Sponsors Link

12 Penyebab Sariawan Pada Bayi Harus Dihindari  

Sponsors Link

Kesehatan mulut pada bayi memang menjadi perhatian yang sangat penting untuk semua orang tua. Penyebab bayi rewel adalah ketika mereka menderita sakit atau merasakan gejala yang tidak nyaman. Salah satunya adalah sariawan yang sering terjadi pada bayi. Awalnya akan sering ditandai dengan bercak putih pada lidah bayi , bibir atau pipi  bagian dalam bayi. Kemudian bayi juga akan menolak untuk minum ASI atau susu formula, meskipun tidak ada tanda tumbuh gigi pada bayi. Bayi yang terkena sariawan juga biasanya sangat rewel sehingga akan ibu merasa bingung saat bayi menangis terus menerus. Jika sariawan tidak segera diatasi maka berat badan bayi bisa menurun dengan cepat.

ads

Mengingat bahwa sariawan tidak menyenangkan untuk bayi, maka sariawan harus segera diobati. Dan Anda bisa mencoba untuk mengetahui mengapa bayi bisa terkena sariawan. Dibawah ini adalah beberapa penyebab sariawan pada bayi yang paling sering terjadi.

  1. Infeksi jamur candida

Bayi memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum begitu kuat. Ketika tubuh mereka terkena sumber infeksi maka penyakit akan cepat berkembang. Candida termasuk jamur yang mudah menyerang tubuh bayi dan ini akan menyebabkan sariawan. Selain sariawan pada bagian mulut maka candida juga bisa menyebabkan ruam di bagian tubuh bayi yang lembab, seperti ketika bayi terkena alergi terhadap pampers atau popok. Jamur akan menyebabkan infeksi di sekitar mulut bayi yang mengandung banyak air liur. Dan kemudian bisa berkembang menjadi sariawan pada bayi.

Baca juga: tips agar anak tidak mudah sakit – tips agar anak balita tidak mudah sakit –  cara menjaga agar bayi tidak mudah sakit– cara agar balita tidak mudah sakit.

  1. Infeksi mulut sejak lahir

Bayi yang baru lahir juga bisa terkena sariawan setelah berumur beberapa hari. Dalam kondisi seperti ini sebenarnya penyebab sariawan memang tidak terlalu banyak diketahui. Bayi mengembangkan infeksi jamur candida albicans sejak lahir. Pada minggu pertama setelah kelahirkan infeksi berkembang dengan cepat. Awalnya hanya ditandai dengan  bercak putih lalu bisa menjadi sariawan. Terlebih untuk bayi yang terlahir prematur maka sariawan bisa terjadi dengan mudah. Jika tidak segera dirawat maka bayi bisa menjadi lebih lemah karena tidak minum ASI atau melewatkan kolostrum dari ibu. (baca: manfaat kolostrum bagi bayi baru lahir – manfaat ASI untuk bayi)

  1. Infeksi jamur candida albicans lewat persalinan normal

Sebenarnya bayi yang dilahirkan dengan persalinan normal memiliki resiko yang lebih tinggi terkena sariawan. Kondisi ini bisa terjadi sebab sebenarnya tubuh ibu selama hamil memiliki daya infeksi candida yang sangat tinggi. Jamur ini tidak hanya berkembang di bagian mulut tapi juga di bagian yang lembab seperti jalan lahir. Saat persalinan normal maka jamur mudah mengenai bagian mulut bayi sehingga infeksi berkembang dengan cepat. Pertumbuhan jamur yang berlebihan dalam tubuh ibu selama hamil sebenarnya tidak diketahui. Namun kesehatan tubuh ibu selama hamil yang buruk bisa memicu infeksi yang besar. Seperti ibu hamil yang mengalami diabetes atau obesitas selama hamil.

