12 Penyebab Bayi Tidak BAB Paling Sering Terjadi        

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Merawat bayi memang membutuhkan usaha yang sangat keras dari orang tua. Tidak hanya untuk memberikan kasih sayang yang cukup tapi juga perawatan kesehatan untuk bayi. Bayi memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum terlalu baik sehingga lebih sering atau mudah sakit. Anda bisa mencoba beberapa cara menjaga bayi agar tidak mudah sakit. Salah satu kondisi yang sering terjadi pada bayi adalah masalah pencernaan. Beberapa bayi bisa terkena diare dengan mudah sementara bayi lain akan terkena sembelit. Sembelit akan menyebabkan bayi tidak bisa BAB secara teratur, bayi tidak BAB 3 hari atau bayi tidak BAB seminggu. Kondisi bisa menjadi lebih parah jika tidak dirawat sehingga bayi bisa terkena BAB berdarah.Anda tentu panik jika bayi tidak bisa BAB secara teratur dan Anda harus mencari tahu penyebab bayi susah Bab. Dibawah ini adalah beberapa penyebab bayi tidak BAB secara teratur.

  1. Pemberian susu formula yang tidak cocok

Bayi masih memiliki sistem pencernaan yang sangat rentan. Bahkan organ pencernaan bayi baru akan menguat setelah dilahirkan hingga mencapai umur satu tahun. Banyak ibu yang tidak bisa memberikan ASI sehingga memberikan susu formula. Manfaat susu formula untuk bayi memang bisa menyehatkan, namun juga bisa menyebabkan bayi tidak bisa BAB. Susu mengandung protein dan senyawa lain yang bisa membuat pencernaan tidak bisa menerima susu dengan baik. Akibatnya tinja bayi justru mengeras dalam usus bayi dan ini bisa menyebabkan  bayi sering buang angin, dan perut kembung pada bayi. Anda bisa mengganti susu formula merek lain sesuai anjuran dari dokter. (baca: cara mengatasi perut kembung pada bayi  – gejala disentri pada bayi)

  1. Takaran susu formula terlalu kental

Jika ibu memberikan susu formula maka saat akan membuat susu harus sesuai dengan racikan yang disarankan dalam kemasan. Memang prosedur ini sudah mendapatkan lisensi atau pengujian dari perusahaan produsen susu formula. Namun tidak semua bayi bisa menerima susu formula dalam takaran yang sama. Jika Anda membuat susu sesuai dengan takaran sajian maka bisa saja usus bayi terlalu berat untuk mencerna susu. Sehingga tinja dalam saluran usus bayi menjadi keras sehingga bayi tidak bisa BAB. Anda bisa mengatasi masalah ini dengan merubah takaran susu formula menjadi lebih encer. Perhatikan juga jika ini menjadi gejala alergi susu sapi.

Baca: tanda bayi alergi susu sapi –  gejala alergi susu sapi pada bayi – ciri-ciri bayi alergi susu sapi

  1. Bayi Anda tidak menerima cairan yang cukup

Bayi yang  tanda tanda bayi dehidrasi sebenarnya tidak hanya akan sulit untuk buang air kecil saja tapi juga BAB. Beberapa bayi yang mengalami dehidrasi berarti tidak menerima cairan yang cukup. Cairan sangat penting untuk tubuh bayi termasuk untuk mendukung sistem metabolisme. Tubuh membutuhkan cairan untuk mengendalikan aliran darah dan oksigen dalam tubuh. Saat Anda tidak memberikan cairan yang cukup untuk bayi maka pencernaan bayi menjadi lebih berat. Kondisi ini tidak hanya bisa terjadi pada bayi tapi juga pada anak-anak. Untuk mengatasi masalah ini maka cobalah memberikan cairan yang cukup sesuai pola makan bayi, termasuk ASI.

