Bayi Sering Kaget Seperti Kejang : Penyebab dan Cara Mengatasi

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Bayi yang sering merasa kaget, sebenarnya adalah hal yang cukup wajar terjadi. Karena sejak ia terlahir ke dunia tubuhnya akan sediki kaget dengan kondisi lingkungan, sehingga ia akan mulai melakukan adaptasi dengan lingkungannya. Kondisi kaget bayi juga tidak jarang disertai tangisan atau gerakan seperti kejang. Pada kondisi bayi sering kaget seperti kejang, tentu akan ada pemicunya. Selama bayi tidak menunjukkan gejala yang serius maka bayi Anda tidak apa-apa. Tapi jika sering terjadi maka Anda harus melihat apa penyebabnya. Berikut ini ulasan tentang bayi sering kaget seperti kekang.

Penyebab Bayi Sering Kaget Seperti Kejang

  1. Gangguan fisik

Bayi sering merasa kaget seperti kejang, tiba-tiba saja menangis saat ia sedang diam atau sedang tidur. Ini jelas memperlihatkan bahwa ada masalah yang mengganggu pada bayi tersebut. Bayi yang masih sangat kecil tentu tidak akan  bisa bicara dan mengatakan apa yang sedang ia rasakan. Sehingga untuk memberitahukan adanya gangguan pada ibunya, ia akan menangis. Bisa saja ia sedang mengalami gangguan fisik, seperti ada serangga yang menggigitnya atau menerima sentuhan yang membuatnya refleks terkejut sehingga ia kaget dan mengeluarkan gerakan seperti kejang . (baca: bayi sering kaget dan menangis –   bayi menangis terus menerus –  cara menaikkan berat badan bayi – perkembangan organ tubuh bayi setelah lahir )

  1. Karena ada gangguan didalam tubuhnya

Selain adanya gangguan fisik kemungkinan bayi juga mengalami gangguan didalam tubuhnya. Gangguan tersebut bisa saja berbahaya. Penyebabnya bisa karena dia sedang sakit dan mengalami demam tinggi, atau dia tiba-tiba terjatuh tanpa diketahui orang tuanya sehingga bayi mengalami cidera pada bagian kepala dan menyebabkan ian kaget seperti kejang, bahkan bisa saja benar-benar masuk pada tahap kejang yang serius. Bisa juga bayi mengalami peradangan pada bagian selaput otak yang membuatnya tiba-tiba kejang dan ibu tidak mengetahuinya. Resiko-resiko penyakit dalam tubuh hanya bisa diatas oleh pemeriksaan dokter.

Informasi bayi sakit

  1. Refleks moro

Refleks moro merupakan salah satu respon yang tiba-tiba dikeluarkan oleh bayi. Penyebabnya bisa karena suara atau gerakan yang mengejutkan bayi. Refleks ini adalah hal yang normal untuk semua bayi, karena lama-lama akan menghilang jika usianya sudah memasuki 3 atau 4 bulan. Menyentuh bayi dengan sangat lembut pada setiap bagian tubunya akan membuat bayi merasa tenang. Refleks moro juga adalah refleks yang secara emosional timbul karena adanya kemauan bayi yang tiba-tiba hilang. Bayi yang melakukan gerakan refleks moro akan melengkungkan punggung dan juga mendongkakan kepalanya ke belakang. Kaki dan tanggannya juga akan digerakan ke depan.

Baca: pertolongan pertama bayi kejang – kejang demam pada anak – penyebab step pada anak –  menjemur bayi saat demam

Refleks Lain pada Bayi

  1. Refleks menghisap

Refleks menghisap atau dikenal juga dengan istilah sucking reflex merupakan gerakan refleks menghisap saat ibu memberikan putting susunya ke ujung mulur bayi. Refleks ini bisa terjadi saat bayi baru saja lahir, dan dengan otomatis mereka akan menghisa benda yang ada di ujung mulut mereka. Refleks ini termasuk normal, karena dapat mempermudah bayi untuk mendapatkan makanan. Gerakan ini juga dinilai sangat penting sebab bisa menjadi rute untuk pengenalan bayi pada makanan. Kemampuan bayi dalam menghisap tidaklah sama. Sebagian bayi yang baru lahir ada yang dapat menghisa secara efisien dan bertenaga saat ingin mendapatkan susu, namun ada juga bayi yang bahkan tidak bisa menghisap dengan baik.

