Sponsors Link
     Sponsors Link

15 Obat Asma untuk Ibu Hamil Secara Medis dan Alami

advertisement

Asma adalah sebuah kondisi yang menyebabkan pengaruh pada organ paru-paru. Ini kondisi yang wajar untuk ibu hamil yang sebelumnya sudah menderita asma sejak belum hamil. Banyak wanita yang merasa khawatir bagaimana jika mereka hamil dan apakah kehamilan bisa sehat hingga persalinan. Pada dasarnya kondisi ibu hamil asma bisa mempengaruhi bagi kesehatan janin. Namun kondisi ini bisa dikendalikan dengan baik untuk mencegah bahaya asma bagi ibu hamil. Obat-obatan medis dipercaya bisa membantu ibu hamil dengan asma tetap sehat hingga melahirkan.

Metode perawatan asma untuk ibu hamil biasanya melibatkan dua ahli medis yaitu spesialis ahli pernafasan dan dokter kandungan. Proses perawatan harus dilakukan sepanjang kehamilan untuk mencegah dampak buruk. Berikut ini beberapa obat asma untuk ibu hamil yang dibagi menjadi beberapa tahap.

  1. Perawatan saat tahap pemantauan kondisi ibu hamil

Perawatan awal yang dilakukan bisa diterima ibu hamil adalah pemantauan yang mencangkup kesehatan ibu hamil dan juga janin dalam kandungan. Berikut ini tahap-tahap pemantauan yang biasanya dilakukan dokter.

  • Pemeriksaan paru-paru. Pemeriksaan paru-paru ibu dilakukan dengan menggunakan alat spirometri. Alat ini sangat berguna untuk mengetahui apakah ada dada sesak saat hamil yang terjadi akibas asma atau karena kondisi lain. Dokter bisa melakukan analisa pemeriksaan ini untuk menemukan cara mengatasi sesak nafas saat hamil.
  • Pemeriksaan kesehatan janin. Pemeriksaan ini dilakukan oleh dokter kandungan untuk mengetahui kondisi bayi. Setiap ibu hamil dengan asma harus melakukan pemeriksaan rutin sesuai jadwal. Jika ada kondisi yang tidak normal maka dokter bisa mengambil keputusan demi keselamatan ibu hamil.
  • Pemeriksaan tingkat stres saat hamil. Setelah ibu hamil masuk ke trimester ketiga tepatnya usia kandungan 32 minggu maka tes ini dilakukan. Pemeriksaan dilakukan dengan menilai detak jantung bayi, USG untuk mengetahui kondisi bayi dan kondisi kesehatan ibu secara umum. Jika detak jantung terlalu cepat bisa menjadi indikasi asma ibu semakin memburuk. (baca: cara mendengarkan denyut jantung bayi dalam kandungan)
  • Pemeriksaan kehamilan dengan USG. Cara ini penting untuk mengetahui kondisi bayi dan aktifitas bayi. Termasuk untuk melihat jumlah cairan ketuban untuk mencegah adanya ketuban pecah atau bocor. (Baca: manfaat USG 4 dimensi – bahaya USG kehamilan yang terlalu sering – manfaat USG kehamilan)
  1. Mengendalikan pemicu asma kambuh

Ibu hamil sebaiknya berusaha untuk mencegah agar asma tidak kambung. Hal ini sangat penting untuk membuat kondisi bayi dan ibu juga aman. Ada berbagai langkah untuk membantu ibu dengan asma tidak kambuh selama kehamilan, yaitu:

  • Ketahui alergi ibu

Ibu hamil harus mengetahui apa saja yang bisa menjadi pemicu asma kambuh. Termasuk untuk beberapa sumber alergi seperti debu, bulu binatang, beberapa jenis kacang-kacangan, cuaca yang terlalu dingin atau panas dan serbuk sari bunga. Semua pemicu alergi harus dihindari untuk mengatasi agar asma tidak kambuh. Jika ibu belum mengetahui alergi apa saja maka bicarakan dengan dokter kandungan untuk melakukan tes alergi jika itu aman.

  • Kebersihan lingkungan dan tempat tidur

Ibu hamil juga harus selalu menjaga kesehatan dan kebersihan baik itu untuk lingkungan rumah atau tempat tidur. Semua potensi debu di atas tempat tidur, sofa atau karpet harus dibersihkan dengan rajin. Jika ibu tidak bisa melakukan semua pekerjaan ini maka bisa meminta batuan orang lain. (Baca: bahaya polusi untuk ibu hamil)

  • Tidak merokok atau terkena asap rokok

Ibu hamil yang menderita asma memang sebaiknya tidak terkena asap rokok atau rokok. Asap rokok bisa menyebabkan asma kambuh. Selain itu efeknya juga sangat buruk untuk kesehatan janin dalam kandungan. Ibu bisa mengalami asma yang semakin buruk dan ditandai dengan sesak nafas. Jadi buat lingkungan menjadi bersih dengan udara yang sejuk. Jika Anda orang yang merokok dilingkungan di rumah maka sebaiknya harus menghindar atau keluar rumah.