Informasi cara menyusui:

  1. Bayi menerima makanan padat berlebihan

Jika usia bayi Anda sudah mencapai enam bulan, maka Anda bisa mulai memberikan makanan padat untuk bayi. Bayi Anda mungkin juga sudah menunjukkan tanda tumbuh gigi sehingga bisa mulai belajar mengunyah dan menelan makanan dengan baik. Namun sebenarnya sistem pencernaan bayi belum terlalu sempurna hingga berumur satu tahun. Pemilihan beberapa makanan padat untuk bayi yang salah bisa menyebabkan bayi terkena sembelit. Misalnya saja jika ibu hanya memberikan bubur instan yang bisa menyebabkan bayi terkena bahaya bubur instan untuk bayi. Karena itu mulailah memilih makanan padat seperti sayuran dan buah yang mengandung serat sehingga baik untuk usus bayi.

Baca: bahaya memberi makan bayi dibawah 6 bulan – bahaya bubur bayi instan – makanan pendukung ASI rumahan terbaik untuk bayi 

  1. Bayi Anda tidak cukup bergerak

Masalah lain yang sering menjadi penyebab bayi tidak BAB adalah ketika bayi tidak cukup bergerak. Beberapa bayi memang terkadang sangat aktif sehingga mereka memiliki kesehatan tubuh yang baik. Sementara beberapa bayi tidak banyak bergerak yang bisa menjadi potensi penyebab masalah anak lambat berjalan. Kondisi ini juga berhubungan dengan status kesehatan bayi seperti bayi yang terkena cerebral palsy. Jadi jika bayi Anda mengalami masalah ini maka cobalah untuk membuat bayi tidur terlentang, kemudian gerakkan kaki bayi seperti gerakan mengayuh sepeda. (baca: cerebral palsy pada anak – gejala cerebral palsy pada bayi)

Baca: cara menstimulasi bayi merangkak – cara agar bayi cepat duduk – cara mengajari bayi tengkurap

  1. Bayi terkena sakit hipotiroidisme

Penyebab bayi tidak BAB juga bisa disebabkan karena kondisi penyakit pada bayi seperti bayi yang terkena penyakit hipotiroidisme. Penyakit ini akan menyebabkan aktifitas kelenjar tiroid pada bayi tidak bekerja dengan baik sehingga bisa membuat aktifitas otot usus bayi menjadi lebih lemah. Kemudian kondisi ini akan menyebabkan bayi tidak bisa BAB normal seperti bayi yang sehat. Pada dasarnya  bayi yang baru lahir harus mendapatkan pemeriksaan fungsi kelenjar tiroid sehingga kesehatan bayi bisa diketahui. Jadi jika bayi Anda sering mengalami masalah sulit BAB maka cobalah untuk melakukan pemeriksaan ke dokter.

Baca: penyakit gondok pada ibu hamil – akibat kekurangan yodium pada ibu hamil

  1. Bayi terkena penyakit Hirschprung

Hirschsprung merupakan sebuah penyakit langka yang akan menyebabkan bayi sering terkena sembelit. Penyakit ini termasuk penyakit bawaan sejak bayi dalam rahim hingga dilahirkan. Kondisi ini akan menyebabkan bagian usus besar bayi tidak memiliki sel-sel syaraf yang bekerja dengan baik sehingga bisa mendorong fungsi gerakan usus. Penyakit ini juga bisa mempengaruhi sistem fungsi perintah dari otak ke sel dalam usus termasuk untuk fungsi BAB pada bayi. Penyakit ini biasanya akan diketahui satu minggu setelah bayi lahir dimana bayi tidak bisa minum ASI atau susu dengan baik, berat badan bayi terus menurun dan bayi bisa muntah tinja dalam ukuran kecil. Penyakit ini paling sering terjadi pada bayi yang dilahirkan dengan kelainan sindrom Down. Perawatan dengan dokter spesialis anak sangat penting untuk dilakukan.

Baca: penyebab janin cacat sejak dalam kandungan – penyebab kelainan kongenital non genetik – penyebab bayi lahir cacat

  1. Bayi terkena diabetes

Penyakit diabetes gestasional pada ibu hamil bisa menyebabkan bayi yang dilahirkan terkena diabetes. Resiko ini juga terjadi pada bayi yang dilahirkan dengan riwayat diabetes dari orang tua bayi. Diabetes akan menyebabkan bayi terkena sembelit namun sangat sering. Bayi yang dilahirkan dengan berat yang berlebihan seperti  bayi besar dalam kandungan bisa mengalami kondisi ini. Pemeriksaan kadar gula darah dalam tubuh bayi sangat penting dilakukan untuk mengetahui apakah bayi terkena diabetes atau tidak.

