Melahirkan Dalam Air : Proses – Resiko – Perawatan dan Keuntungan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Melahirkan dalam air berarti adalah sebagian proses persalinan berada di dalam air atau seluruh tahap proses persalinan memang ada di dalam air. Proses ini terjadi dalam sebuah kolam steril yang berisi air hangat. Saat ini beberapa fasilitas persalinan memang sudah menawarkan proses persalinan dalam air mulai dari rumah sakit dan klinik persalinan. Untuk melakukan persalinan ini juga dibutuhkan tenaga ahli yang memang sudah memiliki pengalaman dan pelatihan yang bisa diprecaya. Bagaimanapun proses persalinan ini memang memiliki resiko sendiri sehingga berbagai pertimbangan medis memang harus diputuskan sejak awal proses persalinan.

Informasi tanda kehamilan:

Proses Melahirkan Dalam Air

Proses melahirkan di dalam air memang tidak semudah yang dibayangkan. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan oleh calon ibu. Dan ibu harus bisa membuat keputusan yang tepat mengenai tempat persalinan yang paling nyaman. Berikut ini beberapa proses persalinan dalam air yang bisa dipelajari jika Anda memang ingin melahirkan dalam air.

  1. Anda membuat keputusan tempat persalinan

Sebelum Anda memilih untuk  melahirkan dalam air maka Anda harus memilih tempat persalinan yang paling sesuai. Anda bisa memilih rumah sakit yang menyediakan fasilitas tersebut atau klinik khusus persalinan. Jangan terburu-buru untuk menentukan tempatnya karena semua ibu harus pikirkan lagi. Beberapa hal yang bisa dipertimbangkan untuk memilih tempat persalinan adalah:

  • Jika memang Anda sudah memilih rumah sakit maka pertama Anda harus bekerjasama dengan dokter. Anda bisa memastikan bahwa dokter yang menangani mau membantu proses persalinan tersebut. (baca: pengertian obstetri dan ginekologi)
  • Rumah sakit yang dipilih juga sudah memiliki fasilitas tersebut dan sudah mendapatkan pengujian. Banyak rumah sakit yang tidak mengijinkan proses ini karena ada banyak resiko yang bisa terjadi pada ibu dan bayi. (baca: tips memilih rumah sakit bersalin)
  • Kemudian Anda juga harus memikirkan apakah rumah sakit tersebut memiliki tenaga medis yang sudah profesional, untuk mengatasi jika memang nanti ada komplikasi terhadap ibu dan bayi yang akan dilahirkan.
  • Jika memang Anda ingin melakukan proses persalinan ini di rumah atau klinik persalinan khusus maka Anda harus meminta pertimbangan dokter. Dokter ahli atau bidan yang akan menangani harus mengetahui laporan status kesehatan Anda dari awal kehamilan.
  • Jika Anda ingin melakukan persalinan di rumah maka Anda harus tahu bahwa Anda memiliki resiko besar. Dokter dan bidan yang akan menangani juga harus setuju dan bisa melakukan pencegahan jika terjadi
  • Semua peralatan yang akan digunakan seperti kolam untuk persalinan dan air yang akan digunakan harus sudah mendapatkan pengujian. Ini sangat penting untuk membantu mencegah berbagai resiko buruk selama dan setelah proses persalinan.
  • Sebelum Anda membuat keputusan ini maka Anda harus banyak bertanya ke dokter atau bidan. Bahkan Anda bisa mengunjungi beberapa dokter untuk mendapatkan pertimbangan khusus sebelum mengambil keputusan.

Baca:  cara menghitung usia kehamilan – tanda tanda akan melahirkan –

  1. Pertimbangan memilih dokter atau bidan

Ketika Anda melahirkan dalam air maka Anda membutuhkan tenaga yang memang sudah profesional. Tidak semua dokter mau mendampingi proses persalinan dalam air dengan berbagai pertimbangan. Jadi ketika Anda ingin memilih dokter atau bidan maka pertimbangkan beberapa hal dibawah ini:

  • Pastikan bahwa dokter atau bidan yang akan membantu memang sudah profesi0nal, memiliki sertifikasi pelatihan dan memang sudah bekerja khusus dalam persalinan dalam air.
  • Anda bisa meminta rekomendasi dari ibu lain yang memang sudah melakukan persalinan dalam air untuk mendapatkan dokter atau bidan yang sesuai.
  • Lakukan pertemuan dan pemeriksaan ke bidan atau dokter yang akan membantu persalinan Anda. Serahkan salinan rekaman medis Anda agar dokter atau bidan tahu tentang kesehatan Anda.
  • Kemudian Anda harus banyak bertanya kepada dokter atau bidan yang akan membantu proses persalinan agar Anda bisa menjadi tahu karakter dokter atau bidan Anda. Jangan malu untuk bertanya semua hal agar persalinan Anda juga bisa lebih nyaman.
  • Pastikan Anda mengetahui kondisi dan keterangan mengenai alat yang akan digunakan seperti kolam dan jenis peralatan lain yang dibutuhkan. Anda benar-benar harus tahu mengenai kondisi alat dan status kebersihannya.