Baca:

  1. Refleks Menggenggam

Refleks menggenggam atau disebut juga dengan grasping refleks, merupakan gerakan refleks bayi mencengkram benda yang sedang disentuhkan pada tangganya. Ini juga termasuk pada refleks normal dan akan menghilang dengan sendirinya pada usia 3 atau 4 bulan. Saat Anda mencoba untuk mencentuhkan benda atau telunjuk Anda pada telapak tanggannya, ia akan mulai merespon dengan cara menggem kuat benda atau telunjuk yang disentuhkan. Seiring berjalannya waktu, saat refleks menggenggam ini mulai menghilang, maka bayi akan semakin memperlihkan gerakan spontan karena adanya rangsangat visual dan bukan melalui sentuhan. Misalnya saja saat ia melihat ada benda yang berputar diatasnya, ia akan berusahan untuk meraihnya. Ini adalah kondisi normal, artinya perkembangan motoric pada bayi berjalan lancar.

Informasi bayi prematur:

  1. Refleks mencari

Refleks mencari atau disebut juga dengan rooting refleks adalah gerakan yang dikelarkan bayi saat ada sesuatu yang mengusap bagian pinggir mulutnya. Salah satu responnya adalah dia akan mulai memalingkan kepalanya menuju benda yang menyentuhnya. Sama seperti respon sebelumnya, rooting refleksi akan menghilang saat bayi menginjak usia 3 atau 4 bulan.

Informasi penyakit mata bayi:

  1. Refleks menengadah

Refleks menengadah atau tonic neck, merupakan gerakan refleks pada saat bayi berusia 1 bulan dan akan hilang pada saat bayi berusia 5 bulan. Ketika kepala bayi sedang digerakan kea rah samping maka lengan pada sisi tersebut akan lurus sementara lengan sebelahnya akan ditekuk. Jika bayi yang baru saja lahir tidak bisa melakukan gerakan ini sampai melewati usia 5 bulan, ada kemungkinan bahwa bayi mengalami gangguan pada neuron motoriknya. Menurut penelitian, gerakan pada refleks ini adalah tanda yang merupakan awal dari koordinasi antara mata dan kepalanya.

Informasi pola perkembangan bayi:

  1. Refleks berjalan

Saat ibu sedang menggendpng bayinya dengan posisi berdiri dan telapak kaki bayi menyentuh pada permukaan datar, ibu akan bisa melihat bahwa bayi mengeluarkan gerakan melangkah. Apabila tulang kering bayi menyentuh sesuatu, ia akan mulai mengangkat kakinya sendiri seperti ingin melangkahi benda yang ia injak. (Baca: penyebab anak terlambat jalan – penyebab anak terlambat bicara – alat untuk melatih bayi berjalan)

Informasi perkembangan bayi 7 – 12 bulan:

  1. Refleks menjerit

Refleks ini akan dilakukan anak saat ia merasa lapar, bisa saja mereka juga akan menangis dengan sangat keras. Ini juga termasuk pada hal yang sangat normal, karena tangisan bayi merupakan ekspresi dari dirinya sendiri. Saat ia menjerit dan menangis ia ingin memberitahukan sesuatu dan ingin ibunya memahaminya.  (baca: cara agar bayi cepat duduk – cara melatih bayi duduk)

  1. Refleks berenang

Refleks swimming atau bereng akan dilakukan bayi saat ia berada dikolam renang, bayi akan mulai mengayuh kakinya seperti ingin berenang. Refleks seperti ini akan menghilang saat bayi memasuki usia 4 atau 6 bulan. Refleks ini juga sangat bermanfaat untuk membantunya bertahan jika sewaktu-waktu ia ternggelam. (.Baca: tips agar anak cepat jalan – cara agar anak cepat jalan)

Cara Mengatasi Bayi Kaget Seperti Kejang

  1. Mengetahui apa yang menajdi pemicu bayi kaget

Tentunya aka nada penyebab mengapa bayi tiba-tiba kaget disertai dengan gerakan seperti kejang. Oleh sebab itu, Anda harus memperhatikan apa saja yang bisa menjadi pemicunya. Contohnya mereka terkejut karena mendengar suara sangat keras, mereka terkejut karena popoknya yang tak nyaman, dan masih banyak hal lainnya yang bisa menjadi pemicu bayi kaget. (baca: Pola tidur bayi  – cara menidurkan bayi dengan cepat –  cara menidurkan bayi – pola tidur bayi 1 bulan – Pola tidur bayi 0 – 12 bulan)

