22 Obat Pilek Bayi Baru Lahir Secara Medis dan Alami

Pilek pada bayi memang akan membuat orang tua menjadi sangat khawatir. Bayi akan menjadi menangis terus menerus karena tidak bisa bernafas dengan baik. Bahkan pilek pada bayi bisa menghalangi bayi untuk minum ASI karena menjadi menjadi penyebab bayi gumoh. Ada berbagai kondisi yang bisa menjadi penyebab bayi pilek terutama awal-awal ketika bayi baru dilahirkan. Bayi pada dasarnya terbiasa berada dalam suhu hangat di dalam rahim maka perubahan suhu diluar rahim bisa memicu pilek. Dan juga masalah kebersihan dalam perawatan bayi misalnya infeksi influenza yang menyebar dari orang dewasa. Namun bagaimana cara merawat pilek pada bayi? Untuk perawatan pilek pada bayi Anda bisa mencoba cara dibawah ini:

  1. Obat medis untuk bayi

Pada dasarnya pemberian obat medis untuk bayi yang baru lahir harus dilakukan oleh dokter. Anda tidak boleh membeli obat bebas seperti untuk orang dewasa dan memberikannya pada bayi. Hal ini bisa menyebabkan bayi terkena komplikasi dengan resiko terburuk kematian bayi. Beberapa obat dibawah in bisa diberikan untuk bayi hanya dengan resep dokter:

  • Obat antivirus: ini adalah jenis obat yang bisa diberikan kepada bayi yang telah terkena gejala flu selama lebih dari 48 jam. Obat bisa bereaksi cepat dan membuat flu pada bayi cepat sembuh. Beberapa obat antivirus bisa menyebabkan efek samping untuk bayi kurang dari 1 tahun. Karena itu dokter biasanya akan mempertimbangkan perlu memberikan obat ini atau tidak.
  • Obat ibuprofen bisa diberikan pada bayi untuk membantu mengatasi demam dan tidak nyaman pada tubuh bayi. Dosis harus diawasi oleh dokter dan jenis obat mungkin bisa dikombinasikan. Ingat bahwa obat ini harus diberikan oleh dokter, meskipun Anda bisa membelinya diapotik.

Baca: cara memberikan obat pada bayi agar tidak muntah

  1. Jangan memberikan Aspirin

Aspirin adalah jenis obat yang sangat dilarang untuk bayi karena bisa menyebabkan sindrom Reye. Aspirin bisa menyebabkan bahaya yang berat untuk bayi terlebih jika penyakit disebabkan oleh virus seperti flu pada bayi. Jadi ibu sama sekali tidak boleh memberikan obat ini.

  1. Jangan memberikan antibiotik

Obat yang termasuk dalam golongan antibiotik sebaiknya juga tidak diberikan pada bayi. Ingat bahwa antibiotik hanya bisa melawan bakteri dan bukan virus. Dan bayi juga bisa menerima reaksi yang sangat berat akibat antibiotik. Jadi orang tua harus memperhatikan aturan pemberian obat dan apa saja obat yang dilarang untuk bayi. Baca: bahaya amoxicillin bagi ibu hamil – bahaya antibiotik bagi ibu hamil

  1. Membantu menyedot lendir dari hidung bayi

Bayi ketika sedang flu mungkin akan menjadi sangat rewel. Hal ini sering menyebabkan orang tua terutama ibu menjadi sangat stres. Hal pertama yang bisa Anda lakukan untuk membantu agar pilek bayi tidak menjadi parah adalah dengan membantu menyedot lendir dari hidung bayi. Anda bisa mencoba untuk menarik lendir dengan cara memasukkan sedikit tisu ke hidung bayi lalu ditarik. Lakukan selama beberapa kali hingga hidung bayi nyaman dan bayi bisa bernafas dengan baik. Kemudian bantu bayi untuk bisa mendapatkan posisi tidur bayi yang baik. Hindari posisi bayi tidur tengkurap karena bisa menyebabkan bayi semakin sulit bernafas.