Informasi persalinan normal:

  1. Pilih dan ketahui model kolam persalinan sejak awal

Setelah Anda yakin ingin melahirkan dalam air maka Anda harus tahu jenis dan model kolam persalinan yang akan digunakan. Ada banyak hal yang harus dipikirkan untuk memilih model kolam persalinan yang akan digunakan. Diantaranya seperti dibawah ini:

  • Apakah kolam persalinan tersebut memang khusus dirancang dan digunakan untuk persalinan. Jika memang itu termasuk kolam khusus maka Anda bisa percaya.
  • Jika Anda ragu untuk memilih model kolam persalinan maka mintalah rekomendasi dari dokter atau bidan yang memang sudah memiliki standar mengenai kolam yang akan digunakan.
  • Kondisi ruangan yang akan digunakan untuk kolam persalinan memang sesuai dengan ukuran kolam. Ukuran ruangan sangat penting karena ibu dan pendamping serta bidan atau dokter harus bisa bergerak leluasa untuk membantu proses persalinan.
  • Apakah model kolam persalinan yang akan digunakan memiliki bahan yang aman dan tidak menyebabkan kontaminasi untuk ibu dan bayi.
  • Apakah model kolam yang akan digunakan memang sudah memiliki saringan atau pemanas otomatis sehingga Anda bisa menyiapkan air yang akan digunakan. Atau Anda tidak perlu menyiapkan semua hal ini dan hanya berkonsentrasi pada proses persalinan saja.
  1. Langkah proses persalinan

Setelah Anda benar-benar akan melahirkan dan sudah memastikan semua langkah diatas maka Anda bisa mengikuti petunjuk dibawah ini.

  • Pahami semua tanda-tanda akan melahirkan yang sudah terjadi. Anda harus tahu apakah tanda tersebut sudah lama terjadi dan kemungkinan jika merasakan ada kontraksi sebelum melahirkan. (baca:  ciri ciri kontraksi akan melahirkan – ciri-ciri janin sudah masuk panggul)
  • Jika Anda ingin melahirkan di rumah sakit maka segera buat janji dengan dokter atau tenaga profesional yang memang sudah disepakati sejak awal rencana ingin melahirkan di dalam air. (baca:  tanda tanda akan melahirkan)
  • Jika Anda ingin proses persalinan dilakukan di rumah maka segera hubungi dokter atau bidan yang akan membantu Anda.
  • Anda harus melihat suhu air yang akan digunakan. Suhu terbaik yang disarankan medis adalah suhu hangat sehingga bisa membantu membuat punggung ibu menjadi lebih santai.
  • Ibu harus tetap tenang, tidak panik dan mengikuti semua instruksi dari dokter atau bidan yang merawat Anda. (baca: pembukaan saat melahirkan)
  • Pastikan Anda juga sudah melakukan semua pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter atau bidan untuk memantau detak jantung bayi dalam kandungan, kondisi pembukaan jalan lahir dan kondisi umum kesehatan ibu. (baca: cara mendengarkan denyut jantung bayi dalam kandungan)
  • Ibu juga harus bersiap untuk semua kondisi darurat yang akan terjadi. Kondisi darurat termasuk seperti komplikasi menjelang persalinan yang disebabkan oleh kondisi ibu, bayi dalam kandungan dan juga pengaruh stres saat akan melahirkan. (baca: komplikasi kehamilan)
  • Ibu harus tahu dan paham cara untuk masuk dan keluar dari kolam. Terkadang beberapa ibu ingin melewati proses kontraksi dalam air namun beberapa ibu juga ingin berada di luar kolam agar lebih tenang. Pastikan ibu sudah bekerjasama dengan dokter atau bidan yang akan membantu persalinan.
  • Ibu harus siap dengan semua kemungkinan yang terjadi jika proses persalinan dalam air tidak berjalan dengan lancar. Hal ini bisa terjadi ketika posisi bayi berubah cepat selama proses kontraksi, adanya komplikasi yang terjadi secara mendadak misalnya seperti penyakit tekanan darah tinggi dan juga adanya masalah lain yang bisa terjadi pada bayi dan ibu. (baca: hipertensi dalam kehamilan – Darah tinggi pada ibu hamil – tekanan darah tinggi pada ibu hamil)

