Bayi Sering Kaget dan Menangis Saat Tidur : Penyebab dan Cara Mengatasi

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Melihat bayi yang sedang merasa nyaman bermain atau sedang tidur dengan pulas, merupakan hal yang sangat membahagiakan bagi para orang tua, terutama bagi para ibu. Wajah bayi saat ia tertidur akan terlihat polos, meskipun saat dia bangun juga sangat menggemaskan. Namun, perjuangan orang tua saat menidurkan bayi tidak dapat diremehkan. Sebab menindurkan bayi sangatlah membutuhkan tenaga dan kesebatan orang tua, teruta untuk ibu. Menidurkan bayi juga terkadang bisa menjadi salah satu tugas cukup sulit. Bisa saja, saat orang tua sudah melakukan segala sesuatu agar bayi merasa nyaman untuk bermain dan tidru, tapi dia tetap saja tidak bisa merasakannya. Bayi bisa saja merasa kaget dan juga menangis dan membuat Anda sedikit kebingungan. Kondisi ini, bisa saja disebabkan karena ada hal-hal yang membuat ganggu tidak merasa nyaman yang tidak diketahui oleh orang tua. (baca: Pola tidur bayi  – cara menidurkan bayi dengan cepat –  cara menidurkan bayi – pola tidur bayi 1 bulan – Pola tidur bayi 0 – 12 bulan)

Penyebab Bayi Sering Kaget dan Menangis

  1. Proses adaptasi suara

Bayi yang sering merasa kaget biasanya saja karena dia sedang melakukan adaptasi suara yang masih terasa asing ditelinganya. Sehingga saat mendengar suara asing tersebut, bayi akan merasa kaget dan reflex menangis. Rasa kaget yang muncul menjadi salah satu tanda, bahwa pendengaran bayi ternyata berfungsi dengan sangat baik. (baca:  bayi menangis terus menerus –  cara menaikkan berat badan bayi – perkembangan organ tubuh bayi setelah lahir )

  1. Terkena gigitan serangga

Bagi orang dewasa, jika ia melihat serangga tentu bisa langsung menyingkirkannya. Namun berbeda dengan bayi, mereka tidak akan mengetahui bahwa disekitarnya ada serangga. Bisa saja saat bayi sedang diam atau tertidur pula tiba-tiba ia mendapat serangan gigitan serangga yang membuat bayi refleks kaget dan menangis karena sakit. (baca: cara merawat kulit bayi sejak lahir – penyakit kulit pada bayi – infeksi kulit pada bayi )

  1. Adaptasi dengan suhu ruangan

Saat bayi sedang tidur, bayi sangat membutuhkan ruangan yang nyaman agar ia lelap. Namun, bagi bayi yang baru terlahir di dunia, ia biasanya harus melakukan adaptasi dengan ruangan baru tempat ia tidur. Sehingga tidak jarang ruangan yang ia tempati memiliki suhu yang baru ia rasakan. Bisa karena ruangannya terlalu panas atau terlalu dingin, bayi bisa saja merasa kaget dengan kondisi seperti itu. (baca:  efek AC terhadap bayi – bahaya AC bagi balita )

  1. Bayi bermimpi buruk saat tidur

Rasa kaget dan tiba-tiba menangis juga bisa disebabkan karena ia mengalami mimpi buruk saat ia tidur. Mimpi buruk ini bisa dipengaruhi karena ia pernah mengalami sesuatu yang membuatnya takut, seperti bertemu orang asih atu terjatuh. Sehingga ia akan cenderung mengingat hal tersebut dan memimpikannya. Biasanya bayi yang berusia 0-5 bulan cenderung kaget dan menangis karena mimpi buruk.

Informasi penyakit bayi kuning:

  1. Suara ruangan yang membuatnya takut

Sebagai orang dewasa jika mendengar suara berisik tentu akan membuat merasa jengkel. Nah, jika ini dialami oleh bayi mereka malah akan merasa ketakutan karena bingung dengan suara gaduhnya. Bahkan jika ia sedang lelap tidur nyenyak bisa saja ia tiba-tiba terbangung dan menangis dengan keras karena merasa sangat terganggu.