  • Menjaga kesehatan agar tidak terkena flu

Ibu hamil juga harus menjaga kesehatan agar tubuh tidak flu saat hamil yang bisa menyebabkan menyebabkan asma kambuh. Memang sulit untuk menghindari infeksi virus flu tapi Anda bisa mencoba untuk menjaga kebersihan. Misalnya dengan mencuci tangan secara teratur sebelum dan sesudah melakukan aktifitas. (baca:  bahaya flu untuk ibu hamil – bahaya batuk bagi ibu hamil)

Perawatan asma secara medis

Perawatan medis untuk mengatasi asma pada dasarnya sama seperti untuk orang dewasa yang tidak hamil. Sebuah penelitian medis yang sudah dilalukan selama bertahun-tahun tidak menemukan efek obat asma untuk ibu hamil maupun janin. Namun beberapa kasus obat asma juga bisa menyebabkan janin kekurangan oksigen. Jadi selalu bicarakan dengan dokter kandungan Anda jika menerima obat medis untuk asma. Berikut ini jenis obat medis untuk asma pada ibu hamil.

  1. Albuterol

Albuterol merupakan obat asma yang  tergolong dalam bronkosilator dan digunakan untuk meningkatkan aliran oksigen ke bagian paru-paru. Kemudian obat ini bisa bekerja untuk membuat saluran otot pernafasan menjadi lebih baik. Obat ini khusus diberikan pada orang dewasa dan bisa digunakan untuk wanita hamil.

ads

Dosis pemakaian: albuterol untuk obat asma ibu hamil harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Obat digunakan dengan inhalasi dan cara pemakaian bisa dikonsultasikan dengan dokter. Dosis biasanya 2 kali penggunaan setiap 4 sampai 6 jam. Namun untuk ibu hamil dengan kondisi tertentu harus sesuai petunjuk dokter.

  1. Metaprotenol

Metaprotenol adalah jenis obat bronkodilator untuk mengendalikan asma. Obat akan bekerja untuk meluaskan saluran pernafasan pada paru-paru sehingga paru-paru mendapatkan lebih banyak oksigen. Obat harus digunakan sesuai dengan resep dokter dan jangan menggunakan secara berlebihan. Obat ini biasanya tidak menyebabkan efek samping untuk ibu hamil dan janin.

  1. Salmeterol dan formoterol

Obat ini termasuk dalam perawatan asma jangka panjang. Obat dikombinasikan dengan inhalasi tapi biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bereaksi. Dalam sebuah pengujian obat ini tidak menyebabkan efek samping untuk ibu dan janin. Namun pemakaian kedua jenis obat ini biasanya harus mendapatkan persetujuan dengan dokter kandungan.

  1. Glukokortikoid

Obat ini sebenarnya tidak hanya mengatasi asma saja tapi juga beberapa kondisi kelainan pada ibu hamil yang berhubungan dengan asma. Banyak ibu hamil yang tetap menggunakan obat ini hingga persalinan dan sangat aman tanpa efek samping. Obat ini berbentuk pil yang bisa diminum oleh ibu hamil. Dan penggunaan obat bisa dikombinasikan dengan jenis obat bronkodilator. Namun semua penggunaan harus berdasarkan resep dokter.

  1. Cromolyn

Cromolyn adalah jenis obat asma untuk ibu hamil yang sangat aman. Obat tidak menyebabkan efek samping untuk janin ataupun ibu. Namun obat bisa bekerja lebih lama sehingga biasanya tidak diresepkan oleh dokter. Jika ibu mengalami gejala asma yang tidak terlalu berat maka obat ini lebih sering diberikan dibandingkan dengan jenis obat untuk alat inhalasi.

Perawatan asma dengan pencegahan

Mungkin ibu hamil yang sudah menderita asma biasanya lebih panik dibandingkan ibu hamil lain yang sehat. Namun kondisi asma memang akan terbawa terus dan sulit untuk dihilangkan. Karena itu perawatan asma dengan pencegahan sangat penting untuk dilakukan.  Berikut ini tindakan perawatan asma dengan pencegahan.

  1. Mengikuti nasehat dokter dan menggunakan obat secara teratur

Ibu hamil harus percaya bahwa kehamilannya dipantai oleh ahli asma dan juga dokter kandungan. Kedua dokter ini berusaha untuk mengendalikan asma agar tidak kambuh. Karena itu ibu bisa bekerjasama dengan baik. Caranya adalah mengikuti semua nasehat dokter baik dalam pola makan maupun gaya hidup. Obat yang diresepkan harus diminum atau digunakan sesuai dengan aturan dari dokter.

