Sponsors Link

Plasenta Letak Rendah : Tipe – Gejala – Penyebab dan Perawatan

advertisement

Ketika tanda-tanda kehamilan atau tanda tanda kehamilan minggu pertama mulai muncul maka Anda dan pasangan tentu menjadi sangat senang. Sebuah kehamilan yang sehat selalu menjadi harapan semua pasangan. Ibu hamil mulai menjaga kehamilan dengan melakukan pemeriksaan teratur ke dokter kandungan atau bidan. Juga dengan mengkonsumsi makanan bergizi untuk ibu hamil dan buah yang baik untuk ibu hamil. Harapan untuk melakukan cara membuat anak cerdas sejak dalam kandungan juga dilakukan oleh ibu hamil sejak awal kehamilan. Namun semua berubah ketika ada sebuah kondisi gangguan kehamilan yang dinamakan plasenta letak rendah. Dalam dunia medis istilah ini disebut dengan plasenta previa.

Apa itu plasenta letak rendah?

Plasenta letak rendah adalah sebuah kondisi yang menggambarkan bahwa plasenta terletak pada bagian bawah rahim, atau di bagian samping atau menutup rahim. Plasenta berfungsi untuk membantu pasokan oksigen, darah dan nutrisi bisa sampai ke bayi. Kondisi plasenta memang bergerak sejak awal kehamilan dan semua menjadi alami ketika ibu sudah masuk waktu melahirkan yang diprediksi dengan cara menghitung usia kehamilan.. Masalah plasenta letak rendah pada awal kehamilan menjadi hal yang wajar dan masih bisa berubah. Namun jika plasenta letak rendah terjadi pada akhir kehamilan maka biosa menyebabkan komplikasi proses melahirkan seperti pendarahan, kelahiran prematur dan proses persalinan caesar.

Baca: resiko bayi lahir prematur 7 bulan – ciri ciri bayi lahir prematur – penyebab bayi lahir prematur – cara mencegah bayi lahir prematur

Tipe posisi plasenta previa

  1. Plasenta previa parsial : yaitu ketika plasenta hanya menutupi sebagian leher rahim. Kondisi ini masih bisa mendorong ibu untuk bisa melahirkan normal. (baca: tips melahirkan normal – cara agar persalinan normal tidak sakit)
  2. Plasenta letak rendah : yaitu jika plasenta terletak di bagian tepi leher rahim namun terjadi pada masa pertengahan kehamilan. Jika posisi plasenta bisa normal lagi maka ibu bisa melahirkan secara normal.
  3. Plasenta previa marginal: yaitu ketika plasenta awalnya muncul pada bagian bawah rahim kemudian mendorong leher rahim tapi tidak menutupi permukaan leher rahim. Kondisi ini bisa menyebabkan pendarahan ringan dalam proses persalinan normal.
  4. Plasenta pervia lengkap: yaitu ketika plasenta menutupi semua bagian leher rahim sepenuhnya. Kasus ini bisa membuat ibu tidak mungkin untuk melahirkan normal sehingga harus melakukan operasi caesar. Dan ibu juga bisa saja mengalami kelahirkan prematur untuk menyelamatkan nyawa bayi.

Gejala plasenta letak rendah

  1. Ibu hamil sering mengalami kram terutama sejak usia kehamilan 16 minggu. (berbeda dengan kram pada ciri-ciri orang hamil)
  2. Ibu hamil sering mengalami nyeri perut bawah terutama untuk bergerak dan melakukan aktifitas ringan seperti perut melilit saat hamil.
  3. Ibu hamil mengalami pendarahan ringan, sedang atau berat namun sering berhenti sendiri dan terkadang mulai lagi diwaktu yang lain dan sering dicurigai sebagai tanda tanda keguguran.
  4. Ibu hamil mengalami pendarahan terutama setelah berhubungan intim.(baca: ibu hamil muda melakukan hubungan suami istri)
  5. Adanya pendarahan selama beberapa hari pada saat kehamilan masuk trimester kedua atau pertengahan kehamilan.
    ads

Penyebab plasenta letak rendah

  1. Anda hamil dengan kondisi bayi sungsang, misalnya jika bayi sungsang dengan posisi pantat di bawah atau bayi melintang di sepanjang rahim Anda.(baca: ciri bayi sungsangpenyebab bayi sungsang – bahaya melahirkan bayi sungsang)
  2. Anda pernah mengalami masalah keguguran yang harus menerima proses kuret. Kuret bisa menyebabkan posisi rahim menjadi tidak nyaman untuk bayi karena adanya jaringan parut yang terbentuk sebagai efek samping kuret. (baca: proses kuret janin tidak berkembangkeguguran tanpa kuret)
  3. Anda pernah mengalami kelahiran caesar yang bisa menyebabkan adanya pembentukan jaringan parut pada rahim.
  4. Anda sedang hamil kembar dua atau lebih. Kehamilan kembar bisa menyebabkan ruang dalam rahim menjadi sempit dan ini berpengaruh pada kondisi plasenta.
  5. Ukuran plasenta Anda tidak normal atau sangat besar sehingga itu menggangu perubahan posisi plasenta sepanjang kehamilan.
  6. Bentuk rahim Anda tidak normal yang seringkali menyebabkan kesulitan hamil dan penyebab kandungan lemah. Namun jika hamil maka resiko plasenta previa bisa menjadi lebih rendah.
  7. Anda sudah pernah beberapa kali melahirkan dan ruang rahim Anda menjadi terlalu lemah atau lentur.
  8. Anda hamil pada usia lebih dari 35 tahun yang menyebabkan resiko ini naik sendiri. (baca: resiko hamil diatas usia 35 tahun – hamil di usia 40ke-atas)
  9. Ibu hamil yang telah menjadi perokok semenjak sebelum hamil atau bahkan berhenti dan tidak berhenti selama hamil. Pihak medis tidak bisa menjelaskan masalah ini, namun resiko plasenta letak rendah meningkat pada ibu hamil yang memiliki riwayat sebagai perokok.