Baca: tanda tanda diabetes pada ibu hamil –  bahaya diabetes saat hamil – bahaya obesitas bagi ibu hamil – bahaya kolestrol tinggi untuk ibu hamil

  1. Bayi terkena penyakit cystic fibrosis

Bayi yang dilahirkan dengan kondisi penyakit cystic fibrosis juga akan lebih sering terkena sembelit. Kondisi penyakit ini menyebabkan bayi mengalami infeksi pada bagian paru-paru sehingga banyak cairan atau lendir dalam paru-paru. Hanya saja ketika tubuh bayi terkena infeksi dari berbagai jenis bakteri atau virus maka penyebaran infeksi bisa mencapai organ usus. Kondisi inilah yang akan menyebabkan bayi terkena sembelit. Perawatan untuk bayi yang terkena cystic fibrosis harus dilakukan secara intensif untuk mengatasi dampak buruk infeksi yang bisa menyebar ke organ tubuh lain.

Baca:  gejala asma pada bayi –  Terapi Asma pada Anak – Obat Asma Anak – Gejala Asma Pada Anak – pneumonia pada bayi

  1. Bayi yang lahir dengan gangguan mental tertentu

Gangguan mental atau cacat mental bawaan bisa menyebabkan bayi terkena sembelit atau sulit untuk BAB. Kondisi sulit BAB sering terjadi pada bayi yang lahir dengan masalah seperti cerebral palsy, masalah keterbelakangan mental, sindrom Down, dan juga bayi dengan masalah cacat tulang belakang. Semua kelainan ini bisa menyebabkan fungsi usus menurun, kurangnya koordinasi antara sel dalam otak dan sel dalam usus pencernaan dan semua masalah yang bisa membuat bayi terkena sembelit. Untuk mengatasi masalah ini maka orang tua harus berkonsultasi dengan dokter.

Baca: cerebral palsy pada anak – gejala cerebral palsy pada bayi

  1. Bayi terkena racun timbal

Bayi yang terkena paparan racun timbal juga akan terkena sembelit. Bayi dengan kondisi ini biasanya tinggal dalam lingkungan yang tercemar. Timbal adalah racun logam yang bisa memberi dampak sistem pencernaan jika sudah sangat buruk. Racun timbal bisa masuk ke tubuh bayi melewati air yang dikonsumsi oleh ibu hingga mencapai ASI, air yang digunakan untuk membuat susu dan makanan yang dikonsumsi oleh ibu menyusui. Jika bayi terkena masalah akibat racun timbal maka perawatan sangat diperlukan untuk bayi.

Baca: bahaya kosmetik bagi ibu hamil – bahaya smoothing rambut saat hamil – bahaya lotion bagi ibu hamil – bahaya bau cat bagi ibu hamil – bahaya merkuri untuk ibu menyusui 

  1. Efek samping obat pada bayi

Jika bayi Anda sakit tentu Anda bisa memberikan obat untuk bayi sesuai dengan kondisi bayi. Namun  beberapa jenis obat bisa menyebabkan bayi terkena sembelit yang parah. Karena itu semua jenis obat yang diberikan kepada bayi harus mendapatkan resep dari dokter. Kondisi ini  juga bisa terjadi pada ibu menyusui yang menerima obat tertentu seperti obat untuk mengatasi depresi dan obat untuk mengatasi rasa sakit. Efek obat bisa sampai ke bayi melewati ASI. Karena itu semua jenis obat yang diberikan untuk bayi dan ibu menyusui harus berdasarkan resep dokter untuk mengatasi efek samping pada ibu dan bayi. (baca:  bahaya antibiotik untuk bayi)

Informasi obat bayi paling aman

Pada dasarnya ada berbagai macam penyebab bayi tidak BAB. Perawatan untuk bayi yang sulit BAB atau sembelit bisa dilakukan dengan cara mengatasi sembelit pada bayi. Dan jika keluhan bayi tidak bisa BAB terjadi sangat lama maka segera bawa bayi ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

fbWhatsappTwitterLinkedIn