Baca juga:

  1. Ibu yang sedang mengendong bayi tiba-tiba memindahkannya ke tempat tidur

Bayi juga bisa merasa kaget ketika ia sedang digendong ibu lalu tiba-tiba dipindahkan ke tempat tidur. Ada baiknya Anda jika ingin memindahkan bayi ke tempat tidur jangan sembari meninggalkannya. Anda tetap harus menemaninya saat ia merasa nyaman atau sampai ia benar-benar merasa ingin tertidur. Jika bayi masih ingin menyusui juga jangan ditinggalkan, karena bisa saja dia akan lebih menangis karena merasa sangat lapar.  (Baca juga: Pertolongan pertama bayi jatuh dari tempat tidurEfek bayi tidur dari tempat tidur)

  1. Mengalami refleks moro

Bayi yang merasa kaget juga bisa dikarenakan dia mengalami gerakan spontan, apalagi saat ia sedang tertidur. Kondisi refleks seperti ini dinamakan refleks moro. Yaitu, suatu keadaan bayi mengalami rasa kaget karena ada perasaan aneh di sekitarnya. Misalnya saja, ada seseorang yang memegang tangan bayi saat tidur, ia akan sedikit tersentak. (baca: penggunaan box bayi))

Jenis Refleks Bayi Saat Tidur

  1. Refleks steepi: refleks ini akan terlihat ketika bayi sedang diposisika berdiri diatas permukaan datar, lalu ia terlihat seperti akan memulai langkah. Saat usianya masih belum mampu menopang kepala oleh leher, Anda perlu hati-hati jika ingin melihat refleksi ini pada bayi Anda. Pastikan saat melakukannya Anda menjaga bagia kepalanya dengan menopangnya.
  2. Refleks rooting: rasa reflkesi ini akan bisa Anda lihat saat mencoba untuk menyentuh sudut bibirnya menggunakan jari tangan. Kepala bayi bisa langsung mengarah pada arah sentuhanyan, dengan mulutnya yang membuka seperti ingin mengisap sesuatu.
  3. Refleksi menggenggam: Ini akan dilakukan bayi, saat Anda meletakan jari ditelapak tangan bayi. Biasanya bayi akan langsung menggengam dengan cukup kuat.

Baca: penyebab bayi kaget saat tidur – bayi tidur gelisah siang dan malam – Cara menidurkan bayi dengan cepat – Cara menidurkan bayi paling efektif)

Tips Mengatasi Bayi Sering Kaget dan Menangis

  1. Hindari apa yang akan memicunya kaget: Hal pertama kali yang bisa Anda lakukan adalah menghindari apa yang akan menjadi pemicu bayi merasa kaget dan ingin menangis. Penyebabnya tentu sangat beragam dan diatas sudah disebutkan. Sehingga jika rasa kagetnya karena gigitan serangga, Anda bisa menghindari hal tersebut dengan memasang kelambu disekitar tempat tidur bayi.(baca: bahaya bayi tidur miring – bayi jarang menangis dan tidur terus)
  2. Preventif: Apabila melakukan tindakan agar bisa menghindari akibat bayi merasa kaget sudah Anda lakukan, hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah melakukan upaya yang preventif supaya bayi merasa aman dan tidak sering kaget. Anda bisa menghindarkan suara-suara kerasa dari tv, air, radio, telepon dan yang lainnya. Atau Anda bisa menggendongnya agar ia merasa nyaman. Anda juga sering melihat kondisi popok bayi, karema bisa saja ia kaget karena merasa tidak nyaman dengan popoknya. (baca: cara menidurkan bayi)
  3. Memijatnya: selain itu, Anda juga bisa memberikan bayi Anda pijatan agar merasa rileks dan agar bayi tidak mudah untuk terserang kaget. Anda bisa memijatnya dengan menggunakan minyak kayu putih atau minya telon. Usap tubuh bayi dengan sangat lembut dari kaki, dada, tangan sampai kepunggungnya. (baca: Manfaat Pijat Bayi – cara memijat bayi baru lahircara memijat kaki bayi agar cepat berjalan )
  4. Saat bayi kaget segeralah menenangkannya: Saat bayi merasa sangat kaget, segeralah Anda menenangkan bayi dengan cara menggendong bayi. (baca: manfaat menggendong bayi – cara menidurkan bayi tanpa digendong)
  5. Perhatikanlah nurtris dan gizi pada bayi: Saat Anda ingin menidurkan bayi, Anda harus mengetahui apakah ia mendapatkan asupan gizi yang layak. Sedangkan asupan gizinya bisa ia dapatkan dari makanan pendampi atau ASI yang ia konsumsi, dan juga makanan yang ibu konsumsi. Bisa saja, bayi mengalami sering terbangung saat tidur karena ia merasa lapar sehingga Anda harus mengetahui asupannya.
  6. Lihat kondisi lingkungan bayi: Usahakan saat bayi akan tidur Anda memastikan bahwa kondisi ruangannya benar-benar sangat kondusif, dan nyaman sehingga bayi bisa tidur dengan nyenyak.
  7. Mengganti popok: Kondisi popok juga bisa menjadi salah satu indikator yang mempengaruhi pada kualitas tidur bayi menjadi tidak lelap. Jika bayi merasa popoknya sangat banjir, ia tidak akan merasa nyaman saat tidur. (baca: penyebab bayi tidak pipis semalamanperut kembung pada bayi –  cara mengatasi biang keringat pada bayi baru lahir)