Diagnosa plasenta letak rendah

Pemeriksaan plasenta memang biasanya mulai diamati ketika kehamilan masuk usia 16 minggu. Namun semua gejala plasenta letak rendah biasanya baru muncul pada usia kehamilan 20 minggu. Karena itu ibu hamil harus melihat adakah tanda ini atau tidak. Dan cara diagnosa yang sering digunakan oleh dokter kandungan untuk melihat plasenta letak rendah, adalah:

  1. USG : dokter akan melihat dengan jelas bagaimana kondisi jani dan rongga panggul Anda. Kemudian dokter akan mencari apakah posisi plasenta itu terletak dibawah.
  2. USG transvaginal : dokter akan membantu melihat letak plasenta secara langsung dengan sebuah alat yang bisa menghubungkan bagian rongga vagina dan leher rahim. Metode pemeriksaan ini paling akurat untuk mengetahui apakah letak plasenta bermasalah.
  3. MRI : proses pemeriksaan ini hanya dilakukan jika kedua macam pemeriksaan dengan USG tidak bisa membantu menemukan letak plasenta. Biasanya dokter akan menggunakan pemeriksaan ini hanya untuk memastikan kondisi dan bukan alternatif pemeriksaan pertama.

Baca: manfaat USG 4 dimensi – manfaat USG kehamilan – bahaya USG kehamilan yang terlalu sering

Perawatan untuk plasenta letak rendah

Perawatan untuk masalah plasenta letak rendah bisa dilakukan oleh dokter ahli kandungan. Dokter akan melihat perawatan dengan berbagai pertimbangan seperti tingkat pendarahan yang terjadi, usia kehamilan, kondisi kesehatan janin dan letak plasenta. kemudian biasanya dilakukan langkah perawatan seperti berikut ini:

  1. Perawatan jika plasenta letak rendah tapi tidak ada pendarahan
  • Dokter akan memberikan saran untuk ibu hamil agar melakukan bed rest atau terus menerus di tempat tidur.
  • Ibu hamil hanya boleh duduk atau berdiri sebentar jika memang sangat diperlukan. (baca: bahaya duduk terlalu lama bagi ibu hamil)
  • Ibu hamil sebaiknya tidak melakukan hubungan intim untuk mencegah pendarahan.
  • Ibu sebaiknya tidak melakukan latihan atau aktifitas yang bisa memicu pendarahan.
  • Jika pendarahan lebih parah maka dokter akan meningkatkan status dan membutuhkan perawatan lanjutan.
  1. Perawatan jika plasenta letak rendah dengan pendarahan berat
  • Dokter akan menyarankan ibu hamil untuk istirahat di rumah sakit dengan pengawasan dari perawat dan dokter.
  • Jika pendarahan sangat berat dan menyebabkan kadar hemoglobin menurun drastis maka ibu bisa menerima transfusi darah.
  • Dokter bisa memberikan resep obat untuk mencegah kelahiran prematur. (baca: cara mencegah bayi lahir prematur)
  • Jika usia kehamilan ibu telah mencapai 36 minggu maka dokter bisa menyarakan operasi caesar untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Namun pada usia ini biasanya pertumbuhan paru bayi belum sempurna sehingga bayi sering mendapatkan obat untuk merangsang pertumbuhan paru.
  1. Perawatan jika plasenta letak rendah dengan pendarahan yang sulit berhenti

Jika ibu mengalami pendarahan yang sangat  berat maka dokter biasanya mengambil keputusan yang cepat. Apakah ibu harus melakukan operasi caesar dalam kondisi darurat atau tindakan medis lain untuk menyelamatkan nyawa ibu dan bayi atau salah satunya.