  1. Pengaruh obat antibiotik yang diberikan pada bayi

Pemberian obat pada bayi sebenarnya membutuhkan perlakuan khusus, seperti hanya diberikan berdasarkan resep dokter. Beberapa bayi yang sakit atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah memang mudah terkena infeksi. Infeksi bisa diobati dengan antibiotik untuk mengobati sumber penyakit dengan cepat. Salah satu efek bahaya antibiotik untuk bayi adalah bisa menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun atau adanya infeksi dalam tubuh. Jamur candida albicans bisa berkembang dengan cepat pada tubuh yang mengandung antibiotik. Karena itu antibiotik bisa menjadi penyebab sariawan pada bayi.

 
ads

  1. Penularan infeksi dari ibu menyusui

Pada dasarnya ASI menjadi minuman terbaik untuk bayi, karena mengandung antibodi yang bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi. Namun proses infeksi bolak balik juga  bisa terjadi pada ibu dan bayi. Memberikan ASI secara langsung melalui cara menyusui yang benar bisa menjadi penyebab sariawan pada bayi. Infeksi jamur yang berkembang dalam puting payudara bisa menular dengan cepat pada mulut bayi. Kemudian jika proses ini terjadi terus menerus maka bayi bisa terkena sariawan dengan cepat. Jika kondisi infeksi memburuk maka ibu bisa tetap memberikan ASI dengan cara memberikan ASI perah pada bayi. Perlengkapan ASI perah yang sehat dan higienis bisa melindungi bayi dari sariawan.

  1. Ibu menyusui menggunakan antibiotik

Ibu menyusui yang minum obat antibiotik bisa menularkan sariawan kepada bayi dengan cepat. Pada dasarnya dalam tubuh ibu menyusui terjadi proses profilerasi jamur candida yang sangat cepat. Kemudian jamur bisa menyebabkan infeksi pada tubuh ibu menyusui termasuk sariawan pada bagian mulut, infeksi pada puting payudara dan infeksi jamur pada jalan lahir. Jamur mudah masuk ke tubuh bayi saat bayi menerima ASI secara langsung. Terkadang infeksi bisa menular dengan cepat karena sistem kekebalan tubuh bayi yang masih lemah atau saat sakit. Ketika ibu sakit seperti mastitis pada ibu menyusui maka bisa menggunakan pengobatan masitis pada ibu menyusui paling aman. (baca: (baca juga: cara mengobati puting lecet saat menyusui)

  1. Kebiasaan bayi menggunakan botol susu dan empeng tidak bersih

Kebiasaan bayi yang menggunakan dot atau botol susu dan empeng yang lama dan kurang bersih juga bisa menyebabkan sariawan. Jamur atau  beberapa jenis bakteri bisa berkembang pada bagian puting karet dari botol susu dengan cepat. Bakteri atau jamur bisa menular cepat dari kotoran yang menempel pada botol susu. Terkadang bayi juga suka memainkan karet botol sehingga botol susu menjadi tidak bersih. Bayi memiliki sistem kekebalan tubuh yang kurang kuat sehingga infeksi mudah menyebar dengan cepat. Jika sudah seperti ini maka sebaiknya botol susu harus dibersihkan dengan teratur sehingga bayi tetap sehat saat menggunakan botol susu. (baca: cara mencuci botol susu bayi – bahaya bayi menggunakan empeng

  1. Keseimbangan saluran pencernaan bayi yang kurang sehat

Jamur candida memang bisa berkembang dengan cepat dan ini bisa disebabkan karena sistem keseimbangan pencernaan yang kurang sehat. Sistem pencernaan bayi terkadang memang sangat rentan sehingga bayi mudah terkena diare, perut kembung pada bayibayi sering buang angin, dan bayi tidak BAB seminggu. Dari semua proses ini maka bisa menyebabkan jamur berkembang dengan cepat. Terlebih jika bayi menerima antibiotik dalam proses perawatan. Karena itu ketika bayi sakit maka obat yang diberikan harus sesuai dengan resep dokter.

Informasi pencernaan bayi:

  1. Bayi lahir prematur

Bayi yang lahir sebelum berumur 37 minggu memiliki sistem kekebalan tubuh yang sangat rentan. Kemudian ketika bayi memiliki sistem kekebalan tubuh yang rentan maka infeksi bisa berkembang dengan cepat. Sistem tubuh bayi tidak mampu melawan infeksi karena tidak memiliki banyak antibodi untuk melawan infeksi. Dan sariawan bisa muncul dengan cepat. Pada bayi yang lahir prematur sebaiknya menerima perlakuan khusus hingga bisa memiliki tubuh yang sehat. Nutrisi untuk bayi juga harus diperhatikan agar tubuh bayi tahan terhadap penyakit.