Informasi persalinan caesar:

  1. Siap untuk melahirkan dalam air

Ibu yang akan melahirkan harus mengikuti semua petunjuk yang diberikan oleh dokter atau bidan yang akan merawat. Berikut ini beberapa proses yang harus dipahami ketika siap masuk tahap akhir persalinan.

  • Usahakan ibu masuk ke dalam kolam dengan posisi tegak. Ini sangat baik untuk ibu yang akan melahirkan karena kolam persalinan memiliki kontruksi yang bisa menopang tubuh ibu. Air juga bisa membuat ibu duduk tegak sehingga proses persalinan bisa menjadi lebih nyaman.
  • Ibu bisa mencoba untuk mendorong bayi keluar sesuai dengan intruksi dari bidan atau dokter yang akan membantu. Air bisa membuat posisi tubuh ibu menjadi lebih nyaman dan membantu perubahan gerakan tubuh ibu yang akan melahirkan.
  • Ketika pembukaan sudah penuh maka ibu bisa bersiap untuk mendorong bayi dan bidan atau dokter akan membantu menerima bayi segera.
  • Ibu tidak perlu khawatir ketika bayi tidak bisa bernafas karena dalam air saat setelah dilahirkan. Sebenarnya bayi Anda memang belum bernafas sendiri dan masih mengandalkan tali pusar yang memang masih menyimpan oksigen. Karena itu tidak apa-apa jika bayi berada dalam air selama proses persalinan.
  • Segera setelah semua tubuh bayi keluar maka bagian tubuh bayi harus diangkat dari air dan dokter atau bidan bisa melakukan pemeriksaan detail terhadap bayi. Biasanya Anda juga harus menggunakan dokter anak sehingga bayi yang baru lahir mendapatkan penilaian kesehatan dari dokter anak.
  • Jika tali pusar robek atau rusak selama persalinan maka bayi bisa kehilangan oksigen setelah dilahirkan. Untuk mengatasi ini maka dokter atau bidan sudah bersiap untuk mengangkat bayi segera setelah dilahirkan. (baca: cara mengejan saat melahirkan resikonya)

Baca juga:

Perawatan setelah melahirkan dalam air

Pada umumnya perawatan setelah melahirkan dalam air dilakukan sama seperti untuk ibu yang melahirkan normal. Berikut ini beberapa hal yang sering dilakukan oleh dokter atau bidan setelah ibu melahirkan.

  1. Dokter akan memotong tali pusar kemudian membantu ibu mengeluarkan plasenta. Proses ini bisa dilakukan dalam air atau di luar kolam sesuai dengan kondisi ibu yang baru melahirkan.
  2. Dokter tetap akan melakukan pemeriksaan fisik dan umum untuk ibu agar bisa mengetahui ada atau tidaknya komplikasi pasca persalinan.
  3. Umumnya persalinan dalam air lebih lancar, minimal trauma dan luka sehingga ibu bisa langsung memberikan kolostrum untuk bayi saat melakukan inisiasi menyusui dini.

Informasi masa nifas:

Resiko Melahirkan Dalam Air

Biasanya melahirkan dalam air memang sangat aman dan minim resiko, namun beberapa dokter atau bidan juga harus siap dengan beberapa resiko yang bisa terjadi, seperti:

