sebagai penghasil glukosa. Apabila organ hati terinfeksi virus maka fungsinya akan terganggu. Sehingga pencernaan pun menjadi tidak lancar.

  1. Kulit dan mata menguning

Pada fase kronis, penderita hepatitis B akan mengalami kondisi dimana kulit dan mata menjadi kuning. Hal ini disebabkan organ hati telah membengkak sehingga efeknya bilirubin jadi sulit dikeluarkan. Akibatnya kadar bilirubin dalam darah meningkat dan warna kulit pun berubah menjadi kekuningan. Biasanya gejala ini diikuti dengan rasa nyeri tak tertahankan pada perut. Sedangkan  flu, mual dan sakit kepala cenderung menghilang.

  1. Feses berwarna pucat

Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa saat hati mengalami peradangan maka proses produksi bilirubin terganggu. Sedangkan bilirubin ini berperan memberikan warna pada feses. Dengan demikian, apabila bilirubin tidak bisa dikeluarkan maka otomatis warna feses pun menjadi pucat. Hal ini terjadi pada penderita hepatitis B yang telah memasuki tahap kronis.

Baca juga:

Pemeriksaan HbsAg Postif Pada Ibu Hamil

Seorang ibu hamil yang terdeteksi mengidap HbsAg positif, maka ia perlu menjalani beberapa pemeriksaan. Diantaranya:

  • Pemeriksaan HbsAg lanjutan, biasanya dilakukan 6 bulan setelah pemeriksaan pertama. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah masih ada virus di tubuh atau tidak. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan HbsAg negatif tandanya penderita sudah sembuh dari hepatitis B.
  • Pemeriksaan kadar virus hepatitis B (HBV) di dalam darah
  • Pemeriksaan HbeAg, HbcAg, anti-HbsAg
  • Pemeriksaan bilirubin
  • Pemeriksaan SGPT dan SGOT
  • Biopsi hati
  • Fibri scan
  • Tes darah
  • Pemeriksaan USG pada organ hati

Baca juga:

Penanganan HbsAg Postif Pada Ibu Hamil

Penanganan HbsAg positif pada ibu hamil biasanya dilakukan berdasarkan jenis penyakitnya, apakah akut ataukah kronis.

  1. Penaganan hepatitis akut

Pada penderita hepatitis B akut, dokter hanya akan memberikan obat-obatan untuk menghilangkan gejalanya saja. Seperti obat anti mual dan obat nyeri. Pasien juga perlu melakukan medical check up secara rutin guna mengetahui perkembangan virus dalam tubuhnya. Apabila hasil tes menunjukkan pasien telah terbebas dari virus maka pengobatan segera dihentikan.

  1. Penagangan hepatitis kronis

Penanganan hepatitis kronis lebih sulit dibandingkan hepatitis akut. Umumnya dokter akan memberikan obat untuk menghambat perkembangan virus, seperti entecavir, tenofovir dan sebagainya bergantung pada tingkat keparahan. Obat-obatan tersebut memiliki efek samping seperti mual, pusing, dan nyeri. Pada ibu hamil mungkin akan dipertimbangkan boleh tidaknya untuk dikonsumsi. Apabila pemberian obat-obatan tidak membuahkan hasil, dimana kerusakan hati sudah sangat parah, maka metode yang bisa dilakukan satu-satunya adalah operasi transplantasi hati.

Baca juga:

Demikianlah penjelasan mengenai HbsAg positif pada ibu hamil. Untuk memperoleh penangana yang tepat sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter. Jangan pernah remehkan gejala tubuh yang tampak abnormal. Dan biasakanlah hidup secara sehat dengan berolahraga, mengonsumsi makanan sehat, hindari perilaku seks menyimpang dan jangan terlalu lelah berlebihan.

fbWhatsappTwitterLinkedIn