  1. Menggendong bayi

Bayi yang pilek akan merasa tidak nyaman sehingga sering menangis. Terutama jika Anda meletakkan bayi untuk tidur sendiri di tempat tidurnya. Untuk mengatasi ini maka Anda bisa menggendong bayi. Letakkan bayi di tangan Anda dengan posisi kepala yang lebih tinggi. Cara ini bisa membuat bayi bisa bernafas dengan baik dan mencegah gumoh pada bayi setelah minum ASI atau susu formula. Saat menggendong jangan mengayun terlalu keras karena bayi Anda mungkin merasa tidak nyaman atau sakit kepala. Berikan belaian yang lembut saja agar bayi menjadi lebih tenang. Manfaat menggendong bayi saat bayi pilek juga bisa mempercepat penyembuhan.

  1. Tetap berikan ASI

Saat bayi pilek mungkin Anda akan merasa jika bayi tidak bisa menyedot ASI dengan baik.  Namun ASI sebenarnya bisa menyembuhkan bayi yang pilek. ASI mengandung senyawa antibodi yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh bayi. Efeknya bisa menurunkan demam bayi dan bayi merasa lebih tenang. Anda bisa mencoba cara menyusui bayi yang benar sesuai dengan keinginan bayi. Cobalah beberapa posisi menyusui bayi hingga bayi Anda jauh lebih tenang. Jika Anda tidak bisa memberikan ASI secara langsung maka cobalah memberikan ASI perah untuk bayi. Informasi tentang cara menyusui:

  1. Bantu dengan susu formula

Beberapa bayi yang baru lahir mungkin memang tidak menyukai ASI. Ada beberapa alasan yang menyebabkan bayi tidak mau ASI seperti pada kasus alergi ASI. Ini berbeda dengan jenis alergi susu formula, karena bayi justru bisa menerima susu formula. Jadi Anda bisa membantu mencegah dehidrasi pada bayi dengan susu formula. Ada berbagai manfaat susu formula untuk bayi. Pastikan Anda tidak memberikan dalam takaran berlebihan agar tidak menjadi penyebab bayi susah BAB. (Baca:  gejala alergi susu sapi pada bayi – cara mengatasi bayi alergi susu sapi)

  1. Atasi demam pada bayi

Bayi yang baru lahir dan terkena pilek biasanya juga akan merasa tidak nyaman karena demam. Jika terjadi maka Anda harus segera melakukan cara mengatasi demam pada bayi agar tidak menjadi lebih parah. Ingat demam pada bayi harus segera diatasi untuk mencegah bayi terkena kejang demam pada anak. Demam bisa membuat bayi mengalami dehidrasi dan muntah berlebihan. Karena itu hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah mengurangi demam pada bayi. Caranya adalah dengan memberikan pakaian yang tipis pada bayi, jangan memberikan selimut pada bayi, kompres dahi bayi dengan handuk yang sudah dicelup dengan air dingin dan jangan memberikan alkohol untuk ketiak bayi. Baca: cara menurunkan panas pada anak – cara mengatasi kejang demam pada-anak – penyebab kejang pada anak – penyebab step pada anak

  1. Jemur bayi pada pagi hari

Menjemur bayi saat demam memang terkadang dianggap sebagai cara yang tidak aman. Namun sebenarnya penyakit seperti pilek bisa disembuhkan dengan sentuhan sinar matahari yang hangat pada pagi hari. Anda bisa mencoba untuk mengajak bayi berjemur untuk melepaskan semua virus penyebab pilek pada tubuh bayi. Dan perhatikan saat menjemur bayi yang baru lahir maka jaga mata bayi agar tidak terkena sinar matahari secara langsung. Cara ini untuk mencegah mata merah pada bayi dan kerusakan lensa mata bayi.

  1. Buat suasana lingkungan bayi menjadi lebih nyaman

Kemudian Anda juga bisa membantu bayi yang sedang pilek dengan menciptakan ruangan bayi yang nyaman. Jika Anda menggunakan AC maka atur suhu agar sesuai dengan kebutuhan bayi agar tidak terkena bahaya AC bagi balita. Jangan menerapkan suhu yang terlalu dingin agar pilek bayi tidak terlalu parah. Kemudian Anda juga bisa menggunakan alat humidifier untuk membantu agar kamar bayi bisa mendapatkan kelembapan alami. Perhatikan jika Anda ingin menggunakan aromaterapi, karena terkadang bahan aromaterapi bisa berbahaya untuk bayi.