  1. Kemungkinan bayi dan ibu bisa terkena resiko infeksi setelah persalinan. Namun peneliti mengatakan jika biasanya air yang masuk ke dalam vagina selama proses persalinan tidak berbahaya untuk ibu dan bayi. Hanya saja resiko infeksi bisa meningkat lebih cepat ketika ibu menderita penyakit infeksi kelamin seperti gonore atau chlamydia. Penyakit ini bisa menyebabkan infeksi pada mata, kulit dan tubuh bayi sehingga bayi bisa sakit parah setelah dilahirkan. (baca: pencegahan infeksi pada bayi baru lahir)
  2. Semua proses alami dalam persalinan dalam air bisa menyebabkan tali pusat patah, robek atau rusak sebelum bayi keluar dari air. Jika ini terjadi dalam waktu yang lama maka bisa menyebabkan bayi kekurangan oksigen atau asfiksia pada bayi. Karena itu dokter dan bidan yang membantu persalinan harus memiliki perhitungan waktu yang sesuai kapan bayi harus diangkat dalam persalinan. (baca:  penyebab asfiksia pada bayi baru lahir – penanganan bayi asfiksia – pneumonia pada bayi – hipoglikemia pada bayi)
  3. Ketika bayi dilahirkan dalam air maka otomatis bayi akan terkena air hangat secara langsung. Sementara resiko kenaikan dan penurunan suhu tubuh bayi setelah dilahirkan akan terjadi dengan cepat. Hal inilah yang bisa menyebabkan bayi mengalami hipotermia atau demam tinggi. Dokter dan bidan harus waspada jika memang bayi mengalami semua gejala ini. (baca:  hipotermia pada bayi baru lahir – penanganan hipotermia pada bayi)
  4. Ketika bayi sudah menghirup udara maka ketika bayi masih dalam air atau terlambat untuk diangkat dari permukaan air maka air bisa masuk ke dalam hidung dan saluran pernafasan bawah bayi. Hal ini bisa menyebabkan saluran pernafasan bayi dipenuhi dengan air. Dokter dan bidan harus mengeluarkan semua cairan itu sebelum menyebabkan resiko infeksi untuk paru-paru bayi.
  5. Meskipun sangat jarang namun ternyata melahirkan dalam air juga bisa meningkatkan resiko kejang pada bayi yang baru dilahirkan. Kondisi ini sering terjadi akibat bayi tidak bisa bernafas dengan baik sehingga menyebabkan oksigen yang masuk ke dalam otak sangat sedikit. Kondisi ini jarang disebabkan karena epilepsi pada bayi karena serangan epilepsi cenderung terjadi setelah bayi agak lama dilahirkan. (baca: pertolongan pertama bayi kejang – cara mencegah kejang pada bayi)

Biaya melahirkan dalam air

Biaya untuk melahirkan dalam air memang relatif lebih mahal dibandingkan persalinan normal biasa. Semua itu juga tergantung dengan tingkat pengalaman rumah sakit, fasilitas perawatan yang diinginkan dan biaya untuk membayar jasa profesional seperti dokter, bidan, dokter anak, perawat dan tenaga yang lain. Tapi biasanya biaya yang dibutuhkan tidak lebih besar dari persalinan caesar. Menurut beberapa informasi penyedia jasa melahirkan dalam air maka biaya tergantung sesuai keinginan fasilitas namun tidak lebih dari 15 juta rupiah. Persalinan dalam air sangat dipengaruhi oleh harga sewa berbagai peralatan dan fasilitas yang lain. Namun alternatif melahirkan dalam air tapi di rumah maka biasanya biaya lebih rendah daripada di rumah sakit. (baca: kelebihan melahirkan normal dibanding caesar – kelebihan bayi lahir normal)

Pertimbangan rencana cadangan saat melahirkan dalam air

Meskipun Anda sangat ingin bisa melahirkan dalam air, namun Anda harus sadar jika ada peluang gagal. Kondisi ini bisa terjadi ketika kesehatan ibu menurun selama kontraksi atau adanya komplikasi yang terjadi secara tidak terduga. Berikut ini beberapa hal yang harus dipikirkan jika Anda ingin melahirkan dalam air, seperti rencana cadangan.

  1. Jika Anda harus menerima obat untuk melakukan induksi persalinan maka Anda tidak mungkin bisa melahirkan dalam air. Obat yang digunakan untuk melakukan induksi bisa menyebabkan bayi mengalami stres sehingga resiko melahirkan dalam air bisa menjadi lebih berat. (baca: induksi pada janin)
  2. Jika ternyata posisi bayi tidak siap untuk dilahirkan secara normal maka persalinan dalam air tidak bisa dilakukan. Misalnya jika bayi berada dalam posisi sungsang maka ibu harus memilih persalinan caesar. Persalinan ini lebih aman untuk ibu dan bayi.
  3. Jika ibu sebelumnya sehat dan secara tiba-tiba tekanan darah ibu naik sehingga meningkatkan resiko maka ibu harus memilih alternatif persalinan yang lain.
  4. Ketika bayi mengeluarkan kotoran hijau atau mekonium yang bisa terlihat dalam air maka ibu juga sebaiknya tidak melahirkan dalam air. Hal ini bisa menyebabkan aspirasi mekonium yang bisa mengancam kesehatan bayi dan resiko infeksi untuk ibu.
  5. Jika ibu sudah mengalami komplikasi kehamilan atau gangguan kehamilan maka sebaiknya ibu tidka memilih melahirkan dalam air. Resiko bisa sangat tinggi untuk ibu dan bayi sehingga bisa menyebabkan kematian pada ibu dan bayi.