Sponsors Link

Komplikasi akibat plasenta rendah

Ibu yang mengalami plasenta letak rendah bisa mengalami pendarahan saat melakukan persalinan normal. Pada dasarnya saat ada proses pembukaan saat melahirkan maka leher rahim akan membuka kemudian membantu bayi melewati leher rahim dan sampai ke vagina. Jika ada  bagian plasenta yang menghalangi jalan lahir maka pendarahan bisa terjadi. Dan ibu mungkin harus menerima persalinan caesar. Ada banyak resiko ketika plasenta letak rendah dan melakukan persalinan normal, karena:

  1. Lokasi plasenta yang terlalu dibawah bisa menyebabkan rahim mengalami kontraksi yang sangat parah baik dengan proses persalinan normal ataupun caesar. Hal ini disebabkan karena pendarahan tidak bisa berhenti dengan cepat dan membuat rahim justru mengalami kontraksi. Termasuk jika ibu sudah mendapatkan obat untuk menghentikan pendarahan.
  2. Plasenta yang rendah bisa menyebabkan plasenta sangat dalam dan membuat proses pemisahan plasenta dan rahim menjadi lebih sulit. Kondisi ini menyebabkan ibu mengalami akreta plasenta. kemungkinan masalah yang sangat buruk dari komplikasi ini adalah pendarahan yang sangat berat dan membutuhkan transfusi darah. Bahkan dokter bisa memutuskan histerektomi untuk menghentikan pendarahan berat.
  3. Dan masalah plasenta letak rendah bisa menyebabkan kondisi bayi mengalami kesehatan yang tidak terlalu baik seperti bayi lahir dengan berat badan rendah dan juga gangguan pernafasan.

Cara mengatasi plasenta letak rendah

Ketika ibu hamil menerima diagnosa plasenta letak rendah maka ibu harus tetap tenang dan pasangan harus memberikan dukungan sepenuhnya. Jangan terlalu banyak khawatir yang bisa menyebabkan ibu hamil stres dan menerima kondisi yang lebih parah. Hal yang harus dilakukan ibu adalah menerima diagnosa ini dan mencoba bersiap untuk mengatasi keadaan selanjutnya. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan.

  1. Mencari tahu tentang masalah ini sebanyak mungkin. Anda bisa mencoba untuk mencari pendapat dari dokter yang berbeda dan mencoba menemukan solusi untuk mengatasi komplikasi sedini mungkin.
  2. Ibu bisa mencari tahu bagaimana pengalaman ibu yang sudah mengalami hal yang sama dan mencari tahu perawatan yang paling baik. Cara ini bisa membantu ibu hamil mendapatkan dukungan yang paling berharga dengan pengalaman yang sama.
  3. Siap untuk menjalani prosedur operasi caesar. Anda mungkin tetap bisa melahirkan normal dengan resiko pendarahan tapi tidak ada salahnya jika Anda juga mulai belajar tentang persalinan caesar. Siapkan apa saja yang harus Anda bawa dan bagaimana perawatan setelah persalinan.
  4. Cobalah untuk tidak terlalu banyak melakukan kegiatan berat selama kehamilan. Anda bisa mencoba banyak istirahat diatas tempat tidur dan cobalah untuk menghirup udara segar di pagi hari. (baca: bahaya akibat kelelahan pada ibu hamil – tips bekerja saat hamil
  5. Ketahui batasan dan kondisi tubuh Anda. Anda bisa mencoba untuk tidak memaksakan diri dengan kondisi kehamilan ini. Penuhi semua kebutuhan nutrisi untuk ibu hamil agar tidak terkena stres saat hamil. (baca: cara menghilangkan stres saat hamil)
  6. Memanjakan diri Anda dan janin dalam kandungan. Ajak janin Anda berbicara untuk merangsang hubungan yang baik dengan janin. Kemudian siapkan beberapa baju bayi atau baju yang akan dibawa ke rumah sakit jika ada kondisi darurat misalnya pendarahan.
  7. Tetap terus terhubung dengan dokter yang merawat Anda. Jangan sungkan untuk bertanya jika Anda ragu atau curiga dengan kehamilan Anda setelah mendapatkan diagnosa kehamilan ini.
  8. Dapatkan dukungan dari suami atau pasangan Anda. Pasangan Anda juga harus mengetahui kondisi Anda dan Anda bisa berbagi cerita dengannya. Jangan menyimpan masalah ini seperti rahasia sebab pasangan Anda juga harus siap dengan berbagai resiko kehamilan dengan plasenta letak rendah. (baca: peran suami saat istri hamil)

Proses persalinan untuk plasenta letak rendah

Hampir semua ibu hamil yang mengalami plasenta letak rendah lebih memilih proses persalinan caesar. Hal ini disebabkan karena proses persalinan normal bisa menyebabkan resiko pendarahan. Namun ibu tidak perlu putus asa karena semua tindakan ini dilakukan demi menyelamatkan kondisi ibu dan bayi setelah melewati proses persalinan. Kemudian untuk ibu yang sudah pernah mengalami masalah plasenta letak rendah harus melakukan pemeriksaan lebih rutin.

Masih ada banyak hal yang bisa diupayakan oleh dokter untuk membantu ibu hamil dengan plasenta letak rendah bisa melahirkan dengan selamat. Hanya saja ibu harus benar-benar mengikuti saran dokter untuk mencegah dampak buruk dari plasenta letak rendah.

advertisement

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Friday 07th, October 2016 / 06:46 Oleh :
Kategori : Masalah Kehamilan