  1. Menikmati kehamilan

Kehamilan adalah sebuah proses yang harus dilakukan dengan baik. Sikap menerima kehamilan dengan berbagai kendalanya akan membantu mengendalikan asma. Termasuk jika ibu mengalami  morning sickness yang parah dan sering menyebabkan asma kambuh. Ciptakan sikap yang positif dari pikiran bahwa ibu menerima kehamilan ini dan akan menjadi hal yang menyenangkan. Jangan terlalu banyak memikirkan tentang penyakit asma yang mungkin bisa memberi efek kesehatan pada janin. Cara ini bisa membantu mencegah bahaya banyak pikiran untuk ibu hamil dan  bahaya sering emosi saat hamil.

  1. Jangan stres berlebihan

Stres adalah pemicu asma yang paling besar dan penyebab janin kekurangan oksigen dalam kandungan. Ibu hamil yang menderita asma bisa mengalami masalah yang lebih buruk. Hal ini berhubungan dengan perubahan suasana hati ibu hamil yang menyebabkan emosi ibu hamil sering naik turun. Perubahan emosi dan suasana hati ini harus disikapi dengan baik. Ibu hamil bisa mencoba untuk setenang mungkin, menarik nafas panjang ketika sedang emosi lalu jernihkan pikiran. Cara ini bisa membantu ibu hamil tidak mengalami serangan asma yang berat. Stres bisa menjadi penyebab keguguran hamil muda dan semua trimester.

  1. Tubuh jangan sampai kelelahan

Kesehatan tubuh untuk ibu hamil sangat penting bagi penderita asma. Ibu hamil memang sering mengalami masalah seperti mudah lelah, sering pusing dan berbagai gangguan kehamilan. Umumnya rasa lelah akan semakin berat pada trimester pertama dan ketiga. Ketika itu maka nafas ibu hamil mungkin bisa lebih berat dan sering menjadi serangan asma. Untuk mengatasi hal ini maka ibu hamil harus mencoba untuk cukup tidur, cukup istirahat dan memenuhi hak tubuh untuk sehat. ( baca: bahaya kelelahan pada ibu hamil)

Sponsors Link

  1. Ketahui apa yang Anda makan dan minum

Ibu hamil yang menderita asma memang sangat peka terhadap beberapa jenis makanan dan minuman. Untuk mengatasi hal ini maka ibu hamil harus tahu dan mencari tahu apa saja yang bisa dimakan dan tidak boleh dimakan. Selain itu pertimbangkan untuk memenuhi gizi ibu hamil berdasarkan trimester namun dengan memilih makanan yang tidak menyebabkan alergi. Makanan bisa membantu ibu hamil menikmati kehamilan dengan baik.

  1. Latihan ringan

Ibu hamil yang menderita asma bukan berarti tidak boleh melakukan aktifitas. Justru tubuh ibu hamil harus sering aktif namun dalam batasan yang normal. Salah satunya adalah dengan olahraga ringan seperti berjalan kaki. Berbagai latihan lain yang sangat baik untuk ibu hamil misalnya adalah seperti tehnik relaksasi, senam hamil, dan yoga. Pastikan bahwa semua aktifitas ini dilakukan dengan nyaman sehingga tubuh juga bisa menerima.

Baca: olahraga yang dilarang untuk ibu hamil – sit up bagi ibu hamil – manfaat jalan pagi untuk ibu hamil – senam hamil

  1. Bicara dengan pasangan dan keluarga

Terkadang yang menjadi pemicu asma adalah ibu hamil yang selalu menyimpan perasaannya sendiri. Karena itu sebaiknya ibu hamil bisa berbicara dengan pasangan atau keluarga tentang berbagai masalah yang dihadapi. Ibu hamil harus mendapatkan dukungan mengenai perawatan asma yang dilakukan selama hamil. Peran suami saat istri hamil sangat diperlukan dalam tahap ini untuk mencegah serangan asma. Ibu hamil jangan merasa malu untuk mengakui terkait kondisi kesehatan yang dialami.

  1. Berusaha menyenangkan diri

Ibu hamil juga harus bisa membuat dirinya bahagia dan senang. Kebahagiaan bisa mengurangi serangan asma secara alami dan bahkan membuat efek obat untuk ibu hamil bisa bekerja dengan baik. Bagaimanapun asma sering berkaitan dengan kondisi pikiran dan perasaan ibu hamil. Bicarakan dengan dokter yang merawat jika ada beban pikiran yang berhubungan dengan asma.

Bantuan dokter dan orang terdekat untuk ibu hamil yang menderita asma efeknya sangat besar. Dengan cara ini bisa membantu ibu hamil tidak mengalami serangan asma. Selain itu jika ada efek asma yang telah diwariskan kepada bayi sebaiknya dokter juga berbicara dengan kemungkinan yang ada.

advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Post Date: Friday 30th, September 2016 / 07:04 Oleh :
Kategori : Kesehatan Bumil