  1. Bedong bayi

Jika bayi Anda pilek namun tidak mengalami demam maka Anda juga bisa membantu pilek bayi dengan cara membedong bayi. Bedong bisa membuat bayi merasa lebih nyaman karena suhu dalam bedong yang hampir sama seperti ketika bayi ada dalam rahim. Namun jangan membedong terlalu rapat karena bisa menyebabkan bayi sesak nafas dan berbagai bahaya  bedong bayi yang lain. Perhatikan jangan pernah meninggalkan bayi yang dibedong tidur sendiri karena mereka mungkin merasa tidak nyaman dan ada resiko ancaman kesehatan lain yang bisa terjadi saat Anda tinggalkan. Dan lebih baik jika bedong bayi dilakukan setelah mandi dengan cara memandikan bayi baru lahir dengan benar.

  1. Membuat bayi tidur nyaman

Bayi yang baru lahir bisa terkena pilek hanya karena kurang istirahat. Mungkin Anda memiliki banyak pengunjung yang menyebabkan bayi merasa terganggu. Kemudian kurang istirahat akan membuat tubuh bayi menjadi lemah dan mudah sakit seperti pilek. Karena itu biarkan bayi Anda bisa tidur dengan nyaman mengikuti pola tidur bayi 0-12 bulan atau pola tidur bayi 1 bulan. Jangan memberikan ijin untuk sementara waktu kepada semua orang atau saudara yang akan mengunjungi bayi Anda. Temani bayi Anda untuk tidur agar bayi bisa menjadi lebih nyaman. Ingat bahwa  bayi Anda mungkin belum bisa berbicara namun bayi bisa merasakan kehadiran Anda yang membuat mereka merasa lebih nyaman.

  1. Uap bayi saat mandi

Anda juga bisa mengatasi pilek pada bayi yang baru lahir dengan memberikan uap yang ringan saat mandi. Memandikan bayi yang benar bisa membuat tubuh bayi menjadi lebih bersih dan nyaman. Ambil ember atau panci untuk menampung air panas, kemudian letakkan dalam kamar mandi dan tutup sementara waktu. Kemudian ajak bayi Anda untuk masuk ke kamar mandi. Uap yang ada di kamar mandi bisa membantu rongga pernafasan bekerja dengan baik. Ingat jangan terlalu lama menguap bayi karena bisa menyebabkan bayi rewel dan kedinginan. Menguap bayi dengan benar juga bisa menjadi cara mengatasi batuk pada bayi secara alami dan cara mengobati batuk berdahak pada bayi.

  1. Pijat bayi

Bayi yang pilek memang akan merasa tidak nyaman untuk semua bagian badannya. Anda bisa membantu dengan memijat bayi dengan cara melakukan pijat bayi yang benar. Pijat bayi bisa membuat otot dan tubuh bayi menjadi lebih santai. Dan bahkan titik pijatan akan mengembangkan sel sehat pada tubuh bayi bekerja dengan baik. Jika Anda tidak bisa memijat sendiri bayi yang baru lahir maka Anda bisa meminta bantuan di pusat spa bayi karena memang ada manfaat baby spa. Pijat juga sangat baik untuk mengatasibayi sering menggeliat dan sebagai cara mengatasi sembelit pada bayi.

  1. Berikan pakaian yang hangat

Jika bayi Anda tidak demam dan mungkin mengalami pilek karena suhu udara yang dingin maka Anda bisa memberikan pakaian yang hangat. Pakaian yang hangat akan membantu suhu tubuh bayi bisa bekerja dengan baik, termasuk untuk melawan virus. Berikan pakaian yang hangat untuk semua bagian tubuh bayi. Dan biasanya bayi yang baru lahir bisa diberikan kaus kaki dan kaus tangan untuk menjaga tubuh bayi tetap nyaman. Pakaian bayi yang nyaman juga bisa menjadi cara mengatasi biang keringat pada bayi baru lahir dan mencegah bisul pada bayi yang baru lahir.

  1. Gunakan minyak gosok khusus bayi

Anda juga bisa menggunakan minyak gosok khusus untuk tubuh bayi agar pilek tidak menjadi lebih parah. Berikan pada beberapa bagian tubuh bayi yang bisa membuat tubuh menjadi hangat seperti perut, dada, leher, telapak kaki dan kaki. Anda bisa mencoba memberikan beberapa jenis minyak gosok yang sifatnya hangat seperti minyak telon atau minyak kelapa. Ingat jangan menggosok kulit bayi terlalu keras karena otot dan tubuh bayi masih sangat lembut dan sensitif.