Informasi pola makan bayi:

Kebiasaan bayi yang tidur saat baru lahir

Selain itu, ibu juga harus mengetahui apa apa saja yang menjadi kebiasaan bayi tidur saat masih keci, terutama saat ia baru saja lahir. Sehingga Anda bisa mengetahui apakah kebiasaanya normal dan aman atau harus diwaspadai

  1. Perhatikan pada siklus tidur bayi: Saat usia bayi memasuki bulan pertama, kebanyakan bayi akan mudah terbangun saat malam hari dan ia akan bangun saat siang hari. Ini merupakan kondisi dan periode yang cukup melelahkan untuk orang tua terutama untuk ibu yang sebelumnya biasa istirahat pada malam hari. Namun, Anda tidak perlu khawatir sebab kondisi dan pola tidur seperti ini bisa Anda rubah secara perlahan. Bisa dimulai dengan melakukan berbagai kebiasaan seperti mematikan lampu dimalam hari.
  2. Tidur yang tidak beraturan: Pola lain yang sering ditemukan pada bayi yang baru lahir merupakan siklus bayi yang tidak beraturan. Hal ini juga masuk dalam katergori normal, sebab bayi yang baru saja lahir bisa terbangun kapan saja dan juga bisa tertidur kapan saja.
  3. Kebiasaan bayi saat tidur: Tidak semua bayi membutuhkan kondisi yang sunyi dan tenang untuk bisa tertidur dengan tenang. Ada saja beberapa bayi yang mudah tidur biarpun suasana disekitarnya ramai. Karena ini masih berada pada fase baru lahir sehingga ia akan sering tidur dengan nyenyak.

Informasi ASI:

Resiko bayi sering kaget

Walapun Anda tidak perlu merasakan kekhawatiran yang berlebihan saat bayi merasa kaget, namun jika saat memasuki usia 6 bulan, bayi Anda tetap merasa sering kaget dan tidak bisa melakukan sesuatu dengan nyaman seperti tidur dan bermain dengan nyaman. Ada baiknya Anda mengkonsultasi hal ini pada dokter untuk mengetahui penyebab jelasnya dan mencari solusi untuk kondis bayi Anda. Namun, belum tentu kondisi ini adalah abnormal ya. Anda hanya perlu melakukan tindakan untuk menyakinkan kondisi bayi. Karena dokter akan membantu untuk menemukan apakah kondisi pertubumbuhan dan perkembangannya ada yang terganggu atau tidak.

Baca: penyakit jantung anak –  penyakit jantung bawaan – kelainan jantung pada bayi baru lahir –  penyebab janin cacat sejak dalam kandungan – penyebab bayi lahir cacat

Itulah pembahasan mengenai bayi sering kaget dan menangis baik saat sedang bermain atau sedang tertidur. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menambah pengetahui para orang tua tentang kondisi bayinya.

fbWhatsappTwitterLinkedIn