Penyebab Hamil 8 Bulan Perut Terasa Kencang dan Nyeri Serta Perawatannya

Proses kehamilan menjadi langkah yang sangat penting sejak mulainya tanda-tanda kehamilan minggu pertama.  Kehamilan terbagi menjadi beberapa trimester seperti trimester pertama, kedua dan ketiga. Setiap trimester ibu akan mengalami kondisi kehamilan yang menyenangkan dan tidak menyenangkan. Trimester pertama akan diisi dengan morning sicknes yang bisa membuat ibu mual dan muntah. Kemudian trimester kedua ibu akan merasa lebih nyaman karena termasuk fase kehamilan yang paling mudah untuk dihadapi. Lalu saat trimester ketiga maka kandungan ibu akan semakin besar dan ada rasa yang tidak nyaman. Terlebih saat ibu sudah memasuki kehamilan usia 8 bulan dimana perkembangan janin 8 bulan sudah cukup besar. Masalah yang sering terjadi adalah ibu merasa hamil 8 bulan perut terasa kencang dan nyeri. Berikut ulasan lengkap termasuk penyebab dan cara perawatan untuk kondisi tersebut.

  1. Adanya kontraksi Braxton Hicks

Ketika akan bersalin maka ibu akan mengalami ciri ciri kontraksi akan melahirkan yang berarti ibu sudah siap untuk melahirkan. Namun ketika usia kandungan baru 8 bulan maka persalinan yang sehat tidak mudah terjadi. Usia kehamilan yang cukup adalah sekitar 9 bulan lewat 10 hari atau sampai 15 hari. Dan salah satu pemicu ketika ibu merasa perut kencang atau nyeri adalah adanya kontraksi Braxton Hicks. Ini adalah kontraksi palsu yang paling sering terjadi. Kontraksi akan datang dengan ritme yang sangat teratur persis seperti ketika akan persalinan.

Cara perawatan: Anda bisa mencoba untuk memperbaiki posisi ketika duduk, tidur atau berjalan. Umumnya ini akan sembuh ketika Anda berada dalam posisi yang tepat untuk bayi.

  1. Adanya masalah plasenta letak rendah

Kemudian masalah plasenta letak rendah atau abrasi plasenta juga bisa memicu masalah ini selain fetal distress. Plasenta memiliki peran yang sangat penting untuk memberikan nutrisi pada janin. Tidak hanya nutrisi saja tapi juga oksigen yang akan membuat janin bisa mengembangkan organ dengan sehat. Plasenta yang mulai turun kebawah bisa membuat perut ibu menjadi lebih kencang.  Bayi juga akan kehilangan nutrisi dan oksigen sehingga bisa memicu kematian. Kondisi ini biasanya sangat berbahaya sehingga ibu perlu segera mendapatkan pertolongan di rumah sakit.

  1. Ibu hamil sembelit

Ketika ibu hamil mengalami sembelit maka akan susah BAB saat hamil. Ini kondisi yang sangat sulit karena bisa membuat perut ibu terasa lebih besar dan nyeri. Ibu juga akan kehilangan nafsu makan dan sangat tidak nyaman. Ketika janin sedang tumbuh maka akan menekan organ usus besar ibu. Kemudian produksi hormon kehamilan yang tinggi juga bisa menyebabkan gerakan usus ibu hamil menjadi sangat lambat. Karena itu ibu hamil memang akan lebih sering terkena sembelit.

Cara mengatasi:


  1. Gerakan bayi yang kuat

Salah satu ciri ciri janin sehat 1-9 bulan adalah memiliki gerakan yang aktif sesuai dengan usia janin. Saat bayi sudah memasuki usia 8 bulan maka bayi akan mencari posisi untuk mencoba masuk ke panggul ibu. Ini termasuk salah satu gerakan untuk mendukung cara agar cepat melahirkan sehingga ibu bisa melakukan cara agar melahirkan normal tidak sakit. Ini termasuk kondisi yang sangat normal dan ibu tidak perlu panik. Biasanya ibu akan melihat gerakan kaki seperti tendangan atau sundulan kepala.

Cara mengatasi: karena ini kondisi yang sangat normal maka ibu tidak perlu panik. Ibu hamil hanya harus mencoba untuk mendapatkan posisi yang normal termasuk dengan posisi tidur ibu hamil berdasarkan trimester.

  1. Berat badan ibu hamil bertambah

Umumnya ibu hamil akan mengalami kenaikan berat badan sesuai dengan trimester kehamilan. Ini hal yang sangat wajar karena tubuh ibu membutuhkan nutrisi untuk janin dalam rahim. Berat badan ibu hamil tetap harus dikendalikan agar tidak terkena bahaya obesitas bagi ibu hamil. Karena lemak pada bagian perut maka bisa memicu rasa ketat dan keras pada perut ibu. Jika kenaikan berat badan masih wajar maka ibu hamil tidak perlu khawatir.