  1. Bayi dilahirkan dari ibu hamil yang terkena diabetes

Bahaya diabetes saat hamil bisa menyebabkan dampak yang sangat serius pada bayi. Diabetes bisa terjadi sebelum kehamilan atau saat ibu hamil. Diabetes gestasional sebenarnya hanya menyerang ketika ibu hamil. Tanda tanda diabetes pada ibu hamil harus diperhatikan sebagai gangguan kehamilan yang berbahaya. Banyak pengaruh yang bisa menyebabkan peluang ibu terkena diabetes selama hamil. Beberapa diantaranya seperti bahaya obesitas pada ibu hamil, preeklamsia, riwayat dalam keluarga dan juga ibu menderita diabetes sebelum hamil. Ibu hamil yang terkena diabetes harus diawasi oleh dokter dan biasanya proses persalinan caesar lebih banyak dipilih untuk mengurangi resiko sariawan pada bayi.

 
Sponsors Link

  1. Bayi terkena flu singapura

Penyakit flu singapura yang terjadi pada bayi memiliki nama lain yaitu penyakit kaki, tangan dan mulut. Sebenarnya penyakit ini dikembangkan oleh virus yang masuk ke dalam tubuh bayi dengan berbagai perantara. Ada banyak gejala yang menyertai flu singapura seperti radang tenggorokan, luka pada kaki dan tangan, sariawan pada mulut, demam, tidak mau minum ASI dan sangat rewel. Perawatan flu singapura bisa dilakukan oleh dokter untuk mengurangi berbagai gejala termasuk sariawan. Terkadang flu singapura juga bisa sembuh sendiri tanpa obat jika sistem kekebalan tubuh bayi bisa melawan infeksi dengan baik. (baca: bahaya flu singapura bagi ibu hamil – gejala flu singapura pada anak)

  1. Bayi mengalami bibir sumbing atau cacat langit-langit mulut

Menurut ahli medis mereka membuktikan jika bayi yang mengalami bibir sumbing dan cacat celah langit- langit memiliki resiko terkena sariawan yang lebih besar. Sebenarnya penyebab masalah ini memang tidak bisa dipastikan. Namun karena ada masalah cacat lahir pada bagian mulut maka infeksi bisa menular dengan cepat. Pengaruh dari luar seperti infeksi akibat jamur pada puting payudara ibu menyusui dan jalan lahir juga bisa menjadi penyebabnya. (baca: penyebab bibir sumbing pada janin – penyebab bayi lahir sumbing – penyebab janin cacat sejak dalam kandungan)

Apakah sariawan pada bayi bisa berbahaya?

Banyak ibu yang khawatir ketika bayi mereka terkena sariawan. Sebenarnya sariawan pada bayi tidak berbahaya dan penyakit ini bisa sembuh sendiri tanpa perawatan. Namun bayi yang terkena sariawan biasanya akan sangat rewel dan mudah menangis sehingga bayi mungkin tidak mau minum ASI. Kondisi ini bisa menyebabkan bayi sangat lemah sehingga tubuh mereka bisa terkena dehidrasi. Sariawan bisa menyebabkan rasa sakit yang terus menerus sehingga bayi juga tidak bisa istirahat dengan baik. untuk mengurangi semua resiko ini sebaiknya bayi mendapatkan perawatan yang tepat saat sariawan. Perawatan bisa dilakukan dengan cara mengobati sariawan pada bayi dan obat sariawan untuk balita.

Ada banyak penyebab sariawan pada bayi yang mungkin bisa disebabkan karena faktor yang sangat ringan. Untuk mencegah semua penyebab ini maka ibu harus membiasakan pola hidup yang bersih. Tidak hanya untuk benda yang digunakan oleh bayi seperti botol susu dan mainan, termasuk juga pakaian dan kebersihan ibu saat merawat bayi.

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Post Date: Tuesday 27th, December 2016 / 07:38 Oleh :
Kategori : Sakit