  1. Jauhkan apa yang menjadi penyebab bayi mengalami kaget

Saat Anda sudah mengetahui apa yang menyebabkan bayi tiba-tiba terkejut, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah menjauhkan pemicunya dari jangkauan bayi sehingga tidak membuatnya merasa terganggu. Misalnya jika penyebabnya karena suara, pindahkan bayi ke ruangan yang memang tidak terlalu berisik.  (baca:  bayi menangis terus menerus –  cara menaikkan berat badan bayi – perkembangan organ tubuh bayi setelah lahir )

  1. Memijat tubuh bayi secara perlahan

Hal lain yang dapat Anda lakukan adalah memijat tubuhnya dengan sangat lembut dan perlahan. Anda bisa memijatnya menggunakan minyak telon, pijat bagian tangan, kaki, dada dan punggung bayi sehingga ia akan merasa nyaman. Tubuh bayi juga akan menjadi rileks dan ia akan merasa nyaman saat akan beristirahat.  (baca: Manfaat Pijat Bayi – cara memijat bayi baru lahir – cara memijat kaki bayi agar cepat berjalan )

  1. Segera menenangkan bayi yang terkejut

Bayi yang tiba-tiba kaget, akan merasa kebingungan. Untuk mengurangi rasa tidak nyamannya, Anda bisa mengusap perut bayi, atau kepala dan dadanya. Anda juga bisa membisikan sesuatu yang membuat bayi akan merasa tenang kembali. Jangan meninggalkannya jika ia masih terlihat belum nyaman, karena bisa saja nantinya bayi mengalami kaget lagi. (baca: manfaat menggendong bayi – cara menidurkan bayi tanpa digendong)

  1. Berkonsultasi ke dokter

Saat usia bayi Anda memasuki 6 bulan, dan tubuh bayi ternyata masih sering terkejut disertai kejang dan menangis. Ada baiknya Anda berkonsultasi ke dokter. Karena bisa saja kondisi tersebut adalah hal yang cukup berbahaya yang tidak diketahui sejak lama oleh ibu. Bisa saja ternyata ada beberapa kelainan didalam tubuh bayi yang mengakibatkannya ia sering merasa terkejut. (Baca: penyakit jantung anak –  penyakit jantung bawaan – kelainan jantung pada bayi baru lahir –  penyebab janin cacat sejak dalam kandungan – penyebab bayi lahir cacat)

Resiko bayi yang sengaja dikagetkan saat ia tidur

Saat bayi sedang tertidur, tiba-tiba Anda dengan sengaja membangunkannya atau mengagetkannya dengan suara yang keras. Hal itu bisa menjadi sedikit berbahaya jika terus-terusan dilakukan, sebab bisa saja jantung bayi tidak kuat dan memicu adanya penyakit jantung. Sehingga saat bayi sedang tidur, sebaiknya Anda membiarkannya istirahat dengan nyaman. Beberapa hal berikut bisa membuat bayi tidur dengan nyaman:

  1. Menggangti popok bayi sebelum ia akan tidur, sehingga tidak mudah terganggu saat popoknya penuh  (baca: penyebab bayi tidak pipis semalaman – perut kembung pada bayi –  cara mengatasi biang keringat pada bayi baru lahir)
  2. Beri asupan yang cukup sebelum bayi akan tidur, sehingga ia tidak akan terbangungan karena merasa lapar.
  3. Saat bayi tiba-tiba bangun, lihat apa yang menjadi pemicunya. Jika karena popok, maka gantilah dengan yang baru. Namun, setelah Anda mengganti popoknya ada baiknya langsung tidurkan ia kembali dan jangan mengajaknya bermain.
  4. Memperhatikan pada suasana ruangan tempat tidur bayi, usahakan ruangannya benar-benar nyaman untuk digunakan tidur bayi. (baca: penggunaan box bayi)
  5. Memastikan bahwa orang-orang disekelilingnya paham, bahwa saat bayi sedang tidur mereka tidak boleh membuat kegaduhan.

Informasi ASI:

Itulah ulasan mengenai bayi sering kaget seperti kejang. Beberapa infomasi tambahan cara mengatasi dan resiko bisa membantu pengetahuan tambahan untuk Anda agar tetap menjaga kondisi bayi Anda.

fbWhatsappTwitterLinkedIn