Cara mengatasi: untuk mengendalikan kenaikan berat badan maka cobalah untuk lebih sering berjalan kaki. Salah satu manfaat jalan pagi untuk ibu hamil adalah juga untuk mempercepat pembukaan saat melahirkan.

  1. Kontraksi rahim

Selama hamil maka rahim ibu akan berkembang untuk mendukung pertumbuhan janin dalam kandungan. Saat janin semakin besar maka rahim juga akan berkembang. Kontraksi seperti kram perut saat hamil muda normalkah, memang sering meragukan. Tapi Anda tidak perlu khawatir karena ini juga bisa menjadi tanda tanda akan melahirkan. Selama tingkat kontraksi masih normal maka ibu hanya perlu menjalani kehamilan seperti biasa.

Cara perawatan: karena ini kondisi yang normal maka tidak ada perawatan yang dibutuhkan. Hanya saja ketika ada pendarahan atau cairan atau keputihan yang banyak maka segera ke dokter kandungan Anda.

  1. Adanya ciri ciri bayi lahir prematur

Persalinan prematur juga sering ditandai dengan hamil 8 bulan perut terasa kencang dan nyeri. Ini kondisi yang tidak mudah karena bayi Anda belum siap untuk hidup diluar rahim. Tanda persalinan prematur akan lebih jelas karena kontraksi Anda menjadi lebih intens dan menyakitkan. Setiap ibu yang melewati persalinan prematur memiliki penyebab bayi lahir prematur yang berbeda-beda. Karena ada masalah bayi lahir kurang bulan seperti penyakit pada bayi prematur maka Anda harus segera mendapatkan perawatan.

Cara perawatan: Jika sudah muncul semua gejala maka ibu tidak perlu melakukan cara mencegah bayi lahir prematur. Ibu harus segera bertemu dengan dokter untuk menyiapkan persalinan normal atau caesar.

  1. Bayi sudah turun ke panggul

Jika perut sudah terasa kencang atau nyeri mungkin saja sudah ada ciri ciri janin sudah masuk panggul. Ini berarti bahwa ibu sudah siap untuk melahirkan. Namun ibu juga tidak boleh melahirkan karena usia kehamilan yang belum cukup. Masalah ini bisa disebabkan karena aktifitas ibu yang sangat berlebihan. Goncangan pada ibu hamil saat bekerja bisa mendorong bayi terus menerus turun.

Cara mengatasi: jika sudah seperti ini maka sebaiknya ibu mengambil waktu untuk istirahat. Ibu bisa lebih banyak diam di tempat tidur dan menerima suplai oksigen agar bayi lahir sehat.

  1. Rahim menekan kandung kemih

Masalah lain yang menyebabkan hamil 8 bulan perut terasa kencang dan nyeri adalah adanya rahim yang semakin menekan kandung kemih. Kondisi ini juga sering ditandai dengan sering kencing saat hamil. Ini hal yang sangat ajar asalkan ibu tidak mengalami gejala infeksi saluran kemih pada ibu hamil. Tekanan rahim biasanya ringan pada trimester pertama, lalu bertambah pada trimester kedua dan paling berat pada trimester ketiga.


Cara mengatasi: Ibu sebaiknya melakukan  pemeriksaan kehamilan trimester 3. Dokter akan melakukan pemeriksaan lengkap sesuai prosedur  antenatal care. Sesuai dengan manfaat USG kehamilan maka ibu bisa melihat perkembangan janin dan kondisi kehamilan yang normal.

  1. Adanya stretch mark

Kehamilan akan membuat semua bagian tubuh ibu hamil berubah. Salah satu penyebab hamil 8 bulan perut terasa kencang dan nyeri adalah adanya stretch mark. Pengerasan perut terjadi ketika adanya tarikan otot yang memicu stretch mark. Peregangan memang tidak bisa dihindari selama hamil. Terlebih jika ibu sering berdiri terlalu lama saat hamil.

Cara mengatasi:

Inilah berbagai pemicu hamil 8 bulan perut terasa kencang dan nyeri yang sering sekali terjadi pada kehamilan. Jika penyebabnya adalah kondisi yang normal dan wajar maka ibu tidak perlu khawatir. Tapi jika penyebabnya adalah kondisi berbahaya seperti gejala adanya kista di rahim maka ibu harus segera mencari perawatan ke dokter.

, , ,
Post Date: Thursday 05th, October 2017 / 04:09 Oleh :
Kategori : Kesehatan Bumil
MUST READ
Perkembangan Janin / Bulan : 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9
Perkembangan Bayi/ Bln : 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10,11, 12

Recommeded

Popular