  1. Ibu menyusui mengkonsumsi probiotik

Jika ibu memberikan ASI kepada bayi maka penting untuk memperhatikan asupan gizi. Ingat bahwa semua nutrisi yang dimakan bisa diserap oleh bayi lewat ASI. Anda bisa mencoba untuk mengkonsumsi probiotik yang benar-benar ampuh untuk melawan virus. Tapi jangan memilih probiotik yang mengandung gula pemanis dan perasa makanan karena bisa menyebabkan alergi untuk bayi. Selain itu kurangi semua jenis makanan atau minuman yang menyebabkan alergi untuk bayi. Terkadang alergi pada bayi yang baru lahir juga akan menyebabkan pilek. (baca: manfaat yoghurt untuk ibu menyusui – manfaat yoghurt untuk ibu hamil)

  1. Batasi bayi dengan orang dewasa

Kemudian Anda juga bisa menerapkan cara yang sedikit lebih ketat untuk memproteksi bayi. Jangan biarkan bayi terkena sentuhan orang dewasa atau terlalu berdekatan dengan orang dewasa selain orang tua yang merawat mereka. Beberapa orang mungkin akan menganggap Anda keterlaluan, tapi cara ini sangat baik karena bisa membantu mencegah adanya infeksi virus berulang pada bayi. Pilek sangat mudah menular dan virus bisa melewati tangan, ciuman atau belaian orang dewasa.

  1. Jaga kebersihan tubuh Anda

Ibu yang merawat bayi juga harus memperhatikan kebersihan diri. Ibu harus menjaga apakah pakaian cukup bersih untuk merawat bayi. Gunakan produk sanitasi untuk mencegah infeksi virus flu pada bayi. Anda mungkin tidak menyadari jika tangan Anda memuat banyak sekali virus dan menyebabkan bayi mudah sakit. Karena itu gunakan selalu cuci tangan setelah atau sebelum merawat bayi Anda.

  1. Tingkatkan kekebalan tubuh untuk ibu menyusui

Ibu yang menyusui juga harus meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Caranya adalah dengan mengkonsumsi makanan-makanan sehat untuk ibu. Makanan ini terdiri dari buah, sayuran dan ikan yang menyehatkan. Sistem kekebalan tubuh ibu menyusui yang baik akan menurun pada bayinya karena bayi menerima lewat ASI. Selain itu ibu juga harus menjaga makanan yang sehat selama menyusui. Jauhi semua makanan yang digoreng, makanan yang mengandung lemak berlebihan dan makanan yang mengandung bahan perasa makanan. Informasi makanan ibu menyusui:

  1. Jauhkan sumber alergi dari lingkungan bayi

Alergi pada bayi bisa menyebabkan pilek pada bayi. Beberapa pemicu alergi pada bayi yang baru lahir mungkin tidak bisa diketahui dengan mudah. Karena alergi harus melewati proses pemeriksaan oleh dokter. Namun jika bayi Anda menunjukkan tanda aneh seperti bersin tiba-tiba, hidung meler dan rewel maka itu bisa menjaga gejala alergi yang jelas. Lalu hilangkan semua bahan pemicu alergi seperti binatang peliharaan, burung, tanaman bunga dengan serbuk sari yang banyak dan semua bahan-bahan yang membuat debu mudah menempel.

  1. Waspadai gejala flu yang lebih parah

Jika bayi Anda tidak menunjukkan kondisi yang lebih baik setelah beberapa perawatan tersebut, maka Anda harus segera mencari bantuan dokter. Beberapa tanda bayi mengalami kondisi yang mengkhawatirkan adalah seperti diare pada bayi, demam yang cukup tinggi, kejang pada bayi, ada darah dalam urin atau BAB bayi, dan bayi tidak mau menerima ASI atau susu formula. Semua gejala ini bisa menjadi sangat berbahaya jika Anda terlambat mencari bantuan. Perawatan bayi yang terkena pilek memang tidak mudah. Bayi membutuhkan perhatian yang sangat besar. Dan Anda harus melakukan dengan penuh rasa sabar. Merawat bayi yang baru lahir dan terkena pilek bisa menyebabkan ibu mengalami sindrom baby blues. Karena itu jika Anda merasa sangat lelah dan kerepotan maka bicarakan dengan pasangan atau keluarga.