Informasi bayi sungsang:

Informasi bayi prematur:

Keuntungan melahirkan dalam air

Banyak penelitian yang membuktikan jika melahirkan dalam air memang sangat menguntungkan. Semua keuntungan ini bisa dirasakan oleh ibu jika ibu memang siap untuk melakukan persalinan normal dan tidak ada komplikasi kehamilan sebelumnya. Berikut ini beberapa keuntungan dengan melakukan persalinan normal:

  1. Melahirkan dalam air bisa membantu mengatasi rasa sakit, hal ini terjadi karena air bisa membuat semua bagian tubuh ibu menjadi lebih santai. (baca: cara agar persalinan normal tidak sakit)
  2. Melahirkan dalam air bisa membuat ibu bisa memiliki insting untuk melahirkan dengan beberapa posisi yang paling nyaman.
  3. Air hangat untuk melahirkan dalam air bisa membantu mengurangi hormon stres yang sering menyebabkan kenaikan rasa sakit dalam persalinan normal.
  4. Melahirkan dalam air bisa membantu mengurangi rasa gelisah sehingga bisa mencegah kenaikan tekanan darah, rasa cemas berlebihan, dan membuat ibu merasa bisa santai saat melahirkan secara alami.
  5. Melahirkan dalam air bisa membuat proses kontraksi bisa menjadi lebih intens dan nyaman, membuat ibu bisa mendorong bayi dengan lembut dan gerakan yang nyaman sehingga juga mengurangi resiko robeknya dinding vagina. (baca: cara merawat tubuh setelah melahirkan)
  6. Melahirkan dalam air akan berjalan sangat alami sehingga bisa membantu ibu agar tidak menerima obat-obatan yang bisa menyebabkan resiko untuk ibu dan bayi. (baca: sindrom baby blues

Bagaimana rasa melahirkan dalam air?

Banyak ibu yang merasa penasaran dengan rasanya melahirkan dalam air. Menurut pengalaman medis dan ibu yang melahirkan dalam air, berikut uraian yang bisa Anda simak.

  1. Melahirkan dalam air ternyata lebih santai dibandingkan melahirkan dalam ruang persalinan yang normal. Air yang hangat dan tenang bisa membuat rasa sakit tidak terlalu buruk sehingga bisa membuat ibu merasa tenang dan nyaman. Kemudian perasaan tenang dan nyaman inilah yang bisa membuat pembukaan bisa menjadi lebih lancar dibandingkan pada ibu yang hanya tidur dan menunggu pembukaan.
  2. Karena perasaan yang nyaman dan tenang maka pernafasan ibu juga bisa menjadi lebih santai dan ini bisa membuat ibu bisa mendorong bayi dengan lembut dan nyaman. Pernafasan yang baik juga penting untuk membantu mengurangi rasa sakit akibat kontraksi.
  3. Persalinan dalam air bisa membantu mengurangi rasa stres, membantu tubuh hanya sedikit mengeluarkan hormon adrenalin dan lebih banyak mengeluarkan hormon oksitosin. Proses ini sangat baik untuk membantu kontraksi lebih kuat, teratur dan lancar.
  4. Melahirkan dalam air sangat baik untuk ibu terutama karena bisa membantu ibu agar lebih tenang dan tidak merasakan berbagai gangguan. Kemudian efek air hangat dan ruangan yang nyaman bisa membuat persalinan menjadi lebih intens dan sangat nyaman.
  5. Ketika tubuh ibu mengapung dalam air maka bisa membuat posisi persalinan lebih santai, hal ini bisa membuat gerakan bayi turun dalam panggul ibu jauh lebih cepat. Beberapa hal inilah yang menyebabkan bayi lebih cepat lahir dibandingkan dengan proses persalinan yang lain.

Baca juga :

Itulah beberapa hal yang terkait dengan proses dan berbagai keuntungan ketika ibu melahirkan dalam air. Semua pertimbangan harus dipikirkan sejak awal dan lebih baik lagi jika ibu mendapatkan dukungan dari keluarga dan tenaga medis yang profesional.

fbWhatsappTwitterLinkedIn